hampir ketahuan

.

.

.

"kalau Kamu tau mimpi Alex mungkin kamu yang paling menderita nak..! kamu sampai rela menjatuhkan harga dirimu meminta maaf pada keluarga wanita itu". batin Endang merasa kasihan pada Dewi Par.

mungkin inilah alasan mengapa Alex lebih percaya bercerita pada Oma nya dibanding dengan Mommynya yang pasti lebih terluka saat tau Alex mimpi didatangi oleh kepercayaan mereka.

ke esokan harinya,

Endang mencari tau kebenaran tentang Pelayan bernama Belle itu, Ia mencari di berbagai CCTV dan anehnya memang tidak ada tanda-tanda mencurigakan.

"sepertinya CCTV sudah dimatikan sebelumnya, jadi tidak ada bukti Pelayan itu pergi". gumam Endang.

Endang menanyakan pada pelayan yang satu kamar dengan Belle, ternyata pernyataan Pelayan itu mengatakan bahwa Belle terakhir bertemu dengannya saat 1 jam sebelum ritual di mulai.

"lalu apa kata-kata terakhir yang dia bilang padamu? apa dia mengatakan kalau dia mau keluar dari Mansion ini? ". tanya Endang

pelayan teman sekamar Belle mengerutkan keningnya,, "tidak Nyonya..! Belle tidak mungkin mau mengundurkan diri, kalau dia mau mengundurkan diri saya lah yang seharusnya tau Nyonya, dia masih punya banyak tanggungan dan itu semua adalah alasan dia bekerja disini Nyonya".

"lalu apa yang dia katakan padamu? ". tanya Endang.

"dia bilang harus ke Ruangan Nona Viola untuk memberitau apa saja Ritual yang akan dilakukan dan setelah itu saya tidak melihatnya lagi Nyonya, Malam Ritual itu Belle tidak datang ke Kamar ini dan tidak tidur disini". jelas Pelayan itu dengan jujur.

Endang mengepalkan tangannya, "bagaimana sifatnya di Mansion ini? apa dia pelayan baik-baik?".

"baik Nyonya". jawab Pelayan itu dengan senyuman.

"ya sudah..! kalau ada yang bertanya padamu tentang Belle apa yang akan kau katakan? ". tanya Endang.

"saya tidak akan mengatakan apa-apa Nyonya sepertinya ini hal yang rahasia sampai anda mendatangi kamar saya yang kecil ini".

"kamu Pelayan yang pintar, jangan beritau siapapun". Endang memuji Pelayan itu yang tersenyum lebar dan menunduk sopan sebagai jawaban dirinya tidak akan memberitau siapapun.

Endang diam-diam keluar dari kamar Belle lalu celingukan kesana-kemari dan berlari kecil menenteng sendal nya supaya tidak ada yang tau tentang kedatangannya karna Ia tidak mempercayai siapapun.

bahkan Pelayan setianya saja menghianatinya, walau belum terbukti tapi perkataan Ismi saat berbicara dengannya berbeda dengan yang Ia cari melalui orang terdekat Belle.

di Kamar Endang,

"jadi Pelayan bernama Belle ini datang ke Kamar Viola 1 jam sebelum ritual? hmm? aku rasa dia melihat sesuatu yang tidak harus dilihat olehnya ya? aku yakin ada alasan, darah itu? aku yakin itu ada hubungannya dengan Pelayan bernama Belle itu". gumam Endang.

Ritual itu selesai Viola selamat namun salah satu Pelayan menghilang dan Endang mencium bau amis di Ruangan Mistis keluarganya, alasan Ismi juga tidak sesuai dengan kebenaran, namun perkataan teman sekamar Belle adalah kunci yang paling kuat bahwa Belle terakhir menemui Viola.

menurut logika Endang, seseorang tidak akan membunuh orang lain jika tidak ada kesalahan terlebih lagi semua yang bersangkutan dengan Viola selalu saja ditutup seperti mengakhiri nyawa orang itu, awalnya Endang berpikir kebetulan namun hilangnya Pelayan bernama Belle ini bukan suatu kebetulan.

Endang semakin mencurigai Viola tapi tidak ada bukti, Ia semakin menjaga jarak dari gadis itu jika datang ke Mansion keluarganya.

"dimana Oma mom? ". tanya Viola mengedarkan pandangannya.

"aah.. Oma tadi bilang berikan ini padamu katanya dia tidak bisa menemuimu karna sedang Flu, dia tidak boleh membuat mu tertular Flu". Dewi Par memberikan kotak cantik untuk Viola.

Viola membukanya dan terperangah, "cantiknya..! Mom.. ini sangat indah".

"itu khusus dipesan oleh Oma untuk hari perayaan kesuksesan Usaha kami di Amerika yang sedang diurus oleh Alex". Dewi Par mengelus kepala Viola.

"sampaikan terimakasih Aku sama Oma, Mommy! aku janji akan memakai heels kaca ini di pesta itu". jawab Viola dengan senang.

"iya". jawab Dewi Par lalu merangkul Viola berjalan ke Sofa,

mereka berbicara tentang Alex dan mereka memang tidak ada masalah malah mereka semakin manis, menurut Viola saja.

"sabar ya sayang.. 3 hari lagi anakku itu akan pulang lalu kamu bisa berpelukan dengannya selama 1 jam-an". goda Dewi Par.

Viola tertawa malu-malu.

Dewi Par tersentak melihat mata Viola sepertinya ada yang berbeda, Ia menatap mata Viola dengan intens.

"ada apa dengan matamu sayang? ". tanya Dewi Par khawatir.

"kenapa Mom? ". tanya Viola memegang matanya.

Viola menutupi matanya, "ada apa Mom? apa warna mataku semakin aneh? ". tanya Viola.

"bukan aneh sayang cuma sedikit berbeda saja dari biasanya tapi tidak ada yang salah kok". senyum lebar Dewi Par.

"oh.. Mommy membuatku takut saja, aku harus pulang Mom..! aku akan pergi ke dokter tentang mataku ini, memang akhir-akhir ini mataku sering sakit Mom".

"aah... iya nak..! apa perlu mommy antar?". tawar Dewi Par.

"tidak usah Mom..! aku sudah dijemput, lihat?? ". Viola menunjukkan pesan supirnya yang kebetulan sudah menjemputnya.

"ya sudah..! ayo mommy antar ya? ". putus Dewi Par.

Dewi Par mengantar Viola ke depan dan membukakan pintu untuk Viola, Viola melambaikan tangannya ke Dewi Par dan tak lupa Ia mengatakan pada Supir untuk tidak melaju dengan kencang.

Dewi Par melihat mobil Viola sudah pergi lalu Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "mungkin saja aku lelah". gumam Dewi Par berpikir positif.

.

di dalam mobil Viola meletakkan hadiah yang diberikan Endang, Ia sibuk mencari kaca dari dalam tasnya dan melihat matanya dari pantulan cermin, matanya membulat sempurna.

"sialan..! kenapa lensa matanya berbeda? aku yakin tadi memakai satu set yang sama, aku malah pakai sebelah yang sudah tidak bagus". batin Viola baru kali ini dia melakukan kesalahan.

jika dilihat dari jauh memang mata Viola terlihat baik-baik saja tapi kalau dilihat dari dekat tentu permasalahannya terlihat jelas.

sesampainya diRumah,

Viola berlari memasuki Kamarnya dan menjerit histeris didalam kamar itu membuat Ola berlari ke kamar Viola yang tidak dikunci olehnya jadi teriakan itu terdengar seisi Rumah.

"ada apa sayang? kenapa kamu berteriak? ". tanya Ola menutup pintu kamar Viola.

"aku membuang Lensa mata lama itu kan Ma? kenapa Mama kembalikan lagi? ". bentak Viola.

"apa maksudmu? mama tidak mengambil apapun". jawab Ola.

"aku hampir saja ketahuan Ma..! lihat..? aku salah memakai lensa mata, satu yang baru dan satu lagi yang lama sudah tidak bagus maka nya mataku sekarang keliatan merah". Viola menunjuk-nunjuk matanya.

"hah?? siapa yang mengambil lagi Lensa yang sudah kamu buang hah? Mama tidak mengutip apapun". bela Ola pun kaget melihat mata Viola merah sebelah.

"apa Papa? ". tebak Viola.

"bisa jadi Papamu". jawab Ola teringat suaminya yang beberapa saat yang lalu sempat izin ke kamar Viola untuk mengambil uang saku.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Itu pasti kerjaannya oma Endang 👏🏻👏🏻👏🏻

2023-07-19

3

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

wkwkwkwk ketahuan ya warna matanya palsu,Dewi Par juga harusnya jgn bilang, perhatikan saja,dasar ogeb..

2023-07-19

1

Mahayabank

Mahayabank

Lensa ungu...

2023-05-09

1

lihat semua
Episodes
1 awal
2 telah lahir
3 ritual?
4 sepasang kekasih
5 mengabaikan
6 teka-teki
7 rencana yang harus disusun
8 anak nakal
9 mencari
10 mencurigai
11 hampir ketahuan
12 kembali
13 tanpa ampun
14 menemukan setitik terang
15 tidak memakai
16 diajak pergi
17 sudah dipersiapkan
18 balasan
19 hilang
20 pria asing terdampar
21 bertemu
22 kembali
23 berkumpul
24 kabur
25 hadiah
26 hewan berbulu
27 hantu pengacau
28 hantu cantik
29 gegara kalung
30 sinar itu
31 ingin menyerah
32 senjata untuk Tuannya
33 balas
34 manusia terbang
35 cerita
36 terperangah
37 malam ritual
38 pulang
39 di usir gegara Artikel
40 kamu siapa?
41 bus
42 naik benda berjalan
43 heran
44 taman bermain
45 gadis aneh itu
46 terlalu banyak celah
47 motor
48 mbah
49 senang bermain
50 kenapa tidak bisa tumbuh besar?
51 terawangan
52 dewimu
53 ketinggalan
54 ikan kecil
55 penghianat
56 tidak mengerti sikap baik
57 tanpa sadar
58 bukan hantu
59 anak tidak sopan
60 menyusahkan
61 drama si anak nakal
62 taman
63 ingatan aneh
64 datang
65 dia nakal
66 peringatan?
67 dilepas
68 belajar di dunia manusia
69 kenal
70 trik kecil
71 lemah
72 diam-diam
73 tidak dikenali
74 rayuan
75 melawan
76 besi?
77 ganggu
78 membawa
79 apa maksudnya
80 mengancam
81 Feny
82 tidak berhasil
83 apa pesona nya?
84 bayaran
85 masalah itu ada
86 senjata makan tuan
87 berlawanan
88 mimpi lagi
89 lukisan jelek
90 sedikit terkuak
91 cari masalah
92 salah sangka
93 menakuti
94 kebetulan
95 masih belum mengerti
96 terluka
97 Putra disembuhkan
98 sedikit lagi
99 ingatan kelam
100 terpuruk
101 Hilang
102 mencari Putra
103 memancing
104 marah
105 menyelamatkan
106 bawa
107 lebih dekat
108 perubahan Crystal
109 mengadu
110 dikerjai
111 kesal
112 biarkan saja
113 tidak mau bertemu
114 balas dendam part. 1
115 balas dendam part. 2
116 dadakan
117 ajakan
118 bertanya
119 hadiah?
120 sederhana
121 sebagai Ratu
122 dibantu
123 mengutus seseorang
124 serangan
125 tau
126 cepat
127 datang
128 mengundang
129 cepat
130 beri nama
131 marah-marah
132 bahagia
133 Pemberitahuan Novel Baru,
Episodes

Updated 133 Episodes

1
awal
2
telah lahir
3
ritual?
4
sepasang kekasih
5
mengabaikan
6
teka-teki
7
rencana yang harus disusun
8
anak nakal
9
mencari
10
mencurigai
11
hampir ketahuan
12
kembali
13
tanpa ampun
14
menemukan setitik terang
15
tidak memakai
16
diajak pergi
17
sudah dipersiapkan
18
balasan
19
hilang
20
pria asing terdampar
21
bertemu
22
kembali
23
berkumpul
24
kabur
25
hadiah
26
hewan berbulu
27
hantu pengacau
28
hantu cantik
29
gegara kalung
30
sinar itu
31
ingin menyerah
32
senjata untuk Tuannya
33
balas
34
manusia terbang
35
cerita
36
terperangah
37
malam ritual
38
pulang
39
di usir gegara Artikel
40
kamu siapa?
41
bus
42
naik benda berjalan
43
heran
44
taman bermain
45
gadis aneh itu
46
terlalu banyak celah
47
motor
48
mbah
49
senang bermain
50
kenapa tidak bisa tumbuh besar?
51
terawangan
52
dewimu
53
ketinggalan
54
ikan kecil
55
penghianat
56
tidak mengerti sikap baik
57
tanpa sadar
58
bukan hantu
59
anak tidak sopan
60
menyusahkan
61
drama si anak nakal
62
taman
63
ingatan aneh
64
datang
65
dia nakal
66
peringatan?
67
dilepas
68
belajar di dunia manusia
69
kenal
70
trik kecil
71
lemah
72
diam-diam
73
tidak dikenali
74
rayuan
75
melawan
76
besi?
77
ganggu
78
membawa
79
apa maksudnya
80
mengancam
81
Feny
82
tidak berhasil
83
apa pesona nya?
84
bayaran
85
masalah itu ada
86
senjata makan tuan
87
berlawanan
88
mimpi lagi
89
lukisan jelek
90
sedikit terkuak
91
cari masalah
92
salah sangka
93
menakuti
94
kebetulan
95
masih belum mengerti
96
terluka
97
Putra disembuhkan
98
sedikit lagi
99
ingatan kelam
100
terpuruk
101
Hilang
102
mencari Putra
103
memancing
104
marah
105
menyelamatkan
106
bawa
107
lebih dekat
108
perubahan Crystal
109
mengadu
110
dikerjai
111
kesal
112
biarkan saja
113
tidak mau bertemu
114
balas dendam part. 1
115
balas dendam part. 2
116
dadakan
117
ajakan
118
bertanya
119
hadiah?
120
sederhana
121
sebagai Ratu
122
dibantu
123
mengutus seseorang
124
serangan
125
tau
126
cepat
127
datang
128
mengundang
129
cepat
130
beri nama
131
marah-marah
132
bahagia
133
Pemberitahuan Novel Baru,

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!