.
.
.
Ola berjalan dengan sekuat tenaga ke Alex, Ia mengira rencana nya akan berhasil tapi tidak disangka Alex selangkah lebih cepat darinya.
"Ayo ma..! waktu kematian anakmu tinggal beberapa menit lagi, racun itu mengincar suara dan jantungnya". senyum lebar Alex ditengah luka parahnya saat ini.
"kau iblis Alex...! Iblis..! ". teriak Viola dengan muka merah juga mata merah karna tidak bisa memuntahkan isi perutnya.
"jika aku iblis kenapa kau mendekati iblis sepertiku Baby?? aku mencintaimu jika aku tidak bisa memilikimu maka kau juga tidak boleh dimiliki oleh pria lain". seringai Alex lalu terbatuk-batuk darah.
Sordi kehabisan kata-kata, Ia terpaku dengan posisi bersimpuh karna Ia tidak mengira semua ini akan terjadi.
Ola menangis histeris, "kenapa kau lakukan ini padaku hah?? Ibumu yang membunuh saudaraku dan aku hanya membalas nya tapi kenapa kau malah menyerang anakku? sampai kapan balas dendam ini berakhir hah?? ".
"sampai anakmu mati, bukankah impas. kau menghabisi nyawa keturunan keluargaku maka aku juga harus menghabisi nyawa keturunanmu, dendam akan berakhir bukan? ". tawa Alex.
"dia benar-benar gila". gumam Andra tidak menyangka ditengah kematiannya Alex masih bisa bertingkah sombong dan angkuh.
"ayolah Mama..? kalau kau tidak mau maka suruh mereka membunuhku, aku dengan senang hati membawa Putrimu ke neraka bersamaku". senyum sinis Alex.
Ola gemetar penuh dendam, Ia tidak bisa melawan karna nyawa Putrinya sedang di ujung tanduk padahal niatnya datang ke tempat ini untuk tertawa diatas kematian Alex tapi malah menangis darah karna Alex telah meracuni anaknya.
Ola bersimpuh didepan Alex, "t.. tolong ampuni nyawa anakku! ".
"Mama?? ". Viola menangis tak percaya Mama nya mau merendahkan harga dirinya demi Viola padahal selama ini Viola mengira dirinya hanya alat untuk balas dendam Ola saja.
"apa Ma? bicaralah yang kuat, telingaku sudah penuh darah dan nyawaku tidak bisa dihitung jam lagi". Alex masih bisa mempermainkan Ola.
"ampuni nyawa anakku! ". Ola dengan banjir air mata bersujud pada Alex.
Alex tertawa puas, "baiklah..! karna kau bersujud untuk keselamatan anakmu aku harus memberinya ya? sama sepertimu menerima permintaan maaf Mommyku walau hanya Palsu".
"a.. apa maksudmu? kau juga berbohong? ". tanya Ola.
"hei.. kau tidak bisa seperti ini brengs*k..! aku tau kau bukan Pria Pengecut dan tidak akan mengingkar janji". teriak Andra juga takut Viola meninggal dunia lebih baik memuji si Brengs*k angkuh itu saja.
"oh.. kau mencoba menjilatku? PENGECUT!! ". senyum sinis Alex.
Andra mengepalkan tangannya,
"Alex aku mohon selamatkan Aku..! aku tetap ingin hidup". Viola pun bersimpuh memohon ampunan pada Alex.
Alex terbatuk-batuk darah, Ia sudah kian memucat karna darahnya terus saja terkuras karna luka disekujur tubuhnya.
"aku juga mohon padamu Lex..! selamatkan anakku". ucap Sordi juga sudah bersimpuh disamping Ola.
"Wow...! kalian semakin menarik, lalu bagaimana dengan Mommyku saat tau kalian membunuhku hmm?? kalian memohon ampun untuknya lalu aku? aku mati ditangan kalian dan aku melepaskan anakmu itu? aku tidak pernah mengampuni seorang Penghianat". seringai Alex mencoba untuk berdiri dan jalan tertatih-tatih ke arah tebing.
Andra terbelalak, "kau katakan dulu penawarnya brengs*k...! jangan mati dulu kau". teriak Andra berlari ke arah Alex.
Andra tau Alex adalah Seorang Ketua Mafia terbesar di dunia gelap, kematian ditangan musuh lebih memalukan dibanding mati bunuh diri, oleh sebab itu Andra tau Alex akan bunuh diri dengan meloncat ke laut lepas.
Alex menyeringai, "sampai jumpa di neraka Baby! aku menunggumu". senyum tipis Alex yang penuh misteri.
Ola menjerit histeris memohon Alex memaafkan anaknya begitu juga Sordi,
Viola sudah gemetar ketakutan, sorot matanya seakan sudah mati rasa, Ia tidak menyangka dirinya malah berakhir tragis saat ikut campur membunuh Alex.
sama saja seperti senjata makan Tuan,
"Tidaaak...! Alex...!!! aku tidak mau bertemu denganmu di Neraka Lex, jangan mati..! Mama.. aku tidak mau mati, tolong selamatkan dia, Mamaaaa? PaPaaaa? ". jerit Viola histeris.
Andra berusaha menggapai tangan Alex tapi nyatanya Alex malah sengaja mengelak dan terlihat tersenyum puas melihat raut wajah kekalahan Andra yang tidak bisa hidup bersama Viola.
"sialan..! kau bedeb*h Gilaaa...!". teriak Andra menggema.
Para Mafia bawahan Andra berlari ke tepi tebing dan melihat Alex mengakhiri nyawanya sendiri tapi dengan kemenangan yang berlipat yaitu membunuh Viola.
Viola seketika sesak nafas, Ola menoleh ke Viola dan berlari ke arah Viola, mendengar Ola dan Sordi menjerit memanggil Viola dengan cepat Andra berlari ke arah Viola.
"cepat bawa ke Rumah Sakit Tante..! Om". Andra menjatuhkan senjatanya dan menggendong Viola berlari menuju mobilnya.
Ola dan Sordi menangis dengan langkah sempoyongan mengikuti Andra yang masih berada di alam waras sementara mereka sudah melayang-layang memikirkan Viola meninggal membuat mereka mulai tidak waras.
.
"lalu apa yang kita lakukan? ". tanya salah satu bawahan Andra.
"apalagi? dia sudah mati kan? ayo kita pergi !". ajak rekan yang lain.
mereka sebenarnya memuji kehebatan Alex yang sudah menyiapkan senjata tersembunyi menyerang musuhnya. yang dikatakan dunia Mafia bahwa Alex adalah Ketua Mafia tergila yang pernah ada di dunia hitam ternyata benar.
.
Ola, Sordi dan Andra membantu mendorong Brankar Rumah Sakit dimana Viola sedang meregang nyawa, beberapa jam menunggu, ternyata Viola berhasil terselamatkan oleh racun mematikan itu, namun suara Viola hilang permanen dan jantungnya melemah karna racun itu menyerang jantung Viola akibatnya Viola tidak akan bisa bekerja terlalu keras bahkan rahim Viola juga bermasalah.
"a.. apa dok? ". tanya Ola lemas saat mendengar kabar dari dokter mengenai kondisi Viola.
"anakku tidak bisa mengandung Dok? ". tanya Sordi.
Andra melangkah mundur seketika, Ia seorang lelaki Normal yang ingin punya keturunan jika Viola tidak bisa memberinya keturunan maka lebih baik Andra mencari perempuan lain.
"maaf Om.. Tante..? aku tidak bisa bersama Viola, dia mandul". Andra balik badan lalu berlari meninggalkan Ola dan Sordi yang tidak kuat lagi berteriak.
mereka teringat kata-kata Alex yang mengatakan bahwa mereka menghancurkan keturunan Dewi Par bersama Indiro maka Alex juga hancurkan keturunan Ola dan Sordi.
"kami permisi Nyonya". ucap dokter segera berlalu diikuti oleh para Suster.
salah satu Suster mengatakan dengan lebih teliti bahwa racun yang masuk ke tubuh Viola sudah hampir beberapa jam dan itu wajar merusak rahim dan jantung serta pitas suara Viola,
selamat dari racun itu saja sudah keajaiban jadi mereka sebagai tenaga medis tidak bisa berbuat apa-apa lagi.
Ola terkulai lemas di Lantai, Ia menangis histeris dan Sordi mengelap air matanya yang terus mengalir.
"hidup anak kita sudah hancur sayang..! hancur, aku menghancurkan hidupnya". Ola sesegukan dengan kepala tertunduk lemah.
"kalau begini bagaimana kita punya keturunan? kita tidak punya anak lain". Sordi pun tak mengira akhir dari rencana mereka malah jadi petaka.
Viola perlahan membuka matanya, Ia mencoba bersuara tapi tidak bisa.
Ola dan Sordi mendengar pukulan Viola di brankar segera berdiri dan melihat keadaan Putrinya yang sangat menyedihkan.
"kemana suaraku Ma? Pa? kemana suaraku? ". teriak Viola dalam hati dengan air mata yang terus keluar tanpa henti.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 siapa juga yg mahu bertahan dgn wanita yg di SAHkan oleh dikter awal2 adalah MANDUL …
2023-07-19
3
devaloka
dendam membunuhmu
2023-07-18
1
devaloka
hahaha katanya cinta tapi dusta
2023-07-18
1