03

Sekarang menunjukkan pukul 7malam. Dan sekarang pula Akbar sudah berada didepan rumah Lena, rumah yang sudah direnovasi jadi lebih bagus dan luas. Kehidupan Lena berubah sejak ayahnya bekerja di perusahaan orangtua Kayla. Sedikit demi sedikit ekonomi nya terpenuhi meskipun kemarin ada masalah dengan keluarganya dan untung saja dengan kebaikan Kayla lagi semua teratasi.

Kalau ada kata yang lebih dari terimakasih Lena akan pakai kata itu untuk diberikan ke Kayla, karena menurut Lena kata terimakasih saja tidak cukup.

"Aku didepan" ucap Akbar lewat telepon.

"Iya tunggu"

Bip

Bukan karena Akbar tidak ingin minta izin pada ayahnya Lena, hanya saja tadi Lena memberi tahu bahwa ayahnya belum pulang dari kantor. Tak lama Lena masuk ke dalam mobil Akbar, setelah pintunya dibukakan oleh Akbar. Saat ini mereka akan menuju rumah Akbar karena mami nya yang meminta Akbar untuk menjemput Lena.

Yah, berjalannya waktu semua juga berubah bagi hubungan mereka. Keluarga Akbar sangat sayang pada Lena, semenjak melihat Akbar yang sangat bucin jika bersama Lena. Haha sorry Bar, gue buka karto lo ujar author.

"Emang ada apa? Kok tumben mendadak?" tanya Lena saat mobil sudah melaju menuju rumah Akbar.

"Gak tau aku juga. Cuma bilang suruh jemput kamu ajak makan malem dirumah" jelas Akbar.

Lena mengangguk atas jawaban yang dia terima. Biasanya Citra tidak akan mendadak jika mengajak Lena untuk pergi atau sekedar makan malam bersama. Lena jadi khawatir saat ini, apa jangan-jangan maminya Akbar jadi gak suka karena tadi ada kating yang godain dia trus Akbar ngadu? Ah gak mungkin.

Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi antara mereka karena Lena sibuk bernyanyi dengan lagu yang beralun diradio mobil. Akbar hanya tersenyum melihat tingkah Lena. Yah seenggaknya tidak mendapatkan berlian seperti Kayla dirinya tidak rugi juga sudah mendapatkan emas seperti Lena bukan? Atau ada kata yang pas untuk perbandingan keduanya coba komen. Asal jangan buat Lena sakit ya hehehe.

Tak terasa perjalanannya telah usai. Keduanya sudah sampai ke pelaminan eh salah maksudnya sampai di rumah Akbar. Akbar turun lebih dulu untuk membukakan pintu penumpang. Lena sudah paham dengan kelakuan Akbar seperti ini, karena jika dirinya membukanya sendiri Akbar bisa ngambek gak jelas entah kenapa toh Lena juga masih punya tangan untuk membuka pintu mobil. Dan berarti memang benar kan Akbar sudah menjadi bucinnya Lena??

Lena tersenyum setelah mengucapkan terimakasih pada Akbar dan dibalas dengannya dengan genggaman tangan lalu keduanya berjalan menuju kedalam rumahnya. Pasti keluarganya sudah menunggu.

"Assalamualaikum." seru keduanya serentak saat sudah masuk kedalam rumah Akbar.

"Waalaikumsalam." sahut Citra yang sedang menata makanan di atas meja makan.

Lena dan Akbar berjalan mendekat lalu menyalimi tangan Citra bergantian. Dan jangan lupakan Citra pasti selalu mencium pipi Lena dan Kayla saat mereka bertemu. Cepika cepiki lah ya bahasanya..

"Apa yang perlu dibantu mi?" tanya Lena.

"Enggak usah ini udah selesai kok."jawab Citra lembut.

"Bar panggil kakak mu dikamar sana." lanjut Citra.

Baru Akbar akan membalas ucapan maminya tetapi Lena lebih dulu menjawab "aku aja mi yang panggil kak Bi." Citra mengangguk sambil tersenyum.

Lena berjalan ke arah kamar Bianca yang berada dilantai dua sebelahan dengan kamar Akbar. Pasti Bianca sedang mengerjakan tugas kampusnya.

Tok.tok.tok

Lena mengetuk pintu itu dan dapat jawaban dari dalam "siapa? Aku lagi ngerjain tugas,masuk aja." teriak Bianca.

Lena membuka pintu itu dan yang dilihat banyak sekali buku-buku berserakan dikamar Bianca. Sepertinya Bianca sedang pusing karena sebentar lagi dia akan skripsi.

"Kak Bi dipanggil mami suruh makan malam." ucap Lena saat sudah berada didalam kamar Bianca.

Bianca yang tidak menyadari itu Lena lalu menoleh ke arah Lena dengan cengiran cantiknya.

"Eh Lena kapan dateng? Maaf ya kamar aku berantakan." ucap Bianca.

Lena berjalan menghampiri Bianca lalu mencium tangan Bianca seperti biasa. Bianca juga bersyukur ternyata Lena tak jauh beda dengan Kayla. Meskipun yaa kalian tau jawabanya.

"Tadi tiba-tiba Akbar telepon katanya mami ngajak dinner , mau aku bantuin beresin?" Jawab Lena sekalian bertanya pada Bianca.

Bianca menggeleng lalu menarik tangan Lena untuk pergi kebawah sekarang.

"Gausah aku masih banyak tugasnya. Kalau diberesin sekarang nanti berantakan lagi mending sekarang kita makan." ajaknya lalu keduanya melangkah kebawah.

Keduanya sampai diruang makan. Lena melihat sosok laki-laki yang baru pertama kali Lena lihat dirumah Akbar. Begitu juga Bianca namun Bianca langsung berhambur memeluk laki-laki itu.

"Papiii kapan pulang? Aku kangen banget." ucap Bianca manja yang masih dalam pelukan orang itu.

Papi?

Lena menatap Akbar, dan hanya dibalas anggukan dan senyuman dari Akbar. Lena bingung harus apa, Lena takut papi nya Akbar tidak menyukai Lena karena sekarang mereka baru kali ini bertemu. Sebelumnya hanya titipan salam yang Lena terima karena yang Lena tau papinya Akbar ini memang jarang pulang karena mengurusi pekerjaannya. Kalaupun pulang keduanya belum sempat bertemu.

Lena menghampiri sosok itu setelah Bianca melepaskan pelukannya. Seperti kepada Citra dan Bianca,Lena mengambil tangan itu lalu menciumnya.

"Malam om." sapa Lena sedikit gugup. Mengapa Akbar atau Citra tidak bilang sih kalau ada papinya di sini, kan Lena bisa nyiapin mental dulu kalau tau.

Lena belum berani memanggilnya papi karena kan belum jadi mertuanya eh bukan, maksudnya belum dapat izin dari orangnya. Kalau memanggil Citra dengan sebutan mami karena Citra sendiri yang memintanya.

"Malam juga Lena." jawab Devan sambil tersenyum, Lena membalas senyuman itu dengan canggung.

"Udah, udah perkenalkannya nanti aja sekarang kita makan dulu, perut mami udah bunyi nih." celetuk Citra membuat mereka tertawa.

Dimeja makan ada suara dentingan sendok dan garpu beraduan dengan piring. Setelah acara makan selesai Lena membantu citra untuk membereskan semuanya, begitu juga Bianca. Sedangkan Akbar dan Devan sudah berada diruang keluarga.

"Dek, cantik juga pacar kamu." celetuk Devan membuat Akbar menoleh kearah papinya.

"Siapa dulu dong, Akbar" ucap Akbar bangga.

"Tapi dek kata mami mantan gebetan kamu lebih cantik, temuin dong sama papi" pinta Devan.

Akbar tidak kaget dengan omongan Devan tadi, dari awal ia sudah mengira kalau Citra pasti akan cerita semuanya pada Devan.

"Jangan pi yang punya galak kaya anjing" celetuk Akbar.

"Hustt dek bahasa kamu tuh, masa orangtua dibilang begitu" tegur Devan.

Akbar menggeleng, "Bukan orangtuanya pi tapi pacarnya" jelas Akbar karena Devan salah tanggap dengan omongan Akbar barusan.

"Raka maksud kamu? Wah parah papi aduin ke dia ah nanti." membuat keduanya tertawa.

Beginilah sosok Devan saat berada ditengah keluarganya. Jadi gak heran kan kalau Akbar itu homuris. Yah mami papi nya aja begitu gimana anaknya enggak termasuk Bianca. Keluarga yang sangat harmonis sama seperti keluarga Raka dan Kayla. Mungkin kalau ibu Lena masih ada, keluarganya juga harmonis.

Bersambung....

Lanjut gak nih? Baru awal udah lemes aja nihh yang vote dikit yang komen juga dikit huaaaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!