.
.
.
di tempat lain,
Crystal sedang berlayar ke lautan lepas bersama Ayahnya.
"Ayah..? kenapa aku harus ikut? ". tanya Cystal dengan bibir mengerucut.
Rey terkekeh melihat raut wajah lucu putrinya itu, "Ayah tidak bisa membiarkan Putri Nakal Ayah ini mengacau di hutan belakang, kamu tidak sadar sudah berapa hewan buas kamu bunuh sayang? ".
"Ayah... itu bukan salah Crystal, mereka yang salah mau membunuh seorang Crystal Violet". bela Cystal.
"jangan mencari alasan sayang, Ayah tau kamu itu memang nakal". peringatan Rey.
"Ayah..? aku menghilang ya? ". izin Cystal.
"Ayah akan gantung kamu di kawanan monyet! ". jawab Rey.
Crystal meluruskan kakinya sambil berdecak sebal, Ia memang tidak suka monyet dan tidak mau berkumpul dengan kawanan monyet.
"diamlah sayang, Ayah jadi kehilangan ikan karnamu". Rey memperingati putri nakalnya.
"Ayah..? siapa suruh Ayah membawa putri nakalmu ini". jawab Crystal dengan santai.
Rey menggeleng-geleng kepalanya saat Crystal semakin banyak bicara sehingga tidak ada ikan yang Ia dapatkan.
"sayang..? kamu mau Ibunda mu sakit perut karna belum makan hmm? ". tanya Rey dengan serius.
Crystal mendengar pertanyaan itu terdiam lalu mengibaskan tangannya sehingga ikan berlompatan naik diatas kapalnya.
Rey menghela nafas panjang melihat itu, "aku tidak tau apa aku harus bahagia memiliki Putri yang punya kekuatan super atau tidak". gumam Rey dengan lemas.
"ini cukup untuk makan 2 hari Ayah, lebih baik kita pulang". kata Crystal berdiri tegak dengan senyum cerianya.
Crystal tiba-tiba merasakan sesuatu dan bola matanya langsung mengedar melihat ujung pandang.
"Ayah itu apa?". tunjuk Crystal yang memiliki penglihatan jauh yang sangat tajam.
"mungkin bangkai ikan". jawab Rey dengan santai mengutip ikan-ikan yang didapatkan putrinya dengan kekuatan supernya.
"tidak Ayah dia ada rambut seperti Ayah dan pakaian". kata Crystal lagi.
Rey mengambil alat untuk melihat benda kecil dari jauh karna Ia perkataan Putrinya seperti Rey berarti manusia, Rey membulatkan matanya.
"itu bangkai manusia sayang". jawab Rey seketika berubah panik.
"apa perlu kita tolong Ayah? ". tanya Crystal.
Crystal memang nakal tapi jika ada manusia lain di pulau Nethal pasti membuatnya senang terlebih lagi Ia punya teman untuk di usili bukan melampiaskan ke hewan jahat dan Ayahnya.
"tolong bagaimana sayang? dia mungkin sudah mati, nanti akan di bawa ombak ke ujung pantai sana, disana ada penghuni nya kok". jawab Rey menggeleng kepalanya.
"Ayah..? bukankah Ayah yang mengatakan kalau Violet harus baik pada setiap manusia, di tempat kita tidak ada manusia lain hanya Ayah dan Ibunda saja". Crystal melompat-lompat senang.
"baiklah kalau sudah mati kamu tidak boleh menyelamatkan nyawanya". peringatan Rey.
"Ayah..? setidaknya jadikan dia temanku ya? aku boleh menyelamatkannya ya? Ayah ? aku sangat kesepian tidak punya teman yang bisa aku hajar". rengek Crystal.
"sayang..? kamu tidak boleh menggunakan kekuatanmu itu untuk menyelamatkan nyawa manusia, berapa banyak manusia yang akan datang padamu hanya untuk menghidupkan keluarganya hmm?". omel Rey.
"hanya dia saja Ayah, lagian aku tidak akan mengatakan apa-apa padanya kalau aku menyelamatkannya Ayah". pinta Crystal.
Rey tampak berpikir namun Crystal yang terlalu senang dapat teman manusia menggunakan kekuatannya mengambil tubuh yang sedang diombang-ambing lautan lepas itu.
Rey kaget, "Sayang..! Ayah belum memberi izin". pekik Rey.
Crystal malah menunjukkan cengiran menggemaskannya sampai tubuh manusia itu tiba di kapal Rey.
"laki-laki? ". Rey tak percaya yang diselamatkan Putrinya laki-laki.
Rey takut anak laki-laki ini akan jatuh cinta pada Putrinya, "jangan bawa ke Pulau Nethal sayang..! Ayah mohon! ". pinta Rey dengan serius.
Cystal yang melihat Ayahnya serius pun bertanya dengan polos kemana Ia akan membawa mainannya, Rey menjawab ke arah selatan dan Ia menjelaskan disana ada hutan lebat dan tempat tinggalnya manusia.
"Ayah mau aku main kesana? ". tanya Crystal berbinar.
"tapi ingat sayang? kamu harus pulang 3 jam kemudian atau Ayah tidak akan bisa hidup, jangan memberi hati pada Pria ini Ayah mohon..! ". pinta Rey dengan serius juga.
Crystal tidak tau apa itu memberikan hati pun mengangguk setuju saja, Ia memejamkan matanya memegang tubuh Pria itu lalu menghilang dari hadapan Rey.
"aku lebih baik mati dari pada memberitau manusia lain tempat tinggal keluargaku, manusia sangat serakah jika dunia sampai tau Istri dan Putriku bisa menjadi tontonan dunia". gumam Rey menggeleng-geleng kepalanya.
Rey sudah pernah mengalami penghianatan dalam keluarganya, ingin kepopuleran, tahta, kekuasaan, uang dan itu semua yang diinginkan manusia serakah.
Crystal tiba di hutan Selatan yang dikatakan oleh Rey, Ia membuka matanya dan mengedarkan pandangannya.
"waah... hutan ini juga indah". pekik Crystal hampir melupakan Pria yang membuatnya bisa bebas datang ke hutan ini walau tidak bertahan lama.
"3 jam, aku rasa sudah cukup". jawab Crystal tersenyum ceria melompat-lompat senang di pinggir hutan itu.
selama 21 tahun Crystal hidup hanya di Pulau Nethal, bohong jika dirinya bosan disana karna Ia ingin melihat hal baru dan merasakan hal baru sebab Ia sudah dewasa namun Rey menganggapnya anak-anak yang masih butuh bimbingan.
"apa aku kesana saja? ". tunjuk Crystal.
Crystal berlari kencang mengelilingi hutan dan Ia bisa melihat pemukiman penduduk yang tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.
"apa itu dunia manusia yang Ayah katakan?". senyum lebar Crystal.
"Rumahnya sangat banyak". Crystal melihat hal baru yaitu Rumah yang banyak sementara di Pulaunya hanya 1 yaitu milik Ayahnya saja.
"apa aku temui saja?". gumam Crystal.
tiba-tiba saja Crystal mengingat tubuh Pria yang membuatnya bebas selama 3 jam, "aah.. aku lupa padanya saking bahagianya aku bebas". Crystal berlari lagi kembali ke tempat awal.
"maafkan aku melupakanmu, aku sangat bahagia diberi waktu bermain didunia mu walau hanya 3 jam". ucap Crystal tersenyum cerah pada sosok yang sudah meregang nyawa itu.
Crystal memegang nadi Pria itu ternyata ada namun masih sangat lemah, jika di periksa oleh dokter pasti Pria ini dinyatakan sudah meninggal dunia tapi Crystal yang punya kekuatan bisa merasakannya walau sangat-sangat lemah.
"luka apa ini? apa dia diserang binatang buas?". gumam Crystal penasaran sambil melihat tubuh Pria itu.
Crystal memejamkan matanya lalu mengeluarkan cahaya kehidupan dari telapak tangannya dan meletakkannya di inti kehidupan manusia yaitu jantung.
tubuh yang hampir membiru dan sudah memucat itu kembali berubah warna, luka yang tadinya seperti dicabik-cabik binatang buas hilang entah kemana, darah yang terkuras habis terisi kembali hanya karna cahaya kehidupan yang diberikan Crystal.
"sudah sembuh". Crystal tersenyum cerah melihat tubuh Pria yang tadinya mengenaskan kembali normal.
"waah...! dia wajah yang bagus". Crystal kagum dengan ketampanan pria yang di tolongnya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Oi Min
Crystal polos banget
2024-09-02
0
Cahaya yani
nahvkn bner ktmu am si crystal
2024-01-07
1
Qaisaa Nazarudin
Aku pasti Alex akan Shock melihat sosok Crystal apalagi melihat warna matanya,Padti Alex akan menyangka Crystal juga penipu seperti Viola, Dan nama mereka juga sama ada Viola/Violetnya..
2023-07-19
3