Karena merasa tubuhnya masih lemas, Nisha memutuskan untuk tetap berbaring di atas tempat tidur. Sebenarnya dia merasa sangat penasaran kenapa sering mengalami mual dan muntah hingga membuat semua tenaganya terkuras. Sejenak dia pun langsung mengingat kapan terakhir kalinya dia mendapatkan tamu bulanan. Namun, Nisha langsung menepis prasangkanya, karena masih telat dua Minggu. Bisa saja memang belum datang karena selama ini dia mengalami tekanan.
"Tidak mungkin aku hamil. Ya Allah, dosa apa yang sudah ku perbuat sehingga sehingga aku harus mengandung anak dari pria brengssek ini."
Seketika Nisha langsung bangkit dan berjalan menuju pintu untuk keluar. Suasana terlihat sepi, bahkan batang hidung Alexander pun tak terlihat. Entah berada di mana pria baji"ngan dengan itu.
Langkanya menuruni anak tangga dengan pelan. Bahkan matanya berkeliaran untuk memastikan apakah ada orang di lantai bawah.
Saat langkah kaki Nisha telah sampai di lantai dasar, samar-samar dia mendengar seseorang sedang berbicara. Nisha melihat ada bayangan Alexander dan beberapa orang pelayan sedang berkumpul. Karena merasa penasaran, Nisha puna akhirnya mendekat untuk mendengarkan apa yang sedang dibahas oleh mereka.
Namun, karena Nisha mengendap-endap tak sengaja tangannya meninggal sebuah vas bunga yang berada di meja.
pyaar..
Nisha hanya bisa menelan kasar salivanya. Tidak menunggu lama Alexander sudah muncul di depan Nisha dengan sorot mata tajamnya.
"Apa yang kamu lakukan?"
Nisha terdiam tanpa kata. Tidak Mungkin dia mengatakan jika sedang ingin mengukir apa yang sedang dibicarakan oleh Alexander dan para pelayan.
"Untuk apa masih berdiri di situ! Minggir! Awas saja jika sampai kakimu terkena pecahan vas itu! Bi Suri ... cepat bereskan semuanya!" titah Alexander."
"Baik, Tuan." Bi Suri dan beberapa orang pelayan langsung membersihkan pecahan yang berserak di lantai.
*
*
Saat ini Alexander tengah menatap Nisha yang duduk di sebuah sofa. Sebenarnya bukan tanpa alasan jika Alexander membawa Nisha ke villa pribadi miliknya. Semua itu dia lakukan demi keselamatan Nisha yang saat ini berada dalam bahaya. Sekalipun Alexander adalah seorang baji*ngan yang kejam, tetapi lebih baji*ngan lagi Danar terlihat sangat baik.
Danar terlalu pandai menggunakan topengnya sehingga siapapun yang berada di dekatnya akan terhipnotis dengan segala cara kebaikan yang diberikannya. Namun, kenyataannya dialah yang paling bengssek. Danar mampu bergonta-ganti wanita setiap malamnya. Bahkan saat ini Danar juga sedang menargetkan Nisha untuk menjadi mangsanya. Tentu saja Alexander tidak terima.
"Kamu pikir, kamu bisa lolos dari tanganku begitu saja? Kamu sudah ditakdirkan untuk berada di dalam genggamanku, jadi jangan coba-coba untuk kabur lagi. Aku sudah pernah bilang padamu, jika kamu nurut, aku tidak anak menggunakan kekerasan, tetapi sebaliknya, jika kamu terus memberontak, jangan salahkan aku jika aku menggunakan kekerasan," ujar Alexander dengan tegas.
Nisha enggan untuk melihat wajah Alexander. Dirinya sungguh muak dengan apa yang dikatakan oleh Alexander. Nisha tahu jika Alexander adalah pria yang disegani banyak orang, tetapi seperti inikah dia memperlakukan seorang wanita? Apakah dia tidak memikirkan bagaimana jika adik atau kakaknya sedang berada di posisi Nisha? Atau bahkan ibunya? Apakah Alexander akan terima jika mereka diperlakukan seperti dirinya.
"Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan dariku. Jika masalah uang, aku yakin kamu tidak ke kekurangan uang sedikitpun. Tapi apapun alasan kamu, tolong lepaskan aku. Biarkan aku bebas karena aku tidak akan bisa memberikan keuntungan apa-apa untukmu!" tegas Nisha.
Mendengar ucapan Nisha, Alexander langsung tertawa. Sekalipun Nisha tidak bisa mendatangkan keuntungan, tetapi setidaknya Alexander mempunyai mainan baru yang jauh lebih higienis. Tak perlu susah-susah dia mencari wanita untuk memuaskannya, karena ada Nisha yang belum pernah terjamah oleh pria lain. Dan orang pertama yang berhasil menjamah Nisha hanya dirinya. Berati Nisha adalah miliknya. Terserah Alexander mau memperlakukan Nisha seperti apa.
"Kamu benar, kamu memang tidak mendatangkan sedikitpun manfaat untukku tetapi setidaknya kamu bisa memuaskan. Apakah kamu lupa jika ayahmu sudah menjualmu padaku? Itu artinya saat ini kamu adalah milikku. Satu lagi jangan pernah berpikir jika akan ada seseorang yang bisa membantumu untuk keluarga di genggamanku, sekalipun itu Danar. Asal kamu tahu Danar itu lebih brengsek daripadaku. Hampir setiap malam dia bergonta ganti wanita. Apakah kamu rela jatuh di tangan pria seperti itu? Masih mending kamu jatuh di tanganku karena aku tidak pernah meniduri wanita lain. Jikapun ada itu adalah kamu. Kamu adalah orang yang telah mendapatkan perjakaku. Jadi kamu harus bangga dan bersyukur karena kita merasakan perjakaku!" jelas Alexander dengan bangga.
"Kamu pikir aku akan merasa bangga karena telah mendapatkan perjakamu? Tidak! Aku tidak akan pernah merasa bangga! Yang ada aku hanya merasa jijik karena telah disentuh denganmu!" kata Nisha dengan dada naik turun.
...~BERSAMBUNG~...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 38 Episodes
Comments
💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.
Oh....mksud mksud..
Klo alex klihtan kejam tp htiny baik...sedangkn danar mlh sbalikny...
Moga alex bisa brubah..
2023-04-22
0
Pujiastuti
wooooowww beneran nih Alex cuma sama Nisha perjakamu kamu lepaskan,,,,,,,,
beneran hamil tu Nisha semoga Alex cepat tahu kalau Nisha hamil anaknya biar ngak jahat lagi sama Nisha nya
lanjut kak semangat
2023-04-11
1