Sinar mentari menyilaukan mata, membaut Nisha mengerjap dengan pelan. Tubuhnya terasa lemas tak berdaya karena permainan panas yang dilakukan oleh Alexander malam tadi. Bukannya langsung bangun, Nisha malah terisak saat mengingat jika dirinya saat telah kotor dan tidak suci lagi. Bahkan dia mengabaikan panggilan untuk sholat subuh karena merasa dirinya sangatlah kotor.
Derap langkah terdengar masuk kedalam kamar Nisha. Dia adalah seorang pelayan yang tentu saja telah diutus oleh Tuanya untuk melayani Nisha. Saat mendengar suara pintu dibuka, Nisha langsung memasukkan kepalanya kedalam selimut. Sungguh dirinya sangat malu untuk menunjukkan diri di hadapan orang lain.
"Apakah Anda sudah bangun, Nona?"
Nisha diam tak memperdulikan pertanyaan pelayan. Karena tidak ada sahutan dari Nisha, pelayan itu meletakkan saja pakaian ganti untuk Nisha.
"Saya letakkan disini pakaian Anda, Nona," ucap pelayan itu sebelum meninggalkan kamar Nisha.
Setelah memastikan pelayan telah pergi, Nisha langsung mengeluarkan kepalanya dari balik selimut. Sekilas matanya melirik keatas nakas, dimana telah ada pakaian untuknya. Nisha pun akhirnya memutuskan untuk membersihkan dirinya yang sudah tidak suci lagi.
Hampir satu jam lamanya Nisha menguyur tubuhnya. Bahkan Nisha menggosoknya dengan kasar tanda merah yang menempel diatas dadanya. Tangisannya tidak henti. Bahkan Nisha sampai sesenggukan untuk menyesali apa yang telah terjadi padanya. Kini dirinya benar-benar sangat kotor.
Karena tak kunjung keluar dari kamar mandi, para pelayan yang ditugaskan untuk menjaga Nisha merasa sangat khawatir, terlebih Nisha tak ingin menjawab para pelayan yang memanggilnya. Satu-satunya cara adalah memanggil tuan mereka untuk memastikan keadaan Nisha.
Dengan langkah tegap nan gagah, Alexander memasuki kamar Nisha. Sekilas matanya melihat selimut yang sedang dibawa oleh salah seorang dengan noda bercak warna yang menempel diselimuti. Helaan nafas terdengar kasar.
"Nisha, segera keluar dari kamar mandi atau aku akan mendobrak pintunya sekarang juga!" ancam Alexander.
Tak ada jawaban dari Nisha, namun tak berselang lama Nisha membuka pintu kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap di tubuhnya. Tak lupa kain hijab menyempurnakan penampilan Nisha.
Mata Alexander hampir tak berkedip saat melihat aura kecantikan alami dari wajah Nisha. Meskipun tanpa polesan make up di wajahnya, gadis itu tetap terlihat cantik. Bahkan Alexander hampir kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri. Namun, Alexander segera menyudahi rasa takjubnya dan memilih untuk membelakangi Nisha.
"Tidak usah kamu sesali apa yang telah terjadi di antara kita tadi malam. Karena itu hanya permulaan saja. Dan aku pastikan kamu akan menikmati di malam-malam selanjutnya," ucap Alexander dengan datar.
Tangan Nisha mengepal dengan erat. Jelas saja dia tidak terima dengan ucapan Alexander. Terlebih saat mengingat kejadian tadi malam yang sangat merasa jijik dengan dirinya sendiri, apalagi jika harus mengulanginya lagi.
"Aku tidak sudi untuk mengulanginya lagi denganmu. Lebih baik aku mati daripada harus menyerahkan tubuh kepadamu. Anggap saja itu adalah yang pertama dan terakhir untukmu. Jika kamu masih nekat untuk menyentuhku, aku tidak akan segan-segan untuk mengakhiri hidupku. Lebih baik aku mati daripada harus menjadi budak hasratmu!" tegas Nisha tanpa sedih pun rasa takut.
Alexander hanya tersenyum tipis. Ternyata gadis yang ada dibelakangnya sama sekali tidak takut padanya dan berani untuk mengancam dirinya.
"Baiklah, mari kita lihat apakah kamu bisa membuktikan ucapanmu. Tapi tidak sekarang, karena aku harus pergi bekerja. Tunggulah aku nanti malam karena aku ingin mengulanginya lagi dan lagi. Asal kamu tahu, meskipun baru sekali tetapi aku sudah candu denganmu. Mungkin karena kamu masih menggigit," ujar Alexander dengan senyum smrik.
Tanpa basa-basi lagi Alexander memilih untuk meninggalkan kamar Nisha. Melihat Nisha yang penuh energik, membuat Alexander semakin tertarik untuk memilikinya. Bahkan dia tidak merasa rugi saat harus mengikhlaskan uangnya senilai 20 juta untuk ditukar dengan Nisha. Ya meskipun di luar sana banyak yang menawarkan lebih murah, tetapi belum tentu original. Sedangkan Nisha masih original dan hanya dia yang pertama kali melihat tubuh Nisha, karena selama ini Nisha menutupi tubuhnya dengan sangat rapat.
"Kepala pelayan!" panggil Alexander dengan lantang.
Seorang pria paruh baya segera bergegas untuk menghampiri tuannya yang telah memanggil dirinya.
"Iya, Tuan. Ada apa?" tanyanya langsung.
"Urus semua keperluan Nisha dengan sebaik-baiknya. Dan jangan biarkan dia kabur dari rumah ini. Mengerti!" tegas Alexander.
"Mengerti Tuan."
🌼🌼🌼
Menjadi seorang pewaris tunggal dalam keluarga mengharuskan seorang Alexander bekerja keras untuk tetap mempertahan perusahaannya saat bersaing dengan para pembisnis lainnya. Alexander terlihat tegas dan sangat dingin kepada siapapun sehingga sangat disegani oleh semua orang. Tidak ada yang tidak tunduk dengan Alexander. Jika pun ada itu hanya segelintir musuh yang membencinya.
Di atas kursi kebesarannya Alexander masih terngiang-ngiang dengan malam panas yang baru saja terlewatkan bersama dengan Nisha. Bahkan Alexander tidak menyangka bisa mendapatkan madu pertama milik seorang wanita. Rasanya tidak bisa diungkapkan lagi. Sampai-sampai sisa percintaannya dengan Nisha masih bisa dia rasakan sampai detik ini.
Larut dalam pemikiran, Alexander tersentak saat seseorang memeluknya dari belakang. Dia adalah Neila, wanita yang dijodohkan untuknya. Namun, Alexander sama sekali tidak tertarik pada Neila.
"Honey ... aku merindukanmu," ucap Niela dengan manja tepat di telinga Alexander, hingga membuat tubuh Alexander bergidik karena merasa geli.
"Neil, lepaskan! Aku sedang bekerja!" tepis Alexander.
"Tapi aku benar-benar merindukanmu, Honey. Baru dua hari tidak bertemu, rasanya sudah seperti satu tahun. Apakah kamu sama sekali tidak merindukanku?" tanya Neila dengan bibir yang mengerucut.
"Tidak!" datar Alexander.
...Neila mendengkus dengan kasar seraya menghentakkan kakinya ke lantai. "Kamu beneran ya, Lex! Aku bela-belain cancel semua kegiatanku hanya untuk bertemu denganmu, tetapi kamu sama sekali tidak merindukanku. Kamu keterlaluan!"...
"Aku tidak peduli! Bukankah sudah pernah ku katakan jika aku sama sekali tidak tertarik denganmu. Jangan salahkan aku jika aku tidak menganggapmu, karena aku memang tidak menyukaimu!" tegas Alexander.
"Tapi kita sudah dijodohkan oleh orang tua kita, Lex. Bahkan orang tua kita juga sudah berencana untuk melakukan pertunangan kita dan kamu harus terima itu, Lex!"
"Yang menginginkan pertunangan itu orang tua kita, bukan aku! Aku tegaskan sekali lagi kepadamu jangan berharap kita bisa bertunangan, karena aku tidak akan pernah sudi memiliki wanita sepertimu. Melihatmu saja aku sudah merasa jijik. Mending kamu berkaca sebelum berkahnya!" cibir Alexander yang kemudian meninggalkan ruang kerjanya yang mendadak terasa panas. Khayalan tentang Nisha pun hilang seketika hanya karena wanita ondel-ondel masuk ke ruang kerjanya.
"Sial! Sepertinya aku harus memberi larangan jika wanita tidak boleh masuk kedalam ruanganku!"
...💜 BERSAMBUNG 💜...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.
Aq jamin lu bklan bucin ama nisha..
2023-04-22
0
🆂🅸🆁🅴🅶🅰🆁
next
2023-03-25
2