Hari demi hari berlalu begitu saja dengan cepat. Yuji juga mulai rajin belajar dan nilai-nilainya mengalami peningkatan meskipun hanya sedikit saja.
Selain belajar, Yuji juga lebih rajin melakukan beberapa olahraga ringan disaat dia memiliki waktu senggang. Seperti melakukan push up, jumping jack, leg lift, sit up, jogging maupun squat.
" ... sembilan puluh tujuh, sembilan puluh delapan, sembilan puluh sembilan, seratus. Arghh ... lelah juga." Yuji mengakhiri sit up rutinnya sehari-hari lalu duduk sambil mengelap keringatnya dengan handuk kecilnya.
"Tak kusangka untuk mendapatkan semua otot-otot indah dan sexy itu sangat tidak mudah. Huft!! Ckk ... sebenarnya bukan hal itu yang paling utama untukku sih. Aku hanya ingin berubah menjadi lebih kuat! Setidaknya agar aku bisa melindungi diriku sendiri dan juga Yor!"
Gumam Yuji sambil memperhatikan kedua otot lengannya yang sudah menjadi sedikit terbentuk. Karena sejak Zero memberikan misi kebugaran itu, Yuji mulai melatih kekuatan fisik dan kebugarannya secara rutin dengan olahraga-olahraga ringan di rumah setiap harinya.
"Whoa ... sejak kapan kamu memimpikan untuk memiliki otot-otot seperti itu, Yuji? Aku kira kamu sama sekali tak pernah menginginkannya." seorang pemuda yang sebenarnya teman sekelas Yuji mulai berkomentar.
Dia adalah Jin, satu-satunya orang yang mau berteman dengan Yuji. Karena selama ini mereka memiliki beberapa kesamaan. Yaitu miskin, tidak populer, tidak menonjol dalam segi apapun, dan memiliki nilai di bawah rata-rata. Dan kali ini Jin sedang bermain di kontrakan sederhana Yuji.
"Aku tidak pernah memimpikannya sih. Hanya saja aku ingin menjadi lebih kuat. Hehe ..." sahut Yuji seadanya menanggapi ucapan dari Jin.
"Kau benar juga sih. Tapi ini aneh sekali. Biasanya kamu tak pernah peduli akan hal ini." celutuk Jin merebahkan tubuhnya di atas pembaringan Yuji dan mulai mengutak-atik ponselnya.
"Karena aku sudah memutuskan untuk berubah." sahut Yuji yang kali ini meneguk air mineralnya.
"Terserah kamu saja deh!" sahut Jin cuek dan masih berselancar di salah satu sosial medianya. "Eh ... Yuji lihat! Lihat! Bukankah dia adalah Shoto? Anak jurusan fashion dan model di sekolahan kita?" imbuhnya histeris seakan tak percaya.
"Hhm? Shoto? Ada apa dengan dia?" Yuji menyauti acuh tak acuh, karena sebenarnya dia merasa sangat malas jika harus mengingat Shoto. Pemuda bernama Shoto hanya akan ebuatnya merasa kesal dan kesal.
"Kemarilah dan lihat ini, Yuji!" ucap Jin merubah posisinya menjadi duduk da masih menatal layar ponselnya serius.
Yuji menghela nafas. Dan dengan malas Yuji segera menghampiri Jin dan duduk di dekatnya. Dia mulai melihat layar ponsel milik Jin untuk melihat berita apa yang sebenarnya sedang tersebar hingga membuat temannya heboh sendiri.
Terlihat sebuah berita viral yang memperlihatkan liputan salah satu perusahaan besar yang bergerak di bidang kuliner yang terletak di prefektur Yokohama. Dan pada berita tersebut tak sengaja putra sekaligus pewaris tunggal dari perusahaan tersebut juga sedang menghadiri acara tersebut. Dan dia adalah Shoto.
Jin yang melihat semua berita viral itu masih saja terkejut bukan main. Dia sangat tidak menyangka jika di sekolahannya ada siswa luar biasa seperti Shoto. Sedangkan bagaimana dengan Yuji? Yuji hanya terlihat cuek dan tidak peduli sama sekali.
Karena Yuji sudah mengetahui semua itu. Bahkan Ai rela mengkhianati Yuji karena tergoda dengan Shoto yang tentunya jauh lebih kaya jika dibandingkan dengan Yuji yang saat itu sangat miskin dan tak memiliki benda berharga apapun.
"Aku sungguh sangat tidak menyangka rupanya Shoto adalah putra sekaligus pewaris tunggal dari **K**azu Restaurant. Kazu Restaurant adalah salah satu restoran terbesar kedua saat ini setelah Yummy Rertaurant yang cukup berkembang dan sukses saat ini. Aset dan income mereka sangat tinggi. Cabang mereka juga sudah ada 200 di sekitar prefektur Yokohama." ucap Jin masih saja merasa takjub luar biasa.
Mendengar kicauan dari Jin membuat Yuji tersenyum miring. Dan dia malah memikirkan sebuah ide brilian untuk membalas perbuatan Shoto terhadap dirinya suatu saat nanti jika memang sedang diperlukan.
Kazu restaurant ya? Hhm ... restoran terbesar kedua setelah Yummy restaurant? Bahkan cabang yang mereka miliki tak ada dari setengah cabang restoran milikku. Hehe ... ini sangat menarik! Shoto yang sangat sombong dan selalu meremehkanku kini tak akan bisa berkutik saat dia berani menyinggungku kelak!
Batin Yuji masih tersenyum misterius menatap layar ponsel milik Jin yang masih menampilkan wawancara singkat kepada Shoto dan papanya.
"Shoto sungguh keren sekali! Selama ini mengapa aku sama sekali tak mengetahui tentang keluarganya ya?" gumam Jin masih saja takjub dan membanggakan Shoto secara berlebihan.
"Lalu apa hebatnya mereka? Saat ini dia hanyalah seorang calon pewaris tunggal dari sebuah restoran terbesar kedua di Jepang bukan? Bahkan kini restoran besar itu masih menjadi milik kedua orang tuanya secara sah." sahut Yuji dengan malas.
"Dimana otakmu, Yuji? Aku sungguh tak menyangka jika tingkat kebodohanmu dari hari ke hari akan semakin meningkat seperti ini? Shoto adalah putra tunggal dari keluarga besarnya. Tentu saja kelak secara otomatis semua aset dan milik kedua orang tuanya akan menjadi miliknya." ucap Jin menatap Yuji serius.
"Ckk ... tapi biar bagaimanapun saat ini Shoto hanyalah calon pewaris saja. Dia belum sah menjadi pewaris sepenuhnya. Jadi apa hebatnya dia?" sahut Yuji masih kekeh dengan pendapatnya.
"Bilang saja kamu iri dengannya, Yuji! Ckk ..."
"Cih ... mengapa aku harus iri dengan pemuda manja yang tak memiliki apapun itu? Semua kemewahan, dan segala apa yang dia miliki termasuk segala fasilitas itu adalah karena kedua orang tuanya yang hebat. Bukan dia yang hebat! "
"Otakmu sudah rusak, Yuji!"
"Otakmu yang sudah rusak! Secara mental aku lebih menang dari dia!"
"Tapi secara materi dia lebih menang dari kamu, Yuji ..." sahut Jin kekeh dengan wajah polosnya menatap Yuji.
"Ckk ... berdebat denganmu sungguh membuang-buang waktu, Jin! Kamu ini temanku, tapi malah membela dia."
"Bukankah kamu mengatakan jika kalian berteman? Lalu apa yang salah, Yuji?"
"Sudahlah, aku harus pergi persama dengan Yor.ke rumah sakit. Sebaiknya kamu pulang saja deh, Jin." ucap Yuji semakin malas untuk meladeni Jin.
Dia segera memakai pakaian hangat sederhananya dan segera bersiap untuk segera pergi bersama Yor. Karena hari ini Yuji akan mengajak Yor untuk pergi ke rumah sakit.
Jin masih saja berkicau ria tidak terima, karena Yuji malah mengusirnya hari ini. Namun tak ada pilihan lain untuknya, hingga akhirnya dia meraih pakaian hangat serta ranselnya kembali dan segera meninggalkan kontrakan kecil Yuji.
...🍁🍁🍁...
Bonus visual Yuji ya hari ini ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Gus
boy itu seragam china? keknya gua sering liat di douyin deh
2024-02-25
5
The Lord of the Universe
paras rata" wtf ?
2024-01-14
1
semuanya memang butuh proses yuji, ingin mendapatkan tubuh yang indah dan paras yang tampan selain berusaha modal juga diperlukan wkwkwk dan semua itu tidak mudah. gak semua orang bisa beruntung kaya kamu
2024-01-05
0