"Ha? Membaca pikiran orang?? Ini kemampuan yang sangat keren!"
Celutuk Yuji tanpa sadar dengan suara lantangnya, dan membuat beberapa orang yang sedang berada di perpustakaan sekolah seketika memandanginya aneh. Yuji yang menyadarinya seketika berdehem dua kali dan berpura-pura fokus kembali membaca buku di hadapannya.
"Ehem ... ehem ..."
Zero, dengan kemampuan membaca pikiran aku bisa mengetahui isi hati setiap orang. Aku bisa lebih berhati-hati atas kelicikan setiao orang. Ini sungguh sangat bagus! Oya, ngomong-ngomong kapan apakah aku bisa mendatangi dan melihat-lihat Y Games dan Yummy Restaurant, Zero?
Tanya Yuji dalam hati.
[ Tentu saja tuan bisa melakukannya. Tuan adalah pemilik dari kedua perusahaan itu saat ini. ]
Kapan-kapan aku akan mengajak Yor untuk makan di salah satu cabang restoran itu deh. Pasti Yor akan senang sekali. Apalagi sudah begitu lama dia ingin merasakan makan di restoran dan dilayani.
Batin Yuji tersenyum lebar dan wajahnya sangat berbinar, melebihi orang yang sedang jatuh cinta saja.
Ditengah-tengah rasa bahagianya saat ini, kini tiba-tiba saja seorang pemuda sudah berdiri tegap tepat di hadapannya. Dia menyapa Yuji dengan sangat ramah.
"Hai, boleh aku bergabung denganmu?" sapa pemuda tampan dengan penampilan berkelas itu.
Dan betapa terkejutnya Yuji saat dia mendongak dan menatap pemuda itu. Pemuda tampan dengan senyum dan sikap ramahnya, namun sebenarnya sangat berbahaya dan berbisa.
Seketika kekesalan mulai menyelimuti diri Yuji saat ini disaat dia mengingat apa yang telah terjadi sebelum dia bertemu dengan sistem. Bahkan sebuah botol minuman plastik yang sudah kosong yang kebetulan masih berada dalam genggamannya dicengkeramnya sangat kuat hingga ringsek.
Shoto! Aku hampir saja melupakan dia! Dia akan mendekatiku dan merebut Ai dariku dengan menusukku dari belakang. Namun bukankah aku sudah memutuskan Ai? Lalu mengapa dia masih saja mendekatiku?
Batin Yuji berpikir keras.
Namun belum sempat Yuji mendapatkan jawaban apapun yang memuaskan pertanyaan dari dirinya sendiri, tiba-tiba saja suara sang pemandu sistem Zero mulai terdengar lagi olehnya dengan sangat jelas.
[ Misi akan segera dimulai kembali, Tuan. Misi kali ini adalah menerima ajakan pertemanan dari Shoto. ]
Ucapan dari Zero kali ini sungguh sangat tak masuk akal bagi Yuji. Jelas-jelas Shoto adalah orang yang sangat tidak baik dan licik. Selama ini dia mendekati Yuji dan ingin berteman dengan Yuji hanya karena untuk merebut Ai dari Yuji.
Lalu mengapa kini Zero malah memberikan misi untuk menerima ajakan pertemanan dari Shoto? Mungkin seperti itulah yang sedang dipikirkan oleh Yuji saat ini.
Namun tak ada pilihan lain untuk Yuji selain menerima ajakan pertemanan dari Shoto, karena mau tak mau Yuji harus menjalankan misi dari Zero.
Sebenarnya Yuji tak terlalu mengenal Shoto sebelumnya, karena dia berasal dari jurusan fashion and model. Sedangkan Yuji berada di jurusan seni. Saat ini Yuji mengenalinya karena sebelum bertemu dengan sistem, mereka memang berteman, dengan cara yang sangat persis seperti ini. Dan saat itu dengan polosnya Yuji menerimanya dengan senang tanpa ada rasa curiga sedikitpun.
"Yuji, benar itu namamu bukan?" ucap Shoto membuyarkan angan Yuji.
"Benar ..." sahut Yuji masih memasang ekspresi malas. "Duduklah ..."
Menurutnya sangat sulit untuk tetap bersikap manis dan baik setelah mengetahui apa rencana licik Shoto saat ini. Andai saja bukan karena misi, mungkin Yuji tak akan pernah mau berteman dengan Shoto lagi.
"Terima kasih, Yuji." ucap Shoto dengan senyum ramahnya yang palsu. "Aku cukup mendengar banyak hal tentangmu. Dan aku sangat tertarik untuk berteman denganmu. Kamu suka main beberapa game online bukan?" imbuh Shoto antusias.
"Ya!" sahut Yuji malas.
"Kamu juga siswa yang sangat baik dan pekerja keras. Kamu bekerja paruh waktu setelah sekolah bukan? Luar biasa!!"
Bulshit! itu semua adalah bohong! Aku bisa membaca semua pikiran busukmu, Shoto! Padahal kamu sangat meremehkanku karena aku miskin dan tidak memiliki apapun yang bisa dibanggakan. Kamu dan Ai memang sangat pantas jika bersama. Sangat serasi. Sama-sama manusia pengkhianat yang jahat dan tidak memiliki hati.
Batin Yuji malah tak sadar sudah memberikan tatapan penuh kebencian untuk Shoto, membuat Shoto kebingungan. Karena Shoto merasa tak melakukan kesalahan apapun.
"Yuji! Intinya aku kagum padamu dan aku ingin menjadi temanmu!" ucap Shoto lagi menyodorkan sekaleng minuman milk tea hangat untuk Yuji. "Minumlah! Minuman ini akan menghangatkan tubuh kita!" imbuhnya dengan manis.
Saat itu aku bahkan menerima minuman ini dan ajakan pertemanan dia dengan senang hati, karena aku memang sangat bodoh. Tapi berbeda dengan saat ini, Shoto! Baiklah mari kita jalankan drama pertemanan kita saja!
Batin Yuji tersenyum misterius menatap Shoto dan meraih sekaleng milk tea itu.
"Baiklah! Mari kita berteman, Shoto!" ucap Yuji masih tersenyum simpul lalu meneguk milk tea hangat itu.
[ Mission cmpleted. Selamat, Tuan. ]
Ucap Zero terdengar begitu jelas oleh Yuji, dan hanya membuat Yuji semakin menarik sudut-sudut bibirnya saja.
Shoto mulai mengajak Yuji untuk makan bersama dan lergi ke game centre setelah pulang sekolah. Shoto benar-benar terlihat begitu tulus saat melakukan semua itu.
"Jadi selama ini kamu bekerja sampingan sebagai penjaga di sebuah mini market untuk memenuhi kehidupanmu dan adikmu ya?" tanya Shoto sambil memainkan permainan basket saat mereka berada di game centre di sebuah pusat perbelanjaan.
"Benar. Aku harus bekerja paruh waktu dan sebenarnya aku tidak memiliki waktu lebih untuk bermain-main seperti ini." sahut Yuji seadanya sambil memasukkan beberapa bola ke dalam ring permainan yang berjalan ke sisi samping kanan dan kiri itu.
Sebaiknya tetap bertingkah seperti biasanya saja. Ya! Aku akan menyembunyikan identitasku sebagai seorang owner dari Y Games dan Yummy Reataurant saja. Lagipula apa untungnya mengumbarnya? Tidak akan ada untungnya sama sekali! Saat ini aku hanya ingin menjalani kehidupan normal seperti pemuda normal. Belajar dan bermain seperti pemuda-pemuda lainnya. Dan yang paling penting adalah, aku memiliki cukup banyak uang untuk pengobatan dan oprasi Yor. Itu saja!
Batin Yuji yang kini mulai menggesek sebuah kartu permainan untuk memulai permainan baru.
"Kamu tenang saja, Yuji! Aku akan mengganti semua waktumu yang tersita karena telah menghabiskan waktumu bersama denganku kali ini. Aku akan membayarmu!"
Ucap Shoto yang kali ini menarik salah satu tangan Yuji lalu memberikan beberapa lembar uang yang cukup banyak untuknya.
"Aku akan membeli minuman di vending machine dulu. Tunggu sebentar!" ucap Shoto melemparkan senyuman bersahabat untuk Yuji lalu melenggang meninggalkan Yuji.
Sedangkan Yuji hanya menatap kepergian Shoto dengan tatapan kekesalan. Dia juga menatap beberapa lembar uang yang berada dalam genggaman tangannya.
Cihh ... semiskin itukah aku di matamu, Shoto? Kamu menganggap semua hal bisa dibeli dengan uang. Bahkan kamu sampai melakukan hal selicik itu hanya untuk merebut Ai dariku yang bahkan aku sudah putus dengannya.
Batin Yuji mengeraskan rahangnya kesal.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Jeme Merinem
pasti diremeh kan dan di usir
2024-12-04
0
kayanya shoto punya maksud tertentu nih makanya ngajakin yuji berteman 🧐
2024-01-05
3
Z3R0 :)
🗿kok aku baca soto ya
2023-12-24
0