Suara errangan nikmat terdengar dari dalam bathroom, suara desssahan perpaduan antara suara wanita dan laki-laki.
"Acchhhhh... Apa benar kau seorang pelacur? Hhhh, kenapa milikmu sempit sekali membuat milikku terjepit nikmat... Ahchhh... Hhhh.... "
"Uchhhh... achhhh... aku tidak berbohong... hhh... mungkin karena aku sering merawat tubuhku... apalagi bagian di bawah sana..."
"Tubuhmu harum... uhhh..." Prince Jegger terus memompa kuat miliknya yang besar ke dalam milik wanita yang duduk di atasnya di dalam bathtub yang berisi air. Itu di sengaja oleh Eleena agar darah keper_awanan nya tersamarkan oleh air, sebab dia tahu tubuh gadis yang ia masuki masih lah seorang perawan.
"Ahhhhhhhhh~" pelepasan akhirnya datang.
Eleena sengaja menyerahkan keperawanannya, saat dibawa ke kamar dan diberitahukan harus melayani seorang Pangeran ia sangat bersemangat. Lebih baik tubuh perawan yang dirasuki olehnya ini diberikan pada seorang Pangeran meskipun hanya sekilas lalu dibuang daripada diberikan pada bandot tua seorang Count dan akhirnya terjebak menjadi istri dari lelaki tua yang pantas menjadi Ayahnya.
Kepala Pangeran bersandar pada sandaran bathtub, ia merentangkan kedua tangannya menaruh di pinggiran bathtub menyajikan tubuh indah kekarnya, "Pijit pundakku."
Eleena melihat kedua mata Pangeran tertutup, ia bangkit dari dalam bathtub melangkahkan kakinya keluar dengan bertelanjang. Dirinya sudah tidak malu lagi bertelanjang polos seperti itu, di dunianya usianya sudah 34 tahun sudah matang dalam berhubungan dengan para lelaki.
Ia berjalan ke belakang Pangeran, berjongkok lebih tepatnya menekan kedua lututnya di lantai bathroom yang dingin. Tapi ia bisa menahannya, di dunianya dirinya bukan seorang wanita lemah.
"Apa Anda menyukainya, Pangeran?" Eleena melembutkan suaranya semanis mungkin.
"Hm, tanganmu sangat wangi dan lembut... pijitanmu seperti terlatih... Emm..."
Sudut bibir Eleena melengkung ke atas, jika memakai tangan dari tubuh aslinya yang sangat kasar karena selalu menempa benda-benda besi dan sebagainya, sudah dipastikan sang Pangeran tidak akan mengatakan tangannya lembut.
"Setelah selesai, bolehkah saya pergi?" tanya Eleena.
"Ya... pergilah. Ambil bayaranmu dari pengawal pribadiku," jawab Pangeran Jagger.
"Terima kasih, Pangeran."
Saat selesai Eleena memakai gaun nya lagi, lalu memakai jubah pemberian Pangeran lalu pergi dengan tergesa-gesa dengan menggenggan sekantong koin emas.
Eleena kembali ke Mansion Earl Paul, kediaman Ayah si pemilik tubuh.
PLAKKKK !!!
Suara tamparan keras menggema di dalam Mansion yang megah itu, Eleena bahkan tidak terlihat kesakitan setelah ditampar oleh Ayah dari si pemilik tubuh.
"Kurang ajar ! Kau kabur saat calon suamimu datang ! Sekarang kau mengaku sudah bukan perawan lagi!" amarah Earl Paul tak tertahan, ia melihat tanda keperawanan putrinya di pergelangan tangan memang sudah menghilang.
Eleena menatap tajam Earl Paul, wanita itu bahkan tidak menangis sedikit pun membuat semua orang merasa aneh karena si pemilik tubuh asli adalah gadis yang cengeng.
"Kau kini bahkan berani menatap tajam padaku ! Ambil cambukku!" titah Earl Paul.
Tak lama kepala pengurus rumah membawa cambuk milik sang Earl, cambuk berekor panjang terlihat sangat mengerikan bagi yang melihatnya.
Earl Paul berjalan perlahan mengelilingi tubuh putrinya, ia berhenti di belakang tubuh Adelweise.
Wush !
Satu cambukan.
Wush !
Dua cambukan.
Eleena menggigit bibirnya menahan suara rintihan kesakitan nya agar tak keluar, ia tidak mudah melemah dan menyerah.
Bahkan setelah 10 cambukan, Eleena masih bergeming berdiri tanpa menjerit kesakitan.
Melihat punggung putrinya terus berdarah, akhirnya ia melempar cambuknya.
"Usir dia! Dia sudah tidak ada gunanya lagi di rumah ini !"
Tubuh Eleena diseret seperti hewan yang baru saja disembelih keluar Mansion, para penjaga melemparnya keluar pintu.
Eleena malah tergelak seperti orang gila, "Hahaha, selamat gadis. Kamu keluar dari cengkraman keluarga gila ini ! Siapa namamu tadi? Ahhhh, Adelweise. Selamat datang di duniaku, Adelweise..."
Masih dengan memakai gaun yang sobek di bagian belakang punggungnya, sebelah tangannya bertumpu pada lutut dan sebelah tangannya lagi bertumpu pada tanah ia mengangkat tubuhnya untuk berdiri tegak.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
lily
duh rasanya ngilu gak tuh pas jalan kan abis di goll
2025-01-18
0
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
sudh baca d ulang lagi🤭🤭
2025-01-07
1
fitriani
keren eleena
2024-12-21
0