Deru mobil terdengar saling bersahutan malam hari ini. Lalu lalang orang-orang masih saja memenuhi beberapa jalanan yang saat ini sedang diguyur hujan.
Usai prosesi pemakaman, Yuji berjalan tanpa arah menyusuri pinggiran jalan raya. Pikirannya kosong entah terbang dan melayang hingga kemana. Dia seakan telah kehilangan semangatnya dan tak memiliki tujuan hidup lagi.
Hidupnya menjadi tanpa arah, karena dia telah kehilangan cukup banyak hal di dalam hidupnya hanya dalam sekejap saja. Bahkan kini dia sudah kehilangan Yor-sang adik untuk selama-lamanya.
Rintik hujan yang terjatuh dengan ritme yang beraturan membasahi tubuhnya dan dia tak mempedulikannya. Air itu jatuh membasahi rambut kecoklatannya, hingga akhirnya jatuh membasahi pakaian dan tubuhnya.
Pemuda itu terus berjalan dan menerobos hujan yang sudah semakin lebat itu. Yuji tak menyadarinya jika kini dia sudah berjalan menyeberangi jalanan, dan disaat itulah lampu lalu lintas sudah berganti kembali menjadi hijau.
Sebuah cahaya yang sangat menyilaukan tiba-tiba saja datang dari arah sampingnya. Dan sesuatu terjadi dengan begitu cepat. Dari arah kejauhan sebuah mobil sport melaju dengan sangat kencang dan tak bisa lagi mengurangi kecepatannya secara tepat waktu. Hingga akhirnya mobil sport tersebut menabrak tubuh Yuji hingga terlempar cukup jauh ke depan.
TINN ...
CKIITT ...
BRAKK ...
...🍁🍁🍁...
Di dalam sebuah ruangan yang didominasi dengan warna putih dan bau obat yang menyengat, seorang pemuda terlihat sedang terbaring lemah di atas brankar dengan banyak perban yang melilit pada beberapa bagian dari tubuhnya. Wajahnya terlihat sangat pucat, lemah dan tak berdaya.
Hingga akhirnya setelah beberapa saat, pemuda itu mulai membuka sepasang matanya kembali dengan pelan. Pandangannya masih begitu tak jelas dan masih berbayang. Rasa pusing masih dia rasakan karena kecelakaan yang beberapa saat yang lalu dialaminya mengakibatkan sebuah benturan pada bagian kepala dengan cukup keras.
"Argghh ... kepalaku sakit sekali." rintihnya pelan sambil memegangi kepalanya dan berusaha untuk duduk.
Dia menatap sekelilingnya dan menyadari jika dia sedang berada di rumah sakit. Sebuah ingatan tentang rumah sakit membuatnya muak dan ingin segera bergegas meninggalkan tempat ini.
Tentu saja! Di rumah sakitlah tempat dia kehilangan Yor! Dan tempat itu kini sudah menjadi daftar tempat nomor satu yang paling Yuji benci.
Namun belum sempat dia menuruni brankar, suara yang menyerupai sebuah robot mulai terdengar begitu jelas dan suara itu seperti berasal dari kepalanya sendiri.
DING ...
[ Selamat datang di Billionare System. Dan selamat kepada tuan Yuji Kamiya, karena telah terpilih untuk menjadi tuan dari Billionare System pada periode ini. Tuan bisa merubah takdir apapun jika tuan berhasil menjalankan misi yang akan sistem yang diberikan. Tuan bisa mendapatkan kekayaan melimpah dan menjadi kuat. Kejayaan, kecerdasan, kekayaan, kehormatan, wanita, dan apapun yang tuan Yuji inginkan, akan sistem berikan. Beberapa hadiah misteri juga akan selalu menanti tuan. Tuan Yuji akan berdiri di titik tertinggi dan semua orang akan memandang tuan. Selamat mencoba! ]
Sepasang mata Yuji membulat sempurna ketika mendengarkan suara itu. Suara itu begitu jelas dia dengarkan, namun tak berwujud sama sekali. Hal itu tentu saja membuatnya sangat bingung.
"Sepertinya aku sudah mulai gila. Bahkan aku malah membayangkan suara robot aneh yang menawarkan semua hal tak masuk akal seperti yang terjadi dalam dunia game dan film. Ughh ... aku sudah gila!" gumam Yuji memegangi kepalanya yang masih terasa sakit dan berat.
Dia berniat untuk menuruni brankar, namun pergerakannya tertahan kembali saat sebuah suara serupa kembali terdengar olehnya dengan begitu jelas.
[ Anda tidak gila, Tuan. Dan semua ini adalah nyata. Aku adalah sistem yang dikirimkan dan ditugaskan untuk memandu tuan melakukan beberapa misi, karena tuan telah terpilih. ]
"Aku? Terpilih? Kenapa bisa?" tanya Yuji berusaha untuk berinteraksi dengan suara aneh tersebut.
[ Tuan Yuji. Perkenalkan, aku adalah Zero. Pemandu sistem dari tuan Yuji. Tuan telah terpilih oleh sistem karena nasib tuan yang begitu menyedihkan. Sangat miskin dan tidak memiliki harta berharga apapun, tidak memiliki otak yang cerdas, tidak memiliki teman dan keluarga, tidak pandai bergaul dan berbaur karena selalu diremehkan, dan selalu dipandang rendah oleh semua orang karena semua kekurangan tuan yang yang membuat tuan terlihat seperti seorang pecundang sejati. ]
Ucap Zero sang pemandu sistem menjelaskan sangat rinci dan jujur, hingga membuat Yuji sedikit merasa kesal. Ternyata bukan hanya manusia saja yang menganggapnya seperti itu, namun makhluk tak kasat mata yang menyebut dirinya dengan sistem juga mengatakan hal tersebut. Dan malah lebih jujur!
Tiba-tiba saja tepat di hadapan Yuji terlihat segerumul cahaya putih kebiruan dan di dalamnya ada beberapa kartu yang terjejer dalam keadaan tertutup. Yuji mengkerutkan keningnya kebingungan menatap kartu-kartu itu.
[ Sebagai hadiah awal dan hadiah perkenalan, silakan tuan mengambil 1 kartu dan aku akan memberikan hadiah untuk tuan. ] ucap Zero lagi.
Karena malas dan tidak mau berpikir panjang, akhirnya Yuji asal mengambil sebuah kartu. Kartu yang diambilnya kali ini berwarna hitam gelap, dengan 6 hati berwarna merah menyala.
Yuji segera melempar kartu itu di atas brankarnya dan menganggapnya sebagai lelucon saja.
"Sudahlah! Jangan bermain-main denganku! Aku sudah sangat terpuruk dan merasa hidup sebagai seorang sampah! Hidupku sudah tidak berarti lagi karena Yor sudah pergi!" celutuk Yuji dengan malas dan kali ini dia mulai turun dari brankar.
"Huft ... andai saja aku memiliki sebuah kesempatan, pasti aku akan benar-benar merawat Yor dengan baik saat itu. Tapi, kini Yor sudah pergi ... huft ..." gumamnya lagi menghembuskan nafas kasarnya ke udara.
DING ...
[ Selamat. Tuan Yuji mendapatkan hadiah awal 600 ribu yen ( kira-kira 68.000.000 rupiah). Selamat tuan Yuji mendapat 6 bulan masa perbaikan. Selamat tuan Yuji mendapatkan tambahan masing-masing 6 poin sistem dalam setiap item. Untuk melihat lebih jelas, tuan bisa memeriksa status terbaru milik tuan. ]
Terdengar sebuah notifikasi lagi dan diikuti dengan beberapa penjelasan hadiah dari Zero yang masih belum bisa dipahami oleh Yuji, sehingga hanya membuatnya menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
"Kak Yuji!!"
Tiba-tiba saja mulai terdengar suara seorang gadis yang sangat ceria memasuki ruangan dan melenggang semakin mendekati brankar. Wajah manisnya terlihat begitu berbinar dan setiap langkah kakinya terlihat seperti menari-nari. Menandakan suasana hatinya sedang baik saat ini.
Sementara Yuji malah membulatkan sepasang matanya menatap gadis yang masih cukup muda itu. Mulutnya menganga cukup lebar. Dan jari telunjukknya menuding sang gadis.
"Ap-apa sebenarnya yang terjadi?" gumam Yuji kebingungan. "Han-hantu ... uhm ... buk-bukan! Uhm ... maksudku Yorrr ... apakah kamu benar-benar Yor? Apakah aku sedang bermimpi?" ucap Yuji sangat kebingungan.
Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
🔵❤️⃟Wᵃf🇸🇦🇷🇦🇸①
dgn bntuan sistem Yuji kmbli ke masa lalu ya 🤔
2025-02-05
0
Halik M
ok,lanjuut
2025-01-07
0
Rahmadi Andika
naif ni mc nya
2024-12-15
0