BAB 10 : Bertemu Dengan Alexander

Setelah di perusahaan milik Danar, sang supir langsung mengantarkan Nisha untuk menemui Tuan-nya. Namun, saat ingin masuk kedalam lift, seseorang menahan sang supir dan juga Nisha.

"Tunggu! Kalian mau kemana?"

Sang sopir langsung menoleh kebelakang. Dilihatnya seorang pria bertubuh tegap dan penuh wibawa, tetapi sang sopir tidak mengetahui siapa nama, karena dia hanyalah seorang sopir yang baru saja bekerja hari ini.

"Ditanya malah bengong! Kalian siapa dan mau kemana?" tanyanya lagi.

"Saya ingin mengantarkan wanita ini ke ruangan Tuan Danar."

Pria tak lain adalah seorang tangan kanan Danar langsung menautkan alisnya. Sejenak kapan Bosnya memiliki selera yang unik dari biasanya. Seorang wanita dengan baju panjang serta kain untuk membungkus kepalanya.

"Serius? Apakah kamu yakin jika wanita ini adalah pesanan tuan Danar?" tanya Dimas untuk memastikan lagi.

"Jika Anda tidak percaya, Anda boleh bertanya pada Tuan Danar!"

"Baiklah, aku percaya padamu. Silahkan pergi!" Akhirnya Dimas melepaskan dua orang yang hendak ke ruang Bosnya. Dalam hati Dimas bertanya-tanya, sejak kapan selera bosnya menurun, hingga menginginkan wanita alim. Tak ingin larut dalam memikirkan apa yang dilakukan oleh bosnya, Dimas pun memilih untuk melanjutkan lagi pekerjaan dan tidak akan ikut campur dengan urusan bosnya.

Ternyata butuh waktu untuk menuju ke ruangan Danar, karena ruangan Danar berada di puncak tertinggi gedung itu. Dengan sabar pak Supir mengantarkan Nisha sampai di dalam pintu ruangan Danar.

"Saya hanya bisa mengantar Anda sampai disini. Silahkan Anda masuk sendiri!" ujar pak sopir setelah sampai di depan pintu ruangan Danar.

Senyum di bibir menyunging kecil. " Ternyata kasih telah mengantarku sampai disini, Pak." ujarnya.

Sepeninggal pak sopir, Nisha pun ingin mengetuk pintu ruangan, tetapi belum sempat mengetuk pintu, pintu telah dibuka dari dalam.

Nisha merasa sangat terkejut saat melihat pria yang sangat dikenalinya berdiri dihadapannya. Begitu juga dengan pria itu yang sangat terkejut luar biasa saat melihat Nisha telah berdiri di depannya.

"Kamu!" ujar Alexander sambil menunjuk ke arah Nisha.

Tiba-tiba saja tubuh Nisha langsung bergemetar dengan hebat ketika melihat Alexander muncul di depannya.

Danar merasa herann karena Alexander kasih berdiri diambang pintu. Karena penasaran Danr pun bertanya, "Ada apa, Al?"

Karena tak ada jawaban, Danar pun langsung mendekati Alexander. dia ingin tahu apa yang terjadi pada kakaknya itu. Setelah matanya menangkap Nisha, bibir Danar pun langsung mengembang dengan luas.

"Nisha." Satu kata yang keluar dari bibir Danar. "Al, awas minggir dulu!"

Alexander terpaku saat dengan sorot mata tajamnya saat Danar meraih tangan Nisha untuk dibawanya masuk ke dalam.

"Katakan mau pergi? Kenapa masih berdiri disitu?" Danar bertanya Alexander yang masih membeku tanpa kata diambang pintu.

"Iya, aku akan pergi. Tapi ngomong-ngomong, seleramu sekarang kok berubah jadi kampungan sih?"

"Udah sana pergi! Aku tidak butuh komentarmu!" usir Danar.

Alexander pun langsung berlalu begitu saja. Dia tidak menyangka jika wanita yang sedang dicarinya saat di sedang berada ditangan Danar, adik bungsunya. Lalu bagaimana Alexander akan mengatakan jika itu adalah wanita yang baru saja ad itu dia ceritakan tadi.

"Sial! Mengapa bisa Nisha berada ditangan Danar?! Akan sangat sulit untuk terlepas dari pria ba*ji*ngan itu!" seru Alexander sambil meninggalkan perusahaan milik adiknya.

Terpopuler

Comments

Pujiastuti

Pujiastuti

lanjut kakak semangat upnya 💪💪💪💪💪
ditunggu ya kak up selanjutnya

2023-04-09

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!