.
.
.
Alex membawa Viola sebuah jurang lautan lepas,
"aaahhhh?? ". Viola berteriak berlari ke arah depan dimana tempat itu menjadi terang disorot lampu mobil Alex.
"ini tempat apa Lex? kenapa aku baru tau?". tanya Viola berbinar penuh bintang melompat-lompat menghadap lautan dipinggir tebing.
"ini tempat biasa aku menenangkan diri". jawab Alex tersenyum.
"Kenapa tidak ajak aku dari kemarin-kemarin hmm?? ini indah sekali". Viola tersenyum bahagia memutar-mutar tubuhnya.
Viola tidak mengenakan gaun yang ribet melainkan gaun yang sebetis saja, Ia masih bisa bergerak bebas bahkan berlari pun Viola masih sanggup.
"aaah hahaha". Viola berlarian menjauhi Alex sambil bersenandung bahagia.
Alex mengerutkan keningnya saat mendengar sesuatu mendekat ke arahnya.
"Viola.. kemarii !!". teriak Alex.
Viola kaget berputar arah ke Alex, "apa Lex? apanya kesana? ". tanya Viola.
Alex mengeluarkan senjata apinya hingga Viola berlari ketakutan ke arah Alex,
"dia bisa menembakku nanti kalau aku lari darinya, aku tidak menyangka dia membawa senjata, lebih baik aku gunakan rencana B". batin Viola.
Alex melindungi Viola yang bersembunyi dibelakangnya,
"ada apa Lex? apa binatang buas? ". tanya Viola dengan nada gemetar dibalik punggung Alex.
"aku tidak tau, diamlah dibelakangku Viola". peringatan Alex bersiap dengan pelurunya.
Viola masih bersembunyi dibelakang Alex, "kenapa mau bahagia aja susah sih Lex? ". tanya Viola dengan kesal.
"hidup bersamaku memang tidak bisa menjamin keamananmu La, aku akan melindungimu karna aku tidak mau kamu terluka". kata Alex dengan serius.
Viola mengangguk, "kamu menggemaskan sekali Lex, tapi sayang aku dan keluargaku lah dalang penyergapan ini". batin Viola tersenyum sangat tipis.
"Alex awas !!". pekik Viola segera berjongkok menutupi kedua telinganya.
Alex sempat kaget dan peluru mengenai lengannya, hingga jas dan kemeja ********** robek.
"sial ini jebakan". batin Alex baru menyadari penyebab mati lampu di Mansionnya,
Alex belum menyadari bahwa dalangnya adalah Viola bersama keluarganya, bahkan Ia belum berpikir hilangnya keluarga Alex tadi.
dor... dor.. dor..
tembakan terus melayang ke arah mereka namun Alex melompat, meloncat, berputar hingga bersalto.
"Violaa". Alex dan Viola terpisah.
Alex terbelalak saat peluru menyerang hanya kepadanya saja,
"Alex..?". Viola mengulurkan tangannya ke Alex.
Alex ingin mendekati Viola tapi Ia merasa ada yang tidak beres disini seolah orang-orang yang tengah bersembunyi menyerangnya saja, jika Alex berdiri di depan mobilnya itu sama saja bunuh diri sehingga dilihat oleh musuh padahal Viola didepan mobilnya walaupun meringkuk tapi jika Viola tidak terlibat maka musuh yang menyerangnya pasti menembak Viola terlebih dahulu.
Alex berusaha berpikir waras, Ia menembak berdasarkan instingnya dan ternyata tepat mengenai sasaran namun yang mengepung Alex saat ini berjumlah sangat banyak.
"seranggg!!! ". teriak suara lelaki terdengar familiar oleh Alex.
"Andraaa? ". tebak Alex
Alex dikepung oleh puluhan mafia,
Alex diserang secara brutal namun Ia masih bisa mengendalikan kekuatan mereka sampai separuh berjatuhan namun tenaga Alex juga bisa habis.
"bedeb*h pengecut kau Andraa...! ". maki Alex.
aksi serang menyerang pun dilakukan hingga Alex tertembak oleh peluru Andra, Alex terlempar hingga mengenai pepohonan dekat dengan tebing lautan lepas sebab senjata yang digunakan Andra bukan senjata biasa.
"demi Viola ku aku rela melakukan apa saja". jawab Andra dengan dingin.
"uhuuk... uhukkk". Alex terbatuk-batuk darah.
tubuhnya penuh dengan luka sayatan pisau dari para Mafia yang menyerang Alex dengan cara mengeroyok, ia sangat kuat tapi situasinya tidak memungkinkan baginya melawan puluhan mafia yang menggunakan senjata tajam, bisa dikatakan mereka semua 2 tingkat dibawah Alex.
jika Alex melawan 10-20 orang mungkin bisa menang tapi yang melawannya puluhan orang, ini sama saja mereka semua sudah mengincar nyawa Alex.
"a.. apa maksudmu? ". tanya Alex tidak terlihat takut saat puluhan senjata api ditodongkan ke arahnya.
"Violaa...? berhentilah sayang, dramanya sudah selesai". teriak Andra.
Viola berdiri tegak lalu mengibas-ngibaskan gaunnya dan berlari kecil ke arah Andra merangkul lengan Andra.
"ini kebenaran yang kau mau kan? aku sudah bilang Viola milikku, tidak akan aku biarkan menjadi tamengmu". senyum tipis Andra dengan penuh kemenangan.
mata Alex menyala seketika, bola matanya yang berwarna Perak malah kian memerah karna marah Ia tidak menyangka keraguannya pada Viola memang benar.
"a.. apa yang terjadi dengan Pelayan Belle? ". tanya Alex dengan segala kekuatannya.
"aah..! Pelayan itu ya? dia melihat mata asliku yang bukan warna ungu jadi aku menariknya di malam Ritual bunuh diri itu, aku cukup profesional melemparnya sehingga makhluk mengerikan kalian itu memakan habis pelayan itu hanya tersisa darah dan bajunya saja". jawab Viola tersenyum lebar.
"Kkenapa kau lakukan ini padaku? ". tanya Alex dengan mata kian memerah hingga mengeluarkan air mata bahkan Ia tidak berkedip.
rasa sakit di hati Alex lebih besar dari pada luka disekujur tubuhnya saat ini, dikhianati oleh Viola lebih menyakitkan dibanding rasa sakit karna luka-lukanya kini.
"aah.. karna Mommymu membunuh keluarga tercinta Mamaku, aku sudah lama menantikan ini Alex, aku ingin bebas dari mata palsu ini". Viola melepas lensa matanya dan membuangnya ke rerumputan lalu Viola menginjak-nginjaknya dengan senyum puasnya.
Alex tertawa seketika, tawa menakutkan yang berhasil membuat para mafia memegang senjata api melangkah mundur padahal mereka sudah bersiap menembak mati Alex.
"aku sudah mengira kau penghianat Viola..! kau fikir aku pernah mencintaimu? aku memang mencintaimu tapi perasaanku sudah musnah saat aku mencurigaimu, aku mati kau juga akan mati Baby". kata Alex tertawa lepas.
Viola terbelalak, "a.. apa maksudmu? aku tidak mungkin mati, kau yang mati".
"kau meminum minuman yang aku berikan tadi kan?". tanya Alex menyeringai dengan tatapan penuh kemenangan.
"minuman apa sayang? kamu minum apa? ". tanya Andra.
Viola memegang lehernya, "a.. apa maksudmu? kau berikan aku apa? ". teriak Viola gemetar ketakutan.
Viola memang meminum gelas pemberian Alex tadi.
"aku sudah lama menunggumu melepas topengmu Baby, itu sebabnya aku meracunimu dan kau tidak akan selamat jika aku tidak selamat". tawa Alex menggelegar.
Sordi dan Ola yang baru saja tiba di tempat itu membelalak syok seketika mendengar perkataan Alex.
"a.. apa? ". sontak saja Ola terduduk lemas.
Viola mencoba memuntahkan semua minuman yang Alex berikan,
"ak.. aku tidak mau mati... tidak mau". teriak Viola terus saja berusaha memuntahkan minumannya tadi.
Andra membelalak tak percaya betapa hebatnya Alex tau melalui instingnya kalau Viola penghianat bahkan sudah memberi racun, ia membantu Viola untuk memuntahkan isi perutnya.
"kalau kau mau...hmm.. minta penawarnya padaku tapi aku mau Mamamu yang memohon padaku, aku akan berikan tapi dengan syarat aku yang memilih kematianku". kata Alex dengan tawa pelannya lalu menatap tajam Ola yang tengah terkulai lemas.
Alex tau Mommynya sampai bersujud pada Ola meminta maaf tapi tidak disangka Ola merencanakan semua pembunuhannya.
"ayo Mama..! minta padaku penawarnya kau membuat Mommyku menjatuhkan harga diri demiku, jadi kau harus mau menjatuhkan harga diri pada calon menantumu ini demi nyawa putrimu". pinta Alex dengan nada menyeramkan.
"Sayang". Sordi memegang bahu Ola.
"tidak apa..! asalkan dia memang menyelamatkan anakku lagian dia akan mati". Ola menghapus air matanya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Oi Min
rasakno Lex..... pekok rak
2024-09-02
0
Zanzan
ahhh...goblok
2024-05-15
0
Qaisaa Nazarudin
Kalo udah ragu kenapa masih BODOH aja kamu,,Heran aku..Aku pikir Alex org nya cerdas dan licik, Tapi ternyata jauh dr ramalan ku,Sama kayak Mommy nya Dewi Par yg BODOH itu..Sama2 Bego..Hanya oma Endang yg aku salut..
2023-07-19
3