Bisa melarikan diri dari genggaman para pria ba*ji*ngan adalah sebuah mukjizat untuk Nisha. Namun, untuk keluar dari hotel yang telah di jaga oleh beberapa bodyguard tidaklah mudah. Nisha memutar cara agar tak tertangkap oleh bodyguard tuan Lien.
Didalam kamar hotel, Tuan Lien yabg baru saj keluar dari kamar mandi langsung menautkan kedua alisnya saat tak mendapati Nisha di sofa.
"Kemana perginya wanita itu!" Tuan Lien berusaha untuk mencari keberadaan Nisha kesetiap sudut kamar. Namun, nyatanya sosok Nisha tak ditemukan.
"Sial!" umpat Tuan Lien yang menyadari jika Nisha telah kabur dari kamar. Dia pun segera menghubungi para bodyguard yang ada di luar untuk menangkap Nisha. Bukan hanya itu saja, Tuan Lien juga langsung menghubungi Alexander untuk memberitahu jika Nisha telah kabur.
Saat semua bodyguard dikerahkan, Nisha merasa sangat ketakutan. Dia takut jika dirinya akan tertangkap dan dibawa kembali ke Tuan Lien.
Nisha yang saat ini telah mendapatkan pakaian yang layak serta sebuah kain yang digunakan untuk menutup kepalanya, berjalan pelan saat melewati para bodyguard yang sedang sibuk mencari wanita yang kabur dari kamar Tuan-nya. Karena tidak bisa mengenali bagai bentuk wajah, para bodyguard hanya berpedoman pada baju yang sempat digunakan oleh Nisha serta rambut panjang yang hitam.
Nisha menghela nafas dalam-dalam setelah berhasil keluar dari gedung hotel. Karena saat ini dia tidak memiliki sepeserpun uang ditangannya, Nisha memutuskan untuk berjalan ditengah terik panasnya sang mentari. Beruntung saja tadi Nisha bisa menyelinap ke dapur dan mengambil pakaian milik karyawan hotel yang digantungkan di ruang ganti sehingga Nisha bisa memakainya.
Hidup Nisha sudah hancur. Tak ada lagi tempatnya bernaung. Tidak mungkin dia pulang ke rumah ayah yang telah menjualnya. Bisa-bisa dia dikembalikan pada Alexander lagi.
Tak ada tujuan hingga kakinya telah lelah melangkah. Hidup dan masa depannya sudah dihancurkan oleh Alexander, lalu apa gunanya dia mempertahankan hidup yang sudah tak berarti lagi.
Sejauh kaki melangkah, kini Nisha telah sampai disebuah jembatan gantung. Kendaraan hilir mudik melintas di jalanan, membuat Nisha terdiam untuk sesaat. Pikiran kosong, karena tak mempunyai tujuan hidup.
Sejak tadi air matanya terus membasahi pipi, hingga dadanya terasa sesak.
Ketika seseorang sedang berada dititik terendah, mereka tidak bisa berpikir dengan jernih. Semua setan pun akan berbondong-bondong untuk membisikkan kata-kata mutiara agar kita masuk dan terjerumus ke jalan yang sesatnya.
Dibawah sana, air mengalir begitu deras. Mata Nisha terus menerus memperhatikan pergerakan air dibawah sana. Karena sudah sangat putus asa dengan hidupnya, Nisha memilih untuk mengakhiri hidupnya, dengan cara melompat dari atas. Mungkin dengan begitu penderita yang dirasakan oleh Nisha tidak akan terasa lagi.
Aksi Nisha yang ingin meloncat dari atas jembatan tak sengaja terlihat oleh seseorang yang sedang melintas. Karena yakin dengan dugaan, pria yang mengendarai mobilnya memilih untuk menghentikan mobilnya begitu saja sehingga membuat sedikit kemacetan.
Baru saja turun dari mobil, beberapa klakson telah berbunyi dengan nyaring. Namun, pria itu malah menundukkan kepalanya seolah meminta maaf kepada pengendara yang ada di belakangnya.
Sedikit terlambat saja mungkin tubuh Nisha telah terseret oleh arus sungai yang sangat deras. Namun, sebelum itu terjadi, seorang malaikat berwujud seorang pria tampan langsung menarik tangan Nisha. Seketika tubuh Nisha dan pria itu terjatuh ke aspal. Semua yang melihat aksi Nisha yang hendak mengakhiri hidupnya pun telah menjadi tontonan untuk para penggemar jalan yang hendak melintas.
Dengan mata terpejam, Nisha merasa tidak ada yang aneh. Tubuhnya tidak bergerak. Bahkan tubuhnya masih panas.
"Apakah aku sudah mati."
Pria yang tertimpa tubuh Nisha langsung menyingkirkan tubuh Nisha. "Kalau mau mati jangan lompat dari jembatan ini! Jembatan ini baru saja selesai dibangun. Aku tidak mau ada yang mengatakan jika jembatan ini membutuhkan tumbal."
Nisha tersentak dengan penuh keterkejutan. Bagaimana bisa dia belum mati. Perlahan Nisha membuka mata untuk memastikan apakah dia masih hidup atau telah mati. Saat membuka mata dengan lebar ternyata sudah banyak orang yang sedang memperhatikannya semoga terjadi sebuah kemacetan yang sangat panjang.
"Jadi kamu yang sudah menggagalkan rencanaku."
"Kalau mau mati tolong jangan disini. Susah payah aku berjuang untuk menyiapkan jembatan ini lebih cepat dan aku tidak mau dengan kecerobohan seseorang mampu merusak semuanya." kata Pria yang tak lain adalah Danar, seorang CEO muda yang tak kalah terkenal dari Alexander.
"Apa jadi aku belum mati?" sesal Nisha
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.
Mog aja danar gc skjam.alex...
2023-04-22
0
🅰️Rion bee 🐝
Alhamdulillaah selameeettt selamet..
huuft insyap nisha bundir tuh kata pak kyai dosanya guedeee banget lho..
2023-04-04
2
Pujiastuti
semoga Danar adalah orang yang bisa menyelamatkan dan menolong Nisha dari si Alex yang kejam
2023-04-03
2