Negosiasi Mama Ayumna

Bab. 8

"Jadi, maksud kedatanganku kali ini tidak hanya membicarakan perjodohan ini saja, Ga. Tapi langsung melamar salah satu anak gadismu," ujar papa Langit dengan wajah serius.

Membuat raut muka ayah Aga sedikit terkejut. Pun begitu dengan ibu Mela. Karena mereka pikir, kedatangan mereka malam ini hanya untuk berkenalan lebih dulu. Mempertemukan mereka, baru nanti membahas hal yang lebih lanjut lagi.

"Kenapa langsungan, Lang?" tanya ayah Aga sedikit bingung.

"Biar nggak terlalu ama, Ga. Lagian salah satu di antara putrimu juga udah kenal sama Ghani, kan? Gimana menurutmu?" tanya papa Langit lagi.

Ayah tidak bisa menjawabnya langsung. Ia perlu berdiskusi dengan ibu. Lalu ayah Aga menatap ke arah kedua putrinya.

"Maaf, jika Nara lancang, Yah, Om, Tante," ucap Nara mengambil suara lebih dulu. "Nara masih koas, jadi tidak bisa menjalin hubungan yang serius dengan seseorang terlebih dulu. Terus, usia Ghani sama Nara juga terpaut jauh. Dia lebih cocok jadi adiknya Nara. Jadi, mending Ghani sama adik saya saja, Rinda. Dia anaknya baik. Mereka juga saling kenal. Pasti akan lebih gampang dekatnya," jelas Nara.

Gadis itu mencari aman lebih dulu. Karena sebelumnya sang ibu sudah memberitahu berapa usia orang yang akan dijodohkan dengan salah satu di antara mereka.

Tentu saja Nara menolak dengan pria yang lebih muda, meskipun fisiknya jauh lebih tinggi dari nya. Di tambah lagi sebenarnya Ghani sangatlah tampan. Namun, itu semua tidak membuat Nara menurunkan kriterianya dengan berondong muda.

"Kak, tapi kan aku masih sekolah," rengek Rinda yang tidak terima jika kakaknya menyerah lebih awal.

"Ghani juga masih sekolah, Sayang," sahut mama Ayumna dengan nada yang lembut. "Kalian sudah pada punya KTP, jadi nggak masalah untuk menikah bulan depan. Masalah di sekolah, biar Ghani dan papanya yang urus. Tenang aja, itu nggak akan mengganggu belajar kamu kok," lanjutnya lagi.

Pertama kali melihat Rinda, mama Ayumna memang lebih setuju jika Ghani bersama dengan gadis itu. Terlebih lagi mereka sudah saling kenal.

"Tapi kami nggak saling cinta, Tante," elak Rinda yang masih memberi alasan untuk menolak perjodohan ini.

Meskipun mendapat kedipan dari sang ibu, Rinda tidak gentar sama sekali untuk mengungkapkan apa yang sedang dia rasa saat ini.

"Itu nanti bisa datang dengan sendirinya, Sayang. Mama sama Papa Langit dulu nggak saling kenal," ucap mama Ayumna. Kemudian wanita cantik itu berpindah duduk di dekat Rinda yang kebetulan kosong. "Dulu Mama itu pengantin pengganti. Kekasihnya Papa Langit kabur," bisik mama Ayumna namun dengan suara yang keras. Sehingga masih dapat didengar oleh semua orang.

Tentu saja kenyataan itu membuat mereka terkejut. Kecuali papa Langit.

"Maaa ..." tegur papa Langit.

Sedangkan mama Ayumna hanya mengedipkan matanya ke arah pria yang sedang mereka gosipkan. Membuat papa Langit menghela napas pasrah.

Memang, urusan nego menego seperti ini, istrinya paling jago. Walaupun sedikit menurunkan wibawa suaminya sendiri.

"Tapi, Tan—"

"Mama. Panggil Mama mulai sekarang," potong mama Ayumna cepat.

Membuat Ghani yang sedari tadi melihat tingkah mamanya menatap malas. Andai tidak diancam akan dibuatkan adik oleh orang tuanya sendiri, mungkin Ghani tidak akan berada di sini.

Sementara Rinda bingung dengan posisinya. Satu sisi, ia menyukai sikap dan sifat kedua orang paruh baya yang sangat menyenangkan ini. Lebih lagi mama Ayumna begitu lembut. Sangat berbeda sekali dengan ibunya yang sering melakukan paduan suara.

Namun, di lain sisi Rinda bisa melihat keterpaksaan di mata ketua osis tersebut.

"Jadi, gimana Rinda?" tanya ayah Gata. "Ayah terserah sama kamu," lanjutnya lagi.

'Ck! Tadi aja udah ngancem-ngancem nggak boleh nolak. Sekarang malah bilang kayak gitu. Pencitraan banget sih, Ayah." gerutu Rinda di dalam hati.

Rinda memejamkan mata sebentar, lalu menarik napas dalam-dalam. Sedang di sebelahnya ada mama Ayumna yang dengan tidak sabar menunggu jawaban darinya. Terlihat jelas sekali di tatapan wanita paruh baya tersebut. Bahkan tangannya tidak berhenti mengusap tangan Rinda sedari tadi.

Terpopuler

Comments

mrsdohkyungsoo

mrsdohkyungsoo

/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ entah ke berapali bacanya, tetaaap sukaaa

2024-10-20

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trusbahagia

2024-05-07

3

Imas Ratnasari

Imas Ratnasari

kenapa harus buru- buru menikah? mereka berdua kan sama- sama masih sekolah.

2024-03-31

0

lihat semua
Episodes
1 Kehujanan
2 Berangkat Sekolah
3 Perumpamaan
4 Perjodohan
5 Rumit
6 Tawaran Yang Menggiurkan
7 Bertemu
8 Negosiasi Mama Ayumna
9 Sebuah Syarat
10 Syarat Yang Rumit
11 Ancaman Ghani
12 Biawak
13 Tukang Selingkuh
14 Sah
15 Bukan Baper
16 Dikerjain Mertua
17 Perdebatan Kecil
18 Satu Kamar
19 Mendapat Rejeki
20 Kekasih Ghani
21 Tidak Punya Muka
22 Cenayang
23 Mas Imin
24 ATM Berjalan
25 Titisan Pir'un
26 Kehujanan
27 Kejutan Mama Ayumna
28 Demam
29 Kecupan Pertama
30 Tak Berkutik
31 Ambil Kesempatan
32 Dikurung
33 Cewek Aneh
34 Belum Waktunya Terbongkar
35 Ingin Meledak
36 Mengabaikan Pesan
37 Dapat Pacar Lagi
38 Ketahuan
39 Untung Aja Istri
40 Gue Suami Lo!
41 Udah Sah
42 Minta Kawin?
43 Peringatan Mama Ayumna
44 Kebiasaan Rinda
45 Tanggung Jawab!
46 Hukuman Istri Nggak Patuh
47 Ternistakan
48 Minjam Rinda
49 Di Antara Dua Pilihan
50 Kena Getahnya
51 Kejutan Ghani
52 Gosip Baru
53 Ruang UKS
54 Memanfaatkan Kesempatan
55 Mendesak
56 Salah Tangkap
57 Semakin Bersemangat
58 Ketahuan Mama
59 Makai Tidak?
60 Khilaf Yang Berkelanjutan
61 Dilema Ghani
62 Opertingking
63 Gaya Di Cafe
64 Cafe Nata
65 Kelulusan Rinda
66 Memberi Kejutan
67 Sang Bijak Leo
68 Membentak
69 Sayang Nyawa
70 Hukuman Istri Nakal
71 Pemanasan
72 Kurang
73 Permintaan Ghani
74 Konsekuensi Hamilin Istri
75 Kelahiran Alther
76 Akhir
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Kehujanan
2
Berangkat Sekolah
3
Perumpamaan
4
Perjodohan
5
Rumit
6
Tawaran Yang Menggiurkan
7
Bertemu
8
Negosiasi Mama Ayumna
9
Sebuah Syarat
10
Syarat Yang Rumit
11
Ancaman Ghani
12
Biawak
13
Tukang Selingkuh
14
Sah
15
Bukan Baper
16
Dikerjain Mertua
17
Perdebatan Kecil
18
Satu Kamar
19
Mendapat Rejeki
20
Kekasih Ghani
21
Tidak Punya Muka
22
Cenayang
23
Mas Imin
24
ATM Berjalan
25
Titisan Pir'un
26
Kehujanan
27
Kejutan Mama Ayumna
28
Demam
29
Kecupan Pertama
30
Tak Berkutik
31
Ambil Kesempatan
32
Dikurung
33
Cewek Aneh
34
Belum Waktunya Terbongkar
35
Ingin Meledak
36
Mengabaikan Pesan
37
Dapat Pacar Lagi
38
Ketahuan
39
Untung Aja Istri
40
Gue Suami Lo!
41
Udah Sah
42
Minta Kawin?
43
Peringatan Mama Ayumna
44
Kebiasaan Rinda
45
Tanggung Jawab!
46
Hukuman Istri Nggak Patuh
47
Ternistakan
48
Minjam Rinda
49
Di Antara Dua Pilihan
50
Kena Getahnya
51
Kejutan Ghani
52
Gosip Baru
53
Ruang UKS
54
Memanfaatkan Kesempatan
55
Mendesak
56
Salah Tangkap
57
Semakin Bersemangat
58
Ketahuan Mama
59
Makai Tidak?
60
Khilaf Yang Berkelanjutan
61
Dilema Ghani
62
Opertingking
63
Gaya Di Cafe
64
Cafe Nata
65
Kelulusan Rinda
66
Memberi Kejutan
67
Sang Bijak Leo
68
Membentak
69
Sayang Nyawa
70
Hukuman Istri Nakal
71
Pemanasan
72
Kurang
73
Permintaan Ghani
74
Konsekuensi Hamilin Istri
75
Kelahiran Alther
76
Akhir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!