Eleena selesai memuaskan hasrat Pangeran hanya dengan mulutnya, ia membersihkan mulutnya dengan hati dongkol.
"Wajahmu seperti tidak suka, kau mau memuaskanku lagi," Pangeran menyipitkan matanya tidak suka.
"Tidak... Tidak. Aku tadi makan terlalu banyak jadi mulutku kelelahan, maafkan aku..."
"Hm."
Eleena bernafas lega ia selamat, Pangeran terlalu sangat sensitif.
"Arghtttt!"
Tiba - tiba suara kesakitan seseorang dibarengi ringkikan kuda terdengar dari arah luar kereta kuda.
"LINDUNGI PANGERAN! LINDUNGI PANGERAN !!!"
Suara - suara para pengawal saling berteriak, suara gesekan tanah saat mereka berlarian menjaga kereta kuda Pangeran terdengar berisik.
"ADA PERAMPOK !!!" seseorang berteriak.
Pangeran malah membuka lebar tirai jendela kereta, "Santos! Ada apa?!"
Si pengawal pribadi berlari mendekat, dia memberi hormat. "Ada yang menembakkan panah ke beberapa pengawal, Pangeran. Sebaiknya Anda tetap di dalam sampai situasi aman."
"Rodrigo!" teriak Eleena khawatir.
"Diam! Kau malah memperdulikan anak itu!" kesal Pangeran. "Kenapa sunyi?"
Santos mengedarkan pandangannya ke sekeliling jalan yang dikelilingi rerumputan liar yang tinggi juga pepohonan yang rindang. "Saya akan memeriksanya sendiri, Pangeran."
***
Degh !!!
"Eleena..." lirih Guapo, ia bersembunyi di antara ilalang tinggi memakai masker kain hitam menutupi wajahnya.
"Mister, Anda mengenal wanita di dalam kereta kuda Pangeran Jagger?"
"Hm, aku kehilangannya beberapa hari lalu. Aku tadinya ingin membawanya bersamaku tapi dia menghilang. Sekarang dia ada di dalam kereta bersama Pangeran, apa dia... ?" Guapo tidak mempercayai pikirannya.
"Sepertinya dia adalah wanitanya Pangeran, Mister."
Perkataan anak buahnya menghantam Guapo, ternyata bukan hanya pikirannya saja.
"Tahan serangan pada Pangeran! Selidiki wanita itu dan segera laporkan padaku!" titah Guapo.
"Baik, Mister!"
Anak buahnya berlari memberi perintah ke setiap rekan - rekannya yang lain. Tidak lama mereka mundur, meninggalkan tempat persembunyian diantara semak - semak tinggi.
Guapo berjalan hilir - mudik di tempatnya bermalam, tangannya saling bertautan di belakang tubuhnya. Perasaannya tidak tenang setelah melihat Eleena berada di dalam kereta yang sama dengan musuhnya. Ia menunggu anak buahnya kembali dari mencari informasi tentang hubungan antara Eleena dan Pangeran.
"Mister! Aku kembali!"
"Ya! Apa yang kau dapatkan?" tanya Guapo tidak sabar.
Wajah anak buahnya bernama Fanem menggelap, "Wanita itu memang benar adalah simpanan Pangeran, aku berhasil menyuap salah satu pelayan yang melayani Pangeran untuk membuka mulutnya. Pelayan itu mengatakan, Pangeran bahkan tidak mau berjauhan sedikit pun dari wanita simpanannya dan selalu--"
"Cukup! Jangan teruskan ! " tubuh Guapo bergetar, wajahnya menjadi buruk tanpa mengatakan apapun dia pergi keluar dengan berlari. Larinya semakin kencang melewati rerimbunan semak - semak, setelah berlari sangat lama akhirnya ia berhenti.
"Arghhttt! Jagger! Kau selalu beruntung! Bahkan aku sudah meracunimu agar kau selalu bergonta - ganti wanita seperti seorang bajingan! Tapi apa?! Kau tidak bisa berjauhan dari Eleena! Apa dia adalah penawar racunmu seperti juga dia adalah kunci hidupku?!"
Hanya itu satu - satunya jawaban yang bisa didapatkan Guapo mendengar Pangeran Jagger selalu bersama Eleena dan menjadikannya seorang wanita simpanan.
"Apa kesempatanku akan tiba?" lirihnya.
***
Rombongan kereta kuda Pangeran akhirnya sampai di Istana milik Pangeran, beberapa pengawal yang terluka segera dibawa ke tempat ruang pengobatan.
Pangeran membiarkan calon istrinya diurus para pelayan Istana, dia memberi intruksi pada Santos untuk segera menyiapkan paviliun agar Eleena tinggal disana.
Hanya butuh beberapa jam persiapan paviliun selesai, dengan belasan pelayan juga pengawal dan perabotan yang tidak kalah mewah dari Istana utama.
Eleena dan Rodrigo dibawa ke paviliun oleh Santos, lelaki itu mengenalkan Eleena pada semua penghuni paviliun.
"Mulai sekarang jaga mulut kalian, dia adalah wanita Pangeran. Mengerti!" intonasi nada suara Santos sangat tegas, ia menatap satu - persatu para pelayan wanita dan lelaki di paviliun itu.
"Mengerti, Tuan Santos," jawab semua orang.
"Hm, layani Nona Eleena seperti Nyonya kalian," lalu Santos pergi dari sana.
Eleena yang ditinggalkan akhirnya tersenyum senang, ia menatap semua orang, " Jangan terlalu formal padaku, anggap saja aku teman kalian. Oke?"
Tidak ada tanggapan dari para pelayan, salah satu wanita berumur dengan rambut yang beruban maju ke depan, "Salam, Nona. Kami tidak bisa mengikuti keinginan Nona karena kami hanya budak pelayan yang akan melayani Anda. Jika kami menuruti keinginan Nona, Pangeran akan menghukum kami."
Eleena menatap wanita tua di depannya, mengingat Ibunya yang sudah meninggal di dunia sana. Ibunya meninggal saat seumuran dia sekitaran 30 tahun lebih sewaktu dia berusia 12 tahun. Mungkin jika Ibunya masih hidup, Ibunya akan seperti wanita tua di depannya.
"Baiklah, sekarang tunjukkan kamarku dan Rodrigo," Eleena tidak ingin keras kepala, ia tau dengan jelas kekasaran Pangeran dan tidak ingin para pelayan terkena amarah lelaki itu.
"Saya kepala pelayan disini, panggil saja saya Bibi Weni," ujar wanita tua itu.
"Baik, Bibi Weni."
Bibi Weni lalu berjalan ke arah lorong panjang yang tersinari oleh cahaya lilin - lilin yang terpasang di dinding - dinding menghasilkan bayangan - bayangan hitam benda di sekitar lorong juga bayangan manusia yang melewatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
lily
nasib elena ttep aj surem kalo dlu gak kabur jga kejebak sama si bandot tua eh kabur jdi pemuas hasrat pangeran ,,
2025-01-18
0
Sandisalbiah
Eleena jd tahanan rumah juga budak ranjang sang pangeran...
2024-01-25
1
Virushe Aira
lanjut
2023-04-05
2