Pangeran memikirkan pertanyaan Eleena tentang apakah dirinya menyukai wanita itu, jawaban itu ada tapi ia tidak ingin mengakuinya. Kini yang lebih penting baginya Eleena terbukti adalah penawar racunnya, sekarang tubuhnya semakin hari semakin sehat. Tidak pernah lagi kesakitan dan terasa semakin kuat. Jika diharuskan selamanya hanya berhubungan badan dengan Eleena, dia akan melakukannya dan tidak akan menyentuh wanita lain. Tapi, pernikahannya dengan Dayana tidak bisa dihindari, itu akan mempermalukan Raja. Alasan lainnya ia ingin bersama Eleena karena wanita itu benar - benar berbeda dari wanita lain, bahkan pintar dalam membuat senjata.
Pangeran bisa melihat penolakan dari dalam mata Eleena, tapi semua keinginannya pasti akan terjadi.
"Kamu tidak bisa menolak, bahkan sudah terlambat untuk menolak. Sudah lama kamu tidak meminum obat pencegah kandungan, aku sudah menukarnya. Bahkan, mungkin saat ini kamu sedang mengandung anakku."
Mulut Eleena menganga lebar tak percaya apa yang dikatakan Pangeran dengan begitu santainya. "Kenapa? Kenapa kamu berubah pikiran padaku? Kamu sendiri pernah mengatakan tidak ingin wanita pelacur sepertiku mengandung anakmu, tapi--"
"Aku sudah berubah pikiran, aku ingin bersamamu."
"Bersamaku? Maksudmu ingin menikahiku dan menjadikanku istrimu? Kamu tidak akan menikah dengan Lady Dayana?"
Pangeran menggeleng, "Aku tidak bisa memberikan status istri padamu, semua orang akan menentangnya dengan latar belakangmu."
"Jadi, kamu akan tetap memperlakukanku seperti ini. Sebagai wanita simpanan kotor?"
"Eleena, dengar. Peraturan Kerajaan tidak semudah yang kamu bayangkan, akan banyak Menteri - menteri yang menyerangmu. Aku--"
"Cukup! Pangeran. Aku tau apa yang ingin kamu katakan. Tapi aku hanya ingin menjadi istri satu - satunya, jadi jangan bicara lagi. Aku sudah mengerti, aku tetap tidak berarti apa - apa untukmu, bukan?" Eleena menggeleng kecewa, bahkan di dunianya saja dia tidak ingin menikah karena takut suaminya selingkuh seperti Ayahnya yang telah berselingkuh dari Ibunya sampai Ibunya meninggal dalam kesedihan. Ia tidak pernah menerima wanita di selingkuhi apalagi harus berbagi suami. Itu lah kenapa dia semakin ingin kabur dari Pangeran, banyak hal yang tidak ingin dia sesali di kemudian hari.
"Eleena..."
Pangeran menatap wajah Eleena, ada perasaan yang tidak ia mengerti. Suatu perasaan yang sekuat tenaga ia tahan, hanya itu satu - satunya cara agar dirinya tidak terjebak. Ia sudah terlalu sering kecewa pada orang - orang disekitarnya sejak kecil, bahkan klan Ibunya memperlakukanya seperti hewan peliharaan bukan sebagai manusia. Ia sudah berjanji sampai mati dirinya tidak akan membuka hatinya untuk siapapun, tidak ada yang akan bisa mengontrol dirinya selain dirinya sendiri.
"Aku akan memanggil tabib kandungan, biarkan dia memeriksamu."
"Tunggu, aku masih belum selesai bicara!" ujar Eleena menaikkan nada suaranya.
Tapi Pangeran bangun dari sisi ranjang, berbalik berjalan pergi menuju keluar.
"Aku tidak mau di poligami! Aku menolak mengandung anakmu!" teriak Eleena.
Suaranya menggema di kamar besar itu, hanya keheningan jawaban dari teriakan penolakannya.
"Brengsek! Pangeran sialan!"
Benar saja tabib kandungan Istana datang, Bibi Weni menemani pemeriksaan di dalam kamar. Beberapa kali sang tabib memeriksa, ia mengangguk lalu menggeleng seperti belum yakin.
Jantung Eleena bergemuruh kencang, ia benar - benar ketakutan dirinya hamil. Rencananya sudah matang untuk kabur meninggalkan Pangeran, kehamilannya akan mengganggu rencana pelariannya.
"Hm, selamat Nyonya. Meskipun masih lemah, tapi ada kehidupan di dalam perut Anda. Selamat, Nyonya."
Bang!
"A-aku hamil?"
"Ya, Nyonya. Masih terlalu dini tapi saya yakin."
"Selamat, Nyonya," Bibi Weni tersenyum.
"Selamat, Nyonya," Santos menunduk memberi hormat, "Saya akan segera memberitahu Pangeran kabar gembira ini."
"Tu-tunggu, i-ini palsu... a-aku..." Eleena tak bisa berkata - kata.
Santos tak menunggu langsung berbalik pergi.
Tak lama Pangeran datang bahkan berlari menyerbu masuk lalu menarik Eleena ke dalam pelukannya, "Firasatku tidak pernah salah, aku sudah merasakannya. Aku tau... aku--"
Pangeran bahkan tak bisa melanjutkan ungkapan bahagianya, hanya memeluk tubuh Eleena semakin erat.
Wajah Eleena sangat buruk, bahkan ingin sekali ia kembali ke dunianya di abad -20 dan menganggap semuanya hanya lah mimpi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Hilmiya Kasinji
aku juga tipe wanita yg gak bisa berbagi , karna kalo SDH mau berbagi berarti bersedia sakit hati sampai mati.
2024-07-12
1
Sandisalbiah
hahh.. aku paling benci MC pria yg gak bisa menghargai wanita.. dan utk jengger... mati aja kau jika tak bisa memberi kenyamanan apa lagi keadilan buat Eleena..
2024-01-25
2
Meigha
kenapaya aku tak rela elena dan pangeran
2023-06-13
1