Sebenarnya kemarahan dan kekesalan Ai seemakin memuncak karena saat ini dia melihat Yuji yang dianggapnya sangat biasa-biasa saja, kini malah sudah mendekati gadis lain setelah mengkhiri hubungannya dengan Ai. Dia tidak mengetahui jika Yor adalah adik Yuji.
Ai melenggang dengan angkuhnya mendekati meja makan Yuji. Shoto yang melihat hal itu juga mulai mengekori Ai di belakangnya, hingga akhirnya mereka berdua telah sampai di dekat meja makan Yuji dan Ai.
BRAKK ...
Dengan sangat keras, Ai menggebrak meja makan Yuji. Bukan hanya Yuji dan Yor yang terkejut, namun beberapa pelanggan juga mulai menatap mereka.
Cukup lama Ai memberikan tatapan tajam dan penuh kebenciannya untuk Yuji.
"Hebat!! Pecundang sepertimu memutuskan aku dan kini malah mendekati gadis muda lainnya dengan mengajak makan di restoran mewah seperti ini? Cih ... cara yang sama seperti yang sudah kamu gunakan untuk mendekatiku! Aku tau kamu itu miskin! Kamu tidak akan mampu untuk memberikan semua kemewahan, Yuji! Sebaiknya kamu segera meninggalkan tempat makan ini! Kamu tidak pantas berada disini!!" cibir Ai meremehkan Yuji.
Mendengar itu Yor membulatkan sepasang mata beningnya, namun dia tidak memiliki keberanian untuk menjawab ucapan Ai. Karena Ai terlihat begitu arogan, berkelas, dan garang.
"Kalian sudah putus?" tanya Shoto cukup terkejut, namun sebenarnya dia merasa cukup senang mendengarnya. Itu artinya tak perlu bersusah payah lagi untuk berjuang mendapatkan Ai dan membuat hubungan mereka berakhir.
"Tentu saja aku akan putus dengan dia! Dia sangat menyebalkan! Aku juga sangat muak dengannya!" tandas Ai masih menatap Yuji tajam.
Sementara Yuji tak terlalu menghiraukannya, dia mengulum senyum dan meraih segelas strawberry yougurt miliknya hendak meminumnya.
Namun Ai yang merasa tak dihiraukan malah merasa semakin kesal. Dia merebut minuman berwarna pink lembut itu dan malah menumpahkannya pada pakaian Yuji.
BYURR ...
"Kak Yuji, baju kakak kotor ..." Yor terlihat panik dan berusaha untuk membersihkannya dengan sapu tangannya.
"Tidak masalah kok. Nanti bisa dicuci." Yuji menyauti dengan hangat menatap sang adik.
Yuji menatap pakaiannya sekilas lalu menengadahkan wajahnya dan berdiri dengan tegap menatap Ai, "Apa maumu, Ai? Bukankah kita sudah berakhir?"
Dan tentu saja sikap manis Yuji dan Yor di hadapannya membuatnya semakin kesal.
"Aku mau makan disini! Dan aku tidak mau melihatmu lagi selain di sekolahan! Jadi sebaiknya kamu segera pergi dari sini, sebelum keamanan menyeretmu keluar dari sini karena tak bisa membayar semua makanan yang sudah kamu pesan!!" tandas Ai angkuh sembari menyilangkan kedua tangannya di bawah dada.
"Apa yang dikatakan Ai adalah benar, Yuji. Sebaiknya kamu segera pergi dari tempat ini! Kamu tidak akan bisa membayar semua makanan ini! Membayar bayar SPP saja sampai nunggak 2 tahun. Cihh ... dasar miskin!" cibir Shoto mulai memperlihatkan watak aslinya dan membela Ai untuk mendapatkan kesan keren di depan Ai.
"Kalian cepatlah pergi!!" Ai dengan sangat kasar menarik tangan Yor dan menghempaskan tubuh Yor hingga terjatuh di atas lantai.
"Ahhh ..." rintih Yor kesakitan.
"Kau keterlaluan, Ai!! Jangan sembarangan menyentuh Yor!!" geram Yuji menatap nyalang Ai lalu segera membantu Yor untuk berdiri kembali. "Kamu baik-baik saja, Yor?"
Yor hanya mengangguk pelan menunduk.
"Percuma saja untuk meminta mereka yang tak punya malu ini meninggalkan tempat ini, Ai! Sebaiknya aku memanggil kenalanku saja untuk mengusirnya!" ucap Shoto penuh dengan percaya diri dan terlihat sangat berkuasa. "Pelayan!! Panggil kepala pelayan kalian!! Kak Shu akan menendang kedua gelandangan ini!" titahnya lepada salah satu pelayan.
Setelah beberapa saat akhirnya seorang pria berkacamata dengan pakaian rapi datang menghampiri mereka. Dia adalah Shu, kepala pelayan cabang di restoran ini.
"Selamat malam, Tuan muda Shoto. Apakah ada yang bisa kami bantu? Ini adalah seuatu kehormatan karena tuan mengunjungi Yummy Restaurant." tanya kepala pelayan Shu bersikap ramah di hadapan Shoto.
"Kak Shu! Usir kedua orang miskin ini!! Dia sangat miskin! Bahkan uang sekolahnya saja menunggak sampai 2 tahun! Bagaimana dia bisa membayar semua makanan itu?!" ucap Shoto menunjuk Yuji dan Yor dengan tatapan tajamnya. "Mereka miskin dan pasti datang ke tempat ini hanya untuk mencari makanan gratis, lalu kabur begitu saja!!"
Kepala pelayan Shu beralih menatap Yuji dan Yor. Dia menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Penampilan mereka berdua sungguh sangat biasa-biasa saja.
Yuji mengenakan kaos berkerah berwana putih kombinasi biru navy. Dia juga memadankannya dengan pakaian hangat dengan warna yang sama. Namun pakaiannya kotor karena tumpahan minumannya.
Tak berbeda dengan Yuji, penampilan Yor juga terlihat sangat biasa-biasa saja. Dia mengenakan sweater tak ber-merk berwarna cream lembut. Rambut lurus kecoklatannya yang diikat dua kini juga sedikit berantakan karena dia yang terjatuh beberapa saat yang lalu.
Penampilan Yuji dan Yor semakin menguatkan ucapan Shoto, hingga akhirnya kepala pelayan Shu juga sependapat akan hal ini.
"Maaf atas ketidaknyamanannya, Tuan muda Shoto. Kami akan segera membereskan masalah ini." ucap kepala pelayan Shu membungkukkan badannya menghadap Shoto dan Ai.
Senyuman penuh kemenangan menghiasi wajah Ai dan Shoto. Mereka terlihat sangat puas, karena sebentar lagi pihat restoran akan segera mengusir Yuji dan Yor.
Rasakan!! Kamu memang pantas mendapatkan semua ini, Yuji! Kamu pikir siapa dirimu hingga berani berbuat kurang ajar padaku!!
Batin Ai tersenyum miring menatap Yuji.
Tak aku sangka aku akan mendapatkan Ai secepat ini. Bahkan kini di hadapan Ai aku akan membuat Yuji semakin tak memiliki wajah dan dia akan kehilangan harga dirinya!
Batin Shoto tersenyum penuh kemenangan.
"Kalian! Cepat tinggalkan restoran ini, atau pihak keamanan yang akan menyeret kalian keluar!" tandas kepala pelayan Shu menatap Yuji penuh intimidasi.
DING ...
[ Misi akan segera dimulai. Misi kali ini adalah memberikan pelajaran untuk mereka yang selalu berada di atas angin. Semoga beruntung, Tuan. ]
Tiba-tiba saja suara Zero kembali terdengar dengan membawakan sebuah misi baru, membuat Yuji tersenyum misterius.
"Apa kau yakin ingin mengusirku dari sini, Kepala pelayan Shu?" tanya Yuji masih bersikap dengan tenang namun serius.
"Tentu saja! Kamu sebaiknya segera pergi jika tidak memiliki uang untuk membayar semua makanan itu! Orang miskin tapi berlagak kaya. Dasar tidak tau malu!" tandasnya lagi.
"Apakah sebegitu tingginya berbedaan antara orang kaya dan orang miskin di hadapan kalian?! Jika memang seperti itu, maka aku akan tunjukkan kepada kalian semua bagaimana orang kaya yang sesungguhnya!! Ingatlah!! Di atas langit masih ada langit!! Kepercayaan tinggi dan tak bisa menghargai orang lain seperti kalian, akan membuat kalian tak akan bisa menjadi lebih baik!!" tandas Yuji tajam lalu berusaha untuk menghubungi seseorang dengan ponsel jeleknya.
Ai, Shoto dan kepala pelayan Shu melongo mendengar ucalan Yuji. Namun akhirnya Shoto tertawa terbahak-bahak.
"Gyaahahaha ... pecundang Yuji rupanya banyak omong! Ponselnya saja jelek begitu! Gyahaha ... dia sedang berusaha untuk menghubungi siapa? Bwahaha ..." Shoto terus tertawa dan mencibir Yuji.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Z3R0 :)
lah ngatur
2023-12-24
3
🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀకꫝ 🎸🎻ଓε🅠🅛⒋ⷨ͢⚤
dih sok banget yang seharusnya keluar dr restoran tuh kamu bukan Yuji 🙄 pengen ku hih beneran
2023-11-26
3
◌ᷟ⑅⃝ͩ●ιиɑ͜͡✦Amita Sahara ⍣⃝కꫝ
di next bab pasti kalian yg tertawa ngehina Yuji dan Yor akan tertampar sama sikap angkuh kaliaan!!
2023-11-26
3