hilang

.

.

.

pagi-pagi di Mansion Keluarga Alex,

Kabar hilangnya Alex dimalam acara pesta perayaan membawa Viola telah tersebar di seluruh Mansion bahkan rerumputan pun tau kabar itu,

Viola dikabarkan masuk Rumah Sakit dan ada Suster magang yang berteman dengan Bella (adik pelayan Belle) mengatakan pada Endang bahwa Viola punya mata warna hitam dan itu adalah alasan Kakaknya dibunuh dimalam ritual pemandian dar*h itu.

"apaaa? ". teriak Endang menggelegar.

Bella berdiri dihadapan Endang dan seluruh keluarganya, Dewi Par langsung pingsan saat tau Viola bukan gadis yang mereka cari.

Dewi Par sampai tidak sadarkan diri beberapa jam sampai di infus, Indiro menggila meminta para Mafia bawahan Alex mencari Alex sampai ketemu dan membiarkan keluarga penghianat itu terlebih dahulu karna Alex sudah membuat Viola menjadi manusia tidak berguna, hidup segan mati tak mau itulah hukuman Alex pada Viola.

Bella mendengar semua kekejaman Indiro, dan Endang tidak takut lagi, hatinya yang lembut sudah mengeras dan satu-satunya keinginan terbesarnya adalah membunuh Keluarga Viola yang telah membunuh kakaknya hanya karna tau rahasia besarnya bahwa Viola itu penipu.

"kau tidak takut pada kami? ". tanya Endang melihat Bella terlihat tidak takut mendengar perintah kejam Indiro sebagai mantan ketua Mafia dunia gelap.

"tidak Nyonya..! saat sahabat baik saya mendengar pembicaraan keluarga itu, hati saya sudah mati Nyonya, tujuan terbesar saya ingin melihat keluarga itu hancur sehancur-hancurnya anda harus menepati janji menghabisi orang yang telah menghabisi nyawa kakak saya yang baik hati Nyonya". jawab Bella dengan tatapan dingin ke arah lantai marmer.

Endang mengangguk, "aku merasa tertipu, jika saja aku sudah mencurigainya lebih cepat aku tidak akan seperti ini..! cucuku...! bedeb*h sinting dan gila, aku tidak akan memaafkan kalian jika cucuku meninggal dunia". gumam Endang memijit pelipisnya yang terasa pusing.

Bella berlari ke arah Endang, "Nyonya..? ". Bella terlihat panik melihat keadaan Endang.

"tidak apa..! bisa kau bantu aku ke kamar? kepalaku sakit". pinta Endang ke Bella.

"baik Nyonya! ". jawab Bella menuntun Endang ke jalan yang ditunjuk Endang.

Ia dengan sabar membawa Endang ke kamarnya lalu menyelimuti Endang, tak lama setelah itu Ia keluar dari Kamar Endang.

Bella mengusap air matanya melihat Mansion ini, Ia teringat semua ocehan kakaknya yang baik hati mengenai kemegahan Mansion tempatnya bekerja.

"Kakak?? kenapa harus mengatakan kalau Kakak menyukai Mansion ini bahkan sampai ingin mati di Mansion ini, ucapan kakak menjadi doa.. hiks.. hiks.. kakak benar-benar meninggal di Mansion ini". batin Bella.

Bella menghapus lagi dan lagi air matanya, Ia berjanji tidak akan menangis lagi dan membalaskan kematian Kakaknya pada wanita jahat seperti Viola, demi menutupi kejahatannya tega menghabisi nyawa orang lain.

melawan orang berkuasa memang tidak mudah, oleh sebab itu Ia mencari kekuasan dengan bergabung dengan Keluarga Alex yang menjadi musuh terkuat Keluarga Viola.

.

sore harinya,

Dewi Par terbangun dari pingsannya, Ia menjerit histeris memanggil Alex.

"Aleexxx...! anakkku..! dimana kamu nak? maafkan Mommy... Maafkan Mommy". jerit Dewi Par histeris hingga para pelayan berlarian ke kamar Dewi Par.

Dewi Par melepas paksa selang infusnya sampai berdarah, Ia tidak peduli dengan tubuhnya karna saat ini yang Ia khawatirkan adalah Putranya.

Bella mendengar jeritan Dewi Par segera berlari ke Dewi Par dan dengan berani mengatakan bahwa Indiro sedang pergi ke Hutan tempat favorit Tuan Muda Alex, ada salah satu warga desa yang mengambil kayu bakar melihat mobil mewah Alex ada disana dengan lampu mobil tetap menyala sampai sekarang.

"bagaimana dengan Putraku? bagaimana? ". tanya Dewi Par mengguncang bahu Bella.

"Nyonya harus menunggu disini, Tuan Besar akan menggeleda hutan itu". jawab Bella.

"beritau aku Bella..! beritau aku, aku akan menjadikanmu pelayan setiaku, aku juga akan membantumu membalas dendam kakakmu tapi bantu aku Bella, bantu aku! ". pinta Dewi Par dengan tatapan nyalang.

Bella mengangguk, "tapi Nyonya harus membawa dokter dan Suster, saya harus menjaga kepala saya tetap utuh karna berani mengantar anda kesana".

Dewi Par mengangguk tanpa berpikir lagi, memikirkan Alex hilang ditengah hutan membuatnya tidak bisa berpikir jernih.

"aku akan menjaga kepalamu itu". kata Dewi Par penuh kesungguhan.

"mari Nyonya! ". ajak Bella.

"bisa bantu aku telfon kembali dokter Pribadi Nyonya dan Suster, minta mereka bawa perlengkapan obat-obatan untuk menjaga Nyonya disana jika pingsan lagi". pinta Bella pada salah satu Pelayan yang terlihat olehnya.

"baik". jawab pelayan yang ditatap oleh Bella berlari menuju telepon genggam.

.

.

di pinggir tebing, Hutan kematian yang sunyi dan menakutkan bahkan disiang maupun dimalam hari.

"Sayangg? kenapa kamu disini? ". Indiro berlari ke mobil yang baru datang saat melihat yang keluar dari mobil itu ternyata istrinya.

Bella meminta maaf pada Indiro dan mengatakan sudah ada dokter dan Suster yang berjaga untuk Dewi Par, Indiro tidak lagi bisa marah karna Bella sudah sedia payung sebelum hujan.

Dewi Par dipapah oleh Bella ke pinggir tebing, Dewi Par bergetar hebat melihat banyaknya darah yang sudah mengering di rerumputan.

"t.. tidaaaakkkk!". teriak Pilu Dewi Par.

Indiro merasa jantungnya diremas melihat Istrinya menangis pilu, sementara Bella berdiri lalu mundur 2 langkah untuk memberi jalan Indiro memberi kekuataan pada Dewi Par.

"Tuan.. silahkan peluk Nyonya, saat saya kehilangan kakak saya rasanya sangat menyakitkan Tuan bahkan Ibu saya tidak bisa tersenyum selama berhari-hari kehilangan anaknya, saya yakin apa yang Nyonya rasakan sama dengan Ibu saya rasakan". isak Bella menghapus air matanya.

Indiro dengan lemah berjalan ke arah Dewi Par, "sayang..! tidak akan terjadi apa-apa dengan anak kita Sayang, kamu tau kan selama gadis yang menjadi detak jantungnya masih hidup maka anak kita akan baik-baik saja".

"lalu dimana anakku?? dimaaa?? aku yang membuatnya seperti ini..? bagaimana aku bisa hidup hah? bagaimanaa?? aku yang membawa jal*ng itu ke Mansionku, akulah pembunuh anakku... akulah yang membunuhnya". jerit Dewi Par kemarahannya pecah seketika.

Bella menangis tanpa suara, Ia teringat Ibunya yang sama terpukulnya dengan Dewi Par bahkan sama-sama menyalahkan diri sendiri.

Dewi Par tiba-tiba tak sadarkan diri saking syok beratnya, Bella yang masih menangis masih bisa meminta dokter dan suster pribadi merawat Dewi Par.

mata Indiro juga sudah sembab, Ia sampai sesegukan melihat keadaan Istrinya.

"Tuan anda percayakan Nyonya pada saya, Nyonya tidak akan bisa tenang sampai semuanya jelas, buktikan pada Nyonya bahwa Tuan Muda masih hidup". tegas Bella menatap serius Indiro.

Indiro mengangguk lalu memberikan istrinya pada Bella dan Ia meminta 2 bawahannya menjaga Istrinya lalu berlari meminta beberapa bawahannya membawa kapal pesiar dan bantuan alat selam demi menyisiri laut lepas.

"Nyonya sadar Nyonya..! anda harus kuat demi membalas rasa sakit hati kita Nyonya, kita harus membuat orang yang menjadikan penderitaan kita sebagai mainan harus menderita sampai menangis darah Nyonya, kita harus bangkit!! ". Bella memberi semangat untuk Dewi Par yang baru saja kehilangan separuh hidupnya.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Oi Min

Oi Min

rasakno...... pekok rak.

2024-09-02

0

Zanzan

Zanzan

syukur...makanya...jangan bodoh...

2024-05-15

0

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Noh kau dewi Par Bodoh, kau yg beriya2 membawa Viola masuk dlm keluarga mu, hanya dgn melihat warna matanya saja,Gak tau aja kamu kalo warna mata bisa berubah mengikut kehendak tuan matanya 🤣🤣🤣😜😜

2023-07-19

1

lihat semua
Episodes
1 awal
2 telah lahir
3 ritual?
4 sepasang kekasih
5 mengabaikan
6 teka-teki
7 rencana yang harus disusun
8 anak nakal
9 mencari
10 mencurigai
11 hampir ketahuan
12 kembali
13 tanpa ampun
14 menemukan setitik terang
15 tidak memakai
16 diajak pergi
17 sudah dipersiapkan
18 balasan
19 hilang
20 pria asing terdampar
21 bertemu
22 kembali
23 berkumpul
24 kabur
25 hadiah
26 hewan berbulu
27 hantu pengacau
28 hantu cantik
29 gegara kalung
30 sinar itu
31 ingin menyerah
32 senjata untuk Tuannya
33 balas
34 manusia terbang
35 cerita
36 terperangah
37 malam ritual
38 pulang
39 di usir gegara Artikel
40 kamu siapa?
41 bus
42 naik benda berjalan
43 heran
44 taman bermain
45 gadis aneh itu
46 terlalu banyak celah
47 motor
48 mbah
49 senang bermain
50 kenapa tidak bisa tumbuh besar?
51 terawangan
52 dewimu
53 ketinggalan
54 ikan kecil
55 penghianat
56 tidak mengerti sikap baik
57 tanpa sadar
58 bukan hantu
59 anak tidak sopan
60 menyusahkan
61 drama si anak nakal
62 taman
63 ingatan aneh
64 datang
65 dia nakal
66 peringatan?
67 dilepas
68 belajar di dunia manusia
69 kenal
70 trik kecil
71 lemah
72 diam-diam
73 tidak dikenali
74 rayuan
75 melawan
76 besi?
77 ganggu
78 membawa
79 apa maksudnya
80 mengancam
81 Feny
82 tidak berhasil
83 apa pesona nya?
84 bayaran
85 masalah itu ada
86 senjata makan tuan
87 berlawanan
88 mimpi lagi
89 lukisan jelek
90 sedikit terkuak
91 cari masalah
92 salah sangka
93 menakuti
94 kebetulan
95 masih belum mengerti
96 terluka
97 Putra disembuhkan
98 sedikit lagi
99 ingatan kelam
100 terpuruk
101 Hilang
102 mencari Putra
103 memancing
104 marah
105 menyelamatkan
106 bawa
107 lebih dekat
108 perubahan Crystal
109 mengadu
110 dikerjai
111 kesal
112 biarkan saja
113 tidak mau bertemu
114 balas dendam part. 1
115 balas dendam part. 2
116 dadakan
117 ajakan
118 bertanya
119 hadiah?
120 sederhana
121 sebagai Ratu
122 dibantu
123 mengutus seseorang
124 serangan
125 tau
126 cepat
127 datang
128 mengundang
129 cepat
130 beri nama
131 marah-marah
132 bahagia
133 Pemberitahuan Novel Baru,
Episodes

Updated 133 Episodes

1
awal
2
telah lahir
3
ritual?
4
sepasang kekasih
5
mengabaikan
6
teka-teki
7
rencana yang harus disusun
8
anak nakal
9
mencari
10
mencurigai
11
hampir ketahuan
12
kembali
13
tanpa ampun
14
menemukan setitik terang
15
tidak memakai
16
diajak pergi
17
sudah dipersiapkan
18
balasan
19
hilang
20
pria asing terdampar
21
bertemu
22
kembali
23
berkumpul
24
kabur
25
hadiah
26
hewan berbulu
27
hantu pengacau
28
hantu cantik
29
gegara kalung
30
sinar itu
31
ingin menyerah
32
senjata untuk Tuannya
33
balas
34
manusia terbang
35
cerita
36
terperangah
37
malam ritual
38
pulang
39
di usir gegara Artikel
40
kamu siapa?
41
bus
42
naik benda berjalan
43
heran
44
taman bermain
45
gadis aneh itu
46
terlalu banyak celah
47
motor
48
mbah
49
senang bermain
50
kenapa tidak bisa tumbuh besar?
51
terawangan
52
dewimu
53
ketinggalan
54
ikan kecil
55
penghianat
56
tidak mengerti sikap baik
57
tanpa sadar
58
bukan hantu
59
anak tidak sopan
60
menyusahkan
61
drama si anak nakal
62
taman
63
ingatan aneh
64
datang
65
dia nakal
66
peringatan?
67
dilepas
68
belajar di dunia manusia
69
kenal
70
trik kecil
71
lemah
72
diam-diam
73
tidak dikenali
74
rayuan
75
melawan
76
besi?
77
ganggu
78
membawa
79
apa maksudnya
80
mengancam
81
Feny
82
tidak berhasil
83
apa pesona nya?
84
bayaran
85
masalah itu ada
86
senjata makan tuan
87
berlawanan
88
mimpi lagi
89
lukisan jelek
90
sedikit terkuak
91
cari masalah
92
salah sangka
93
menakuti
94
kebetulan
95
masih belum mengerti
96
terluka
97
Putra disembuhkan
98
sedikit lagi
99
ingatan kelam
100
terpuruk
101
Hilang
102
mencari Putra
103
memancing
104
marah
105
menyelamatkan
106
bawa
107
lebih dekat
108
perubahan Crystal
109
mengadu
110
dikerjai
111
kesal
112
biarkan saja
113
tidak mau bertemu
114
balas dendam part. 1
115
balas dendam part. 2
116
dadakan
117
ajakan
118
bertanya
119
hadiah?
120
sederhana
121
sebagai Ratu
122
dibantu
123
mengutus seseorang
124
serangan
125
tau
126
cepat
127
datang
128
mengundang
129
cepat
130
beri nama
131
marah-marah
132
bahagia
133
Pemberitahuan Novel Baru,

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!