.
.
.
"ampun Nyonya..! tapi saya tidak berbohong..! anak saya sudah menganggur bekerja selama 3 tahun Nyonya, tapi kebaikan hati Tuan Muda membuat anak saya bisa bekerja disini, kami tau sulit bagi kami bekerja diluar sana Nyonya".
"anak saya tidak mungkin memilih keluar dari pekerjaan impiannya, gaji yang sangat besar sehingga bisa menyekolahkan adiknya yang sedang kuliah kedokteran Nyonya.. sungguh Nyonya..! saya tidak berbohong atas nama Dewa..! jika Nyonya tidak percaya lakukan Ritual apa saja untuk Saya Nyonya.. saya akan melakukannya, saya bersumpah demi apapun bahwa anak saya tidak mungkin mengundurkan diri saat adiknya masih kuliah Nyonya".
"dia sendiri yang memaksa adiknya kuliah kedokteran Nyonya, selama ini dia bekerja demi adiknya sampai tamat SMA dan masuk Kedokteran juga karna nya Nyonya, dia berjanji akan bekerja dengan rajin dan mendapatkan banyak uang untuk kuliah adiknya Nyonya.. jika bukan disini dia bekerja dimana lagi Nyonya? sungguh saya tidak berbohong Nyonya".
wanita itu terus berbicara dengan isak tangisnya merantuk-antukkan dahinya ke lantai sampai berdarah mengatakan bahwa Ia tidak berbohong.
melawan Keluarga Gila akan berakhir Tragis namun jika setia maka keluarga itu akan terlihat Keluarga baik-baik saja atau keluarga Normal, tidak seperti yang dikatakan orang lain diluar sana bahwa Anaknya bekerja di Mansion Keluarga Mistis yang gila.
Endang sampai tertegun mendengar cerita Wanita itu, "benarkah?"
"benar Nyonya..! hiks.. hiks.. jika anak saya tidak ada pasti ada di Mansion ini Nyonya, tidak mungkin anak saya pergi dari sini, dia sendiri mengatakan bahwa dia bahagia bekerja disini Nyonya dan akan mati didalam Mansion ini juga".
Endang terdiam memikirkannya, "berarti Ismi mungkin Penghianat yang aku cari? dia kah yang menghianatiku?". batin Endang.
"apa kau pernah telfonan dengan anakmu? ". tanya Endang.
"tidak Nyonya.. tadi malam saya saling mengirim pesan dengan anak saya jadi saya pikir anak saya baik-baik saja di Mansion ini". wanita itu buru-buru mengeluarkan ponsel jadulnya dan menunjukkan semua pesan-pesan nya dengan Belle pada Endang.
Endang mengerutkan keningnya membaca pesan-pesan itu seolah memberitau kalau pelayan bernama Belle itu masih bekerja di Mansion Ini,
"sialan". umpat Endang seolah merasa tertipu.
"a.. ada apa Nyonya? itu benar anak saya Nyonya, tapi setiap kali saya menelfonnya selalu saja dia mengatakan bahwa ia sibuk sehingga tidak bisa mengangkat panggilan saya". kata Ibu itu dengan serius.
Endang meminta wanita itu menghubungi anaknya lagi ternyata tidak diangkat malah sengaja dimatikan dan mengirim pesan yang sama bahwa ia sibuk.
"siapa yang melihatmu tadi datang kesini? ". tanya Endang.
"ba.. banyak yang melihat saya Nyonya". jawab Wanita itu.
"aku akan mencari tau kebenaran tentang putrimu tapi kau harus berakting bahwa kau baru saja aku sakiti dan aku maki-maki, sepertinya ada teka-teki masalah dalam keluarga ini dan anakmu itu menjadi korban". kata Endang.
Wanita paruh baya itu menangis, "a.. anak saya dimana Nyonya? d.. dimana? hiks.. hiks.. asalkan dia masih hidup saya akan melakukan apa saja untuk anda Nyonya".
"aku tidak jamin dia masih hidup". jawab Endang.
seperti tersambar petir disiang bolong wanita paruh baya itu langsung pingsan ditempat hingga Endang panik membangunkan wanita itu tapi tidak bangun juga, Endang memberi waktu untuk wanita itu yang masih syok.
"sial...! kalau Ismi memang penghianat maka aku bunuh keluarganya tanpa tersisa". decak Oma Endang mulai mencurigai pelayan setianya.
.
Pelayan bernama Ismi bolak-balik didepan Ruangan Endang, Ia tidak diizinkan masuk hanya menunggu diluar Ruangan itu yang membuat Ismi penasaran adalah bagaimana situasi didalam sana, semoga saja Endang tidak percaya kata-kata wanita itu.
tak berapa lama pintu terbuka, Endang meminta pelayan untuk mengusir Wanita itu yang menangis, menjerit memohon ampunan pada Endang.
"tidak Nyonya.. Tidak..? jangan Nyonya.. jangaan.. saya tidak bersalah Nyonya, anak saya tidak bersalah, Nyonyaaa..." teriak wanita itu histeris.
Endang diam-diam tersenyum tipis, "bagus juga akting Wanita ini". batin Endang.
mereka sudah melakukan kesepakatakan didalam Ruangan, Oma Endang akan mencari tau tentang Pelayan bernama Belle tanpa sepengetahuan Ismi yang kini menjadi target Oma Endang sebab Ismi mungkin seorang penipu juga penghianat.
"Nyonya..? bagaimana Nyonya..? ". tanya Ismi dengan raut wajah penasaran juga khawatir.
"aah.. dia bilang kalau kau penghianat karna anaknya bukan penghianat, aku marah besar lalu mengusirnya dan meminta anaknya untuk menemuiku kalau anaknya itu memang bukan penghianat". jawab Endang.
Ismi awalnya memucat namun mendengar Endang mempercayainya membuatnya senang.
"terimakasih Nyonya mempercayai saya". ucap Ismi dengan senyuman.
"hmm? sekarang kau pergilah, aku ingin istirahat kepalaku sudah mulai berdenyut memikirkan masalah ini". usir Oma Endang.
"baik Nyonya". jawab Ismi lalu segera menunduk hormat dan pergi dari Endang.
Endang menatap punggung Ismi dengan tatapan tajam, "kalau kau penghianat itu Ismi, aku habisi kau". batin Endang.
Dewi Par tiba-tiba datang dan menanyakan masalah Oma Endang yang akhir-akhir ini terlihat aneh.
"benarkah? apa Mama makin tua? ". tanya Oma Endang menekan-nekan kedua pipinya.
Dewi Par tersenyum, "tidak ma..! cuma Mama keliatan banyak berpikir saja, ada masalah apa Ma? kenapa aku tidak diberi tau?".
"hanya masalah tikus kecil, Mama akan memberitaumu kalau sudah menangkapnya". jawab Oma Endang memijit-mijit pelipisnya.
"tuh kan..! itu karna Mama banyak pikiran maka nya pusing, ayo..! Biar aku mijit kepala Mama". ajak Dewi Par membawa Endang masuk ke Ruangan Endang dan duduk disofa.
"kamu memang menantu idaman nak". Endang menyukai Dewi Par yang baik hati.
Dewi Par tertawa pelan, "Mama bicara apa sih? bukankah Mama yang melamar aku pada kedua orangtuaku? aku bahagia bergabung dengan keluarga Mama dan mempercayai kepercayaan turun-temurun keluarga ini".
mereka berbicara masa lalu sampai tiba-tiba Endang bertanya,, "kalau Viola bukan gadis yang kamu cari bagaimana nak? apa kamu akan kecewa? ".
Dewi Par menghentikan tangannya yang memijit kepala Endang, Endang membuka matanya lalu menarik tangan Dewi Par untuk duduk disampingnya.
"katakan sayang". pinta Endang.
"Ma..? aku tidak tau apa yang akan terjadi kalau Viola bukan gadis itu tapi kenapa Mama bertanya seperti itu ma? bukankah Viola satu-satunya gadis yang selamat dari ritual kematian itu? apa Mama meragukannya? ". tanya Dewi Par.
"bukan Mama hanya bertanya saja, dia berasal dari keluarga musuh kita itu yang membuat Mama berpikir seperti itu tapi semoga saja pemikiran Mama salah ya nak? Mama hanya takut saja". Endang berkata dengan lembut.
Dewi Par menganggukkan kepalanya, "Iya Ma..! semoga saja dia memang gadis itu, aku akan lebih serius memuji dewi mistis kita Ma, aku ingin mencari ciri-ciri gadis itu lagi dengan memperkuat mata batinku dan membuktikan Viola memang gadis yang kita cari Ma".
Endang tersenyum mengelus kepala Dewi Par.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Mahayabank
Lanjuuut lagii
2023-05-09
3
Mahayabank
juuut
2023-05-09
2
pristiana
up cepat rhor....🥰🥰❤️❤️❤️
2023-02-15
2