.
.
.
ternyata disetiap malam bulan purnama adalah hal menakutkan bagi mereka, itu sebabnya membuat cerita mitos dan tidak boleh keluar disaat bulan purnama merah.
jujur saja setiap malam bulan purnama Alex bermimpi aneh, Ia sering bermimpi mendengar lolongan Serigala dan sering melihat seorang gadis dengan rambut perak, Alex tidak tau wajah gadis itu hanya melihat rambutnya saja namun Alex tidak pernah memberitau siapapun.
Alex hanya mengatakan kalau Ia sering bermimpi buruk setiap malam bulan purnama, namun malam ini mimpi Alex terasa semakin nyata.
"aah". anehnya Alex tidak bisa bangun walau dirinya berusaha membuka mata seolah kekuatan mistis memang sengaja membawanya ke alam mimpi itu dan tidak boleh keluar sampai selesai.
"siapa kau..? siapaaa?". ngigau Alex menggeleng-geleng kepalanya.
saat bulan purnama telah berlalu Alex terbangun dengan nafas tersenggal-senggal seperti habis berlari berkilo meter jauhnya.
"haisssh.. kenapa mimpi itu lagi". decak Alex meraup wajahnya frustasi.
Alex seketika teringat mimpi yang selalu datang akhir-akhir ini padanya, Ia juga merasa mimpi itu memiliki kesamaan yaitu lolongan Serigala.
"apa itu dewi mistis? rambut perak? ". tebak Alex.
"kenapa dewi mistis itu terus saja hadir dalam mimpiku? pertanda apa itu? ". Alex mengacak rambutnya dengan geram karna tidak bisa menebak teka-teki mimpinya.
Ia tidak tau harus berbuat apa, hingga Ia bertekad akan menceritakan mimpinya pada Oma nya.
"lebih baik aku cerita sama Oma saja". Alex menganggukkan kepalanya untuk mencari jalan keluar pada mimpi yang selalu datang padanya.
di pagi hari,
Alex tidak sempat berbicara dengan Endang karna harus mengantar Viola ke Rumahnya, Ia tidak mungkin mengizinkan Viola naik taksi sendirian nanti kekasihnya itu di sakiti oleh salah satu musuhnya di dunia gelap.
ditengah jalan,
Alex melihat mobil terlintang didepannya, Ia memutar bola matanya dengan malas ternyata itu adalah Andra yaitu Rival Cintanya.
Alex keluar dari Mobilnya, walaupun mereka bermusuhan tapi tidak pernah menyerang dengan cara pengecut karna mereka adalah lelaki sejati.
"kenapa kau begitu yakin kalau Viola adalah wanitamu hah?". Andra to the point berjalan mendekati Alex.
"Ritual pemandian darah, dia selamat saat kami melakukan Ritual itu". jawab Alex dengan santai.
"apa kau gila hah?? keluargamu itu tidak waras kau tau? bagaimana jika Viola menjadi korban selanjutnya saat itu hah? kalian penganut sihir hitam". geram Andra.
"terserah kau mau bilang apa, sekarang aku sibuk dan kau...? minggir dari jalanku! ". usir Alex dengan meremehkan.
Andra mengepalkan tangannya, "Viola milikku..! kami pernah berpacaran dan kami saling mencintai tapi kenapa kau menggunakan ibumu untuk menjauhkan kami hah? kami terpaksa berpisah karna kepercayaan mistismu itu". maki Andra.
"jika kau tau dia punya mata ungu kenapa kau masih berani mendekatinya? kau tidak sebodoh itu sehingga tidak tau bagaimana gilanya kami mencari gadis mata ungu itu". kata Alex melenggang memasuki mobilnya.
Andra menendang angin lalu menyumpah serapahi dan berkata bahwa Viola akan selalu menjadi miliknya, Andra tidak akan membiarkan Viola yang polos tidak tau apa-apa menjadi perisai kesialan Alex.
Alex menekan gasnya, ia memainkannya sampai Andra yang masih marah terpaksa memindahkan mobilnya yang menghadang jalan mobil Alex.
"cinta Pria brengs*k itu tidak tulus.. dia hanya memanfaatkan Viola saja untuk keuntungan Pribadinya". gumam Andra memukul setir mobilnya.
sementara mobil Alex sudah melaju kencang melewati mobil Andra.
Andra masih sangat mencintai Viola tapi karna keadaan membuat Viola harus menerima lamaran keluarga Alex.
Alex dalam perjalanan menuju Mansion tetap diam, saat ini pemikirannya hanya penuh dengan arti mimpi itu bukan tentang Andra yang seorang Rival cintanya dengan Viola.
"semoga saja Oma punya jalan keluarnya". batin Alex penuh harap.
Alex tidak mungkin cerita pada Dewi Par yang akan membuat hati Mommynya kecewa jika hal itu belum tentu benar, lebih baik Alex tetap diam dan berpikir dengan tenang menyelesaikan permasalahannya tanpa menyinggung perasaan Dewi Par.
Setibanya di Mansion, Alex langsung mencari Endang yang ternyata sedang berada di Ruangan khususnya.
"sangat tepat". gumam Alex tersenyum tipis lalu segera berlari kecil menuju Ruangan Endang dan mengunci pintu itu.
"siapa..? ". tanya Oma Endang.
"Alex Oma". jawab Alex berjalan cepat ke arah Endang.
"Alex? kenapa Ruangannya pakai dikunci? ". tanya Endang.
"sebenarnya aku selalu mimpi aneh Oma, awalnya Aku pikir itu hanya mimpi saja tapi lama-lama mimpi itu terus datang setiap malam jum'at, seberapa keras nya Aku tidak mempercayainya tapi mimpi itu terus datang Oma". Alex berkata dengan serius.
"mimpi apa? katakan sama oma, ayo kita duduk! ". ajak Endang juga serius.
sebelumnya Endang memang merasa ada yang aneh dengan Alex tapi cucunya itu tidak pernah mau cerita pada siapapun tentang masalahnya lebih baik memendam atau mencari tau sendiri.
Alex pun mengikuti Oma Endang sampai duduk disofa dan Alex menceritakan semua mimpinya yang mengganggunya selama hampir 1 bulanan ini.
"Aku merasa semua itu mimpi Oma tapi kenapa mimpi itu terus datang berkali-kali? setiap kali Aku menyangkalnya pasti mimpi itu seperti memaksa untuk aku percaya Oma". kata Alex dengan serius sambil memijit pelipisnya.
"kenapa Oma diam? ". tanya Alex.
"itu pertanda cucuku..! itu bukan bunga tidur tapi itu sebuah peringatan, berarti Viola bukan gadis yang kamu cari selama ini". Endang percaya makna mimpi itu.
"apa maksud Oma? kalau Viola bukan gadis itu kenapa dia bisa selamat dari ritual kematian itu? ". tanya Alex.
Endang melebarkan matanya seketika, "yahh..! esoknya Oma melihat ada jejak disana dan ternyata itu darah yang bau khasnya sangat amis, Oma yakin dewi mistis memakan sesuatu tapi kenapa Viola masih hidup? Oma juga belum mengerti hal itu, tapi mimpi itu cobalah untuk percaya cucuku..! kalau kamu percaya mungkin saja mimpi itu tidak akan datang lagi".
Alex mendengarkan perkataan Oma Endang, Alex kehabisan kata-kata ternyata mimpi Alex itu nyata dan Oma nya malah meminta Alex untuk mempercayainya.
Endang akan mencari tau kebenaran malam ritual itu, alasan mengapa Viola bisa selamat dari kematian itu jika gadis itu memang bukan gadis yang mereka maksud.
di Kamar Alex,
Alex yang sedang banyak pikiran hingga tidak bisa berpikir jernih pun memilih berendam di Bath Up kamar mandinya.
"aku yang akan menemukan gadis itu? lalu siapa gadis berambut perak itu? percaya sama mataku? apa hubungan mataku dengan gadis berambut perak itu?". gumam Alex di bath up kamar mandinya dengan mata terpejam.
Alex tertidur beberapa saat namun 15 menit kemudian Ia terbangun.
"mataku? rambut itu? kenapa bisa sama? ". gumam Alex tersentak akhirnya menyadari kesamaan matanya dengan rambut gadis dalam mimpinya itu.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Oi Min
ho oh....... cowok e lemah en vekokx
2024-09-01
0
Arhieva Jimshoneysruwen
cowoknya lemah huh 😒
2023-07-11
4
Mahayabank
🙄👍👌
2023-05-09
1