02

Dari kejauhan Kayla dan Lena memperhatikan kedua laki-laki yang baru saja ditinggalkannya dengan alasan ke toilet. Lena kira keduanya bakal menghampiri mereka, ternyata tidak. Malah sepertinya para laki-laki itu sedang asik berbincang dengan cewek bernama Bianca tadi.

"Ish ngeselin banget sih!!" gerutu Kayla.

"Gue kira mereka bakal ngejar kita, eh ternyata malah asik ngobrol sama tuh cewek." gerutu Lena juga.

Keduanya masih terus memperhatikan gerak gerik para cowok mereka. Sudah hampir 10 menit mereka berdiri disana tetapi tidak ada pergerakan sama sekali pada kedua cowok itu dan malah asik dengan obrolannya.

Emang ya dasar cowok, jarang bersyukur. Sudah dapet yang sempurna tapi masih saja tidak puas!

"Samperin aja yu Kay, kesel gue liatnya!" usul Lena.

Kayla mengangguk. Namun saat mereka ingin berjalan keduanya dihampiri seorang cowok, yang kayanya itu kakak tingkat deh. Sekedar info Lena sekarang berubah menjadi gadis cantik dan anggun meskipun kalau bersama Kayla tetap ia kalah namun setidaknya ada perubahan. Dan ini semua juga karena Kayla.

"Hai." sapa cowok itu.

Keduanya saling pandang seolah bertanya 'dia nyapa siapa' dan akhirnya keduanya memutuskan membalas sapaan itu bersamaan.

"Hai juga kak." sahut keduanya.

Cowok itu mengangkat alisnya sepertinya dia bingung.

"Kok tau gue kakak tingkat kalian?" tanya cowok itu.

Lena dan Kayla bingung harus jawab apa.

"Bukan karena muka gue udah keliatan tua kan?" lanjut cowok tadi yang membuat Lena dan Kayla akhirnya tersenyum kikuk. Bukan tua tetapi lebih dewasa, ganteng juga.

"Kenalin nama gue Arga Renaldo anak jurusan Ekonomi, kalian?" perkenalan Arga membuat kedua wanita itu bingung. Di tanggapin gak ya, kalau di tanggapin mereka sama aja dong dengan yang duduk di meja sana. Berkenalan juga dengan lawan jenis.

"Gue Kayla" ujar Kayla. Takut di kira sombong apalagi ini kakak tingkat takut nantinya jadi masalah, makanya Kayla memperkenalkan diri saja lah. Cuma memperkenalkan diri, bukan mengobrol seperti orang akrab kan.

"Gue Lena dan kita jurusan ekonomi juga kak." sahur Lena.

Arga tersenyum manis sangat manis membuat Kayla dan Lena terpukau dengan senyum itu. Eh astaga gak boleh kita udah ada yang punya Kay batin Lena.

"Kalian mau kemana, kantin? Mau bareng?" tawar Arga.

"Hm iya kak, tapi kita mau ketemu sama temen kita disana. Jadi kita duluan ya." jawab Kayla cepat lalu melangkah pergi. Bisa kacau kalau Akbar dan Raka lihat mereka.

Tetapi mereka salah, dari tadi Akbar dan Raka sudah memperhatikan mereka dari jauh. Dan bodohnya kenapa keduanya tidak sadar sih. Aduh alamat ribut ini mahh. Lihat saja wajah mereka sudah merah padam sedang menahan emosinya.

"Bar"

"Ka"

Untung gak jadi BAKAR!

Panggil Lena dan Kayla bersamaan saat mereka sudah berdiri didekat mejanya. Bianca yang melihat itu bingung. Apa yang terjadi? Dan ada hubungan apa sebenarnya mereka?

"Ngapain kesini lagi? Bukannya lagi asik ngobrol sama cowok ganteng?" sindir Raka. Kalian kan tau Raka mulutnya kaya apa.

"Ka dengerin dulu." bela Kayla.

"Ka ke toilet yuk disini panas!" ajak Akbar pada Raka seperti tadi Lena mengajak Kayla.

Astaga ini cowok kenapa sihhhh...

"Ih Bar jangan egois dong! Kamu aja asik banget tuh ngobrol sama cewek masa kita gak boleh." ucap Lena.

"Jadi mau bales dendam?" tebak Akbar.

Lena dan Kayla menggeleng. Aduh harusnya kan cewek yang selalu benar dan cewek yang selalu menang, tapi lihatlah sekarang. Loh bukannya dari dulu mereka tidak pernah menang kalau melawan Akbar ataupun Raka?

"Udah deh, mending makan dulu tuh." ucap Akbar dengan sabarnya.

Akbar memang begitu dia selalu sabar tidak dengan Raka.

Akhirnya Lena dan Kayla makan dalam diam sambil memperhatikan para cowok yang melanjutkan ngobrol bersama Bianca dengan topik jurusan mereka. Keduanya sudah selesai makan, tetapi Akbar dan Raka masih asik dengan obrolan mereka.

Sampai pada suara seseorang membuat mereka berhenti berbicara, "Ekhmm." dehem Arga yang ternyata sudah berada disamping meja mereka dan otomatis semuanya menoleh.

Raka dan Akbar memasang muka waspada. Sedangkan ketiga cewek tersenyum melihat Arga. Ketampanan dan kedewasaan Arga membuat ketiga tidak beekedip.

"Kalian disini ternyata, belum juga selesai bicara udah main pergi aja." ucap Arga.

"Hehe iya kak sorry." jawab Lena sambil terkekeh pelan. Akbar menatap Lena tajam tetapi diabaikan oleh Lena. Awas aja ya kamu batin Akbar.

"Boleh gabung?" tanya Arga pada semua orang yang ada di meja itu.

"Gak!" sahut Raka dan Akbar kompak.

"Boleh!" Sahut ketiga wanita itu kompak.

"So 3 lawan 2 jadi gue boleh gabung." ucap Arga sambil duduk tepat disamping Bianca.

"Kalian dulunya satu sekolah?" Tanya Arga lagi.

"Iya." jawab keempatnya kompak. Bisa di lihat juga kan bagaimana persahabatan mereka. Ada yang penasaran gak sih tentang kisah mereka waktu SMA dulu.

"Lo?" tanya Arga pada Bianca.

"Bukan. Gue baru aja kenalan sama mereka." jelas Bianca.

"Lebih tepatnya sama cowoknya aja kali." sindir Lena pelan.

Arga mengangguk-angguk. Tak terasa jam berlalu begitu cepat, hari ini memang mereka belum dapat jadwal kelas hanya saja mereka disuruh datang untuk absen.

"Udah jam 3, balik yuk?" ajak Raka pada kekasih dan sahabatnya.

Ketiganya mengangguk tapi tidak dengan Bianca dan Arga.

"Kalian balik bareng?" tanya Bianca.

"Ada yang salah?" sahut Lena. Jujur, Lena kesal banget sama Bianca karena sejak tadi Bianca selalu curi pandang ke Akbar meskipun Akbar tidak tahu, tapi tetap saja bikin hatinya panas.

"Santai kali gue kan cuma nanya." bela Bianca dengan nada sedikit tak suka.

Lena dan Kayla bangkit dari duduknya begitu juga Akbar dan Raka. Saat akan melangkah sebuah suara membuat mereka kembali menoleh.

"Eh tunggu, gue boleh minta nomer lo?" tanya Arga pada Lena.

Akbar menatap Lena begitu juga sebaliknya. Lena harus apa? Kalau ia kasih nomer ponselnya berarti ia sama saja dong dengan Bianca yang kegenitan. Ih ogah di samain pikir Lena.

"Hm gue lupa kak, next ya." ucap Lena dengan cengiran, basa-basi Lena. Tidak mau jadi masalh berkepanjangan, karena author ingatkan lagi. Tidak akan pernah menang melawan Raka ataupun Akbar.

Arga menggaruk tengkuknya lalu matanya beralih ke arah Kayla. Dengan senyum mengembang ia menyodorkan langsung ponselnya pada Kayla.

"Buat gue?" tanya Kayla polos.

"Hahaha bukanlah, maksudnya minta nomer lo." ucap Arga. Entah maksud dan tujuannya apa meminta nomer ponsel orang dengan mudahnya.

Kayla menoleh ke arah Raka. Kasih gak ya.

"Nomer gue aja mau gak?" sahut Raka cepat.

Arga menatap Raka tak suka, begitu juga sebaliknya. Ah dia gak tau bagaimana kisah cintanya bersama Kayla. Sekarang dengan mudahnya meminta nomer kekasihnya, dan berharap di kasih? Jangan mimpi.

"Kelamaan udah sore nih, mau balik gak?" celetuk Akbar yang sudah gerah melihat kakak tingkat pacarnya.

Akhirnya Akbar melangkah lebih dulu lalu diikuti oleh Raka. Lena dan Kayla berpamitan dulu pada Arga dengan senyum tetapi pada Bianca tidak. Biar bagaimanapun Arga adalah kakak tingkatnya nanti di kampus. Cuma tidak ingin jadi masalah nanti ke depannya karena tak sopan.

"Ganteng padahal Len." bisik Kayla pada Lena dan membuat keduanya cekikikan.

Bersambung.....

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!