Pangeran Jagger masih betah berdiri bersedekap memandang Eleena mandi, ia menyandarkan punggung lebarnya di bingkai pintu.
"Cepatlah, aku sudah lapar."
Kau bisa pergi sendiri!
Ingin rasanya Eleena berteriak - teriak semaunya, akhirnya ia menghela nafas lalu keluar dari bak mandi menarik handuk melilitkan pada tubuhnya.
" Gaunku hilang, apa Pangeran mengambilnya?"
"Aku sudah menyiapkan yang baru, kau adalah simpananku sekarang. Jadi harus memakai pakaian yang pantas," Pangeran Jagger menekankan kata - katanya di akhir kalimat.
Pantas! Cih! Kau saja tidak pantas menjadi seorang Pangeran! Aku mengidolakan Pangeran Harry di masa depan!
"Baik, Pangeran. Terima kasih atas kemurahan hatimu," Eleena tersenyum dibuat - buat lalu melengos keluar melewati tubuh Pangeran yang ia akui memang sangat tinggi dan besar mungkin tinggi Pangeran sekitar 2 meter.
Eleena menatap gaun cantik yang tergantung, dengan dalaman berlapis plus crinoline yang mirip kurungan ayam dengan bordiran dan renda di sekeliling bagian bawahnya.
Astaga! Cukup satu kali aku memakai yang seperti ini saat menjadi Adelweise karena dia putri dari seorang Earl tentunya! Sedangkan aku hanya ingin menjadi wanita biasa! Sial!
"Kenapa aku harus memakai gaun seperti ini?" dengan pelan Eleena bertanya, tidak ingin terdengar seperti menolak.
"Kamu tidak suka? Kain ini bahkan terbuat dari kain terbaik."
"Aku suka, tentu saja aku suka Pangeran. Hanya saja, kurungan ini aku tidak terbiasa. Aku hanyalah seorang pelacur, biasanya jika tidak memakai gaun biasa yah tidak memakai apapun. Xixixi..." Eleena terkikik sengaja ingin merayu Pangeran agar di ijinkan.
"Tapi saat pertama kali kita bertemu, gaunmu bagus," Pangeran menyipitkan matanya.
"Ah, itu! Gaun itu pemberian pelangganku yang puas akan pelayananku--"
"Cukup! Jangan membahas lelaki lain yang pernah menyentuhmu! Itu membuatku ji jik padamu!"
Eleena salah bicara, tapi ia tidak menyerah. Eleena memajukan tubuhnya menempelkan pada Pangeran, " Jangan marah, aku salah. Yahhh..."
Wanita itu memutar - mutar telunjuknya di bagian dada Pangeran membentuk lingkaran, benar saja nafas Pangeran terdengar menderu gairahnya terpancing.
Eleena tersenyum, "Setelah makan, kita bisa melanjutkan hobi Pangeran di atas ranjang. Aku akan melayani dengan seluruh, hmmp--"
Bibirnya diterkam, Pangeran menciumnya dengan brutal dan kasar. Menyesap setiap jengkal di dalam mulutnya, tapi rasanya Eleena ingin muntah.
Pangeran melepaskan ciuamannya, "Hhhhh... selesaikan urusanmu, jika kau tidak suka jangan pakai. Cukup pakai gaunnya saja! Mengerti!"
Pangeran berjalan ke arah pintu membukanya, " Setelah selesai, turunlah!"
Pintu tertutup, langkah kaki terdengar menjauh.
"Sial! Apa disini aku bisa membuat senjata api? Jika ada bahan - bahannya lain kali aku akan membuatnya lalu menembak kepala besarnya! Menyebalkan!"
Masih dengan gerutuannya, Eleena akhirnya hanya memakai gaun tanpa memakai dalaman crinoline. Jika memakainya, gerakannya tidak bisa leluasa.
Eleena menuruni tangga, Rodrigo menyambutnya di bawah tangga. Senyuman terbentuk di bibir anak kecil itu, membuat hati Eleena menghangat. Ia menyelamatkan Rodrigo karena mengingat adiknya di dunia sana yang meninggal karena sebuah penyakit langka, usia mereka hampir sama.
"Ka-kak... ak-aku... sud-dah... menunggumu," gagap Rodrigo.
Eleena tahu Rodrigo tidak bisa banyak bicara, karena sering dijadikan budak dan diperjual belikan beberapa pemilik sebelumnya pun sering menyiksa anak kecil malang itu.
"Pelan - pelan bicaranya, tidak apa-apa. Ayo makan dengan kakak," Eleena menggenggam tangan anak kecil itu berjalan mencari meja Pangeran, tapi seketika langkahnya terhenti saat melihat dua wanita cantik ada di meja itu.
"Eleena, kemarilah. Tapi biarkan Rodrigo duduk di meja lain, jangan menganggu seleraku!" ucap Pangeran dengan suara dingin.
"Tapi--"
"Atau kau ingin anak ini makan di lantai seperti budak sesungguhnya?" Pangeran tidak ingin dibantah.
"Baik, tunggu." Eleena berbicara pada Rodrigo membawa anak itu ke meja lain, ia melihat senyuman Rodrigo masih melekat di bibir kecil anak itu, ia pun merasa lega.
"Pesanlah yang mau kamu makan, ya," Eleena mengelus - ngelus rambut gondrong Rodrigo tapi kini terasa bersih dan wangi, sepertinya si pengawal benar - benar mengurus anak itu.
Rodrigo mengangguk.
Eleena meninggalkan anak itu di meja duduk sendirian, tapi ia melihat si pengawal mendekati meja Rodrigo mungkin akan mangurus anak itu.
"Pangeran..." ujar Eleena agak canggung karena ia tidak mengetahui akan ada orang lain apalagi wanita lain selain dirinya di meja makan.
"Beri hormat pada Lady Dayana dan adiknya. Putri Dayana adalah calon istriku, dia akan menjadi seorang Putri," jelas Pangeran.
"Lady Dayana, perkenalkan dia adalah wanita simpananku... Eleena. Kamu tidak keberatan 'kan jika aku mempunyai simpanan? Lagipula kamu pasti sudah mendengar tentang aku yang selalu bergonta - ganti wanita selama ini."
Eleena menyembunyikan rasa terkejutnya, berani sekali Pangeran memperkenalkan seorang simpanan sepertinya pada calon istrinya.
"Salam, Lady Dayana," Eleena memberi salam, ia menundukkan kepalanya.
Saat tak ada jawaban Eleena mengangkat kepala menunduknya, sekali lagi menahan rasa terkejutnya karena melihat Lady Dayana sedang tersenyum manis menatapnya.
Wanita ini tersenyum palsu padaku!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
fitriani
itu pangeran polos apa bego sih??? kok enteng bgt ngenalin simpanan k calon istri
2024-12-23
0
lily
agak lain ini
2025-01-18
0
Andariya 💖
senyum palsu🤣🤣🤣🤣
2024-03-27
1