21+
Malam berikutnya akhirnya Pangeran datang ke kamar Eleena. Dengan telaten wanita itu mengeluarkan segala kemampuannya dalam memuaskan lelaki di atas ranjang. Eleena kini berbaring dengan tubuh telanjangnya, ia memeluk tubuh telanjang Pangeran dan hanya terhalang oleh selimut tipis. Jari - jarinya memainkan bulu - bulu halus di dada Pangeran dengan gemulai, ia terus bersikap menggoda.
"Apa kamu puas dengan pelayananku, Pangeran?"
"Um," Pangeran menutup matanya, masih meresapi gelenyar nikmat di seluruh tubuhnya karena persetubuhan mereka tadi.
"Bolehkah aku minta satu permohonan, setiap malam bahkan setiap kamu menginginkannya aku berjanji akan melayanimu seperti tadi. Bolehkah?" jari - jari Eleena di dada Pangeran turun semakin ke bawah berhenti di perut berotot Pangeran, berputar - putar disana sebentar lalu semakin turun ke bagian pribadi Pangeran.
Grap!
Pangeran menahan tangan Eleena saat akan memegang barang pribadi miliknya yang masih membengkak besar, ia tidak memungkiri jika pelayanan sexs dari Eleena kali ini sangat memuaskannya.
"Apa yang kau inginkan? Santos juga berkata padaku sejak kemarin kau mencariku, sepertinya ini hal penting untukmu."
"Itu, emm..." tiba - tiba Eleena ragu.
"Eleen-na, katakan!" geram Pangeran kembali lagi dengan sifat ketidaksabarannya.
"Bolehkah aku masuk ke dalam tempat para pekerja membuat senjata? Aku ingin melihat benda - benda keren disana," ujar Eleena tidak mengatakan secara gamblang keinginan sebenarnya.
Pangeran tidak terkejut, pasalnya ia tau saat di penginapan tempo hari jika Eleena mengetahui tentang benda - benda seperti bahan baja dan alumunium. Ia juga ingin mencaritahu darimana Eleena mengetahui tentang semua itu, mungkin ini lah saatnya.
"Baik, akan aku kabulkan," Pangeran melepas cekalannya pada tangan Eleena.
Eleena ingin berteriak senang tapi ia tidak ingin Pangeran curiga padanya, "Terima masih, Pangeran. Aku akan memuaskanmu sekali lagi, bagaimana?"
"Hm," Pangeran mengiyakan dengan hanya bergumam.
Tangan Eleena melanjutkan kegiatan liarnya, meremas lembut memainkan ujung milik Pangeran dengan ujung jarinya. Lalu ia bangun dari pelukan Pangeran dan menundukan kepalanya memposisikan mulut kecilnya diantara pedang Pangeran yang masih berkilat tajam. Memasukan benda milik Pangeran yang berdiri tegak itu ke dalam mulutnya dan memuaskan kembali gairah lelaki itu sampai Pangeran mengerrang terpuaskan.
Esoknya, Eleena dengan gembira masuk ke dalam bengkel pembuatan senjata, banyak besi - besi dan alat untuk membuat pedang tertata rapi disana. Juga terdapat kayu untuk membuat anak panah dan bahan - bahan untuk membuat busur panah.
Santos memperkenalkan Eleena dan juga memperkenalkan satu - persatu pekerja disana.
"Panggil dia Nyonya Eleena, dia adalah wanita Pangeran," ujar Santos.
"Salam, Nyonya," ujar para pekerja lelaki disana. Keseluruhan ada 9 pekerja, dari berbagai usia bahkan yang termuda masih berusia 12 tahun.
"Dia adalah ketua pekerja, panggil Paman Patric," Santos mengenalkan pada Eleena ketua disana.
"Halo, Paman Patric. Senang mengenalmu," Eleena mengulurkan tangan bersihnya, tapi Paman Patric tidak menyambut uluran tangan sang Nyonya.
"Bukannya saya tidak menghormati Anda, tapi tangan saya kotor, lihatlah... " ujar Paman Patric memperlihatkan tangannya yang hitam.
"Ahhh," Eleena mengangguk, ia lupa jika dirinya juga seorang pengrajin di dunianya dan setiap bekerja tangannya selalu kotor.
"Baiklah, saya akan meninggalkan Nyonya disini. Karena Pengeran sudah mengijinkan, tapi Anda harus mematuhi peraturan Pangeran. Anda masih mengingatnya 'kan, Nyonya?"
"Tentu saja aku masih ingat," Eleena cukup jelas mendengar persyaratan dari Pangeran, setiap ia menghabiskan waktunya di dalam bengkel ia harus melaporkan kegiatannya.
"Kalau begitu saya pergi," pamit Santos. Ia menoleh pada ke -9 para pekerja disana. "Jangan bersikap tidak sopan pada Nyonya, jaga mata kalian."
"Baik," ujar mereka lagi.
Santos pergi berjalan ke arah pintu untuk keluar dari sana, ia menoleh ke belakang memeriksa situasi sebelum pergi. Santos mengangguk lalu melanjutkan langkahnya ke arah pintu dan pergi dari bengkel.
"Nah! Sekarang mulai dari mana!" teriak Eleena semangat.
Para pekerja tidak mengerti apa yang diinginkan Nyonya mereka, dan hanya bisa membubarkan diri melanjutkan kembali pekerjaan mereka masing - masing dan hanya tertinggal Paman Patric menemani Eleena.
"Nyonya, jika menginginkan sesuatu bilang pada saya."
"Paman, pedang - pedang itu terbuat dari besi. Apa ada yang terbuat dari baja? Aku ingin melihatnya? Tadinya aku ingin melihat bahan alumunium tapi kata Paman Peter bahan itu tidak ada dan masih tersembunyi."
Paman Patric terkejut saat seorang wanita berbicara tentang bahan - bahan yang memang dirahasiakan. Ia sebagai ahli membuat pedang dan senjata menduga, jika wanita di hadapannya itu sepertinya sangat hapal betul tentang persenjataan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Sandisalbiah
semoga Eleena bisa membuat senjata...
2024-01-25
0