Hari ini adalah pertama kalinya Yuji mengunjungi tempat kebugaran. Tentu saja dia masih merasa kikuk dan tidak memahami semua alat kebugaran yang berada di tempat itu.
Hingga akhirnya dia memulainya dengan menggunakan alat treadmill. Karena dari sekian alat kebugaran, hanya treadill-lah yang terlihat simple dan mudah.
Kegunaan treadmill adalah untuk olah raga lari. Alat ini juga bisa membantu membakar lemak dalam tubuh dan untuk latihan cardio. Dengan alat treadmill, bisa mengatur latihan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya jalan santai, jalan cepat, jogging, dan lari menanjak. Pengguna bisa mengatur tingkat kesulitan sesuai dengan keinginan dan kemampuan.
Yuji masih mengatur kecepatannya seperti jalan santai, namun lama-lama dia mulai menambah kecepatannya menjadi jalan cepat hingga jogging.
"Huft, tidak terlalu buruk. Cara menggunakannya juga tidak rumit." gumam Yuji semakin menambah kecepatan dari treadmill itu.
Setelah beberapa saat menyibukkan diri dengan treadmill, akhirnya Yuji mulai menggunakan Chest Press Machine, Leg Press Machine, Pectoral Machine, Lat Pulldown Machine, dan beberapa alat lainnya lagi.
Meskipun belum begitu memahaminya namun dia sedikit mengetahui cara penggunaanya menggunakan beberapa tombol atau istruksi lainnya.
Namun disaat Yuji menggunaan Pectoral machine, seorang gadia pelatih gym tiba-tiba saja menghampirinya.
"Apa kamu masih pemula?" tanya gadis itu dengan ramah.
"Be-benar, aku baru pertama kali menggunakan alat ini." sahut Yuji dengan jujur meskipun sebenarnya dia merasa sangat malu untuk mengakuinya.
Gadis dengan setelan pakaian olahraga super ketat itu tersenyum dan semakin mendatangi Yuji. Dia berdiri berdiri tepat di hadapan Yuji dan membenarkan posisi yang benar saat menggunakan pectoral machine.
"Aku Erika, siapa namamu?"
"Aku ... Yuji ..."
Gadis pemandu bernama Erika itu tersenyum ramah dan berinisiatif untuk membantu Yuji kali ini.
"Jenis alat fitness ini dirancang untuk mengisolasi dan mempekerjakan bagian dada. Untuk benar-benar melakukan latihan ini, kamu harus duduk menghadap kebelakang dengan menekuk siku 90° pada level pertengahan dada." ucap gadis itu sambil membenarkan posisi kedua siku Yuji.
"Dorong gagang hingga berada di depan wajahmu. Tarik napas saat membuka lengan dan keluarkan napas ketika menariknya lagi. Otot yang dibangun adalah otot dada atau pectoralis major dan otot bahu deltoids. Ini akan sangat bagus." imbuh sang gadis pelatih lagi sambil membenarkan posisi duduk Yuji dengan mendorong punggungnya agar mendapatkan posisis duduk yang benar.
Yuji hanya menurut meskipun sebenarnya dia merasa cukup kikuk karena gadis pelatih itu menyentuh beberapa bagian tubuhnya.
"Te-terima kasih, Nona ..." ucap Yuji masih merasa sangat kikuk.
"Santai saja! Untuk gerakan selanjutnya kamu hanya perlu mendorong pegangannya hingga ke depan wajahmu saja. Dan lakukan pergerakan itu berulang kali." ucap Erika lagi masih dengan ramah.
"Ba-baiklah. Terima kasih, Nona."
"Okay! Aku akan memandu pengunjung lainnya dulu. Jika membutuhkan bantuanku kamu bisa memanggilku. Sampai jumpa, Yuji!" ucap gadis pemandu itu dengan ramah dan melemparkan senyumannya.
"Okay ..."
Yuji menghembuskan nafas kasarnya ke udara dan kembali menggunakan pectoral machine dengan hati-hati selama beberapa saar. Sesekali dia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan waktu 1 PM.
Itu artinya sudah waktunya dia harus segera bersiap untuk bekerja paruh waktu di mini market. Dan itu artinya waktu pelaksanaan misi sudah berakhir.
[ Mission completed. Misi kebugaran hari ini telah berhasil diselesaikan. ]
Suara itu kembali terdengar dan membuat Yuji merasa lega, hingga tiba-tiba saja dia melepaskan pectoral machine itu begitu saja dan membuat beban menghantam dengan cukup keras, dan mengejutkan dirinya sendiri
BRAKK ...
"Ohh astaga!!" ucapnya latah dengan memegangi dadanya, sementara matanya sedikit membelalak menatap beban itu.
Yuji memutuskan untuk segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian. Lalu dia segera melanjutkan rutinitasnya untuk pekerjaan paruh waktunya sebagai penjaga di sebuah mini market disaat sore.
Saking sibuknya menjaga mini market dan melayani pelanggan, Yuji sama sekali tidak sempat untuk memeriksa statusnya kali ini. Bahkan setelah dia sampai di kontrakan sederhananya, dia masih belum sempat memeriksa statusnya, karena Yor sudah menunggunya untuk segera makan malam bersama.
"Yor! Masakanmu sangat enak! Kakak sangat menyukainya! Cita rasa yang masih begitu khas membuat kakak ingin mencoba dan mencobanya lagi." ucap Yuji saat mereka berdua sudah berada di ruang makan bersama.
Dia sangat bersemangat saat menikmati masakan sang adik.
"Benarkah itu, Kak? Itu semua karena kakak yang telah mengajariku memasak loh. Hehe ..." sahut Yor dengan tawa kecilnya.
Senyuman Yuji perlahan memudar karena dia mulai mengingat seorang wanita yang selama ini selalu dirindukannya. Yaitu ibunya. Yuji kecil selalu mempelajari dan mengingat apapun yang dimasak dan diajarkan oleh mendiang ibunya saat itu. Dia juga selalu menemani sang ibu memasak.
Hal itu membuatnya termenung selama beberapa saat karena kenangan itu semakin terlihat nyata dalam ingatannya.
"Kak, apa masakanku kali ini tidak enak? Mengapa kakak hanya memakannya sedikit saja?" tanya Yor membuyarkan angan Yuji.
"Oh, tidak kok. Masakanmu selalu enak. Kakak sangat menyukainya!" sahut Yuji dengan senyum lebarnya dan segera menikmati makan malamnya. "Bagaimana dengan sekolahmu, Yor?"
"Tidak ada yang spesial, Kak. Sekolahku membosankan seperti biasa." sahut Yor dengan jujur dan ucapannya sedikit tidak jelas, karena mulutnya penuh dengan makanan.
"Nikmati segalanya dengan baik, Yor. Kita diberikan sebuah kesempatan hidup di dunia ini dan bisa menikmati atas segala yang Tuhan berikan adalah sebuah anugrah. Kita harus selalu bersyukur dan memanfaatkan semuanya dengan baik. Jangan pernah mengeluh lagi dan belajar yang rajin ya! Kakak janji akan mengajakmu untuk jalan-jalan deh kapan-kapan." ucap Yuji dengan hangat.
"Serius kak?" tanya Yor sangat antusias.
"Tentu saja!" jawab Yuji sangat yakin.
"Asyiikkk!! Sudah lama sekali kakak tidak mengajakku untuk jalan-jalan!!" ucap Yor kegirangan.
Perbincangan hangat masih saja terjadi diantara mereka berdua seakan Yuji begitu menikmati saat-saat bersama bersama dengan Yor. Bahkam jika diberikan sebuah pilihan, Yuji akan lebih memilih untuk menghabiskan waktunta untuk bersama Yor saja.
Namun tentu saja itu semua sangat tidak mungkin, karena Yuji harus lebih rajin untuk bekerja dan melakukan misi demi misi untuk mengumpulkan pundi-pundi uang yang akan dia gunakan untuk pelaksanaan oprasi sang adik.
Setelah beberapa saat, mereka memutuskan untuk segera beristirahat di kamar masing-masing.
Tepat beberapa detik saat Yuji memejamkan sepasang matanya, tiba-tiba saja suara Zero kembali terdengar dan membuatnya membuka maranya kembali dengan kesal.
[ Misi akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah mengasah otak dengan belajar rajin. Dan tuan harus mendapatkan nilai di atas rata-rata saat ujian Bahasa Inggris besok. ]
"Apa?! Yang benar saja, Zero?! Guru Bahasa Inggris saja belum mengumumkan jika besok akan ada ujian! Jangan mengada-ada deh!" celutuk Yuji kembali duduk dengan kesal.
Meskipun secara verbal Yuji selalu menolak dan melawan Zero, namun dia sangat tau jika misi yang diberikan oleh Zero, mau tak mau harus tetap dilakukan. Jadi malam ini dia akan tetap belajar untuk menjalankan misi yang telah diberikan oleh Zero.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
farid fariadi
good job Yuji maju terus pantang mundur, kalahkan musuhmu libas
2024-11-24
3
misi nya bagus² buat melatih yuji jadi lebih baik lg baik dari kesehatan maupun kepintaran dan yang lain nya juga
2024-01-04
6
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦ℛᵉˣᎯƖƒᷡɑⷶ𖼹ͧ𖼹ᷫɑⷶ𐒅ᷝ
salut ma hubungan kakak beradik ini yang begitu harmonis dan penuh ketulusan
2023-12-26
1