"Kak Yuji!!" seru gadis berwajah manis itu semakin mendekati Yuji. "Mengapa kakak tidak memberitahuku jika akan datang ke sekolahanku?"
"Oh, Yor!! Kebetulan kelas kakak berakhir lebih cepat. Jadi kakak memutuskan untuk datang ke sekolahanmu. Kakak akan melunasi semua administrasi sekolahmu." ucap Yuji seadanya.
"Haruskah aku temani kakak ke ruang administrasi?"
"Tidak perlu, Yor. Kakak bisa sendiri. Tapi kamu mengapa ada di luar kelas? Bukankah masih ada kelas?"
"Kebetulan aku baru saja mengantarkan tugas teman sekelas karena. Ketua kelas hari ini tidak masuk karena sakit, jadi aku yang menggantikannya, Kak." sahut Yor seadanya.
"Oh begitu ya. Uhm ... tapi ngomong-ngomong ... mengapa mereka semua menatap kakak aneh seperti itu ya?" ucap Yuji melihat sekelilingnya dengan mata yang mengekor.
Yor juga melihat sekelilingnya, dan benar seperti yang diucapkan sang kakak. Para gadis dengan seragam SMP itu masih ada yang sesekali mencuri pandang mepihat Yuji dari kejauhan.
Yor kembali menatap dan menelisik sang kakak dengan pelan, keningnya juga berkerut karena sedang berpikir keras.
"Aku tidak tau sih kak. Menurutku kakak terlihat sama seperti biasanya sih. Tidak ada yang aneh." ucap Yor dengan polosnya.
Belum ada percakapan lagi, terlihat seorang pria paruh baya yang keluar dari ruang administrasi.
"Yor! Kakak akan mengurus administrasi sekolahmu dulu. Kamu kembalilah ke kelas dan kakak akan menunggumu di kafe depan sekolahmu. Kakak harus mencari kado untuk teman kakak yang akan berulang tahun. Dan kamu harus membantu kakak memilihkannya."
"Tid-tidak bisa, Kak! Aku akan pulang sedikit terlambat karena ada tugas kelompok sastra. Jadi tugas kami adalah menonton sebuah film di bioskop dan menganalisisnya."
"Oh baiklah jika seperti itu. Kamu hati-hati dan segera kabari kakak jika ada sesuatu."
"Hhm. Oke, Kak!"
"Oh iya. Ini uang jajan untuk pergi ke bioskop dan membeli cemilan. Traktir teman-teman baikmu juga! Kakak pergi dulu!" setelah memberikan beberapa lembar uang dengan nilai yang lumayan banyak, Yuji segera meninggalkan Yor.
Bahkan Yuji tak memberikan kesempatan untuk Yor menjawabnya. Yor masih terdiam di tempat menatap kepergian sang kakak yang sudah mulai menghilang memasuki ruangan administrasi.
PUKK ...
Sebuah tepukan yang mendarat pada bahu Yor cukup membuatnya terkejut. Dia tersentak kaget, namun mulai bernafas lega karena melihat dua orang gadis yang tak lain adalah temannya.
"Yor!! Mengapa aku merasa jika kakakmu semakin keren saja!!" celutuk salah satu gadis itu berbinar dan sesekali menatap ke arah ruangan administrasi.
"Benar! Kakak Yuji-mu terlihat semakin keren dan tampan saja! Dia terlihat lebih bersinar saja!" sahut gadis lainnya yang berambut sebahu.
"Masa sih? Menurutku kak Yuji sama saja kok. Aku malah merasa kasihan sama kak Yuji karena dia malah putus dengan kekasihnya yang baru 3 hari menjalin ikatan dengannya. Dan kemarin aku malah melihat kakak cantik itu pergi bersama pemuda lain." ucap Yor murung karena mengingat kejadian saat di restoran malam itu, saat Ai pergi bersama dengan Shoto.
"Apa?? Itu artinya sekarang kakakmu sedang tidak memiliki seorang kekasih dong? Wahh!! Ini pas sekali!! Ayo donk bantu aku dekatin kakakmu, Yor!" ucap gadis berambut pendek.
"Eh? Mana bisa begitu? Aku juga mau donk!!" sahut gadis lainnya lagi.
"Kalian kenapa tiba-tiba malah seperti ini? Kak Yuji ini sedikit sulit untuk masalah seperti itu. Bahkan selama ini dia baru 2 kali pacaran." celutuk Yor mulai berbalik untuk melenggang kembali ke kelasnya.
"Yor! Kami juga mau dong dikenalin! Kakakmu rupanya cukup keren ya! Gayanya juga okee!!" seorang gadis lainnya tiba-tiba saja ikut bergabung bersama mereka.
Yor meringis dan segera berjalan cepat untuk menghindari teman-temannya. Tentu saja dia tak ingin terjebak dan menjadi peri cinta untuk mereka. Lagipula sang kakak pasti hanya akan menganggap mereka adalah bocah kecil.
...🍁🍁🍁...
Sebuah taxi mulai menepi di salah satu kawasan perumahan elit di prefektur Yokohama. Deretan rumah bergaya Eropa modern dengan radius antar rumah berikutnya yang cukup jauh itu, terlihat begitu memukau dan sempat membuat Yuji merasa takjub.
"Danenchofu ... perkumpulan rumah impian hampir semua orang." gumam Yuji yang kini sudah turun dari taxi menatap sebuah rumah bergaya Eropa modern dengan halaman luas di hadapannya.
Malam ini pemuda ini terlihat begitu memukau dengan setelan jas hitamnya. Membuatnya terlihat rapi, necis dan lebih tampan. Dia juga membawa sebuah bingkisan berukuran sedang.
"Tentu saja! Keluarga Ara sangat kaya. Papanya memiliki sebuah perusahaan keuangan yang sangat besar dan cukup terkenal di Asia. Tentu saja tempat tinggalnya akan sangat fantastis!" terdengar suara seorang pemuda yang berdiri tepat di samping Yuji dengan penampilan tak kalah rapi.
"Ckk ... mengapa harus mengenakan pakaian rapi seperti ini? Rasanya sangat tidak nyaman! Ini terlalu formal!"
Gumam Yuji mengkomplain outfit yang dia kenakan malam ini yang merupakan pilihan dari Jin, temannya. Dan Jin mendapatkan pakaian mewah yang sedang mereka kenakan saat ini dari meminjam kakak sepupunya. Mereka juga mengenakan sebuah topeng sesuai dengan tema pesta malam ini.
"Jika kamu datang dengan pakaian kasualmu seperti biasa, itu akan sangat aneh! Sudahlah, lagipula kamu sangat cocok kok saat memakainya. Asal kamu tidak merusaknya saja, maka semua akan beres. Karena semua pakaian ini sangat mahal. Dan kita tak akan bisa menggantinya jika rusak."
"Huft ... semoga saja aku tidak merusaknya deh!" sahut Yuji malas, sambil terus melenggang memasuki rumah yang sudah didekorasi dengan sangat indah itu.
Baik di halaman rumah, taman samping ataupun aula utama rumahnya, semua terlihat begitu fantastis, mewah, dan elegan.
Pandangan kedua pemuda itu kini tertuju di tengah-tengah aula utama. Dimana seorang gadis cantik dengan balutan gaun panjang menjuntai berwarna dusty pink lembut berdiri dan menyambut beberapa tamu undangan yang hadir malam ini dengan membawakan masing-masing hadih mewahnya.
"Ayo! Aku juga sudah membawakan hadiah untuk Ara!" ucap Jin mulai melenggang mendekati podium aula utama.
Yuji juga mulai mengekori Jin masih dengan mententeng bingkisan kado yang berisi sebuah tas. Sebenarnya hadiah kali ini adalah pilihan dari manager Yanai yang kemarin menemani Yuji untuk mencari kado di salah satu pusat perbelanjaan.
Bahkan untuk pembayaran, sang manager utamalah yang melakukannya. Yuji hanya tinggal terima bersih saja.
"Ara! Selamat ulang tahun. Maaf aku tidak pandai memilih kado. Aku harap kamu menyukainya." ucap Yuji menyodorkan kadonya setelah Jin memberikan kado dan ucapan selamat untuk Ara.
"Tidak masalah, Yuji. Terima kasih ya ..." ucap Ara tulus.
Namun saat Ara mau menerima bingkisan yang sebenarnya hanyalah sebuah totebag saja, totebag itu terjatuh dan isi di dalamnya terlihat separuhnya.
Sepasang mata Ara membulat sempurna saat melihat isi di dalamnya, yaitu sebuah slingbag terbaru dari salah satu brand kesukaannya.
"Angel Slingbag keluaran terbaru dalam bulan ini? Ini bahkan sangat limited edition! Wah!! Ini keren sekali, Yuji! Terima kasih, Yuji! Aku sangat menyukainya." ucap Ara berbinar dan terlihat sangat menyukainya.
"Tidak mungkin!" Sanggah seorang gadis tiba-tiba dengan nada tidak suka. "Angel slingbag keluaran terbaru hanya mengeluarkan 10 tas saja. Dan biasanya hanya orang-orang tertentu saja yang bisa mendapatkannya! Itu pasti palsu!!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Suherman Qisya
apa memang kualitas author hanya sebatas ini? klu bisa tingkatkanlah masa cerita sistem kaya gini uda nggak jelas sistemnya Bgmna alurnya jg kacau, saran thor klu mc uda Selesai buat misi sistemnya notif dong lalu dpt apa gitu biasanyakan dpt point atau kekuatan meningkat dll biar jelas gitu Jgnmi abu2 gitu
2024-09-26
0
زيتون مامة
mc sudah kaya, baju masih pinjam, rumah masih kontrakan.. pelit amat. kurang2 baiki taraf hidup hingga jadi sederhana.. walaupun tak mewah
2024-07-07
1
زيتون مامة
didalam kehidupan sebelumnya, keluarga paman mc ngak mau menolong pinjaman uang untuk operasi adik mc, kok mc masih baik dwngan sepupunya, malah pinjam baju lagi.
2024-07-07
3