.
.
.
di tempat lain,
"apa?? Ismi meninggal? ". tanya Ola tak percaya pada pelayan mansion Alex.
"benar Nyonya...! sepertinya tempat ini akan diperketat, saya tidak akan bisa menghubungi Nyonya selama beberapa bulan ini, Tuan Muda melakukan razia besar-besaran di kamar kami jadi saya akan menghapus Nomor Hp Nyonya". kata Pelayan dari ujung telfon.
"iya.. iya.. jangan lupa yang lainnya juga harus menghapus nomorku, kalian harus tetap selamat sampai balas dendam kalian berhasil". kata Ola dengan serius.
"terimakasih Nyonya..! sampai jumpa" .
"iya.. jaga diri kalian baik-baik dan semua transaksi yang kita lakukan sudah aku hapus jauh sebelum hal ini terjadi, kalian hanya perlu menghapus nomorku saja supaya tetap hidup". ujar Ola dengan khawatir.
"iya Nyonya".
panggilan terputus,
Ola berteriak geram, "huh.. huh.. huh..! ternyata mereka lebih pintar dari dugaanku, mereka cepat menemukan bukti, aku yakin nenek penyihir tua itu sudah mencurigai Viola".
"Mama?? kenapa?? ". Viola berlari ke Ola yang Ia dengar teriakan geramnya.
"Ismi dibunuh dan keluarganya dibantai habis oleh iblis itu". jawab Ola dengan marah.
Viola membekap mulutnya syok, "maa..? kita harus bergerak cepat Ma..! aku tidak mau mati sebelum menikmati hidup dengan mata asliku ini". pinta Viola memegang tangan Ola dengan raut wajah takut dan tegang membayangkan hal yang sama terjadi padanya.
"aku juga tau..! kamu percayalah pada Mama, besok malam semua rencana kita akan disusun baik-baik, Mama juga tidak mau semua pengorbanan kita sia-sia". Ola menatap serius Viola.
"bagaimana matamu? sudah baikan? ". tanya Ola khawatir melihat mata Putrinya.
"lumayan ma..! tadi Alex minta aku datang ke Mansionnya, tapi aku bilang lagi dikurung dan akan datang besok malam di acara perayaan mereka". jawab Viola menekan-nekan pinggiran matanya yang sudah merasa baikan.
"baguslah..! tahankan semua nya 1 hari lagi sayang, kita akan lancarkan rencana kita malam itu juga". jawab Ola.
"berarti besok adalah malam yang melelahkan Ma? bagaimana dengan Andra? apa dia mau membantu kita? ". tanya Viola ke Ola serius.
"awalnya dia tidak mau bergabung dengan rencana Kita karna dia bilang hanya Lelaki pengecut yang menyerang dengan cara curang". gerutu Ola.
"maksud Mama apa? lalu bagaimana? ". tanya Viola.
"untung saja Papamu menawarkan akan menikahkan kalian kalau rencana ini berhasil lalu kita semua hidup bahagia di luar negri". jawab Ola lagi menyeringai bangga.
Viola tersenyum lebar, "sebenarnya Alex pria yang baik Ma, aku yakin hidupku akan bahagia dengannya tapi sayangnya dia hanya mengincar mata Ungu saja".
"kamu tidak akan bahagia dengannya, dia tidak akan mengampunimu saat tau matamu itu tidak asli". tegas Ola.
"iya Ma.. aku tau dia akan membunuhku karna dia tidak suka di khianati". jawab Viola memutar bola matanya dengan malas.
"lalu?? ". tanya Ola.
"lebih baik aku yang mengkhianatinya terlebih dahulu dari pada dia yang membunuhku duluan". jawab Viola dengan senyuman.
"itu baru anak Mama". senyum jahat Ola.
Viola tersenyum menggeleng kepalanya, "mana gaunku Ma? ". tanya Viola serius.
"aah.. tenang saja sayang, besok pagi gaunmu akan tiba". kata Ola dengan lembut mengelus kepala Viola.
.
pagi-pagi di Mansion Alex.
Alex melakukan Razia besar-besaran pada para Pelayan yang ada di Mansionnya, Ia mencari tau siapa saja teman-teman Ismi.
"kalian dengar?? kalian sudah menandatangi janji kesetiaan jika kalian melanggar artinya kalian dan keluarga kalian akan mati ditanganku, kalian pikir bisa mengelabuiku hah? ". teriak Alex menggelegar.
seluruh Pelayan bersujud dengan kepala tertunduk, Alex ingin sekali merobek isi kepala semua pelayan yang bekerja di Mansionnya demi mencari tau siapa yang tulus dan siapa yang penghianat.
"kalian dengar tidakk? ". bentak Alex
"kami dengar Tuan Muda". jawab Para Pelayan yang berjumlah 34 orang serentak.
jumlah pelayan di Mansion nya sebelumnya 36 orang tapi Belle tidak ada dan Ismi penghianat, saat ini Alex sedang mencari tau penghianat nya yang lain.
Alex sudah menggeleda kamar para pelayan dengan para Bodyguardnya, tidak peduli celan* dal*m dan br* berserakan karna mencari bukti sebab tujuan para bodyguard pilihan Alex hanya mencari penghianat.
sedangkan Dewi Par sendiri juga kaget saat Pelayan bernama Ismi adalah penghianat di Mansionnya, Ia mendatangi Oma Endang karna Ismi sangat dipercaya oleh Endang.
"Mama tidak apa-apa? ". tanya Dewi Par.
Endang tersenyum, "tidak Apa, Mama hanya kecolongan saja sampai tidak sadar dia menghianati Mama".
"Aku tidak bermaksud apa-apa Ma, sungguh Dewi Paramal ini penasaran bagaimana Mama dan Alex bisa tau kalau Ismi penghianat? ". tanya Dewi Par penasaran karna Ia memang tidak tau kebenarannya.
Endang menceritakan saja soal Pelayan bernama Belle hilang dan saat Endang bertanya pelayan nya itu berbicara seolah Belle penghianat tapi saat Endang mencari tau Pelayan Belle bukan penghianat melainkan korban karna tau sesuatu yang tidak harus diketahuinya.
"apa yang tidak boleh diketahuinya Ma? ". tanya Dewi Par.
Endang tidak tau harus jawab apa karna Ia tidak mungkin mengatakan pada Dewi Par terakhir kali Pelayan bernama Belle mendatangi Kamar Viola lalu sampai sekarang hilang entah kemana belum ada tanda Pelayan Belle meninggal atau tidak.
namun saat Endang berbicara tiba-tiba saja Alex datang dengan raut wajah serius dan dingin.
"Alex? ". Endang dan Dewi Par sontak saja melihat Alex lalu mendekati Alex begitu juga sebaliknya.
"ada baju pelayan khusus kita ditemukan tidak jauh dari Mansion kita Oma, Ma, dan aku sudah bawa ke Rumah Sakit untuk diperiksa tes DNA nya". kata Alex.
"ayo kita ke Rumah Sakit! ". ajak Endang.
"aku juga ikut". Dewi Par seperti tidak tau apa-apa langsung memilih ikut untuk mencari tau karna Ia yakin ada sesuatu yang disembunyikan darinya.
Endang dan Alex tidak ada waktu melarang Dewi Par karna tau sifat Dewi Par yang tidak akan mau berhenti walaupun mereka berusaha membuat Dewi Par untuk tidak ikut campur.
acara Pesta akan diadakan nanti malam tapi mereka sibuk mencari tau perihal pelayan yang hilang.
.
Ibu Belle bernama Ita menangis histeris saat berada di Rumah Sakit dan hasilnya telah keluar ternyata DNA nya sama.
adik perempuan Pelayan Belle bernama Bella juga menangis sesegukan dan nyaris pingsan saat tau Kakaknya telah meninggal dunia.
"maafkan kami..! kami akan menanggung biaya hidup kalian sampai kapanpun, aku minta maaf tidak becus menjaga para Pekerja di tempatku". ucap Oma Endang menundukkan kepalanya.
keluarga mereka memang kejam tapi jika ada yang tidak bersalah di jadikan Korban maka mereka lah yang paling menyesal.
Ibu Ita langsung tidak sadarkan diri sehingga Alex berteriak memanggil Suster dan Ibu Ita dirawat ditemani oleh Bella (adik Pelayan Belle).
"Tuan? Nyonya? tolong berikan keadilan untuk Kakak saya, dia tidak pernah mengatakan hal buruk tentang kalian pada kami bahkan dia mengatakan kalau Dia bahagia bekerja disana, tolong beri keadilan untuk kakak saya". Bella menangkupkan kedua tangannya memohon dengan mata yang sudah sembab.
"aku berjanji..! ". kata Alex dengan datar dan dingin.
Bella masih menangis, Ia tidak tau mengapa dunia begitu kejam pada Kakaknya yang baik hati.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Amelia🥀
dewei paramaal namun buta pada mata batinya lucu cik😂
2023-08-12
1
Mahayabank
Lanjiuut troos
2023-05-10
1
Mahayabank
kebohongan.."
2023-05-10
1