.
.
.
Alex mendatangi Kamar Mommynya.
"Mommy? ". Alex duduk dipinggiran ranjang dan mengelus kepala Dewi Par.
Alex memang bukan Pria romantis tapi Ia sangat mencintai Ibunya, wanita yang selalu sabar dengan nya walau sering menyusahkannya sejak kecil dengan sikap keras kepalanya yang ingin berlatih sementara dirinya lemah jantung.
Jika Alex berlatih keras maka akan jatuh sakit dan itu sering membuat Dewi Par menangis sebab anaknya bisa berbaring koma selama berhari-hari sampai berbulan-bulan, namun sejak lahirnya gadis yang ditakdirkan menjadi detak jantung Alex hidup Alex sudah menjadi lebih baik dan seperti orang normal.
perlahan Dewi Par membuka matanya dan hal yang pertama Ia lihat adalah Putranya tengah menatapnya.
"nak? kamu pulang? ". Dewi Par bangkit dan memegang bahu serta rahang Alex.
"Aku sudah menunggu 5 jam Mom". kata Alex membuat Dewi Par tersenyum.
"maafkan Mommy ya? tidur Mommy terlalu nyenyak sehingga tidak menyambut Putraku". balas Dewi Par.
Alex mengulum senyum tipis, "kenapa Mommy suka sekali membuatku khawatir? bagaimana keadaan Mommy? kenapa tidak tidur? ada masalah? ". tanya Alex mencecar.
Dewi Par terkekeh lalu memijit pelipisnya yang terasa pusing karna tidurnya belum cukup 16 jam supaya tubuhnya kembali fit.
"Mommy hanya berpikir ingin mencari tau jati diri gadis itu nak". jawab Dewi Par.
"bukankah gadis yang Mommy bawa itu Viola? ". tanya Alex penasaran.
Alex yakin tidak pernah memberitau Dewi Par tentang Viola tapi mengapa Dewi Par seperti meragukan Viola, apa Oma nya yang memberitau, begitulah pikir Alex kini hanya masih tertutupi dengan raut wajah tenangnya.
"entah kenapa akal mommy mengatakan dia memang gadis itu tapi hati mommy merasa dia bukan gadis itu, Mommy ingin memastikan kalau semuanya benar, karna sebentar lagi pernikahan kalian sayang, mommy tidak mau membuat kesalahan besar dengan membuat kamu menikah dengan Viola jika hati ini punya setitik keraguan". jelas Dewi Par.
"Mommy tenang saja jika Viola memang gadis itu maka semua akan baik-baik saja tapi kalau bukan sudah pasti akan terjadi masalah besar". jawab Alex.
Dewi Par memukul Alex hingga Putranya itu meringis, "enak saja bilang seperti itu, kamu juga jangan terlalu mempercayai Mommy nak, kamu harus mencari tau juga bahwa dia memang jantungmu".
Alex hanya ingin menghibur Dewi Par supaya tidak terlalu memikirkan Viola, jika mimpi yang datang pada Alex benar maka Ia sendirilah yang akan menemukan gadis itu.
alasan Alex sehat seperti sekarang karna gadis yang menjadi alasan Alex hidup sampai saat ini ada di dunia yang sama dengan mereka, namun ciri-ciri gadis itu tidak bisa mereka temukan walaupun mereka menggunakan segala mantra untuk menemukan gadis itu tetap saja tidak ada tanda-tanda mereka tau sosok itu.
"lalu apa alasanmu nak? ". tanya Dewi Par yang tau Alex punya tujuan sampai mau masuk ke kamarnya dan sabar menunggunya bangun.
"tidak ada Mom, aku hanya menunggu Mommy bangun karna semua orang sedang sibuk untuk acara besok". jawab Alex.
"aah.. iya, besok perayaan kita ya? baiklah, Mommy akan bantu ya? kamu juga harus mengumumkan hari pernikahan kalian sesuai dengan hatimu sayang, Mommy masih dilema masalah hati ini". Dewi Par berkata dengan serius.
Alex mengangguk dengan senyuman, setelah berbincang dengan Dewi Par, Alex menemui Oma Endang di Ruangan khusus Endang dan Oma nya menceritakan teka-teki masalah Pelayan bernama Belle.
Alex memukul meja didekatnya, "itu artinya Pelayan Oma Penghianat Oma, Aku akan habisi sekarang".
"tapi kita cari tau dulu cucuku". pinta Endang yang tau Alex sangat pemarah terutama pada Penghianat.
"Oma...! aku tidak bisa mentoler seorang Penghianat". tegas Alex lalu beranjak pergi meninggalkan Endang.
"huh..! anak itu sangat emosian, kalau begini bagaimana cara kami menemukan dalangnya?". gumam Endang merasa rencananya sudah rusak mengorek siapa yang menjadi tuan Ismi yang sebenarnya.
.
malam hari sekitar jam 9 malam, Ismi berlari ke arah Endang,
Ismi menggedor-gedor kamar Endang, "Nyonya..? Nyonya..? tolong saya Nyonya..! Nyonya". teriak Ismi.
Endang yang sudah mau tertidur pun membuka matanya dan melihat ke arah Pintu, "siapa malam-malam orang yang berani mengganggu tidurku?".
"Nyonya...? ". Ismi semakin menjerit menggedor-gedor kamar Endang.
Oma Endang membuka pintu kamarnya, "Ismi? ". Endang mengucek matanya memastikan pandangannya tidak salah lihat ternyata memang benar itu Ismi.
"Nyonya.. tolong saya Nyonya..! Tuan Muda membunuh keluarga saya, hiks.. hiks.. mereka dibunuh Nyonya". Ismi bersujud di kaki Endang.
"kenapa bisa? apa yang kau lakukan padanya? bukankah kita sudah membuat aturan kalau ada yang berkhianat maka nyawa keluarga kalian lah yang menjadi hadiahnya, apa yang kau lakukan pada keluarga kami? ". tanya Endang berpura-pura tidak tau.
"ampuni saya Nyonya.. Ampuni saya..! saya tidak bersalah, Tuan salah faham pada Saya Nyonya". Ismi menangis dikaki Endang.
"belum juga mau mengaku ya? ". batin Endang.
Ismi bergetar ketakutan mendengar langkah kaki Alex, Alex sangat mengerikan menghabisi semua keluarganya tanpa mendengar penjelasan Ismi.
"Oma dia adalah Sepupu jauh Wanita jal*ng yang pernah mencoba menjebakku Oma, dia masuk kedalam keluarga ini untuk mencari mati". kata Alex menyeringai mengelap wajahnya yang ada percikan darah.
Ismi menggeleng-geleng kepalanya, "tidak Nyonya.. tidak.. saya tidak balas dendam, saya tidak melakukannya karna saya sudah setia pada Nyonya".
"lalu siapa yang menyuruhmu? siapa orang yang membuatmu menghianatiku Ismi?? ". bentak Endang menggelegar seketika.
Ismi seketika terduduk dan menatap Endang tak percaya akan membentaknya, Endang tidak percaya lagi padanya.
"apa yang terjadi dengan Pelayan bernama Belle itu hah?? apa yang terjadi padanya? ". tanya Endang dengan tatapan tajamnya yang lebih menakutkan dari Alex.
"tidak Nyonya.. saya tidak berani menghianati Nyonya". Ismi menggeleng-geleng kepalanya dengan air mata yang membasahi wajahnya.
Alex menarik lengan Ismi dan menggeretnya pergi, Endang membuang muka karna tau Alex akan menyiksa Ismi untuk mengatakan yang sebenarnya.
namun sampai mati pun Ismi tidak mengatakan apa-apa karna keluarganya sudah habis di tangan Alex, Alex menggeram marah menatap ke udara karna pelayan yang Ia siksa memilih mati dari pada memberitau siapa yang menyuruh mereka.
"apa yang terjadi? ". tanya Dewi Par melihat banyaknya Pelayan berkumpul di dekat kamar Endang.
"aah.. Nyonya.. Ampuni kami Nyonya". ucap para pelayan kaget lalu bersujud 3 kali sebagai hukuman diri sendiri dan berlari meninggalkan Dewi Par yang kebingungan.
Dewi Par melihat ke arah tatapan Pelayan tadi tidak ada siapa-siapa.
"ada apa dengan kamar mama? ". gumam Dewi Par yang belum tau masalah penghianat itu.
.
Alex membersihkan dirinya dibawah pancuran shower, "siapa dalangnya? kenapa mereka bisa begitu setia? apa orang terdekat kami juga?". gumam Alex.
hukuman bagi penghianat memang adalah kematian tapi jawaban penghianat selalu sama karna kalau mereka menyebutkan pelakunya Alex tidak akan mengampuni mereka yang berkhianat, jadi memilih membawa rahasia sampai mati.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Oi Min
aq wngi moco Aldy kro Aulya...... Aldy hebat hlo thas thes iso mnggunakan harta/kekuasaan..... hla nopo karakter pria utama mu sing iki pekok tor........???
2024-09-02
0
Zanzan
ahhh...payah...mafia...orang terkaya...terus...punya kekuatan magic...tapi gak bisa2 nyari penghianat....payahhhh...
2024-05-15
0
bungaAaAaA
ya lagian buru² amat matiin keluarganya, pdhl korek² duluuu, paksaa² dulu, jd in keluarganya sbg ancaman. lahkalo keburu dibunuh duluan, yg ada malah dendamm si ismi
2023-07-10
1