"Lepaskan Yor sekarang juga!" tandas Yuji dengan penuh penekanan dan tegas.
Aura kelam Yuji sebenarnya cukup membuat kedua pria itu tak meremehkannya. Terlebih Yuji memiliki tubuh yang cukup jangkung dan proporsional, karena akhir-akhir ini dia memang sering melatih otot-ototnya dan selalu menjaga kebugarannya.
Namun tingkah konyol Yuji yang tiba-tiba dia perlihatkan di hadapan para preman itu, seketika membuat kedua pria itu kembali meremehkan Yuji sebelum menguji kekuatannya.
"Paman, aku mohon. Jangan sakiti Yor. Dia adalah satu-satunya yang aku miliki di dunia ini! Aku akan memberikan semua ganti rugi asal paman melepaskan adikku. Aku mohon, Paman yang seram ..." karena melihat kedua berandalan yang cukup menyeramkan itu, pada akhirnya Yuji memilih cara untuk berdamai dam memohon kepada kedua preman itu untuk berbelas kasihan padanya.
"Lepaskan?! Enak saja! Serahkan dulu semua uang yang kalian punya serta barang-barang berharga milik kalian, baru aku akan melepaskan gadis manis ini!" tandas pria yang sedang menjadikan Yor sebagai sanderanya semakin ngelunjak karena meremehkan Yuji.
"Paman, aku mohon tenanglah! Jangan bergerak ... pisau itu sangat tajam, Paman. Sangat berbahaya, Paman!" ucap Yuji khawatir. "Paman bisa mengambil semua uang yang ada di dalam mesin kasir itu! Tapi soal barang berharga, jujur saja kami tak punya. Karena aku bukan berasal dari orang kaya. Aku bahkan masih mengontrak di perumahan kecil dan kumel." ucap Yuji dengan polosnya mengorbankan seluruh uang yang ada di dalam mesin kasir toko itu.
"Apa??! Pemuda ini sebenarnya berniat untuk membantu atau tidak? Mengapa dia malah menyerahkan seluruh uang yang ada di dalam mesin kasir?" celutuk gadis penjaga toko boneka sangat syok melihat Yuji yang berada tak jauh darinya.
Hal itu tentu saja membuat penjaga toko terperangah bukan main melihat sosok Yuji yang ternyata begitu pengecut.
"Baiklah!! Ambil semua uang dia dalam mesin itu, Mark!!" perintah pria yang sedang menyandera Yor.
"Hhm. Okay!!" sahut pria satunya melanjutkan menggeledah mesin kasir dan mulai mengambil seluruh uang di dalamnya.
Yuji dan penjaga toko itu cukup kebingungan menyaksikan semua itu. Tapi mereka tak bisa berbuat apa-apa karena takut. Terlebih saat ini salah satu dari pria itu masih saja menyandera Yor.
"Ahh ... kalung ini sepertinya mahal juga!! Serahkan juga untuk kami!!" pria penyandera Yor tiba-tiba saja melihat kalung yang sedang Yor kenakan saat ini dan menariknya begitu saja.
BREETT ...
Yor tak bisa menahannya, karena dia masih sangat ketakutan saat ini. Sementara Yuji seketika membelalak karena melihat mereka meramlas harta berharga milik sang adik. Kalung itu adalah satu-satunya peninggalan dari mendiang sang ibu untuk Yor.
"Pa-paman. Aku mohon jangan ambil kalung itu. Paman bisa mengambil yang lainnya, namun jangan kalung itu. Kalung itu tidak akan berharga jika dijual oleh paman. Namun kalung itu sangat berharga untuk adikku. Jadi aku mohon paman jangan mengambilnya ..." Yuji melenggang mendekati pria itu dan berusaha untuk mengambil kalung itu.
"Berisik sekali!! Cepat berhenti atau aku akan menggorok leher gadis manis ini?!!" tandas pria itu memperingatkan Yuji.
Yuji menghentikan langkah kakinya. Namun sepasang matanya masih mengekori tangan kiri pria itu yang masih menggenggam kalung itu. Sementara tangan kanannya kembali menodongkan pisau lipat pada Yor.
Tatapan Yuji kembali tajam, dia tak akan rela jika harus melepaskan kalung itu untuk para berandalan itu. Hingga pada akhirnya Yuji nekat untuk menyerang pria itu.
"Eh ... ada pihak keamanan yang datang!" ucap Yuji histeris sambil menatap ke sisi lain belakang pria penyandra itu.
Untuk beberap detik pria itu kehilangan fokusnya, dan disaat itulah Yuji melesat cepat mendatangi pria itu. Yuji menarik tangan kanan pria itu dan disaat itulah Yor segera melarikan diri.
Yuji sedikit memutar tubuhnya dan menghantamkan sikunya hingga mengenai wajah pria itu beberapa kali. Disaat salah satu pria lainnya akan bergerak, Yuji dengan sangat cepat mengangkat tubuh pria ini lalu menghempaskan tubuhnya hingga mengenai tubuh pria lainnya.
Mereka terjatuh bersama dengan posisi tubuh yang saling bertumpuk. Lucu sekali. Yuji mendatangi kedua pria itu yang masih terjatuh bertumpukan. Dia jongkok dan segera merebut kalung Yor lagi.
"Hei bocah! Berikan kalung itu!! Jangan main-main dengan kami!!"
DUAKKK ...
Tanpa ba bi bu, Yuji menghantamkan sebuah tinju kuat untuk menghantam wajah pria yang berada di tumpukan atas. Namun meskipun hanya sebuah pukulan saja, namun dengan pukulan itu, kedua pria itu seketika pingsan.
Tepat disaat itulah dua orang keamanan pusat perbelanjaan datang dan meringkus kedua pembuat onar itu.
[ Selamat, Tuan. Misi kali ini telah sukses dilakukan. ]
Suara Zero sang pemandu sistem sukses membuat senyuman tipis terukir pada wajah tampan Yuji. Dia segera melenggang untuk menghampiri sang adik.
"Yor, kamu baik-baik saja kan?" tanya Yuji setelah menghampiri sang adik.
Yor yang masih pucat dan gemetaran hanya mengangguk pelan.
"Syukurlah ..." gumam Yuji merasa lega dan kembali memakaikan kalung Yor.
"Nona, tolong bungkuskan semua boneka yang ada di toko ini dan kirimkan ke alamatku. Aku akan segera melunasi semua pembayarannya!" ucap Yuji sambil menyerahkan sebuah amplop tebal yang berisi dengan uang dan alamat rumahnya.
Seketika penjaga toko itu dan Yor melongo mendengarnya. Sementara Yuji segera merangkul sang adik dan menggiringnya untuk segera meninggalkan toko ini.
"Kakak tidak perlu melakukan semua itu, Kak. Itu sama saja dengan membuang-buang uang. Lebih baik jika punya uang lebih kita gunakan saja untuk membeli bahan makanan, Kak.." ucap Yor keberatan.
Yuji tertawa kecil dan mengusap kepala Yor membuat rambut hitam lurusnya sedikit berantakan.
"Anggap saja sebagai ganti rugi untuk toko boneka itu karena kakak telah merusak beberapa benda disana." sahut Yuji dengan santainya.
"Tapi ngomong-ngomong darimana kakak memiliki banyak uang?" tanya Yor penasaran, sesekali gadis cantik itu melirik dan mendongak menatap sang kakak.
"Kakak kerja dong. Dan mulai sekarang kamu tidak perlu khawatir mengenai hal apapun lagi. Kakak akan membahagiakanmu. Dan kakak akan memberikan apapun yang kamu inginkan. Sekarang katakan pada kakak, kamu ingin apa lagi?" tanya Yuji dengan hangat.
"Apa kakak sedang punya banyak uang?"
"Hhm. Tentu saja! Ayo katakan pada kakak, kamu mau apa?"
Yor memutar bola matanya dan terlihat sedang memikirkan sesuatu, "Dari dulu aku ingin makan di restoran, Kak. Apa kakak mau mengajakku makan disana? Aku janji deh, aku akan memesan makanan yang paling murah. Karena sebenarnya aku hanya penasaran." ucap Yor meringis menatap sang kakak.
"Hhm. Baiklah. Kakak akan mengajakmu makan di restoran malam ini. Ayo!" ucap Yuji dengan senyum lebarnya.
...🍁🍁🍁...
Bonus visual Yor
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 116 Episodes
Comments
doso Gaming
foto alkhir islustrasi yor emng anj***😂
2025-02-12
0
Ardi Provision
tanya dulu berapa harganya thoor, hadeuh
2024-12-08
0
Suherman Qisya
beli rumah dulu ama kendaraan, uda banyak uang ko ngontrak
2024-09-26
0