BAB 8 : Ungkapan Danar

Didalam sebuah kamar besar, semua keperluan yang dibutuhkan oleh Nisha telah tersedia. Bahkan saat ini dia bisa memakai pakaian yang layak. Danar, pria yang menolongnya telah menyiapkan pakaian sesuai yang diinginkan oleh Nisha. Danar juga tidak keberatan saat Nisha meminta pakaian yang menutupi tubuhnya lengkap dengan hijabnya. Biar bagaimanapun Nisha adalah seorang muslim yang menutup aurat. Meskipun beberapa jam yang lalu tubuh Nisha terbuka. Semua itu terjadi karena sebuah paksaan.

"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Danar saat Nisha baru keluar dari kamar mandi.

"Iya, aku baik-baik saja. Terima kasih telah menyelamatkanku," ujar Nisha.

"Apakah kamu tahu jika seorang muslim melakukan perbuatan bunuh diri? Sekalipun aku tidak tahu tentang agama, tetapi aku pernah membacanya. Dosa seorang yang melakukan bunuh diri tak akan diampuni? Lalu apa yang akan kamu lakukan saat dimintai pertanggungjawaban nanti? Bisa-bisa api neraka langsung akan menyambar tubuhmu." komentar Danar panjang lebar.

Nisha hanya tertunduk lesu. Dia menyesali apa apa yang baru saja dia lakukan. Karena sudah putus asa, Nisha malah ingin mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari atas jembatan. Astaghfirullahaladzim. Nisha kemudian menyebut Asma Allah untuk meminta pengampunan.

Astaghfirullahaladzim ... ya Allah, ampunilah hamba Ya Allah. Hamba sungguh menyesal karena ingin mengakhiri hidup hamba. Terima kasih juga telah mengirimkan seorang malaikat untuk menyelamatkan hidup hamba.

Nisha merutuki dirinya sendiri karena telah melakukan sebuah kebodohan.

"Katakan masalah apa yang sedang kamu hadapi sehingga kamu ingin mengakhiri hidupmu? Aku tahu jika saat ini kamu sedang berada di titik terendah sehingga kamu ingin mengakhiri hidupmu." Danar mencoba untuk mencari tahu mengapa Nisha sampai nekat ingin melakukan bunuh diri.

Bukannya menjawab, Nisha malah terhisap dalam tangisnya yang membuat Danar semakin tidak mengerti.

"Aku sedang bertanya kepadamu bukan sedang menyuruhmu untuk menangis!" lanjut Danar lagi.

"Aku ... aku tidak bisa mengatakan padamu," ujar Nisha.

"Baiklah. Aku tidak akan memaksamu untuk bercerita kepadaku tentang apa yang telah kamu alami. Tapi ke depannya tolong jangan ulangi lagi kebodohan seperti itu. Sayangilah hidupmu. Kamu masih muda. Masih panjang jalan yang harus kamu tempuh. Ingat mati bukan salah satu cara untuk mengakhiri sebuah masalah. Jika kamu punya masalah dan tidak bisa menghadapinya, ceritakan saja kepadaku. Sebisa mungkin aku akan membantumu," kata Danar dengan tegas.

"Untuk sementara waktu kamu boleh tinggal di tempat ini. Oh iya, kita belum berkenalan Namaku adalah Danar, siapa namamu?" tanya Danar kembali.

"Nisha," ucap Nisha dengan lemah.

*

*

Disisi lain Alexander yang baru saja mendapat kabar jika Nisha telah kabur merasa sangat murka. Bukan hanya kabar tentang Nisha yang kabur saja, tapi juga kerja sama antara dirinya dengan Tuan Lien telah gagal. Tuan Lien langsung membatalkan kerjasamanya dengan Alexander, karena merasa ditipu.

"Argh ... sial! Kemana perginya wanita itu!" maki Alexander dengan dada naik turun karena menahan amarahnya.

Gigi Alexander menggertak serta tangannya yang sudah mengepal dengan kuat. Dengan segera dia memutuskan anak buahnya untuk mencari keberadaan Nisha saat ini. Wanita itu harus bertanggung jawab atas kegagalan kerjasamanya dengan tuan Lien. Padahal tidak mudah untuk mendapatkan tanda tangan pria tua itu, tetapi setelah berhasil mendapatkan tanda tangannya malah hancur sia-sia karena Nisha yang tidak patuh.

"Awas saja setelah aku menemukanmu. Kamu akan aku berikan hukuman hingga kamu tak berani lagi untuk melawanku!"

*

*

Dua hari berada di rumah Danar membuat Nisha merasa tidak enak, karena dia sendiri tidak mengenal siapa itu Danar. Yang dia tahu Danar adalah pria berhati malaikat yang telah menyelamatkan dirinya. Jika tidak ada Danar yang datang untuk menyelamatkan dirinya, mungkin saat ini Nisha sedang disiksa oleh para malaikat. Naudzubillahimindzalik.

"Mau kemana?" tanya Danar saat melihat Nisha hendak keluar dari rumahnya. Seketika Nisha menoleh kesamping dan melihat kesebuah sofa dimana Danar terduduk.

"Aku ingin mencari pekerjaan," jawab Nisha apa adanya.

"Untuk apa? Bukankah semua kebutuhanmu telah aku penuhi? Atau kamu merasa masih kurang. Jika iya, katakan saja, aku akan melengkapinya, tapi kamu tidak boleh keluar rumah. Jika kamu merasa bosan berada di rumah, katakan saja kamu ingin ke mana. Aku akan mengantarmu," kata Danar yang matanya terfokus pada layar ponselnya.

"Terima kasih atas segala kebaikanmu. tapi aku benar-benar tidak ingin merepotkan lebih banyak lagi. Menampungku untuk tinggal disini saja aku sudah merasa sangat bersyukur. Aku benar-benar tidak ingin bergantung kepadamu," jelas Nisha.

"Ya sudah, jika kamu merasa tidak enak dan merasa bergantung kepadaku maka menikah saja denganku," celetuk Danar.

...~Bersambung~...

Terpopuler

Comments

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

What....

2023-04-22

0

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

Bnr kta danar...

2023-04-22

0

Pujiastuti

Pujiastuti

mau aja Nisha nikah sama Damar biar ada uang melindungi kamu terus ceritakan aja apa yang terjadi padamu

2023-04-06

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!