Dengan keberanian, Akbar memutuskan untuk mengatakan hal ini pada Lena. Tidak peduli mood Lena sedang rusak, karena kalau semakin di tunda nanti semakin jadi masalah. "Aku mau ngomong." ucap Akbar dengan nada serius membuat Lena kembali duduk.
Akbar mengambil napas sebelum bicara, "Aku di ajakin ikut organisasi jurusan di kampus." jujur Akbar pada akhirnya.
Bukankah sebuah hubungan harus di dasari dengan kejujuran satu sama lain? Betul apa betul guys????
"Trus?" Jawab Lena cuek.
"Menurut kamu gimana? Aku ikut atau enggak?" tanya Akbar.
Lena mengangkat alisnya, "Kenapa harus minta izin sama aku?"
"Kan kamu pacar aku." jawab Akbar enteng.
Kali ini Lena mengangkat bahunya, "Terserah kamu, kalo kamu mau ikut silahkan. Aku gak bakal larang selagi itu baik buat kamu." putus Lena.
"Makasih sayang." ucap Akbar.
"Ada lagi yang mau di omongin?" pancing Lena.
Akbar menggeleng lalu tersenyum pada Lena sambil menggenggam tangan Lena. Terdengar nafas kasar dari Lena, ternyata Akbar tidak jujur semua tentang kejadian tadi.
"Aku mau pulang, kamu masih mau disini?" tanya Lena sedikit kecewa.
"Aku anterin ya?" tawar Akbar.
"Gausah, aku tadi pergi sama Kayla kok."
"Kayla biarin sama Raka."
Lena mau tidak mau mengangguk. Lalu mereka berdiri dan menghampiri meja Raka. Malas berdebat malam ini, sudah lelah overthinking sejak tadi.
"Cabut sekarang ?" Tanya Raka.
"Iya anterin Lena dulu baru Kayla." jawab Akbar.
Raka mengangguk lalu mengajak Kayla untuk pulang. Sebelum masuk kedalam mobil Akbar teringat tujuan pertama mereka menghampiri gadisnya kesini. Untuk menanyakan siapa cowok tadi.
"Hem Len, aku tanya boleh?" tanya Akbar tiba-tiba membuat ketiganya menoleh.
"Apa?" Jawab Lena.
"Tadi kamu sama Kayla makan bareng cowok?" Ragu Akbar.
Raka menepuk jidatnya ia juga lupa menanyakan hal ini. Lena dan Kayla saling pandang, bagaimana mungkin mereka tau.
"Kok kalian tau?" tanya Kayla.
"Jadi bener?" Sahut Raka dengan ketus.
"Emang sih tadi ada cowok yang tiba-tiba duduk di meja kita, padahal kita gak kenal sama sekali. Iyakan Len?" Jelas Kayla.
"Iya bener,pas ditanya dia siapa malah gak dijawab trus gak lama pergi gitu aja." sahut Lena dengan jujur.
"Lagi kalian tau dari mana sih?" lanjut Lena.
"Salsa, dia nelepon Akbar dan kirim foto kalian." sahut Raka membuat Akbar menatapnya tajam.
Lena hanya mengangguk sekilas. Lena tau salsa itu suka dengan Akbar sejak waktu itu. Dan Lena kira Salsa sudah tidak menghubungi Akbar lagi sejak lulus sekolah. Ternyata...
"Dia baru ngehubungi aku kok tadi sejak kita lulus, percaya deh sama aku." lirih Akbar pada Lena karena Akbar tau apa yang ada di pikiran Lena saat ini.
"Dan kamu percaya sama dia? Sampe-sampe kamu rela datang kesini karena informasi dari dia? Bar kamu tau Salsa itu kaya apa, dan berarti kamu gak percaya sama aku!" kesal Lena. Udah gak jujur ditambah lagi fakta seperti ini.
Akbar menggeleng cepat, "Engga gitu Len,aku kesini cuma mastiin aja."
"Mastiin itu sama aja kamu gak percaya sama aku! Udah ah aku mau pulang, Kay anterin gue bisa kan?" ujar Lena.
Kayla melirik Raka sebentar, ia juga jadi kesal dengan Raka karena bener apa yang Lena bilang. Sama aja mereka tidak percaya dengan Kayla dan Lena.
"Oke, ayo Len." ajak Kayla lalu menarik Lena menuju mobilnya.
Raka dan Akbar memanggil mereka sambil mengejar namun sayang mobil Kayla sudah pergi dari sana membuat keduanya kesal.
"Ah lo sih Bar, gue bilang juga apa!" emosi Raka.
"Emang lo bilang apa?" Tanya Akbar polos mendadak.
"Tau ah! Gara-gara lo nih, Kayla jadi ikutan ngambek! Gak mau tau lo harus bujuk biar dia gak ngambek sama gue." seru Raka.
"PR banget! Pacar gue juga lagi marah!" balas Akbar kesal.
"Yah ini kan karena Lo, coba aja lo gak langsung ke makanan omongan sih micin itu gak mungkin nih kaya gini!" gerutu Raka.
"Kok lo nyalahin gue sih?!" Akbar tidak mau di salahkan. Toh Raka juga pada akhirnya ikut ke sini untuk memastikan hal itu, berarti Raka sama aja dong ke makanan omongan Salsa.
"Tau ah! Udah gue mau balik, Lo balik naik taksi aja gue lagi kesel sama lo!" laki-laki macam apa ini.
"Dih apaan! Konci lo ama gue jadi gak bisa ninggalin yang ada lo yang gue tinggalin." pamer Akbar sambil memegang kunci Raka.
"Dasar temen laknat!! Ke laut aja lo!" kesal Raka lalu berjalan ke arah mobilnya dari pada ia yang di tinggal Akbar kan gak lucu.
Lalu mobilnya melesat jauh ke arah rumah mereka. Tetapi tetap hati mereka masih gelisah. Gimana dengan kekasihnya. Memang ya penyesalan iti datangnya di akhir karena kalau datang di awal itu pendaftaran.
****
Dikampus.
Saat ini hanya ada Akbar dan Raka saja di kantin. Sedangkan Lena dan Kayla kayanya belum menampakkan diri dikampus. Kedua perempuan itu masih marah sepertinya, makanya mereka tidak berangkat bersama.
"Gimana Kayla ada kabar?" Tanya Akbar pada Raka.
"Ada cuma cuek banget!" gerutu Raka.
"Mending, lah Lena gak bales pesan gue sama sekali gue telepon aja gak diangkat" beritahu Akbar pada Raka. Lebih mengenaskan ternyata.
"Bodoamat itu mah urusan lo! Malah gue juga ikutan kena karena lo!" Raka masih kesal dengan Akbar karena semalam.
Lalu keduanya asik dengan ponsel masing-masing. Sampai mereka tidak sadar ada seseorang duduk disana. Dengan wajah cantik, rambut sebahu berwarna hitam, postur tubuh yang sangat di idolakan oleh setiap kaum Adam.
"Hei." sapa Yura saat sudah duduk di hadapan keduanya.
Keduanya mengangkat wajahnya. Raka memandang tanpa kedip sedangkan Akbar menampilkan senyum mautnya. Memang dasar ya lelaki.
"Eh lo kak, ada apa?" Tanya Akbar ramah.
Raka menoleh ke arah Akbar seolah bertanya 'dia siapa?' Akbar mengacuhkan itu membuat Raka tambah kesal. "Dasar temen laknat." batin Raka.
"Enggak kok,cuma mau nanya gimana tawaran aku kemarin, bersedia?" tanya Yura.
"Hmm boleh kak,buat nambah pengalaman juga. Oiya kak kenalin ini temen gue namanya Raka satu jurusan juga sama kita." Akbar memperkenalkan Raka pada Yura.
"Oh ya ini toh yang namanya Raka yang udah terkenal sejak pertama masuk kampus? Yura.." Yura menjabat tangan Raka.
"Bisa aja, Raka" sahut Raka cuek.
"Kamu juga mau ikut organisasi Ka?" tanya Yura pada Raka dengan cepat Raka menggeleng. Raka itu anti dengan yang begini-begini menurutnya terlalu buang waktu.
"Loh kenapa?" Tanya Yura bingung.
"Maklum badboy kak, gak mau di pusingin sama urusan beginian." sahut Akbar cepat membuat Yura tertawa kecil. Sedangkan Raka menatap Akbar garang.
"Oh yaudah, tapi kalau berubah pikiran gapapa kok, nanti bisa kontak aku langsung" ujar Yura.
Raka hanya diam saja, sedangkan Akbar masih tertawa geli. Tanpa di duga dari jauh ada Lena dan Kayla sedang memperhatikan keduanya. Menambah kekesalan pada diri mereka.
"Mereka gak sadar apa kalo kita lagi ngambek! Malah asik ketawa-ketawa bareng cewek!" Kesal Lena.
"Sabar Len." begini lah Kayla, selalu sabar di setiap situasi apapun.
"Gimana sabar Kay, Akbar itu belakangan ini berubah! Gue kesel banget kenapa dia lebih percaya Salsa dari pada kita! Trus dia belum jujur lagi tentang nomer itu cewek!" tunjuk Lena pada Yura yang sedang duduk di meja yang sama dengan sang kekasih.
"Apa Akbar udah bosen yaa sama gue?" lanjut Lena dengan nada suara pelan.
Bersambung ah....
Siapa tuh yang salah sangka sama Akbar???
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments