BAB 15 : Memperebutkan Nisha

Dihadapan dua orang adiknya, Alexander merasa seperti seorang terdakwa yang sedang dihakimi, karena sejak tadi sang adik meminta Alexander untuk berkata jujur tentang gimana keberadaan Nisha.

Namun, Alexander tetap santai untuk menanggapi tuduhan Danar, bahwa dialah yang telah membawa kabur Nisha.

"Kenapa kamu menikungku dari belakang? Bukankah kamu sudah memiliki wanita pilihanmu sendiri? Lalu mengapa kamu membawa Nisha pergi dari rumah ini? Apakah diam-diam kamu juga menginginkan Nisha?" Danar mengintrogasi Alexander dengan tatapan tajamnya.

Giovanni yang mendengar nama Nisha merasa tak asing. Sepertinya sebelum ini dia sudah pernah mendengar nama itu, tetapi Giovanni lupa dimana dia mendengar nama itu.

"Aku tidak membawa wanitamu, tapi aku hanya sedang mengambil milikku saja," ujar Alexander dengan tenang.

Danar langsung menautkan kedua alisnya. "Maksud kamu apa?"

"Nisha adalah wanita yang aku ceritakan kepadamu. Bahkan Nisha adalah wanita yang sudah aku tiduri." kata Alexander tanpa ingin menyembunyikan apa yang sebenarnya, agar Danar tidak terlalu berharap lebih pada Nisha.

"Apa? Kamu jangan mengada-ada. Nisha bukalah orang yang seperti itu! Dia wanita baik-baik yang bisa menjaga harga dirinya. Bahkan dia memilih kabur dari pria hidung belang yang hendak menjamahnya," sanggah Danar.

Saat ini Giovanni langsung mengingat siapa Nisha yang sedang di bahas oleh adik dan kakaknya. Ternyata Nisha yang hampir pernah dia jamah malam itu yang sedang diperebutkan oleh dua saudaranya itu.

"Apa sih istimewanya wanita itu sehingga membuat kaum pria tertarik untuk memilikinya?" sela Giovanni.

"Diam kamu! Jika kamu berani mengomentari tentang Nisha, akan aku hajar malam itu!" ancam Alexander.

"Aku tidak membohongi, Danar! Nisha adalah wanita yang pernah aku ceritakan kepadamu. Jika kamu tidak percaya kamu bisa tanyakan kepada kakak kamu yang satu ini yang hampir menjamah wanita milik kakaknya tertuanya."

Danar semakin tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Alexander. Lalu jika Nisha adalah wanita milik Alexander mengapa saat itu Nisha sangat frustasi dan hampir mengakhiri hidupnya. Danar tersenyum sinis kepada kakak tertuanya.

"Jika dia adalah wanita milikmu lalu mengapa kamu korbankan wanita itu untuk melayani pria hidung belang? Apakah kamu masih waras, Lex?! Dia adalah seorang wanita yang polos. Bisa-bisanya kamu menodai wanita seperti itu? Kamu gila, Alex!" sentak Danar yang merasa tidak terima dengan kenyataan, di mana Alexander telah menodai Nisha. Padahal selama ini Danar sangat menghargai dan menghormati Nisha, sekalipun dirinya adalah seorang ba*jing4an.

"Terserah apa mauku, karena aku telah membelinya. Jadi dia adalah milikku. Aku hanya ingin mengatakan kepada kalian berdua, jangan sentuh apa yang telah menjadi milikku jika kalian tidak ingin menyesal!"

"Kamu pikir aku takut! Tidak Alex! Aku tidak peduli jika jika harus bertarung dengan kakak tertuaku sendiri hanya demi seorang wanita. Aku memang bukan orang baik, tetapi aku ingin berubah menjadi lebih baik. Dan Nisha adalah jalanku untuk menjadi lebih baik!" Baru kali ini seorang Danar memberontak dengan apa yang telah ditetapkan oleh kakak tertuanya. Dia tidak peduli jika harus berperang melawan Kakaknya sendiri demi mendapatkan Nisha.

"Oke, kita buktikan saja! Tapi jangan menyesal jika sebelum bertarung kamu sudah kalah, karena aku akan memastikan jika Nisha akan bertahan disampingku!" ujar Alexander dengan kesombongannya.

"Stop! Kalian berdua ini adalah saudara. Jangan gara-gara seorang wanita kalian jadi saling membunuh. Ingat wanita itu racun dunia! Danar apakah kamu sehat? Kamu ingin tobat hanya demi wanita yang sudah di jamah oleh kakakmu sendiri? Sadar Danar, wanita seperti Nisha banyak di dunia ini. Jika kamu mau, kamu tinggal tunjukkan mana yang kamu mau!" Giovanni memberikan sedikit pencerahan kepada Danar. Namun, karena Danar sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, dia tidak akan melepaskan Nisha begitu saja. Apapun yang terjadi dia akan maju untuk merebut Nisha dari tangan Alexander.

*

*

Di sebuah villa Madam Suri langsung menghubungi Alexander dan mengatakan jika saat ini Nisha mengalami muntah-muntah. Bahkan setiap makanan yang masuk ke dalam perut, akan langsung dikeluarkan lagi. Madam Suri meminta Alexander untuk mengirimkan seorang dokter agar bisa memeriksa keadaan Nisha. Karena Alexander selalu mendengarkan apa yang dikatakan Madam Suri, dia pun langsung mengirimkan seorang dokter ke villa untuk memeriksa keadaan Nisha.

"Nona, Apakah Anda ingin makan sesuatu? Jika iya, katakan saja agar pelayan membuatkannya," tawar Madam Suri yang melihat tubuh Nisha masih lemas.

"Tidak Madam! Aku tidak membutuhkan apa-apa. Aku hanya ingin beristirahat, ujar Nisha. "Madam apakah kamu benar-benar tidak bisa membantuku. Sungguh aku ingin lepas dari tangan pria itu."

"Untuk masalah itu maafkan saya, Nona. Saya tetap tidak bisa membantu keinginan anda untuk kabur dari tempat. Sebenarnya Tuan Alexander bukanlah orang yang sangat kejam. Jika anda mampu mengambil hati Tuan Alexander, saya yakin dunia yang dimilikinya akan diberikan kepada Anda. Percayalah kepada saya."

Terpopuler

Comments

Pujiastuti

Pujiastuti

percayalah sama. madam Suri Nisha dan ikutin apa kata madam karena madam udah lama ikut Alex jadi tahu gimana sifat aslinya Alex

2023-04-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!