21 +
Kini, Eleena berada di dalam kereta kuda mewah milik Pangeran Jagger. Ia dipaksa selalu berada di dekat Pangeran, ia hanya bisa mengalah lagi.
"Pangeran, boleh aku bertanya?"
"Hm, tanyakan."
"Kita mau kemana?"
"Ke Istana-ku."
"Istana Kerajaan?"
"Bukan, tapi Istana-ku sendiri."
"Ohhhh..."
"Pernikahanku dengan Lady Dayana tinggal beberapa minggu lagi, di Istana kamu jangan sampai terlihat oleh orang lain. Aku akan menempatkanmu di paviliun belakang, dengan beberapa pelayan yang akan melayanimu. Kamu dilarang memasuki Istana utama, mengerti?"
Alis Eleena terangkat. 'Aku kira dia memperkenalkanku pada Lady Dayana karena ingin kami hidup berdampingan, ternyata aku salah. Jadi kau ingin menyembunyikanku, Pangeran! Baiklah, itu tidak jadi masalah bahkan aku menyukainya karena bisa bebas bergerak.'
"Jawab aku, kenapa diam? Apa kau tidak mau menerima keinginanku?!" Pangeran menatap dengan pandangan dingin menusuk.
"Aku hanya terkesan, seorang pelacur sepertiku diberikan tempat tinggal sendiri. Terima kasih atas kemurahan hatimu, Pangeran," Eleena merasa kesal dengan sikap tidak sabaran Pangeran, entah sampai kapan ia harus menjilat lelaki itu.
"Hm, kemarilah. Duduk di pangkuanku."
'Sial! Lagi - lagi! Kapan lelaki maniaxs ini akan berhenti! Sebelum berangkat dia menghantamku lebih dulu, sekarang ingin menerjangku lagi!'
Eleena hanya bisa menggeram kesal dalam hatinya, ia bangkit dari duduknya lalu berpindah dan duduk di pangkuan Pangeran mengaitkan kedua tangannya di leher lelaki itu.
"Puaskan aku!"
"Disini, Pangeran?"
"Hm."
"Tapi, nanti suara - suara kita akan terdengar keluar. Itu--"
"Turuti saja perintahku!" geram Pangeran.
Eleena akhirnya menurut, ia mulai mendekatkan bibirnya mencium bibir Pangeran. Tangannya mengelus - ngelus dengan penuh kelembutan dada berotot Pangeran, turun ke perutnya dan semakin ke bawah. Ia membuka sabuk kebesaran Pangeran, lalu membuka kaitan dan menurunkan reseleting ke bawah. Ia memasukkan tangan lihainya ke dalam, meremas benda lunak di dalam kurungan segitiga lalu mengelus - ngelusnya seketika benda itu mengeras dan membesar.
"Hm," gumam Pangeran, ia menikmati permainan tangan Eleena. "Masukkan milikku pada mulutmu, puaskan aku dengan mulutmu."
Mata Eleena menyipit, dalam berhubungan di atas ranjang dia paling tidak suka bahkan ji jik harus memuaskan lelaki dengan mulutnya bahkan di dunianya. 'Brengsek!'
Tapi akhirnya dia menurunkan tubuhnya, berjongkok. Wajahnya berada tepat di depan milik Pangeran yang sudah membengkak dengan urat - urat kehijauan bercampur kebiruan terlihat begitu tegang. 'Ini terlalu besar untuk mulut kecilku! Dia ingin membunuhku!'
"Tunggu apalagi!" Pangeran tidak sabar akhirnya menarik kepala Eleena dan memasukkan miliknya yang sudah besar ke dalam mulut wanita itu. "Ahhh~" errangnya.
Eleena masih diam bertahan, tapi tangan besar Pangeran menahan belakang kepalanya lalu menggerakkan kepalanya ke depan dan ke belakang memaksanya mengulum milik lelaki itu. "Lakukan dengan benar! Atau kau akan melihat amarahku, Eleena!"
'Bajingan! Aku ingin menggigit benda ritual kebanggaannya ini! Biar sekalian dia mati!' rutuk Eleena.
Sekali lagi itu hanya lah keinginan dalam hatinya, nyatanya ia mulai memuaskan keinginan lelaki bejat itu dengan mengulum bahkan menjilat benda dalam mulutnya dengan berulang - ulang.
"Ahhhhhh.... ya ... lagi... seperti itu... ahhh," errangan Pangeran terdengar kencang, entah lelaki itu sengaja atau terlalu menikmatinya membuatnya dirinya lupa sedang berada dimana.
Di belakang kereta kuda Pangeran, di dalam keretanya sendiri Lady Dayana menutup sepasang telinganya merasa muak mendengar errangan dan desaahhan dari karera kuda calon suaminya di depan sana.
"Errangan Pangeran sungguh menggairahkan, andaikan aku yang sedang berada disana..." ucap Lady Serena tidak sadar.
Tapi perkataannya terdengar oleh kakaknya, "Kau! Apa yang kau katakan barusan?! Kau ingin apa?!"
Mata Lady Serena seketika membelalak ketakutan, ia menggeleng. Tapi Lady Dayana sudah mendengarnya dengan jelas, ia menampar adiknya.
"Beraninya kau mempunyai pikiran seperti itu! Pangeran hanya milikku! Kau tidak pantas untuknya!" Lady Dayana menampar sekali lagi adiknya dengan tamparan keras.
Akhirnya wanita itu meluapkan amarahnya untuk Pangeran dan Eleena pada adiknya, kemurkaan Lady Dayana berhenti saat wajah adiknya sudah membengkak dan darah mengalir dari sudut bibir adiknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
lily
ini adik juga dih masa iya mau merebut kakk iparnya hadehh
2025-01-18
0
Sandisalbiah
kakak beradik sama terobsesi pd pangeran Jager.. hah..
2024-01-25
0
Dian Widanarti
hampir mirip dengan cerita abandonded princesss.. putri yang terlantar... mungkin terinspirasi dari sana ...
2023-05-02
2