.
.
.
waktu berlalu begitu cepat, tidak terasa 21 tahun telah berlalu.
di Mansion keluarga besar Alex,
"jadi ini gadis ramalan Mommy? ". tanya Alex saat tiba di Mansionnya dengan tergesa-gesa.
jujur saja selama 21 tahun keluarga raya-raya itu telah mengerahkan segala kekuasaan untuk menemukan gadis bermata ungu itu.
"halo..? nama saya Viola". sapa gadis itu dengan ramah.
Dewi Par tersenyum lebar ke Viola, Ia tidak bisa mengetahui kekuatan Viola karna Viola terlalu kuat jadi berpikir melihat bola mata Violetnya saja sudah membuatnya percaya kalau Viola adalah gadis yang dicintai Alex di reinkarnasi sebelumnya.
Alex berjalan tenang ke arah Viola, Ia mengelilingi gadis bermata Ungu itu.
"Viola? ". gumam Alex pelan.
"iya.. saya Viola Tuan". jawab Viola tersenyum lebar.
"mommy yakin gadis ini yang Mommy cari selama ini? ". tanya Alex.
"kenapa bertanya seperti itu sayang? ". tanya Dewi Par takut menyinggung perasaan Viola.
Viola berubah murung, "tidak apa Tante, saya pergi saja". jawab Viola menundukkan wajahnya lalu hendak pergi namun Indiro menghentikan Viola.
"maafkan Alex nak..! Alex sulit mempercayai orang lain maka nya dia begitu". Indiro menatap serius Viola.
"Alex...! minta maaf". titah Indiro tegas ke Alex.
Alex menatap Daddy dan Mommynya.
"kenapa dia tidak muncul sejak dulu Mom? apa Mommy yakin matanya memang Ungu? kenapa aku merasa matanya seperti palsu". tanya Alex belum mau percaya pada sosok Viola.
ramalan Dewi Par terlalu samar hanya tau bola mata Ungu saja tentang gadis yang menjadi hidup Alex tapi tidak tau hal lainnya, jadi Ia benar-benar tidak tau ciri-ciri gadis itu.
"sejak kecil Viola memang punya mata Ungu nak..! satu sekolahan dia juga mengatakan seperti itu tapi tidak ada yang berani mengejek Viola karna dikenal sebagai calon pengantin kamu nak". jelas Dewi Par.
"Papa sudah mencari tau juga Lex..! Viola memang gadis yang kita cari". sambung Indiro.
"lalu kemana saja dia selama ini? apa dia tidak tau dunia sudah tau tentang hal mistis di keluarga kita?". Alex menyambar lagi.
"i.. itu karna saya tidak mau disebut penipu Tuan, saya hanya ingin menikmati hidup saja tapi Kedua orangtua saya melarang untuk menutupi mata saya, sebenarnya saya juga tidak tau alasannya sampai Tante Dewi Par yang datang ke Rumah saya menanyakan mata saya". jelas Viola dengan kepala tertunduk.
"dimana takdir Cucuku? ". suara seorang wanita tiba-tiba datang berjalan dengan gerakan anggunnya.
"Oma..? ". Alex berjalan ke arah Endang Putri yang sudah berumur 50 tahunan tapi wajahnya masih cantik seperti vampir saja.
"Cucuku..! ". Endang mengelus rahang Alex.
Dewi Par berbisik pada Viola yang menganggukkan kepala mendengarkan bisikan Dewi Par.
"Ini gadis itu Oma". Indiro memberi jalan membiarkan Endang melihat gadis yang ditakdirkan menjadi jantung ajaib Alex.
"Nyonya Besar". sapa Viola dengan sopan.
Endang yang tadinya menatap cucunya Alex sekarang beralih pada Viola, Ia berjalan dengan pelan ke arah Viola lalu mengelilingi Viola.
"apa kamu yakin ini gadis itu Dewi Par?". tanya Endang.
"kenapa Ma? apa aku salah? karna hanya dia yang sejak kecil memiliki mata Ungu". jawab Dewi Par tersenyum lebar.
"kenapa aku tidak merasakan ada kekuatan mistis dalam dirinya". gumam Endang menghirup tubuh Viola yang memang tidak memiliki kekuatan mistis.
Endang juga punya kekuatan tapi tidak sehebat Dewi Par namun sebenarnya kekuatan mereka masih kategori lemah karna tidak bisa mendeteksi gadis misterius itu.
"apa gadis itu memang punya kekuatan Ma? tapi sudah 21 tahun kami mencari gadis itu hanya Viola satu-satunya gadis yang kami percayai Ma". jawab Dewi Par.
"lakukan Ritual darah pemandian! ". titah Endang.
"baik Ma". jawab Dewi Par.
Viola masih berusaha untuk tenang, Ia tidak mau keliatan takut.
"apa kamu tau apa itu Ritual darah pemandian?". tanya Endang dengan serius.
"apa Itu Nyonya? saya tidak tau". jawab Viola dengan raut wajah polosnya.
Alex bersidakap dada memperhatikan Viola, Ia sendiri tidak punya kekuatan untuk bisa mengenal gadis yang dikatakan detak jantung Alex, selama gadis itu bernafas maka Alex akan hidup dan akan sehat-sehat saja namun ciri-ciri gadis itu tidak ada yang tau hanya mata nya saja.
Dewi Par menjelaskan Ritual itu yang sama artinya dengan Ritual bunuh diri, jika gadis yang ditakdirkan dengan Alex tidak akan mati dengan ritual pemandian darah karna gadis itu memiliki darah suci hingga darah yang kotor pun tidak akan menyentuh gadis itu.
"kalau begitu lakukan saja Nyonya..! saya juga penasaran apakah saya memang benar gadis yang kalian semua maksud". jawab Viola sambil tersenyum.
Dewi Par tersenyum lebar, "dia tidak takut Ma".
"semoga saja kamu memang benar gadis itu". Endang mengangguk-ngangguk lalu pergi.
Alex menatap Daddy nya yang memuji keberanian Viola, melihat Viola yang tidak takut membuat mereka yakin dan percaya kalau Viola memang gadis yang ditakdirkan dengan Alex.
malam itu juga Ritual Pemandian Darah pun dilakukan, bisa dikatakan Keluarga Kaya-raya itu seperti penyihir yang percaya akan segala hal mistis.
ke esokan paginya,
"semoga saja Viola masih hidup". gumam Dewi Par penuh harap diikuti banyak pelayan dibelakangnya berjalan tergesa-gesa ke suatu Ruangan mistis.
pintu dibuka,
"Viola..? ". Dewi Par berlari ke arah Viola yang tak sadarkan diri.
tempat ritual itu sangat bersih dan tidak ada darah setetes pun, Dewi Par mengucapkan syukur ternyata Viola memang gadis yang ditakdirkan untuk Anaknya.
"terimakasih sayang..! terimakasih banyak". ucap Dewi Par dengan lega mencium wajah Viola yang tak sadarkan diri.
Dewi Par memeluk Viola, Ia berteriak memerintahkan pelayan untuk membawa menantu nya.
.
"kamu dengar son?? dia memang gadis yang kamu tunggu selama ini, dia tidak mati karna ritual itu, biasanya wanita yang mengaku-ngaku sebagai jantungmu akan mati malam itu juga". kata Indiro.
"iya Daddy..! Alex percaya". Alex menganggukkan kepalanya tak lagi mencurigai gadis yang ditemukan oleh Mommynya.
"jadi benar anak itu selamat? ". tanya Endang tiba-tiba muncul dibelakang Alex dan indiro.
"Oma? ". senyum tipis Alex.
"Ma". Indiro tersenyum tipis juga.
jika di lihat Indiro dan Alex memiliki rupa yang sama bahkan mata mereka sama-sama perak, bedanya Alex terlihat lebih berkilau.
"baguslah..! dia selamat dari ritual mematikan itu artinya dia memang gadis yang selama ini kita cari". Endang tersenyum tulus.
"ayo kita temui Ma". ajak Indiro.
Indiro, Endang dan Alex mendatangi kamar elit khusus untuk Viola yang telah diakui sebagai gadis yang dicari oleh Keluarga mereka selama ini.
"maafkan aku! ". ucap Alex dengan datar ke Viola.
Viola tersenyum lebar, "ternyata yang dikatakan orang lain itu benar ya? aku memang pengantinmu". kata Viola dengan berbinar.
"hmm". Alex menganggukkan kepalanya.
"terimakasih sudah bertahan sayang..! maafkan Tante ya? kamu pasti takut melihat ritual itu ya? ". Dewi Par mengelus Kepala Viola.
"tidak apa Tante..! awalnya aku takut tapi makhluk aneh itu keliatannya juga lebih takut dengan mataku". senyum semangat Viola menunjuk matanya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Oi Min
kok iso??? ndak ra Violet to dudu Viola??
2024-09-01
0
Oi Min
ck..... Dewi Paramal...... kali ini kmu salah orang. jo nyesel hlooo
2024-09-01
0
Oi Min
palsu ini..... bahaya g utk Alex nnti??
2024-09-01
0