Yuji segera bergegas meninggalkan toilet umum yang sebenarnya terletak tak jauh dari toko boneka dimana sang adik berada saat ini.
"Sebenarnya dimana para berandalan pembuat onar itu? Mengapa dia mengganggu hari santaiku bersama dengan Yor? Sungguh sangat merepotkan saja! Hhm ... tapi tidak ada salahnya juga sih. Aku akan menguji ketrampilan dan kekuatan otot-otoku, semoga aku sudah menjadi lebih kuat dibanding sebelumnya." gumam Yuji menebarkan pandangannya ke sekitar berharap akan segera menemukan berandalan itu.
Sudah 10 menit Yuji berkeliling di sekitar lantai 3 ini, namun dia sama sekali belum menemukan para berandalan itu. Hingga akhirnya dia merasa kelelahan lalu duduk di sebuah bangku dan meneguk minuman dinginnya.
"Ckk ... sebenarnya dimana para berandalan itu?" gumamnya masih mengawasi sekitar dengan ekor matanya. "Tunggu dulu! Pikirkan sesuatu, Yuji! Para berandalan itu tentunya tidak akan mungkin mencari keributan dan beraksi di tempat yang ramai bukan? Itu artinya ... kemungkinan dia akan mencari tempat yang sepi di daerah sini."
Gumam Yuji kembali mengedarkan pandangannya ke sekitarnya. Hingga pada akhirnya pandangannya terhenti di suatu titik. Kini dia menatap pada sebuah pintu yang menghubungkan ke tempat parkiran mobil di lantai atas.
Seakan mendapat sebuah petunjuk dan firasat, dengan cepat Yuji segera melangkah cepat ke tempat itu.
Puluhan mobil atau mungkin ratusan mobil sudah terparkir dengan rapi di tempatnya masing-masing. Seperti perkiraannya sebelumnya, tempat ini memang sangat sepi.
Dia kembali menyisiri tempat ini hingga pada akhirnya dia menemukan 2 orang pria sedang berusaha untuk mengejar seorang gadis. Gadis itu tiba-tiba saja terjatuh karena tersandung. Dan disaat itulah kedua pria itu segera mendatangi sang gadis dan meraih tangan sang gadis pada masing-masing sisinya.
"Kalian berdua akan menyesal karena sudah memperlakukan aku seperti ini!" gadis cantik yang sudah berpenampilan acak-acakan itu berusaha untuk melepaskan dirinya dari kedua pria itu. Namun apalah daya, tentu saja kekuatan kedua pria itu jauh lebih besar jika dibandingkan dengan darinya.
"Tuan Shuzo sedang menantikan nona untuk menghadiri sebuah pertemuan bersama rekan-rekannya memperingati penyambutan pertunangan." ucap salah satu pria itu.
"Sudah aku katakan aku tidak akan datang! Pria itu hanya memanfaatkan pernikahan ini saja! Aku tidak akan memenuhi semua keinginannya! Tolong! Seseorang tolong aku!!" gadis cantik itu kembali berteriak berharap seseorang akan menolongnya.
Kedua pria itu tak menghiraukan semua itu. Mereka malah semakin menyeret gadis itu untuk memasuki salah satu mobil mewah.
Yuji yang masih memperhatikan gelagat mereka dari kejauhan akhirnya merasa sangat yakin jika merekalah misinya kali ini. Dengan sangat cepat Yuji menghentikan mereka. Dia menendang sebuah tong sampah yang berada tak jauh darinya dan mengenai tubuh belakang salah satu dari pria itu.
"Sialan! Siapa itu!!" sang pria mengumpat dan berbalik menatap ke arah Yuji yang berada kira-kira 5 meter darinya.
Tak menunggu apapun, Yuji langsung berlari ke arah mereka dan meninju salah satu perut pria itu, hingga tubuh pria itu terhentak dan terjatuh di atas sebuah mobil.
"Siapa kamu? Berani sekali ..." salah satu pria itu menggantung ucapannya karena Yuji segera melayangkan tinjunya dan mengenai wajah pria itu.
BUAKKK ...
Keren! Aku sudah menjadi lebih kuat! Hoho ...
Batin Yuji penuh binar menatap kedua telapak tangannya. Namun beberapa saat kemudian Yuji segera menarik tangan gadis itu dan mengajaknya berlari melarikan diri.
"Hoi!! Jangan lari, Bocah!!" hardik salah satu dari pria itu dan berusaha untuk mengejar Yuji dan gadis itu.
Mereka terus berlari dan akhirnya berhenti di suatu tempat saat keadaannya sudah aman dari kedua pria itu. Sang gadis duduk di sebuah bangku dan kembali mengatur nafasnya.
"Terima kasih ..." ucap sang gadis dengan tulus.
Yuji tak menjawabnya, pandangannya terfokuskan pada kedua paha mulus sang gadis yang saat ini sedang mengenakan sebuah rok span pendek. Hal ini seketika membuat sang gadis merona dan berpikiran yang bukan-bukan.
Yuji duduk bersimpuh di hadapan sang gadis dan mulai mengeluarkan sesuatu dari saku pakaian hangatnya. Sebuah plaster lucu dengan gambar sebuah gitar. Lalu Yuji mulai memakaikan plaster lucu itu pada salah satu lutut sang gadis yang sedang terluka dan lecet
"Sudah selesai, maaf motif yang tersisa hanya ini." ucap Yuji yang masih duduk bersimpuh di hadapan sang gadis.
"Ehh? Uhm ... te-terima kasih ..." ucap sang gadis semakin merasa malu, karena telah berpikir yang bukan-bukan sebelumnya tentang Yuji.
"Hhm."
"Terima kasih juga karena telah menolongku. Karena kamu aku bisa menghindari tunanganku yang menyebalkan ..." ucap sang gadis tulus.
"Ehh? Tunangan?" gumam Yuji bingung.
Apakah mengajak bertemu tunangannya sendiri adalah termasuk sebuah kejahatan? Atau jangan-jangan kericuhan yang sebenarnya bukanlah ini ...
Batin Yuji mulai mengkhawatirkan sesuatu.
[ Bisa disimpulkan seperti itu, Tuan. ] jawab Zero.
Apa? Mengapa kamu tidak mengatakannya daritadi, Zero? Ughhh ...
Batin Yuji mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ya, tunangan yang hanya memiliki ambisi pada pekerjaannya saja dan hanya menganggapku sebagai alat untuk pencapaian." sang gadis menyauti kembali.
"Nona, maaf ... tapi aku harus segera pergi. Sampai jumpa!" Yuji bergegas pergi dan tak membiarkan sang gadis untuk menjawabnya terlebih dulu.
"Tu-tunggu ..." pekik gadis itu berusaha untuk menahan Yuji, namun Yuji tak menghiraukannya lagi.
Wajah ayunya terlihat murung, namun sebuah senyuman manis kemudian mulai terukir menghiasi wajah ayunya setelah dia memandangi sebuah plaster bergambar gitar pada salah satu lututnya.
Sementara itu Yuji kembali memasuki pusat perbelanjaan itu lagi dan berusaha untuk mencari sang perusuh sebenarnya.
Beberapa saat Yuji mencarinya, namun masih saja tidak menemukannya. Hingga pada akhirnya dia kembali teringat dengan Yor karena sudah merasa cukup lama meninggalkannya.
"Sebaiknya aku menemui Yor terlebih dulu. Dia bisa kebingungan jika menungguku terlalu lama." gumamnya bergegas untuk mendatangi toko boneka itu lagi.
Namun betapa terkejutnya Yuji ketika dia melihat seorang pria sedang menodongkan senjata berupa pisau lipat pada adiknya dan menggunakan Yor sebagai sandra. Sementara 1 pria lainnya sedang berusaha untuk mengambil semua uang yang berada di dalam mesin kasir.
"Cepat serahkan semua uang itu kepada kami! Jika tidak nyawa gadis manis ini akan melayang dengan sia-sia!" perintah pria yang menyandera Yor.
Yor terlihat sangat pucat dan gemetaran saking ketakutannya. Ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan preman nyata seperti ini. Dan tentu saja membuatnya sangat ketakutan.
Melihat semua ini tentu saja Yuji sangat geram sekaligus khawatir. Jika pisau tajam itu benar-benar menyayat Yor, maka sudah bisa dipastikan bagaimana kemarahan Yuji.
"Lepaskan dia!!" tandasnya penuh penekanan dengan kedua tangan mengepal dan mata yang menyorot tajam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Tobbii 78
kenapa selalu bengong dengan paha 🤔
2025-01-04
0
زيتون مامة
hahaha.. adik yang bermasalah, tetapi orang lain yang dibantu dulu.. kampret punta mc
2024-07-07
1
Adha_00
drama yg diawali dgn ketololan,,
alur ketololan sengaja dipaksakan kah ini??
2024-01-11
4