Eleena berjalan tertatih-tatih dengan bibir meringis kesakitan, di dalam tadi ia berusaha menahannya tapi kini dari bekas cambukan-cambukan Earl terasa perih melebihi rasa perih saat keperawanan tersobek oleh Pangeran.
Ia berjalan ke arah semak-semak, tadi sebelum masuk Eleena sengaja menyembunyikan jubah dan kantong koin emasnya di sana.
Eleena melebarkan jubah pemberian Pangeran melampirkan nya di punggungnya menutupi gaun sobeknya, ia juga menyembunyikan kantong koin emas di balik pakaiannya.
Penjaga gerbang Mansion membiarkan dirinya lewat, dia segera pergi menjauh dari tempat seperti peternakan itu.
Tidak jauh dari sana Eleena menunggu mobil yang lewat tapi saat dirinya tersadar hanya kereta kuda yang terus lewat berseliweran sejak tadi, "Aku lupa, ini abad ke -16."
Eleena melambaikan sebelah tangannya, sebuah kereta kuda kosong berhenti. Ia menekan pijakan kereta kuda, memasukkan tubuh kecilnya ke dalam.
Kereta kuda kembali berjalan, ia menatap sang kusir yang berperawakan kurus seorang lelaki tua.
"Sir, Bisakah ke tempat penginapan paling termurah?"
"Ya, Lady..." jawab si kusir memanggil penumpangnya dengan hormat dan sebutan bangsawan karena melihat gaun dan jubah mewah yang dikenakan di tubuhnya.
Kereta kuda melewati penginapan sang Pangeran, Eleena mengenali tulisan di papannya. Sekarang jika dilihat dengan seksama, ternyata penginapan itu lumayan mewah. "Selamat tinggal, Pangeran. Terima kasih sudah membantu gadis ini," ucapnya sembari tersenyum.
Di kamar tempatnya menginap sang Pangeran sedang memikirkan gadis pelacur tadi, ia merasa aneh dengan tubuhnya. Setelah 3 tahun lalu terkena racun dari seseorang yang membencinya, ia harus terus melakukan hubungan badan setiap 3 hari sekali. Setiap wanita berbeda dia sudah rasakan, tubuh mereka dan rasa saat bercinta menimbulkan sensasi berbeda. Tapi... Gadis pelacur tadi bukan hanya membuat tubuhnya terasa segar tapi juga gelenyar nikmat masih terasa di seluruh tubuhnya saat sensasi bercinta dengan gadis itu kembali terbayang.
"Pangeran ke -2, ada apa?" tanya si pengawal pibadi.
"Zack, kau tau aku harus terus berhubungan badan dengan wanita setiap 3 hari sekali atau racun dalam tubuhku akan membakar semua kekuatanku sampai aku melemah. Tapi seperti yang kau juga tau, aku harus bercinta dengan wanita yang berbeda. Dan sampai kini... kita masih mencari penawarnya. Tapi... apa kau percaya jika aku mempunyai firasat jika gadis pelacur tadi adalah penawar racun dalam tubuhku? Sepertinya tubuh gadis itu membuatku sangat sehat seperti dulu sebelum terkena racun."
Zack memikirkan perkataan Pangeran, " Anda ingin saya mencari gadis pelacur itu?"
"Hm, cobalah. Jika sudah menemukannya, bawa padaku."
"Baik, Pangeran. Saya akan menelusuri setiap rumah bordil disini," Zack langsung undur diri.
Pangeran berdiri dari duduknya berjalan ke arah jendela, saat tadi gadis pelacur itu pergi dia menatap kepergiannya dari jendela. Jubah merah yang ia berikan, sangat pantas saat dipakai di tubuh gadis itu apalagi ketika sang gadis berjalan begitu terlihat sangat menawan.
"Aku bahkan tidak menanyakan namanya," gumam Pangeran.
Setelah 2 hari mencari di rumah-rumah bordil, Zack selalu kembali dengan tangan kosong.
"Maaf, Pangeran."
"Sudahlah, kita harus pergi hari ini. Kakakku, Raja Stewart pasti sudah menungguku. Siapkan kepergianku."
"Baik, Pangeran."
Akhirnya dengan wajah kehilangan, Pangeran Jagger pergi dari tempatnya menginap untuk melanjutkan perjalanan ke Istana Raja sebelum ke Istana-nya sendiri.
Di sudut kota, di penginapan paling murah Eleena sedang memikirkan kehidupannya untuk ke depan. Ia sedang menikmati makan siangnya di penginapan itu, tiba-tiba seseorang berteriak di salah satu meja. Ia mendongak, tidak jauh dari dirinya duduk sepertinya ada pertikaian. Beberapa pria sedang duduk, dan orang yang berteriak dengan beberapa temannya di belakang berdiri dengan pancaran amarah di matanya.
Mata Eleena tak sengaja melihat sesuatu yang menyilaukan terkena cahaya matahari, ia menajamkan matanya seperti mengenali benda yang terkena pantulan cahaya. Sebuah borgol, ia ahli dalam membuat borgol tentunya dengan kuncinya. Seorang kakek tua yang duduk di kursi itu, menundukkan kepalanya dengan kedua tangan yang terborgol.
"Menarik, apa lelaki tua itu seorang tahanan? Apa para lelaki yang duduk di sekelilingnya petugas polisi? Hm?"
Eleena bersedekap menikmati suara-suara perdebatan di meja itu, dia bahkan melupakan perut laparnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Kartika Lina
efek racun pangeran kedua kaya kena sihir 🤭
2024-05-16
0
Bilal Khan
aki jg suka cerita perempuan tanggung apalagi pintar bela diri
2024-02-02
4
Sandisalbiah
aku penggemar cerita perempuan tangguh.. dan semoga Eleena berubah Edelwaese menjadi wanita tangguh..
2024-01-25
0