Yuji mengepalkan tangannya mendengarkan pemuda yang tak lain adalah teman sekelasnya itu. Namun dia menahan dirinya dan akhirnya memutuskan untuk segera memasuki ruangan administrasi sekolah.
Tak ada gunanya membalas segala cacian dan makian dari semua orang yang hanya bisa memandang rendah dirinya saja. Lebih baik biarkan dan tunjukkan dengan sebuah bukti nyata dan tamparan keras untuk mereka semua.
"Yuji, apa ada sesuatu yang membuatmu datang untuk menemuiku?" tanya seorang pria paruh baya yang bertugas sebagai administrasi di sekolahannya.
"Jangan khawatir, jika kamu datang untuk meminta keringanan. Maka kami akan memberikannya untukmu. Namun sebelum ujian kenaikan kelas, kamu harus segera melunasi semua tunggakan itu, Yuji. Selama ini kami sudah selalu memberikan keringanan untukmu, jadi kami harap kamu ..."
SSRRTT ...
Yuji menyodorkan sebuah amplop kecoklatan berukuran sedang dan tebal di atas meja, mebuat pria paruh baya itu mengkerutkan keningnya bingung. Namun belum sempat dia menanyakan benda itu, Yuji segera menjelaskannya.
"Pak, aku datang untuk membayar seluruh tunggakan SPP ku selama ini. Sekaligus aku juga ingin membayar beberapa buku yang belum sempat aku bayarkan. Dan aku juga ingin membayar sisa SPP ku hingga aku lulus dari SMU Keio ini. Semua uangnya ada di dalam amplop ini. Tolong diperiksa, Pak " ucap Yuji menyodorkan sebuah amplop coklat yamg cukup tebal iu.
Pria paruh baya itu sempat mengerutkan kening selama beberapa saat, namun dia segera membuka amplop kecoklatan itu untuk memeriksa isi di dalamnya.
Sepasang matanya membulat sempurna saat melihat sejumlah uang yang tidak sedikit di dalam amplop itu. Dan tentu saja nominal tersebut sudah lebih dari cukup untuk melunasi uang SPP dan buku Yuji selama ini.
Setelah menghitung semua uang tersebut, sebenarnya pria paruh baya itu masih sulit untuk mempercayai semua ini. Namun dia merasa senang karena akhirnya Yuji bisa melunasi semua tunggakan bayaran sekolahnya.
...🍁🍁🍁...
Akhir pekan telah tiba, Yuji masih menikmatinya dengan bermalas-malasan di dalam kamarnya. Dia bahkan belum beranjak meninggalkan tempat tidurnya dan malah semakin erat memeluk gulingnya di bawah selimut lembutnya.
Namun tiba-tiba mulai terdengar suara dari pemandu sistemnya kembali. Dan ini sungguh sedikit mengganggunya, karena suaranya begitu keras terdengar di kepalanya.
[ Misi akan segera dimulai, Tuan. Ayo segera bangun dan selesaikan misi kali ini. Jangan bermalas-malasan! Bukankah tuan masih membutuhkan cukup banyak uang? Tuan juga harus memperbaiki diri dan tubuh tuan agar menjadi semakin lebih baik lagi. ]
Ucap Zero dengan datar, namun kali ini lebih menekankan.
"Hoamm ... memang apa yang harus diperbaiki selain keuangan?"
Sahut Yuji masih dengan mata yang terpejam dan cuek, karena akhir pekan biasanya dia hanya akan bermalas-malasan sebelum dia akan kembali berangkat bekerja saat sore hingga malam di sebuah mini market.
[ Otak dan tubuh tuan juga harus diperbaiki. Dengan begitu semua akan lebih selaras dan lebih sempurna. ]
"Otak dan tubuh? Apakah kamu ingin mengatakan jika aku bodoh, Zero?! Dasar pemandu sistem yang kejam! Huftt ..." sungut Yuji semakin memeluk erat gulingnya karena merasa kesal.
[ Aku tidak mengatakan hal seperti itu, Tuan. Tapi itulah kenyataannya. ]
"Ya sudah, katakan padaku misi kali ini. Lagipula aku juga harus segera mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, agar oprasi pembedahan lobektomi untuk mengangkat paru-paru Yor bisa segera dilakukan. Semakin cepat dilakukan maka akan lebih baik." ucap Yuji yang kini sudah duduk di atas pembaringannya dan sedikit meregangkan otot-ototnya.
[ Misi kali ini adalah pergi ke tempat gym dan lakukan beberapa olahraga ringan dengan menggunakan beberapa alat olahraga. Misi berakhir satu jam sebelum tuan kembali melakukan pekerjaan paruh waktu.] jelas Zero.
"Ap-apa? Pergi ke tempat gym dan melakukan olahraga disana?"
[ Benar sekali, Tuan. Biar bagaimanapun tuan juga harus melatih tubuh dan ketahanan tuan. Seorang pria paling tidak harus bisa melindungi dirinya sendiri dari bahaya sekitar yang mengancam. ]
"Kau benar, Zero. Aku bahkan saat itu sama sekali tak bisa menghentikan atau memberikan pelajaran untuk para berandalan yang sedang merampok di mini market tempat aku bekerja. Gara-gara berandalan itu aku kehilangan pekerjaanku! Aku tak akan membiarkan hal itu terjadi padaku lagi! Kelak hal seperti itu tak akan terjadi lagi! Aku harus berubah! Aku harus melatih tubuhku! Aku harus menjadi lebih kuat! Setidaknya aku juga bisa melindungi diriku sendiri dan juga Yor!!"
Gumamnya memantapkan diri. Yuji segera melompat dari tempat tidurnya lalu bergegas untuk membersihkan dirinya di kamar mandi.
Usai membersihkan diri dan bersiap rapi, dia meninggalkan kamarnya dan malah melihat Yor yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
"Yor, kamu memasak?"
"Iya, Kak. Ayo kita sarapan dulu!" ajak Yor bersemangat.
Sebenarnya Yuji juga sedang lapar saat ini, ditambah lagi aroma masakan Yor sungguh menggoda saliva. Namun disaat Yuji hendak duduk di meja makan, tiba-tiba saja ada sebuah suara datar tanpa emosi yang sukses menahan tubuhnya.
[ Tuan harus segera melakukan misi saat ini. Segera kunjungi pusat kebugaran dan lakukan misi ...]
Haishh!! Tidak bisakah aku memakan sedikit saja dulu masakan Yor? Aku juga sedang sangat lapar saat ini. Bagaimana aku bisa berolahraga jika perutku sedang dalam kondisi lapar, Zero? Kau sungguh sangat kejam!
Sungut Yuji di dalam hati sambil memegangi perutnya dengan wajah memelasnya. Dia berharap Zero akan berbaik hati dan memberikan kompensasi untuknya kali ini.
[ Tidak bisa, Tuan. Ini adalah murni kesalahan dari tuan karena tuan Yuji telah bermalas-malasan hingga akhirnya malah kesiangan. ] jawab Zero seadanya.
Ugh!! Ya sudah! Jika aku sampai pingsan kamu harus tanggung jawab!
Batin Yuji mendengus kesal dan akhirnya dia cuma mengambil sebuah roti sandwich saja.
"Yor, kakak harus segera pergi! Nanti setelah pulang pasti kakak akan memakan masakanmu deh. Jangan pergi kemana-mana tanpa ijin dari kaka ya!" ucap Yuji meninggalkan ruangan makan menuju ruangan depan dan mulai menggigit roti sandwich itu sambil memakai sepatu sport lusuhnya.
"Kakak tenang saja! Aku hanya akan di rumah dan mengerjakan PR saja kok!" sahut Yor mulai mengejar Yuji dengan langkah terburu.
"Ini untuk kakak!" imbuh Yor tersenyum manis sambil mengulurkan sebuah bekal makan untuk Yuji. "Aku tau kakak pasti akan selalu terburu-buru seperti ini, jadi aku sudah menyiapkan bekal untuk kakak." imbuhnya dengan manis membuat Yuji terharu karena rupanya adiknya juga selalu memahaminya.
Memang tak jarang hal seperti ini terjadi. Di akhir pekan yang seharusnya Yuji gunakan untuk bersantai, terkadang Yuji harus terburu-buru pergi meninggalkan rumah karena pekerjaan tambahan dari bosnya.
Namun sedikit berbeda untuk hari ini. Karena hari ini Yuji tiba-tiba harus pergi untuk sebuah misi yang diberikan oleh sistem.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Syaeful Husna70
sebaiknya jgn sll mengumpat sistem hrs nya berterima ksh
2025-02-17
0
Inyoman Raka
ach yuji terlalu banyak omong
2025-01-06
0
farid fariadi
jangan lah selalu menghina orang lain belum tentu juga bisa buat novel bagus kayak gini
2024-11-24
3