Pagi hari setelah selesai berlatih dan bermeditasi bersama, Ray mengatakan akan segera kembali kerumahnya karena dia diminta untuk menemani sang ibu pergi kebengkel mobil. Sejenak Ray melihat ada raut kekhawatiran diwajah Lily setelah mendengar sang kekasih akan pergi meninggalkannya walau hanya setengah hari, dengan sedikit keberatan Lily akhirnya melepas kepergian Ray kerumahnya dengan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan dibagian leher Ray demikian juga sebaliknya dileher Lily dan dibeberapa tempat sekitar gunung kembarnya tempat favorit Ray.
Setibanya dirumah Ray langsung diajak sang ibu pergi ke bengkel untuk menjalani pemeliharaan rutin atas mobil Ford double cabin mereka, Ray yang tidak sama sekali mengerti tentang automotif hanya menyerahkan sepenuhnya mobil mereka kepada montir untuk melakukan pemeliharaan atas mesin dan transmisi mobil.
Dari bengkel mobil Bella membawa Ray kesebuah toko peralatan rumah tangga karena ada beberapa barang dapur yang perlu dibelinya, Ray yang ingin menyenangkan hati sang ibu hanya mengikuti langkah Bella berkeliling toko tersebut.
Ibu dan anak itu kembai kerumah setelah semua keperluan mereka telah terpenuhi, dan dalam perjalanan pulang tersebut Bella menanyakan tentang rencana Ray kedepan.
"Ray..., kapan kamu akan kembali ke Bronxvile?"
"3 atau 4 hari lagi bu..., karena tahap orientasi bagi mahasiswa baru akan dimulai seminggu lagi, dan juga Lily mulai sibuk dengan pembuatan skripsinya, dia perlu kosentrasi nantinya!"
"Hmm..., kamu harus memberikan pengertian kepadanya, karena ibu melihat dia sangat ketergantungan dengan keberadaanmu disampingnya, sepertinya dia takut kehilangan saat kamu nanti kembali ke Bronxvile!"
"Aku juga memperhatikan akan hal itu bu, tadi saja waktu aku mau pulang dia terlihat seperti berat untuk melepaskanku!, padahal yang kuatir justru aku bu...!, dia sangat cantik, pasti akan banyak pria yang akan menggodanya, huhh...!"
"Kalian berdua sama saja takut kehilangan, memang seperti itulah perasaan bagi para pasangan yang baru jadian, tapi lama kelamaan akan terbiasa asalkan masing-masing sudah memberikan kepercayaan dan keyakinan pada pasangannya!"
"Iya, ibu benar kami berdua sama-sama takut kehilangan dan saling mengkhawatirkan, padahal sebenarnya aku tidak akan tertarik lagi dengan yang lain selain dia!"
"Apakah kalian sudah bercinta Ray?, itu lehermu banyak tanda percintaan!"
"Tidak bu...!, kami sudah berkomitmen akan melakukannya jika sudah resmi menikah nantinya!"
"Bagus kalau begitu, asalkan kalian berdua bisa menahannya saja".
20 menit kemudian mereka sudah tiba kembali dirumah, Ray segera turun dan membantu sang ibu membawa barang-barang dapur yang dibeli Bella kedalam rumah. Selanjutnya Ray masuk kedalam kamarnya dan melakukan panggilan telepon,
Tuutt..., tuutt...
"Hallo sayang...!" terdengar suara Lily diujung sana.
"Aku baru tiba dirumah dari menemani ibu kebengkel dan ke toko peralatan rumah tangga, kamu sedang apa sayang...!"
"Aku masih di toko, hanya saja sepi tidak ada kamu disampingku!, pelanggan juga tidak banyak yang datang, sekarang kamu lagi ngapain hon...?"
"Lagi menghubungi kamu!, hehehe..."
"Ihh..., seriuslah sedikit!"
"Aku lagi tiduran dikamarku dan sedang memikirkanmu!"
"Hmm..., aku rasanya sedih jika berada jauh darimu, bagimana ya? kalau kamu sudah kembali ke Bronxvile?, ahh..., tidak taulah!"
"Ly...!, perasaanmu sama dengan yang kupikirkan selama ini!, kamu sangat cantik pasti banyak laki-laki yang akan melirik dan menggodamu, itu yang sangat aku khawatirkan, oleh sebab itu marilah kita mulai saling percaya bahwa hanya kamu satu-satunya wanita yang ada didalam hatiku dan tidak ada niat sekecil apapun untuk melirik yang lain, demikian juga denganmu!"
"Hmm..., kalau masalah itu kamu bisa mempercayaiku 100%, karena didalam hatiku hanya ada kamu Ray, cuman perasaan ini yang tak ingin berjauhan denganmu hon...!"
"Iya..., iya..., aku percaya dan menaruh keyakinan dalam hatiku hanya ada dirimu oke...?"
"Aku juga Ray!, tapi bisakah nanti malam kita bertemu? aku yang akan kesana menjemputmu!"
"Baiklah, aku akan menunggumu, sampai nanti, i love you...!"
"Love you too honey...!"
Setelah melakukan panggilan telepon, Ray berbaring diatas tempat tidur untuk beristirahat sejenak. Karena tidak ada kegiatan dan juga merasa lelah akhirnya dia tertidur pulas, menjelang sore dia terbangun dan merasa ada sesuatu yang kenyal sedang menempel begitu lekatnya dibagian punggungnya dan kemudian melihat sebelah tangan yang putih mulus sedang melingkar dibagian pinggang sampai keperutnya yang sixpack.
Uuuggghhkk... Mmmppphhh...
"Selamat sore cinta...!" sebuah suara sendu terdengar dari bagian belakang punggungnya yang kekar.
"Uummhh..., sayang kamu ada disini?, mmm..., sejak kapan?" kata Ray yang masih malas-malasan untuk bangkit dari ranjangnya yang empuk, apalagi mendapat gelayutan manja sang kekasih hati yang sengaja menggodanya dengan menempelkan kedua gunung kembarnya.
"Sudah lama, dan hampir ikut tertidur juga disini bersamamu, ayo bangun dan pergi mandi, katanya mau kerumahku dan menginap malam ini, ayo...!, sudah mau malam nih!"
"Iya... iya..., aku bangun sekarang!" kata Ray kemudian membalikkan badannya dan berhadapan dengan Lily.
"Mmm..., kekasihku memang sangat tampan walau baru saja bangun tidur!" kata Lily yang sedang menatap wajah Ray dengan intens sambil memegang kedua sisi pipi Ray dengan kedua telapak tangannya yang halus.
Chuupphh...
Mmppfffttt...
Ray memberikan kecupan singkat dibibir mungil Lily tapi langsung ditekan oleh Lily sehingga menjadi ciuman yang dalam dan berlangsung lama, keduanya saling berp4gut4n dan saling bertukar saliva. Beberapa menit kemudian keduanya saling melepas dan masing-masing menarik nafas yang dalam untuk mengisi kembali oksigen dalam paru-paru mereka yang hampir habis, Ray kemudian bangkit dari atas ranjang kemudian menuju kamar mandi sambil menarik tangan Lily untuk ikut masuk kedalam.
"Ehh..., kenapa mengajakku ikut mandi?, mandilah sana sendiri, aku sudah tadi dirumah waktu sebelum kesini!,"
"Benar nih tidak mau ikut?"
"Jangan menggodaku Ray, ibu sedang berada diluar sekarang menunggu kita keluar dari kamar, ayo sana cepat selesaikan mandimu, aku akan siapkan pakaian gantimu!"
"Baiklah, aku akan selesai dengan segera!"
Ray segera mandi dengan cepat dibawah shower dan mengeringkan badannya dengan handuk yang berada didalam kamar mandi tersebut, kemudian dengan tubuh polosnya dia keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan kearah tempat tidur dimana pakaian gantinya berada yang diletakkan oleh Lily.
"Astaga Ray...!, hihihi..., adik kecilmu sungguh lucu kalau seperti itu, boleh aku sapa dia? eennmm...?"
"Jangan nanti dia marah!, bersabarlah nanti kalau sudah dirumahmu apa saja yang kamu inginkan silahkan asalkan harus dituntaskan sampai selesai oke?"
"Hmm..., pelit..., hanya sebentar saja tidak boleh!, ayo cepetan ibu sudah menunggu kita dari tadi"
"Iya..., iya...!, ini sudah mau selesai"
Setelah Ray selesai berpakaian dan Lily sudah merapikan pakaiannya yang sempat acak-acakan, kemudian menata kembali rambut dan riasan tipisnya mereka berdua keluar dari dalam kamar tidur untuk mendapati sang ibu yang sedang duduk diruangan tamu.
"Kalian sudah rapi!, apakah akan pergi sekarang?, atau masih akan menunggu ayah pulang dari kantor?"
"Sepertinya kami akan pergi sekarang ibu!, karena masih ada tempat yang harus kami datangi sebelum kerumah!"
"Baiklah, hati-hati dijalan Ly..., tidak usah ngebut membawa mobilnya!"
"Mulai sekarang Ray yang akan menyetir bu...!, karena dia mulai mengenal kondisi jalan dikota ini dan juga dia sudah ada surat keterangan lulus mengemudi dari sekolah mengemudi tinggal menunggu kartu SIMnya keluar!" kata Lily menjelaskan.
"Iya bu..., mungkin sepulangnya aku di Bronxvile kartu SIM milikku sudah ada disana!, tenang saja aku sudah mahir mengendarai mobil sport Lily!" kata Ray menambahkan agar supaya ada keyakinan bagi ibunya.
Dengan cekatan Ray menunjukkan keahliannya mengemudi mobil sport milik Lily didepan sang ibu, sebenarnya Ray telah lama menguasai mengemudikan mobil, hanya saja untuk mengurus Surat Ijin Mengemudinya yang terlambat diurus sehingga setelah dia berencana membeli sepeda motor listrik barulah hal itu dia kejar agar segera keluar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
ASong@
mantap, lanjut👍
2023-05-05
2
DeManda
gasss🆙️🆙️
2023-03-06
2