.
.
.
"tidak mungkin...! mungkin saja itu hanya mimpi, mana mungkin ada di dunia ini manusia berambut perak, dia pasti mengecat rambutnya". Alex menggeleng-geleng mustahil.
Ia tidak merasa gadis berambut perak itu punya hubungan dengannya tapi selalu saja hadir disetiap bulan purnama.
di tempat lain,
"kenapa ma? ". tanya Viola.
"sepertinya Endang Putri sudah tau sesuatu tentang ritual malam pemandian darah itu". kata Ola dengan serius.
"hah? mana mungkin Ma..! Viola udah rencanain semua baik-baik dan yang mati malam itu adalah pelayan samaran kita". jawab Viola.
"mana lensa matamu? ". tanya Ola dengan mata melebar melihat mata Viola berwarna hitam bukan Ungu lagi.
"sepertinya mataku bermasalah Ma, atau lensa matanya rusak aku minta yang baru". Viola mengucek matanya.
"benarkah? coba mama lihat! ". Ola melihat mata Viola yang memerah.
"kenapa bisa semerah ini? ". tanya Ola kaget melihat dari dekat mata Viola merah.
"malam bulan purnama aku nginap di mansion dia ma.. aku mana mungkin melepas lensa mataku jadi aku bawa tidur". jawab Viola dengan kesal.
"huh..! baiklah..! nanti mama pesan secara rahasia lensa mata baru untukmu, tapi kamu juga harus berdiam diri didalam kamar jangan sampai keluar kamar mengerti? ". titah Ola.
"iya ma". jawab Viola lalu berbalik pergi.
Ola menghela nafas melihat Viola pergi, "menghadapi keluarga gila memang harus berbuat gila". seringai Ola.
"ciih..! karna kau pernah membunuh kembaranku semua bisa kembali baik-baik saja hanya dengan permintaan maafmu? tidak akan aku biarkan, sebentar lagi kematian anakmu yang kau banggakan itu akan tiba". seringai Ola menatap lurus kedepan.
Ola sangat membenci Dewi Par yang pernah membunuh saudara kembarnya oleh Dewi Par saat tidak sengaja masuk ke Mansion Dewi Par bahkan menerobos Ruangan mistis mereka.
1 keluarga besar Ola sangat dendam kesumat pada Dewi Par bahkan saat Ia punya anak perempuan, dirinya lah yang paling bahagia dan merencanakan semuanya sejak Viola lahir.
di Mansion Keluarga Alex banyak mata-mata yang ditanamkan oleh Ola jadi saat ini Endang diam-diam mencari kebenaran tentang kejadian malam itu pun tau karna pelayan setia Endang adalah mata-mata Ola.
.
di tempat lain,
"aku yakin melihat darah di tempat ini, apa menurutmu aku berbohong? ". marah Oma Endang pada Pelayan setianya bernama Ismi.
"maaf Nyonya..! saya tidak bermaksud meragukan Nyonya, saya hanya takut meragukan dewi mistis". ucap Ismi gemetaran.
"justru itu yang harus dicari Ismi, kenapa bisa ada bau amis darah disana padahal Viola baik-baik saja". geram Endang pada kebodohan orang kepercayaannya itu.
"baik Nyonya". jawab Ismi dengan patuh.
"apa ada pelayan yang hilang? ". tanya Oma Endang.
DeG!!
Ismi berdebar kencang saat Endang menanyakan pelayan yang hilang.
"tidak ada Nyonya". jawab Ismi.
"benarkah? kenapa aku merasa kau berbohong? apa yang kau tutupi? ". tanya Oma Endang dengan nada membentak.
"ampuni saya Nyonya..! sebenarnya ada pelayan yang baru saja mengundurkan diri di malam pemandian darah itu, saya benar-benar takut anda marah jadi saya mengusirnya pergi dengan memberi uang saku saya Nyonya, malam itu Nyonya sedang bersama dengan Tuan Muda Alex". jawab Ismi bergetar sambil bersujud didepan Oma Endang.
"mengundurkan diri? kenapa dia mengundurkan diri? apa kau tau penyebabnya?". tanya Oma Endang
"saya juga tidak tau penyebabnya Nyonya, dia terus mengatakan kalau dia ingin bebas dari Rumah Mistis dan menakutkan ini Nyonya". jawab Ismi.
"baiklah..! kau boleh pergi". uisr Oma Endang.
"ba.. baik Nyonya". jawab Ismi segera merangkak mundur lalu pergi dari hadapan Endang.
"lalu siapa yang mati malam itu kalau bukan Viola? apa Viola tau sesuatu dengan Ritual itu hingga bisa mengorbankan orang lain? ". gumam Oma Endang berpikir keras.
memang kedalaman palung lautan bisa diukur dan dicari tau dengan teknologi tapi kedalaman hati manusia tidak ada yang tau sama sekali.
setiap Pelayan yang ada di Mansion ini punya dendam tersendiri pada keluarga Alex, selain karna kekayaan, popularitas, tidak sengaja membunuh atau melukai kerabat jauh mereka ada di Mansion itu, mungkin yang setia bisa dihitung jari.
keluarga besar Alex sedang dilanda kebenaran dalam masalah Viola dan malam kejadian itu.
Viola sedang berada dikamarnya layar ponselnya ada tertera nama Alex, Viola dengan kesal mengatakan bahwa Ia kini sedang berada di kamar dikurung Mama nya.
"apa perlu aku datang? ". tanya Alex.
"jangan Lex..! nanti mama makin marah dan menahanku di kamar semakin lama, aku nanti tidak bisa keluar menemuimu". tolak Viola.
"aah.. benar juga.. kalau begitu kita VC bagaimana? aku merindukanmu". tanya Alex.
Viola gelagapan namun ia berusaha untuk tenang, "Alex.. aku tau kamu merindukanku tapi aku sedang tidak berpakaian aku sedang berendam di bathup".
"benarkah? kalau begitu fotokan padaku! ". pinta Alex tertawa lebar
"tidak mau..! nanti Oma bilang aku cepat hamil kalau memperlihatkan tubuhku padamu sebelum sah". tolak Viola dengan polos.
Alex tertawa keras, "baiklah..! nanti hubungi aku lagi saat kamu sudah berpakaian".
"iya". jawab Viola lalu mematikan panggilannya.
"untung saja, bisa marah besar dia kalau saat VC mataku bukan Ungu". gumam Viola dengan lega.
Viola sebenarnya bosan bermain seperti perempuan yang punya mata Ungu karna Ia sangat tersiksa, namun kalau ada yang melihat mata asli Viola maka Papa dan Mama nya tidak segan langsung membunuhnya, salah satunya adalah saat pengasuh Viola melihat mata Viola bukan Ungu melainkan hitam, detik itu juga pengasuhnya dibunuh.
"apa ada gadis yang mereka katakan memang ada? mata Violet? bagaimana rupanya? pasti beruntung sekali". gumam Viola berdecak iri.
sebenarnya Viola senang dengan Alex tapi kalau rahasianya terbongkar semua akan sia-sia jadi lebih baik merencanakan pembunuhan Alex saja untuk membebaskan penderitaannya yang harus berpura-pura menjadi gadis yang mereka cari itu.
.
Viola berkumpul dengan Ola dan Sordi (Mama dan Papa Viola).
"jadi wanita tua itu sudah mencurigai Viola? ". tanya Sordi tak percaya
"Iya.. Pa..! kira harus bertindak cepat sebelum semuanya terbongkar dan kita gagal menghabisi Alex". kata Ola dengan serius.
"iya.. Iya.. kita harus mempercepat rencana kita". Sordi menganggukkan kepala.
"apa perlu minta bantuan Andra Pa? Ma? ". tanya Viola.
"Andra? ". beo Ola dan Sordi.
"iya.. kekasih ku". jawab Viola.
"aaah... dia musuh bebuyutan Alex juga ya? kalau begitu minta dia datang Viola..! kita rencanakan dalam waktu 1 minggu ini". Sordi.
"iya..! kita akan habisi Alex lalu semua dendam kita berakhir dan kita bisa pergi ke negara lain untuk hidup bahagia". kata Ola dengan bangga.
"Viola tidak perlu lagi pakai lensa mata ini kan? ". tanya Viola menunjuk matanya.
"tentu saja nak..! penderitaanmu sudah berakhir saat Alex sudah mati". senyum manis Ola.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 133 Episodes
Comments
Oi Min
wkwwkkwwkkwkwk...... jo nyesel kwe mngko DEWI Par
2024-09-01
0
Nur Haerani
Tapi kan alex gk bisa mati kecuali perisainya mati kan thor,brrti mrk gk bsa bunuh alex
2023-08-22
2
Daniela Whu
orang pintar yg ternyata y goblok ya alex percaya mistis tp gk percaya mimpi juga feling
2023-07-02
1