Masuk Rumah Sakit

malam itu pukul 2 dini hari Farhan yang tidur di ranjang atas kaget karena mendengar beberapa kali suara seseorang muntah. ia melihat ke ranjang sebelah ada Audrey dan Cantika tidur lelap. ia pun segera mengecek ke ranjang bawah, ia tak menemukan Humaira di sana. Farhan bergegas menuju kamar mandi karena khawatir kondisi kesehatan Humaira.

"tok... tok... tok..."

"tok... tok... tok..."

"dek... Mai... apa yang terjadi? Abang khawatir dengan kondisi mu. buka pintunya dek..." teriak Farhan panik

tak lama Humaira membuka pintu kamar mandi dengan langkah gontai berjalan menuju kamar.

"Abang,, maaf ya kalau Mai mengganggu tidurnya. perutku mual sejak tadi."

belum sempat Farhan menanggapi ucapan Humaira, ia kembali menuju kamar mandi dan kembali memuntahkan isi perutnya. Farhan segera membantu adiknya dan memegangi tubuh adiknya agar tidak jatuh.

"dek kita ke rumah sakit ya. demam mu tinggi engkau pun tak kunjung berhenti muntah, Abang khawatir kamu dehidrasi."

"iya bang, tapi tolong bantu Mai ke tempat tidur dahulu, karena badan Mai terasa lemas."

"iya dek, kamu tiduran dulu, Abang bangunkan Ummi dan Bu Fatimah dahulu."

"iya bang"

*****

"tok... tok... tok..."

"tok... tok... tok..."

"assalamualaikum Ummi"

belum ada tanggapan namun Farhan sabar menunggu Ummi Hasanah.

"wa'alaikumsalam, Farhan jam berapa ini mengapa kamu belum tidur?"

"ummi tolong Mai, ia dari tadi muntah badannya panas dan lemas"

"ayo segera kesana" ucap ummi panik

Keduanya berlarian menuju kamar Humaira. Terlihat wajah pucat dan badan yang lemas ia kembali muntah saat ummi Dan Farhan sampai ke kamarnya.

"Humaira, mengapa kamu seperti ini. Sebaiknya sekarang kita ke UGD ya nak, demam mu pun tinggi."

Humaira hanya mengangguk kan kepala tanpa menjawab dengan kata-kata. Badannya terlalu lemas untuk membalas ucapan panik Ummi. Ummi pun segera menelpon Pak Imam, satpam yang berjaga di depan gerbang panti asuhan

"assalamualaikum Pak Imam, bisa pinjamkan mobil ke rumah ustadz Ibrahim, saat ini Humaira sedang sakit dan badannya lemas tak memungkinkan jika di antar ke UGD menggunakan sepeda motor "

"wa'alaikumsalam, baik Ummi"

Pak Imam segera menaiki sepeda motornya menuju rumah Ustadz Ibrahim, ia berusaha untuk tetap tenang dan fokus pada jalan agar tidak terjadi kecelakaan. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit ia sampai ke rumah ustadz Ibrahim. Ia pun segera mengetuk pintu rumah itu.

"tok.. Tok... Tok..."

"tok... Tok... Tok..."

"assalamualaikum pak Ustadz"

"wa'alaikumsalam, pak. Itu kenapa ada orang malam-malam seperti ini mengetuk pintu apakah mungkin ada keadaan darurat coba buka pintunya."

"iya Bu, mari kita cek dahulu"

"wa'alaikumsalam, pak Imam ada apa mengapa malam-malam seperti ini mengetuk pintu kami."

"saya di utus oleh Ummi Hasanah ingin meminta tolong untuk membawa Humaira ke rumah sakit karena badannya demam dan sejak kemarin sore ia terus muntah dikhawatirkan ia akan dehidrasi.

"baiklah saya akan bersiap-siap dan segera menuju panti asuhan. Sebaiknya pak Imam pulang dahulu, Ummi pasti sedang panik. Tenangkan Ummi."

"iya ustadz, kami menunggu kedatangan ustadz"

Pak Imam segera kembali dan menyampaikan apa yang dikatakan oleh ustadz Ibrahim tadi. Ummi pun segera menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan selama di rumah sakit nanti.

15 menit berlalu, pak ustadz dan juga istrinya sedang berkendara menuju panti asuhan, sesampainya di panti asuhan Ummi dan Bu Fatimah segera menolong Humaira untuk masuk ke dalam mobil karena badannya lemas. perjalanan menuju rumah sakit sekitar 45 menit, dalam perjalanan tersebut Humaira kembali muntah walau hanya meminum air hangat. Ummi Hasanah terlihat panik melihat kondisi Humaira.

sesampainya di rumah sakit Humaira langsung di larikan ke UGD agar segera mendapatkan penanganan. Sementara itu Pak Ustadz Ibrahim di mintai tolong untuk mengurus administrasi rumah sakit. Saat akan diperiksa oleh dokter Ummi diminta untuk keluar ruangan terlebih dahulu. Ummi terlihat panik dan cemas namun segera ditenangkan oleh istri Ustadz Ibrahim.

"ummi bagaimana jika sambil menunggu periksaan dokter kita mencari mushola di dalam lingkungan rumah sakit. Saat ini sudah masuk sholat tahajud sambil kita doakan untuk kesembuhan Humaira. Selain itu pikiran kita pun akan lebih tenang." ucap istri ustadz Ibrahim

"benar kata istri saya ummi, biarkanlah saya yang menjaga disini kita dapat bergantian melaksanakan shalat tahajud"

"iya ustadz, mari Bu" ajak Ummi Hasanah

Terpopuler

Comments

Happyy

Happyy

💖💖💖💖

2023-04-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!