Hari ini Yuji mengajak Yor ke rumah sakit untuk sebuah janji yang telah dibuat bersama seorang Dokter Spesialis Pulmonologi dan Respirasi di salah satu rumah sakit di prefektur Yokohama.
Yeap, Yuji sudah melunasi seluruh biaya untuk oprasi pembedahan lobektomi untuk pengangkatan sebagian paru-paru Yor. Dan hari adalah pelaksanaan dari oprasi tersebut.
Sebenarnya selain merasa takut, Yor juga menyayangkan keputusan dari sang kakak kali ini. Karena Yor sempat mencari tau mengenai biaya untuk oprasi kali ini. Dan nominal itu sangatlah besar menurut Yor.
Apalagi mereka bukanlah berasal dari keluarga kaya. Bahkan hanya untuk makan dan untuk biaya hidup sekolah dan sehari-hari saja sangatlah pas-pasan. Lalu darimana sang kakak mendapatkan uang sebanyak itu?
Namun Yuji tetap bersikeras menghibur dan membujuk Yor agar mau untuk melakukan oprasi. Karena Yuji tak ingin kejadian menyesakkan kembali dia rasakan saat dia kehilangan Yor saat itu. Kehilangan untuk selamanya adalah sebuah perpisahan abadi yang membuat hidupnya merasa sangat terpuruk
Di sepanjang pelaksanaan oprasi, Yor masih saja memikirkan hal tersebut, hingga akhirnya dia mulai tak sadar karena pengaruh bius.
...🍁🍁🍁...
Oprasi berlangsung dengan lancar, namun Yor harus ijin untuk tidak memasuki sekolah selama beberapa waktu. Disaat teman-teman sekelas Yor menjenguknya, Yuji memutuskan untuk pergi keluar sebentar untuk membeli beberapa cemilan untuk teman-teman adiknya.
Karena sudah tidak memiliki uang cash lagi, akhirnya Yuji mulai mendatangi sebuah mesin ATM untuk mengambil beberapa uang.
Namun betapa terkejutnya Yuji saat melihat saldo di dalam rekeningnya saat ini. Jumlah nolnya di belakang sudah mencapai 9 digit. Dan itu sungguh sangat fantastis. Dia terperanjat kaget, dengan sepasang yang membulat sempurna serta mulut yang menganga.
"I-ini ... benarkah semua uang ini adalah milikku? Jumlah nolnya banyak sekali." gumam Yuji masih saja menganggap ini hanyalah sebuah mimpi belaka.
[ Benar sekali, Tuan. Semua uang di dalam rekening ini adalah milik tuan Yuji. Semua uang ini adalah jumlah keseluruhan uang yang tuan miliki termasuk income dari Y Games dan juga Yummy Restaurant. Sedangkan dana yang terlihat di dalam status tuan, itu hanyalah sebagian kecil dana yang tuan dapatkan dari menjalankan misi. ]
Zero sang pemandu sistem menyauti dan menjelaskan.
"Baiklah. Terima kasih, Zero. Dengan uang ini, aku bisa membahagiakan Yor. Sebaiknya aku ajak dia untuk jalan-jalan saat dia sudah pulih kembali deh." gumam Yuji penuh binar dan segera menekan tombol di hadapannya untuk mengambil beberapa uang.
Yuji mendatangi mini market dan membeli beberapa cemilan dan juga minuman kaleng. Setelah itu dia kembali pulang ke kontrakan kecilnya.
Ada perasaan bahagia dan lega saat mengetahui jika Yor memiliki teman-teman yang baik dan peduli padanya.
...🍁🍁🍁...
Hari demi hari berlalu, hingga kini kondisi Yor sudah mulai membaik setelah pelaksanaan oprasi itu. Yuji mengajaknya untuk berjalan-jalan di pusat perbelanjaan dan memberikan beberapa barang untuk sang adik. Seperti pakaian, tas, sepatu, jam tangan, maupun aksesoris-aksesoris lainnya.
Yor terlihat begitu bahagia, namun sebenarnya dia merasa segan kepada sang kakak. Karena tentunya semua barang-barang itu baginya sangat mahal. Terlebih Yuji membelinya secara bersamaan seperti ini, alias memborongnya.
"Kak, sebenarnya kakak tidak perlu membelikan semua barang ini untukku. Uangnya bisa kita pakai untuk memenuhi kebutuhan lainnya. Seperti membeli persediaan makan untuk kita, atau untuk membayar biaya sekolah kita." ucap Yor memasang wajah murung.
Ahh ... benar juga!! Aku bahkan belum membayar uang sekolah Yor dan masih hanya membayar uang sekolahku saja! Mengapa bisa sampai lupa? Ugghh ... baiklah. Besok aku akan pergi ke sekolahan dia dan melunasi segala administrasinya sampai dia lulus. Semua uang yang aku miliki sudah lebih dari cukup untuk semua itu. Hhm ...
Batin Yuji teringat akan tanggung jawabnya terhadap sang adik.
"Maaf ya, Kak. Selama ini aku belum bisa membantu kakak sama sekali untuk mencari uang. Aku hanya bisa merepotkan kakak saja. Maaf, Kak Yuji ..." ucap Yor kembali semakin terlihat murung dan merasa bersalah.
"Apa yang kamu katakan, Yor? Kamu sama sekali tidak merepotkan kakak. Kamu adalah tanggung jawab kakak. Karena selain sebagai kakakmu, kakak juga menjadi teman serta orang tua sekaligus untukmu. Jangan pernah berkata seperti itu lagi ya! Karena hal itu tidak benar. Kakak akan selalu menyayangimu dan berusaha untuk melakukan yang terbaik untukmu."
Ucap Yuji menatap lekat sang adik yang masih berwajah murung. Namun pada akhirnya Yor mengangguk pelan.
"Besok kakak akan datang ke sekolahanmu dan membayar semua administrasi sekolah. Kamu tenang saja. Tugasmu hanyalah belajar dengan rajin saja. Tidak usah memikirkan hal lainnya lagi. Okay?" ucap Yuji lagi.
Yor mengangguk pelan kembali.
"Ya sudah. Kakak akan membelikan boneka besar untukmu! Yuk!" Yuji membawa sang adik untuk memasuki sebuah toko boneka yang berada di toko paling ujung.
Begitu banyak boneka lucu yang kecil hingga besar seperti ukuran manusia. Yor begitu berbinar melihat semua boneka itu. Sejak kecil Yor sangat menginginkan boneka besar seukuran tubuh manusia, hanya saja Yuji belum pernah memiliki sebuah kesempatan untuk membelikannya untuk Yor, karena kondisi perekonomian mereka yang selama ini hanya pas-pasan. Atau bisa dikatakan kekurangan.
"Yor, pilihlah boneka manapun yang kamu suka. Jika perlu kakak akan membelikan semua boneka ini untukmu."
"Tid-tidak, Kak! Aku hanya akan memilih satu boneka yang aku suka!" ucap Yor dengan cepat karena tak mau kakaknya membuang-buang uang , dan yang pasti uang tersebut akan sangat sulit untuk didapatkan.
Yuji tertawa renyah dan mengusap rambut Yor, "Baiklah. Pilihlah dulu mana yang kamu suka. Kakak akan pergi ke toilet sebentar. Jangan pergi dan tunggu sampai kakak kembali. Apa kamu mengerti, Yor?" ucap Yuji menatap sepasang mata bening itu.
"Hhm. Aku mengerti, Kak Yuji. Kakakku yang paling baik sedunia!" ucap Yor dengan senyuman merekah.
Yuji tertawa kecil dan mulai meninggalkan Yor untuk pergi ke salah satu toilet yang berada di pusat perbelanjaan ini.
Namun baru saja menyelesaikan ritualnya di dalam salah satu toilet itu, tiba-tiba saja dia mulai mendengarkan suara Zero sang pemandu sistem.
[ Misi akan segera dimulai, Tuan. Misi kali ini adalah menyelesaikan kericuhan yang terjadi di pusat perbelanjaan ini. Dan memberikan pelajaran sang pembuat kericuhan. ]
Apa? Membuat kericuhan di pusat perbelanjaan? Benar-benar merepotkan saja. Tapi dimana mereka ya? Aku harus segera menyelesaikannya, karena Yor sedang menungguku saat ini.
Batin Yuji menanggapi Zero, karena saat ini sedang ada beberapa pemuda lain yang sedang berada di toilet juga sambil berkaca dan merapikan penampilannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
Adha_00
ada drama lagi kah setelah ini??
2024-01-11
3
yor pasti kaget liat keuangan yuji yang tiba² bisa memenuhi semua kebutuhannya 😅 andai di dunia nyata ada zero sang pemandu, akupun mau kek gt yang tiba² bisa jadi sultini 🤭🤣
2024-01-05
4
❤️⃟WᵃfAlena ⍣⃝కꫝ🎸
nah kan dapat misi menyelesaikan kericuhan mudah2an bukan sangkutannya dengan Yor deh ya
2023-12-10
1