13

Jam kuliah pertama sudah selesai, dan masih satu jam lagi mata kuliah kedua di mulai.

Akbar memutuskan untuk ke kantin utama lebih dulu, hanya untuk sekedar membeli minum, sambil terus menghubungi kekasihnya.

Tetapi saat ingin memasuki kantin, Akbar melihat kekasihnya sedang duduk berdua berhadapan sambil memakan baso dengan cowok. Cowok yang tadi pagi ia tabrak punggungnya.

Hati Akbar meringis melihat kejadian itu, ada tawa Lena di sana bersama lelaki lain. Sedangkan di sini Akbar sedang gelisah memikirkan Lena. Apa Lena tidak sama seperti Akbar, gelisah?

Tanpa menghampiri keduanya, Akbar memutuskan untuk menghubungi Lena saja dari jauh, belum sempat menekan tombol panggil, Lena sudah menoleh ke arah dirinya.

Lena kaget, melihat Akbar yang sudah berdiri mematung di ujung sana. Entah apa yang harus Lena lakukan pun tak tahu. Sampai pada akhirnya ada sebuah pesan masuk ke ponselnya.

AKBAR

Aku tunggu di parkiran

Read

"Kak gue cabut dulu ya." pamit Lena saat melihat Akbar mulai membalikkan badan dan berjalan.

Arga yang sedang membersihkan mulutnya belum sempat menjawab Lena sudah berlalu begitu saja. Hanya helaan napas yang terdengar dari Arga.

****

"kamu kemarin kemana?" pertanyaan itu yang keluar dari mulut Akbar. Saat ini keduanya sedang duduk didalam mobil Akbar.

"Bukannya yang harus tanya itu, aku?" tanya balik Lena.

"Tinggal jawab aja kenapa?" sengit Akbar.

"Kamu aja duluan yang jawab!" ketus Lena tak mau kalah.

Hening.

"Kemarin kemana? Aku kerumah kamu tapi kamu gak ada." suara Akbar terdengar lembut seperti biasanya. Tidak seperti tadi yang terkesan dingin.

"Kamu yang kemana? Aku nungguin dirumah kamu lama banget. Coba kamu tanya mami berapa jam aku disana?!" kesal Lena.

"Iya maaf aku salah." ujar Akbar mengaku kalau dirinya salah.

"Bar ini baru pertama kali kamu pertemuan organisasi, gimana seterusnya?" tanya Lena karena kegundahan hatinya. Sejak kemarin ia selalu memikirkan hal ini.

"Maksud kamu?" tanya Akbar tak mengerti.

"Iya! Baru sekali pertemuan, kamu sampe lupa sama janji kamu sama aku hari itu! Coba gimana untuk kedepannya!" kesal Lena.

"Jadi maksud kamu,aku gak boleh ikut organisasi itu?!" emosi Akbar terpancing. Dan baru kali ini juga Akbar mengeluarkan nada tingginya di hadapan Lena setelah menjadi pacarnya.

Lena diam terpukau dengan apa yang dilakukan Akbar padanya saat ini. Shock. Bukan lebay tapi memang begini yang di rasa Lena.

"Ma..maaf yang." cicit Akbar saat ia sadar apa yang barusan ia lakukan pada kekasihnya.

Lena memandang Akbar dengan tatapan kecewa. Lidahnya kelu untuk menyuarakan apa yang ia rasa saat ini.

"Maafin aku. Aku gak bermaksud begitu. Maaf juga karena kemarin aku lama pulangnya ada masalah sedikit dikampus,aku berusaha untuk pulang lebih dulu tapi gak bisa." jelas Akbar pada Lena.

Lena masih diam.

"Aku rela mundur dari organisasi itu demi kamu,tapi kamu maafin aku." lanjut Akbar sambil memegang tangan Lena.

Lena menggeleng. Bukan. Bukan itu yang ia mau! Ia hanya ingin Akbar seperti biasa padanya. Benar ini baru sekali pertemuan bagaimana dengan pertemuan berikutnya? Kalau saja kemarin Akbar mengabarinya bilang bahwa ia tidak bisa pulang lebih cepat dan tidak membuat Lena menunggu terlalu lama. Pasti Lena tidak sekecewa sekarang. Jangan di PHP in dengan kata-kata 'lagi dijalan' dan berujung tidak sampai.

"Bukan itu yang aku mau! Aku cuma tanya gimana pertemuan kedepannya kalo pertemuan pertama aja udah buat kita kaya gini?"

"Kamu bisa janji sama aku, kalo kejadian kaya gini gak akan terulang lagi?" lanjut Lena.

Akbar mengambil tangan Lena dan menggengamnya, "Iya aku janji, ini terkahir dan gak akan keulang lagi. Aku bakal selalu tepati janji aku sama kamu, maafin aku." ucap Akbar dengan lirih.

Lena mengangguk lalu tersenyum. Akbar pun ikut tersenyum tipis. Dihatinya masih ada yang janggal perihal Lena tadi di kantin bersama cowok yang waktu itu pernah ia jumpai juga.

"Aku tanya boleh?" tanya Akbar.

Lena mengangguk.

"Tadi siapa di kantin? Kayanya kamu happy banget sama dia sampe ketawa-tawa gitu." gerutu Akbar dengan nada tak suka.

Lena memandang Akbar "itu kakak tingkat aku,bukannya kamu pernah ketemu ya? Bukan happy aku cuma gak nyangka aja cowok kaya dia itu suka pedas malah melebihi aku." jelas Lena dengan antusias hingga wajah Akbar berubah.

Lena yang melihat perubahan itu langsung dia menutup mulutnya. Bukan bermaksud menyinggung Akbar tapi mulutnya saja yang tidak bisa di rem.

"Oh!" balas Akbar singkat.

"Bukan gitu maksud aku. Yang jangan salah paham yaa. Aku tetep suka kamu kok meskipun kamu gak suka pedes." kali ini Lena yang membujuk Akbar.

"Meskipun aku masih heran kenapa ya cowok bawel kaya kamu gini apalagi suka berantem malah takut sama cabe."  lanjut Lena membuat Akbar menatapnya tajam. Lena bukannya takut ia malah menunjukkan cengiran kuda khas dia yang membuat Akbar gemas kalau melihat itu.

"Bagus yaa malah menjatuhkan pacarnya begitu! Untung aja disini gak ada orang kalo ada aku kan malu!!" kesal Akbar sambil menarik hidung Lena.

Lena meringis "aw aw ampun ampun,aku gak menjatuhkan, itu fakta."

Akbar melepaskan cubitan itu lalu mendengus kesal pada Lena. Lena yang melihat itu hanya cekikikan. Beginilah sikap Akbar pada Lena semenjak mereka berpacaran. Akbar yang selalu ada untuk Lena. Maka dari itu Lena merasa selalu bergantung Akbar, bukan karena Lena tidak bisa melakukannya sendiri. Tetapi Akbar yang selalu memintanya untuk selalu mengandalkan dirinya, alasan Akbar sih katanya biar Lena tidak kenapa-napa kalau dengan dirinya.

"Masih ada kuliah?" Tanya Akbar pada Lena.

"Udah selesai hari ini cuma satu, kamu?" Balas Lena.

"Masih ada sih satu jam lagi, tapi mau bolos aja." jawab Akbar santai.

"Loh kok? Emang mau kemana?" selidik Lena.

"Mau jalan." ujar Akbar singkat, membuat mata Lena menatap Akbar tajam.

"Mau jalan sama kamu, buat gantiin jadwal kemarin yang gak kesampaian." jelas Akbar saat melihat wajah Lena yang siap meledak.

"Sama aku? Enggak enggak! Kamu kuliah aja! Jalan sama aku bisa lain waktu!" seru Lena tidak setuju.

"Tapi aku mau nebus dosa aku sama kamu yang." kekeuh Akbar. Persis ya kaya Citra.

"Gak gitu caranya, kamu masuk kelas setelah kelas selesai baru kita jalan kan masih ada waktu, gimana?" tawar Lena.

Akbar berfikir sejenak.

"Oke deh, dari pada ibu negara kita ini ngambek lagi." goda Akbar sambil menoel hidung milik Lena.

"Apaan sih ih!" gerutu Lena malu.

"Yaudah keluar yuk, gak enak ntr disangka kita ngapain-ngapain didalam mobil, di area kampus lagi. Kalo ditempat sepi sih enak bisa ngapa-ngapain! Atau kita langsung sewa aja." ucap Akbar ambigu membuat Akbar segera turun dari sana sebelum Lena menarik rambut badainya.

1

2

"AKBAR!Awas kamu ya!" Teriak Lena saat bersamaan dengan Akbar menutup pintu mobilnya.

Akbar hanya menyengir saat melihat wajah Lena sudah berubah menjadi merah padam setalah keluar dari mobil. Dengan cepat Akbar menghampiri Lena dan merangkulnya sayang.

"Jangan ngambek aku kan bercanda." bisik Akbar.

"Tapi kalo mau beneran,ayo." bisiknya lagi lalu dapat hadiah cubitan dipinggangnya.

"Awss sakit yang, jahat banget sih" ringis Akbar.

Mereka berdua menjadi bahan tontonan warga kampus. Tidak dipungkiri baru beberapa minggu kuliah Akbar sudah menjadi sosok yang populer diseluruh pelosok kampus. Siapa yang tidak mengenalnya kecuali anak ansos yang ke kampus hanya untuk belajar tanpa memikirkan sekitar.

Makanya Lena suka minder saat seluruh warga kampus memperbincangkan kekasihnya dan sahabatnya Raka. Banyak dari mereka juga yang tidak tau hubungan keduanya adalah berpacaran. Maka mereka suka mendekati Lena dan Kayla untuk mengeruk informasi tentang Akbar dan Raka.

Bersambung.....

Gimana nih part nya?? Bikin seneng kan karena udah baikan??

Terpopuler

Comments

Nita Talia

Nita Talia

konfliknya jangan rumit" thor.karna riderya suka damaeee✌️✌️🤣

2023-03-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!