Sesampainya di rumah kontrakan sederhananya, Yor yang sudah merasa sangat penasaran akhirnya menanyakan semua yang mengganggu pikirannya selama beberapa waktu ini.
"Kak Yuji ..." ucap Yor terlihat ragu-ragu.
"Hhm. Ada apa, Yor?" tanya Yuji melepas sepasang sepatu sport putihnya, namun tiba-tiba dia mengingat sesuatu dan memberikan sebuah bingkisan untuk Yor.
"Yor! Ini untukmu! Ponsel lamamu sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi bukan? Pakai saja ini." ucap Yuji menyodorkan bingkisan itu untuk Yor.
Yor menerimanya, meski terlihat ragu dan binguny.
"Apa ini, Kak? Ponsel baru untukku?" ucap Yor menerka berniat ingin mengintip isi dari bingkisan itu.
"Hhm. Pakai saja. Kakak mendapatkan hadiah ini dari undian. Kebetulan sekali ponselmu sedang rusak. Jadi ponsel ini untukmu saja. Oh iya apa yang mau kamu katakan pada kakak tadi?" ucap Yuji malah berujung sebuah pertanyaan.
Yor mengurungkan dirinya untuk memeriksa ponsel pemberian sang kakak.
"Uhm ... sebenarnya aku hanya penasaran, Kak. Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa manager utama itu terlihat begitu menghormati kak Yuji? Bahkan kakak juga bisa memberikan perintah untuk mereka." tanya Yor masih saja tidak mengerti mengapa sang kakal bisa melakukan semua itu.
"Ini sudah terlalu larut. Sebaiknya kamu segera membersihkan diri dan beristirahat, Yor! Kakak juga mau mandi karena tubuh kakak gerah dan lengket!" ucap Yuji dengan wajah tanpa dosa dan segera berlalu meninggalkan Yor begitu saja.
Yor menatap kepergian Yuji dengan kening berkerut, lalu dia mulai mengeluarkan ponsel dari dalam bingkisan itu. Dan betapa terkejutnya Yor ketika melihat sebuah ponsel mewah dengan lambang strawberry.
Sepasang mata gadis manis itu membulat sempurna dengan mulut yang menganga, "Kak Yuji memenangkan undian sebuah ponsel strawberry keluaran terbaru yang sangat mewah?? Ini sungguh keren sekali! Tapi ini terlalu mewah dan mahal untuk dipakai anak SMP sepertiku ..."
...🍁🍁🍁...
Keesokan harinya beberapa siswa dan siswi kelas seni terlihat sedang berkumpul dan asyik bergosip ria. Sesekali mereka juga tertawa bersama sambil mencemooh seseorang.
"Pecundang Yuji menjadi sangat sombong hanya karena memiliki kenalan seorang manager utama dari Yummy Restaurant. Cih ... dasar tak tau diri dan tak tau malu! Hanya karena mempunyai kenalan seseorang yang memiliki jabatan tinggi saja, tapi dia sombongnya minta ampun!" celutuk seorang siswi saat mereka berada di dalam kelasnya.
"Bahkan aku dengar dia sampai menyuruh pihak restoran untuk mengusir Ai dan Shoto lo! Sikapnya terhadap mantan kekasih dan teman dekatnya saja seperti itu! Memang sangat buruk sekali dan tidak perperasaan!!" sahut siswi lainnya berbisik kepada siswa lainnya lagi.
"Haha ... sebenarnya itu sangat wajar! Selama ini kan dia selalu hidup dalam kekurangan dan sangat miskin. Baru punya kenalan orang yang memiliki pengaruh dan jabatan tinggi saja dia sudah berlagak! Bagaimana jika benar-benar menjadi orang kaya nanti ua? Pasti dia akan semakin berlagak! Huftt ..." sahut siswa lainnya lagi.
"Itu sangat tidak mungkin! Untuk membayar SPP dan kontrakan kecil saja sampai nunggak bertahun-tahun! Mana bisa dia menjadi kaya begitu saja? Mimpi! Ahaha ..." seorang siswa mencibir dan tertawa terbahak-bahak, diikuti dengan tawa siswa-siswi lainnya.
"Namun akhir-akhir ini aku melihatnya mengenakan pakaian dan aksesoris ber-merk deh."
"Aahh ... pasti itu adalah barang-barang palsu. Mana mungkin Yuji bisa membeli barang-barang branded?! Untuk makan saja dia sudah susah ..."
"Benar juga ya. Pasti semua barang itu adalah palsu."
"Hhm. Tentu saja!!"
Tiba-tiba saja mereka semua mulai membungkam mulut ketika melihat Yuji mulai memasuki kelasnya. Pandangan mereka masih sama saja, sangat terlihat jika mereka baru saja membicarakan keburukan Yuji.
Namun Yuji tak mau memikirkannya. Dia segera duduk di bangkunya dan berniat untuk tidur sebentar karena masih merasa mengantuk. Namun tiba-tiba seorang gadis menghampirinya dan menyodorkan sesuatu pada Yuji.
"Yuji! Lusa aku akan berulang tahun. Kamu datanglah ke pesta ulang tahunku!!" ucap gadis itu menyodorkan sebuah undangan lucu untuk Yuji.
Yuji mulai menengadahkan wajahnya kembali dan duduk dengan tegap. Dia menerima undangan lucu itu dengan kening yang berkerut.
"Mengapa kamu mengundangnya, Ara? Ckk ... dia hanya akan membuatmu merasa malu saja nanti. Lagipula dia tak akan mampu untuk membeli hadiah untukmu!" seru seorang siswa.
Yuji melirik siswa itu dengan malas dan kembali menyodorkan undangan itu untuk Ara.
"Aku tidak menyukai untuk datang ke tempat seperti itu, Ara. Jadi sebaiknya kamu undang yang lain saja." ucap Yuji dengan malas.
"Wah, sayang sekali padahal pesta topeng di malam ulang tahunku kali ini akan mengundang Blue Gazzete loh." sahut Ara menyayangkan.
"Blue Gazzete? Blue Gazzete yang ada senior Ken?? Yang itu benar, Ara? Apa kamu serius? Aku sangat menyukai gaya bermain gitar dan bernyanyi senior Ken!!" ucap Yuji mendadak bersemangat.
Blue Gazzete adalah salah satu idolanya. Pada awalnya mereka hanya mengisi lagu dari sebuah consol game yang kebetulan sedang dimainkan oleh Yuji. Namun pada akhirnya Yuji mengetahui jika ternyata main vocalis dari Blue Gazzete pernah sekolah di SMUnya 5 tahun yang lalu.
Jadi itu adalah menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Yuji karena berada di SMU yang sama dengan idolanya. Namun hingga sampai saat ini, Yuji sama sekali beluk pernah bertemu dengannya.
"Hhm. Tentu saja! Memang ada berapa Blue Gazzete di dunia ini. Tentu saja itu mereka dong!" sahut Ara dengan senyum lebar membanggakan diri karena bisa mengundang sang idola di hari ulang tahunnya, karena selama ini Ara juga begitu mengidolakan mereka.
"Baiklah! Kalau begitu aku akan datang!!" ucap Yuji antusias dan sukses membuat teman-teman selelasnya melongo.
"Wah aku memiliki firasat buruk nih. Pecundang Yuji pasti akan merusak pemandangan deh ..." gumam seorang siswa masih melongo menatap Yuji dan Ara dari kejauhan.
...🍁🍁🍁...
Hari ini Yuji pulang lebih awal karena guru seni tidak hadir dan memberikan tugas rumah untuk mereka. Mereka juga diijinkan pulang lebih awal untuk mencari bahan dan mengerjakan tugas itu.
Yuji menggunakan waktunya untuk mendatangi SMP sang adik untuk mengurus administrasi sekolahnya. Namun baru saja memasuki halaman sekolah, beberapa siswi sudah menatapnya terus hingga membuat Yuji kebingungan.
"Apa ada yang salah denganku? Mengapa mereka menatapku seperti itu?" gumam Yuji tak mengerti dan memperhatikan dirinya sendiri.
Tidak ada yang aneh. Semuanya terlihat sangat wajar. Bahkan dia sangat rapi. Pakaian yang dia kenakan saat ini adalah pakaian branded yang baru dibelinya beberapa waktu yang lalu bersama Yor.
Namun, belum sempat menemukan jawaban dari pertanyaannya, tiba-tiba saja seorang gadis manis berlarian dari depan dan menghampiri Yuji dengan raut ceria.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦Amita Sahara ⍣⃝కꫝ
siapa dia? Yor kah?
2023-12-10
3
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦Amita Sahara ⍣⃝కꫝ
kalau gak Salah Ara --- bhs jeoangnya "Oh"
2023-12-10
0
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦Amita Sahara ⍣⃝కꫝ
kalau saja kalian tahu Yuji adalah pengusaha muda yang punya gurita bisnis di beberapa perusahaan besar kalian bakalan Hormat sama Yuji!!!
2023-12-10
1