Bab 8 - Mengulang Permainan

Setelah selesai makan, Ayyara meminta izin untuk pergi. Tapi, seperti nya Jay belum rela untuk berpisah dengan gadis yang membuat dirinya menggila semalam. 

"Om, aku pulang dulu ya?" 

"Pulang? Kenapa harus pulang?" Tanya Jay membuat kening Ayyara mengernyit. 

"Tentu aku harus pulang, meskipun orang tua ku tak peduli mau aku pulang atau tidak, tapi aku memang harus pulang kan?"

"Disini saja, temani aku."

"Lain kali saja, sekarang aku pulang dulu." Ucap Ayyara, dia beranjak dari duduk nya tapi tangan besar Jayden meraup pinggang nya dan mendudukan gadis itu di pangkuan nya.

"Om.."

"Temani aku, girl. Malam ini saja."

"Tidak, semalam aku sudah menemani, Om." Jawab Ayyara, dia berusaha memberontak. Tapi, dia merasakan nyeri yang teramat sangat di bagian bawah nya, membuat gadis itu tak bisa bergerak lagi.

"Kenapa berhenti hmm?"

"Sakit, Om."

"Ya, semakin keras kamu berontak. Maka tubuh mu akan semakin sakit, baby." Jawab Jayden, dia memeluk pinggang ramping Ayyara. Membuat gadis itu tak bisa kemana-mana lagi sekarang. 

"Om, lepaskan aku. Kenapa sih Om begini? Padahal, aku sudah memuaskan Om kan? Kemarin, Om berjanji akan melepaskan aku setelah Om puas. Tapi sekarang kenapa begini."

"Karena aku belum puas, baby." Jawab Jayden dengan suara serak nya. Dia melepaskan pelukan nya di pinggang Ayyara, gadis itu mengira kalau Jayden mungkin akan melepaskan nya. Dia buru-buru turun dari pangkuan Jayden dan hendak pergi, tapi lagi-lagi usaha nya itu kalah cepat dengan Jayden.

Pria itu mencekal tangan Ayyara dan membuat nya kembali duduk di pangkuan nya dengan posisi mengangkaang menghadap ke arah nya. Jayden tersenyum nakal saat melihat wajah Ayyara yang sudah memerah. Menggemaskan sekali bagi Jayden.

"Kamu cantik, girl."

"Aku memang cantik, Om." Jawab Ayyara, wajah nya benar-benar memerah saat ini. Dia malu karena pujian pria itu, sekaligus dia merasa bangga karena yang memuji nya adalah seorang Jayden. 

"Puaskan aku malam ini?"

"T-tidak, milik ku masih sakit. Jadi, jangan harap aku akan melayani om lagi." Jawab Ayyara, gadis itu mencebikan bibir nya. Membuat Jayden gemas, dia langsung mencium bibir Ayyara, pria itu melumaat dan memagutt bibir tipis kemerahan Ayyara dengan sensual namun terasa sangat menuntut. 

Jayden meletakan kedua tangan Ayyara di pundak nya, gadis itu menurut. Kedua mata nya mulai terpejam, Jayden menarik pinggang gadis itu hingga posisi mereka saat ini menempel sempurna tanpa jarak sedikit pun.

Jay bisa merasakan buah kenyal yang ada di dada Ayyara, bibir dan tubuh gadis ini benar-benar mampu membuat nya gilaa. Ini sensasi yang benar-benar berbeda, terlebih lagi Jayden merasa bangga karena dia adalah pria yang pertama kali melakukan nya dengan gadis cantik ini.

Tangan Jayden merayap ke atas, dia membuka pengait braa yang di pakai oleh Ayyara. Gadis itu pun tidak menolak sama sekali, karena dia sudah larut dalam permainan seorang Jayden. Pria ini benar-benar pemain yang hebat. 

"Ssshhh.." Ayyara mendesis pelan saat bibir Jayden menggigit pelan leher nya, lagi-lagi hingga meninggalkan bekas kemerahan.

Akhirnya, siang itu mereka kembali mengulang permainan panas mereka. Jayden terus memacu tubuh nya di atas tubuh polos Ayyara, keringat membanjiri tubuh kedua nya tapi Jayden tidak mempedulikan hal itu sama sekali. Yang dia inginkan sekarang, hanya lah mengejar klimaaks nya bersama Ayyara.

Padahal, gadis itu sudah beberapa kali klimaaks di permainan hari ini. Gadis itu merasa lemas setelah merasakan klimaaks yang begitu luar biasa rasanya. Tapi, mulut nya tidak berhenti mendesaah sama sekali. Meskipun rasa nya sakit, tapi bohong sekali kalau dia tidak mengakui kalau permainan Jay ini sangat nikmat.

"Aaaahhh.." Ayyara kembali mendesaah panjang saat dia kembali mendapatkan pelepasan nya yang entah ke berapa kali nya, Jay benar-benar membuat nya mabuk kepayang. Permainan nya terlihat lembut, tapi senjata nya mampu masuk dalam dan menyentuh titik denyut nya hingga membuat Ayyara terus-terusan mendapatkan klimaaks nya.

"Lagi?"

"Tidak, sudah cukup. Aku lelah." 

"Baiklah, tahan sebentar lagi. Aku belum keluar."

"Pelan-pelan saja, Om. Pisang mu itu menusuk terlalu dalam." Jawab Ayyara lirih, dia benar-benar kehabisan tenaga karena ulah Jayden.

"Aku akan memberikan mu uang lagi, girl."

"Tidak, yang tadi saja sudah cukup. Kita menyepakati satu milyar untuk satu malam bukan?"

"Hmmm, baiklah. Kita selesaikan permainan ini dulu, baru kita bicara." Jawab Jayden, dia kembali menggerakan tubuh nya dengan cepat. Pelepasan nya sudah di depan mata, sudah terasa di ujung nya. Ayyara memejamkan mata nya, dia meremaas seprai menahan guncangan yang di berikan oleh Jayden.

"Aaargghh.." Jay mengerang tertahan, dia berhasil mendapatkan klimaaks nya, Ayyara merasa bagian bawah tubuh nya basah tapi hangat. 

"Rembes.." Lirih Ayyara.

"Tidak apa-apa, seprai nya akan aku ganti nanti." Jawab Jayden, dia memeluk tubuh polos Ayyara, lalu mencium bibir gadis cantik itu dengan mesra. Lalu melepaskan penyatuan nya, seketika cairan yang di muntahkan oleh Jay di dalam milik Ayyara itu kembali keluar sebagian.

"Aaasshh, Om. Mereka keluar lagi, tumpah." 

"Tidak apa-apa." Jawab Jayden. Dia masih mencerna setiap kenikmatan yang bahkan bisa dia rasakan dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Benar-benar nikmat sekali, rasa yang membuat candu dan hanya Ayyara yang bisa membuat nya bermain lebih dari satu kali dengan wanita yang sama. 

Setelah menetralkan nafas masing-masing, Ayyara beranjak dari rebahan nya lalu bersiap untuk pergi ke kamar mandi. Inti miliknya sudah tidak terlalu sakit lagi, padahal tadi terasa sangat menyakitkan, tapi sekarang tidak lagi.

"Kemana?"

"Mandi." Jawab Ayyara singkat, tanpa di duga Jay ikut mengekor di belakang Ayyara dan akhirnya kedua nya pun mandi bersama. Ayyara juga seperti nya harus membiasakan diri, karena Jay tidak suka di bantah. Kalau sudah menginginkan sesuatu, dia harus mendapatkan nya. Itu yang bisa dia nilai dari pria yang kini tengah berendam di bath up.

Ayyara membilas tubuh nya di bilik shower, setelah itu meraih bathrobe dan memakai nya dengan cepat sebelum Jay ikut juga membilas tubuh nya disini, dia harus segera berpakaian dan kabur dari apartemen ini.

Gadis itu pun keluar dari kamar mandi, lalu segera berpakaian dan dia pun keluar dari apartemen milik Jayden. Dia berlari keluar, menekan pintu lift dan akhirnya dia bisa bernafas lega saat dirinya sudah berada di dalam taksi yang akan membawa nya pulang.

Ayyara menyandarkan kepala nya yang terasa pusing di sandaran kursi mobil, ada apa dengan dirinya? Bukan nya tidak seharusnya dia melakukan hal itu berkali-kali dengan pria yang bisa di bilang asing? Padahal dia sudah punya kekasih? Apa yang akan kekasih nya pikirkan kalau dia tahu keperawaanan yang selama ini kedua nya jaga telah hilang di tangan pria asing?

Membayangkan nya saja, Ayyara tidak bisa. Akan seperti apa reaksi kekasih nya setelah mengetahui hal ini? Apakah dia akan menilai nya sebagai gadis yang murahaan?

......

🌻🌻🌻🌻

Terpopuler

Comments

C a l l i s t o ®

C a l l i s t o ®

Pake pengaman gak tu? Apa pengamannya bocor? Bisa bahaya jadi hamidun nti tuh 🙈

2025-03-09

0

Helen Nirawan

Helen Nirawan

dah tau py pacar sapa suruh godain cowo laen , mnag enak , trima aj tuh

2025-03-17

0

Siti solikah

Siti solikah

jangan2 keluar di dalam wah kalo hamil gimana

2025-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - King Jayden Wiratama
2 Bab 2 - Taruhan
3 Bab 3 - Melarikan Diri
4 Bab 4 - Bahaya
5 Bab 5 - Benarkah?
6 Bab 6 - Hukuman
7 Bab 7 - Om Jayden
8 Bab 8 - Mengulang Permainan
9 Bab 9 - Halusinasi
10 Bab 10 - Dijemput Paksa
11 Bab 11 - Tas Limited Edition
12 Bab 12 - Jack Waketu
13 Bab 13 - Rumah Ayyara
14 Bab 14 - Merindukan Jayden
15 Bab 15 - Daddy?
16 Bab 16 - Siapa Dia?
17 Bab 17 - Ayyara Hilang?
18 Bab 18 - Kedatangan Rendy
19 Bab 19 - Kenangan Menyakitkan
20 Bab 20 - Berkunjung
21 Bab 21 - Tempat Mu Pulang
22 Bab 22 - Pikiran Ayyara
23 Bab 23 - Menepati Janji + Visual
24 Bab 24 - Jayden Posesif
25 Bab 25 - Kecurigaan Rendy
26 Bab 26 - Kemarahan David
27 Bab 27 - Ayyara Aneh?
28 Bab 28 - Cemburu?
29 Bab 29 - Berkeluh Kesah
30 Bab 30 - Melupakan
31 Bab 31 - Gara-gara Kabar
32 Bab 32 - Mengalah Untuk Menang
33 Bab 33 - Keributan
34 Bab 34 - Kekesalan Ayya
35 Bab 35 - Tempat Paling Nyaman
36 Bab 36 - Jayden Manja
37 Bab 37 - Penguntit
38 Bab 38 - Pertemuan Tak Sengaja
39 Bab 39 - Menyelesaikan Masalah
40 Bab 40 - Penguntit #2
41 Bab 41 - Ayyara Trauma?
42 Bab 42 - Mafia Bucin
43 Bab 43 - Pria Misterius
44 Bab 44 - Aku Akan Melindungimu!
45 Bab 45 - Kekuasaan Jayden
46 Bab 46 - Ide Konyol Jayden
47 Bab 47 - Ayyara Di Culik
48 Bab 48 - Rumah Tepi Sungai
49 Bab 49 - Balas Dendam
50 Bab 50 - Menyelamatkan Ayyara #2
51 Bab 51 - Bersama Ayyara
52 Bab 52 - Berdamai?
53 Bab 53 - Hukuman Setimpal
54 Bab 54 - Di Lamar?
55 Bab 55 - Keluarga Mafia
56 Bab 56 - Ayyara Pingsan
57 Bab 57 - Ayyara Hamil
58 Bab 58 - Mabok Kecebong
59 Bab 59 - Calon Papa Mertua
60 Bab 60 - Wedding Jayden & Ayyara
61 Bab 61 - Memanjakan Bumil
62 Bab 62 - Memanjakan Bumil #2
63 Bab 63 - Jayden Bucin
64 Bab 64 - Tingkah Bumil
65 Bab 65 - Perubahan Hormon Bumil
66 Bab 66 - Keluarga Baru
67 Bab 67 - Maid Tak Tahu Diri
68 Bab 68 - Drama Pengusiran
69 Bab 69 - Adik Bayi
70 Bab 70 - Menemani Arsen
71 Bab 71 - Janji Jayden
72 Bab 72 - Sarapan untuk Arsen
73 Bab 73 - Kasih Sayang Untuk Arsen
74 Bab 74 - Menjaga Adik Bayi
75 Bab 75 - Sepatu Palsu
76 Bab 76 - Siapa Jayden?
77 Bab 77 - Hukuman
78 Bab 78 - Quality Time
79 Bab 79 - Cucu Baru
80 Bab 80 - Perbedaan Jayden
81 Bab 81 - Kasih Sayang Ayyara
82 Bab 82 - Penyerangan
83 Bab 83 - Perhatian Agnes
84 Bab 84 - Sekolah
85 Bab 85 - Cerita Arsen
86 Bab 86 - Jangan Berbohong
87 Bab 87 - Menyenangkan Arsen
88 Bab 88 - Keluarga Cemara
89 Bab 89 - Ketakutan Roy
90 Bab 90 - Tidak Ingin Mengecewakan
91 Bab 91 - Mencekam
92 Bab 92 - Kejutan
93 Bab 93 - Ketakutan Arsen
94 Bab 94 - Ansel dan Bima
95 Bab 95 - Markas
96 Bab 96 - Misi Accepted
97 Bab 97 - Pelukan Anak Pertama
98 Bab 98 - Menjenguk Adik Bayi
99 Bab 99 - Kepanikan
100 Bab 100 - Welcome Adik Bayi
101 Bab 101 - Kabar Buruk
102 Bab 102 - Keadaan Ayyara
103 Bab 103 - Ayyara Sadar
104 Bab 104 - GNKOM Ending
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1 - King Jayden Wiratama
2
Bab 2 - Taruhan
3
Bab 3 - Melarikan Diri
4
Bab 4 - Bahaya
5
Bab 5 - Benarkah?
6
Bab 6 - Hukuman
7
Bab 7 - Om Jayden
8
Bab 8 - Mengulang Permainan
9
Bab 9 - Halusinasi
10
Bab 10 - Dijemput Paksa
11
Bab 11 - Tas Limited Edition
12
Bab 12 - Jack Waketu
13
Bab 13 - Rumah Ayyara
14
Bab 14 - Merindukan Jayden
15
Bab 15 - Daddy?
16
Bab 16 - Siapa Dia?
17
Bab 17 - Ayyara Hilang?
18
Bab 18 - Kedatangan Rendy
19
Bab 19 - Kenangan Menyakitkan
20
Bab 20 - Berkunjung
21
Bab 21 - Tempat Mu Pulang
22
Bab 22 - Pikiran Ayyara
23
Bab 23 - Menepati Janji + Visual
24
Bab 24 - Jayden Posesif
25
Bab 25 - Kecurigaan Rendy
26
Bab 26 - Kemarahan David
27
Bab 27 - Ayyara Aneh?
28
Bab 28 - Cemburu?
29
Bab 29 - Berkeluh Kesah
30
Bab 30 - Melupakan
31
Bab 31 - Gara-gara Kabar
32
Bab 32 - Mengalah Untuk Menang
33
Bab 33 - Keributan
34
Bab 34 - Kekesalan Ayya
35
Bab 35 - Tempat Paling Nyaman
36
Bab 36 - Jayden Manja
37
Bab 37 - Penguntit
38
Bab 38 - Pertemuan Tak Sengaja
39
Bab 39 - Menyelesaikan Masalah
40
Bab 40 - Penguntit #2
41
Bab 41 - Ayyara Trauma?
42
Bab 42 - Mafia Bucin
43
Bab 43 - Pria Misterius
44
Bab 44 - Aku Akan Melindungimu!
45
Bab 45 - Kekuasaan Jayden
46
Bab 46 - Ide Konyol Jayden
47
Bab 47 - Ayyara Di Culik
48
Bab 48 - Rumah Tepi Sungai
49
Bab 49 - Balas Dendam
50
Bab 50 - Menyelamatkan Ayyara #2
51
Bab 51 - Bersama Ayyara
52
Bab 52 - Berdamai?
53
Bab 53 - Hukuman Setimpal
54
Bab 54 - Di Lamar?
55
Bab 55 - Keluarga Mafia
56
Bab 56 - Ayyara Pingsan
57
Bab 57 - Ayyara Hamil
58
Bab 58 - Mabok Kecebong
59
Bab 59 - Calon Papa Mertua
60
Bab 60 - Wedding Jayden & Ayyara
61
Bab 61 - Memanjakan Bumil
62
Bab 62 - Memanjakan Bumil #2
63
Bab 63 - Jayden Bucin
64
Bab 64 - Tingkah Bumil
65
Bab 65 - Perubahan Hormon Bumil
66
Bab 66 - Keluarga Baru
67
Bab 67 - Maid Tak Tahu Diri
68
Bab 68 - Drama Pengusiran
69
Bab 69 - Adik Bayi
70
Bab 70 - Menemani Arsen
71
Bab 71 - Janji Jayden
72
Bab 72 - Sarapan untuk Arsen
73
Bab 73 - Kasih Sayang Untuk Arsen
74
Bab 74 - Menjaga Adik Bayi
75
Bab 75 - Sepatu Palsu
76
Bab 76 - Siapa Jayden?
77
Bab 77 - Hukuman
78
Bab 78 - Quality Time
79
Bab 79 - Cucu Baru
80
Bab 80 - Perbedaan Jayden
81
Bab 81 - Kasih Sayang Ayyara
82
Bab 82 - Penyerangan
83
Bab 83 - Perhatian Agnes
84
Bab 84 - Sekolah
85
Bab 85 - Cerita Arsen
86
Bab 86 - Jangan Berbohong
87
Bab 87 - Menyenangkan Arsen
88
Bab 88 - Keluarga Cemara
89
Bab 89 - Ketakutan Roy
90
Bab 90 - Tidak Ingin Mengecewakan
91
Bab 91 - Mencekam
92
Bab 92 - Kejutan
93
Bab 93 - Ketakutan Arsen
94
Bab 94 - Ansel dan Bima
95
Bab 95 - Markas
96
Bab 96 - Misi Accepted
97
Bab 97 - Pelukan Anak Pertama
98
Bab 98 - Menjenguk Adik Bayi
99
Bab 99 - Kepanikan
100
Bab 100 - Welcome Adik Bayi
101
Bab 101 - Kabar Buruk
102
Bab 102 - Keadaan Ayyara
103
Bab 103 - Ayyara Sadar
104
Bab 104 - GNKOM Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!