Setelah acara kelulusan Ray diminta oleh Tomy dan Bella untuk mengunjungi mereka di Kota Brashington yang adalah ibukota negara state dimana Kantor pusat Happylive Group tempat Tomy bekerja berada, hal itu juga sama dengan ketiga temannya yang masing-masing pulang mengunjungi orang tua mereka. Mereka memanfaatkan waktu proses penerimaan mahasiswa baru karena bagi mereka yang telah didaftarkan oleh yayasan beasiswa hanya tinggal menunggu masa orientasi mahasiswa baru, maka saat itulah kegiatan mereka dikampus akan dimulai.
Dibandara Kota Brashington, Ray dijemput oleh ayahnya yang memanfaatkan waktu makan siangnya. Ayah dan anak itu langsung menuju rumah kediaman keluarga yang diberikan oleh perusahaan dimana sang ibu telah menunggu dengan kerinduannya setelah lama terpisah dengan sang anak, Ray melihat deretan rumah berkelas saat memasuki komplex perumahan karyawan Happylive Group.
"Kita sudah sampai...!, itu rumah kita, turunlah dan temui ibumu!, ayah akan langsung balik kekantor, sampaikan salam buat ibumu!"
"Baik ayah..., hati-hati dijalan, sampai nanti malam"
Tomy langsung balik dan kembali kekantor setelah menurunkan Ray, sementara itu sang anak memasuki rumah untuk segera dapat bertemu dengan sang ibu.
Ning Nong...,
Ceklek
"Ray...!"
"Ibu...!"
Masing-masing hanya mengungkapkan sebuah kata kemudian saling berpelukan melepas semua kerinduan diantara mereka, dan berapa saat kemudian Bella melepas pelukannya.
"Ya Tuhan Ray...!, lihat dirimu, ahh..., kamu tumbuh begitu cepatnya sehingga menjelma menjadi seorang pemuda yang tampan, pantas saja gadis cantik itu memaksa untuk mendapatkan latihan beladiri secara pribadi dari ayahmu, ibu yakin itu karena dia sudah tertarik denganmu anakku!"
"Ahh..., ibu...!, apa yang ibu bicarakan? aku belum ada waktu untuk memikirkan masalah hubungan dengan seorang gadis, sebelum sekolahku selesai dan mendapat pekerjaan, jadi tolong ibu lupakan masalah seperti yang ibu katakan barusan!"
"Hei...!, ibu melihatnya sendiri Ray!, dan juga kamu sendiri yang meminta ibu dan ayah untuk memberikan latihan beladiri kepadanya!"
"Hmm..., apakah itu Lilyana?"
"Ya benar sekali, yang kamu katakan kepada ibu, dia adalah kakak dari teman satu sekolahmu bukan?"
"Ahh..., tidak ibu, saya dan Mellisa adalah teman satu kelas dan kami hanya berteman biasa, tidak lebih dari itu, sementara Lilyana adalah kakak dari Mellisa yang kebetulan bertemu denganku saat liburan di Villa mereka, dan itu juga adalah pertemuan kami yang pertama kali, setelah itu dia sudah kembali kekota ini untuk kuliah!"
"Tapi Ray...!, dia juga memberikan semua buku-bukunya yang katanya akan kamu butuhkan saat awal-awal perkuliahan, dan semuanya sudah ibu letakkan dengan rapi dikamarmu!"
"Iya ibu..., memang saya mengetahui bahwa Lilyana sedang kuliah di fakultas ekonomi dan dia juga pernah menanyakan tentang jurusan yang saya pilih saat kuliah nanti, tapi entahlah bu...!, yang jelas kami tidak ada hubungan apa-apa selain pertemanan"
"Ya sudah..., ibu hanya berandai-andai saja mungkin kamu sudah ada hubungan yang serius dengan seseorang, tapi ternyata belum, hmm..., tapi kalau boleh ibu menyatakan pendapat bahwa gadis itu terlihat sangat baik dan juga cantik, saat dia datang bertamu kesini dia menunjukkan sikap sopan dan ramah kepada ayah dan ibumu ini, aku dan ayahmu melihat sosok seperti itu yang harus menjadi calon menantu kami dimasa depan!"
"Ibu..., jangan terlalu berharap, mereka datang dari keluarga tingkat atas dan sangat kaya, sedangkan kita?"
"Hehehe..., makanya aku dan ayahmu sedang berusaha aar kelak kamu tidak lagi mengalami kehidupan seperti yang kami alami dulu, kamu harus sekolah yang tinggi agar bisa menjadi orang sukses dan mengangkat derajat keluarga kita!"
"Aku sangat berharap akan hal itu ibu...!, doakan saya bisa menjadi seperti yang ayah dan ibu harapkan!"
"Hal itu telah menjadi rutinitas dalam setiap doa malam ibu sebelum tidur, demikian juga dengan ayahmu, kau adalah segalanya buat kami nak!"
"Terimakasih ibu...!, kau dan ayah adalah yang terbaik untukku, baiklah aku kekamar dulu untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak, dan tolong ibu bangunkan aku sore nanti!"
"Baik nak...!, pergilah dan istirahatlah, ibu mau melanjutkan pekerjaan harian dulu"
Setelah melepas rindu dan berbincang masalah keluarga Ray masuk kekamarnya untuk mandi dan beristirahat setelah mengalami perjalanan jauh dengan pesawat, demikian juga dengan Bella yang melanjutkan pekerjaan rutinnya menata dan mengurus kebun bunga ukuran kecil yang berada dibagian belakang rumah mereka.
Tanpa sepengetahuan Ray ternyata Lilyana dan ibunya telah terjalin sebuah keakraban yang dalam ditambah dengan adanya sebuah bisnis kecil yang dijalankan oleh Lilyana yang telah setahun membuka toko bunga segar dan salah satu sumber bahan berasal dari kebun bunga milik Bella, kebun bunga milik Bella walaupun tidak luas tapi bunga-bunga yang dihasilkan adalah jenis bunga mawar yang harganya cukup mahal. Setiap seminggu sekali Lilyana pasti akan datang untuk mengambil bunga hasil dari kebun Bella untuk dijual ditoko bunganya, dan kegiatan ini tidak disampaikan Bella kepada Ray karena berharap anaknya itu akan mengetahui dengan sendirinya.
Sore harinya Ray bangun dari tidurnya dan langsung pergi mandi, setelah berganti pakaian dia memperhatikan keadaan kamarnya yang disalah satu sudut terdapat tumpukan buku-buku yang tersusun rapi, dia mendekat dan melihat bahwa kesemuanya adalah buku pelajaran tentang ekonomi yang pastinya akan dia pelajari pada semester-semester awal perkuliahan. Ray telah mengetahui bahwa semua buku-buku tersebut adalah pemberian Lilyana untuknya, dan didalam hati Ray merasa senang karena dia tidak akan mengeluarkan uang lagi untuk membeli buku-buku pelajaran tersebut.
Bagi seorang mahasiswa keberadaan buku-buku pelajaran bagai sebuah harta yang tak ternilai karena selain harganya yang mahal, juga ada beberapa jenis buku yang diberikan Lilyana merupakan buku karangan penulis terkenal dan dicetak dalam jumlah yang terbatas. Jika harus membeli sendiri maka Ray akan menghindarinya dan akan berusaha untuk meminjamnya dari perpustakaan, walaupun jika meminjam dari perpustakaan hanya dalam waktu yang terbatas.
Menjelang malam Tomy kembali dari tempatnya bekerja dengan mengendarai mobil dinas fasilitas perusahaan, sedangkan mobil Ford double cabin miliknya terparkir digarasi rumah dan hanya sesekali dipakai oleh Bella jika pergi kepasar. Mereka makan malam bersama, yang merupakan suasana yang sangat dirindukan oleh Tomy dan Bella selama ini setelah mereka terpisah dengan tinggalnya Ray di Kota Bronxvile untuk menyelesaikan sekolahnya.
Setelah makan malam Ray kembali mulai menceritakan pengalamannya selama tinggal diasrama, pencapaiannya selama dalam masa sekolah sehingga menjadi lulusan yang terbaik. Ray juga mengutarakan rencananya selama masa perkuliahan nanti termasuk sepeda motor listrik yang diingininya, serta cita-citanya setelah selesai dengan kuliahnya.
"Ayah bangga dengan pencapaianmu ini nak...!, dulu juga saat bersekolah dan kuliah ayahmu ini termasuk salah satu yang terbaik tapi hanya berada di rangking 2 atau 3, tidak sepertimu lulus dan menjadi yang terbaik!"
"Iya..., ayahmu benar dan waktu lulus kuliah dia mendapatkan sebuah penghargaan, ibu menyaksikannya sendiri waktu itu dan setelah bekerja beberapa bulan kami menikah"
"Ya..., aku mendapatkan semua ini berkat doa ayah dan ibu juga, dan mungkin sudah keturunan kita yang rata-rata adalah orang yang cerdas, hehehe...!"
"Oh iya nak..., seperti dalam kebiasaan keluarga kita setelah seorang anak laki-laki lulus sekolah dan memasuki masa remaja di kampus, maka sudah sepatutnya kalung warisan keluarga turun temurun ini ayah berikan kepadamu, kalung itu bukan sebuah benda bernilai mahal, tapi kalung itu dibuat oleh kakek buyutmu kemudian turun kepada kakekmu dan menjadi milik ayah dan saat ini ayah bikan kalung itu kepadamu!"
"Apakah kalung ini mengandung arti sesuatu ayah?, karena dilihat bentuknya disana terlihat seperti seekor Naga!, bukankah hewan itu adalah lambang untuk sesuatu yang besar dan kuat?"
"Ayah juga tidak mengetahui arti sebenarnya dari kalung tersebut, waktu kakekmu memberikannya kepada ayah, dia hanya mengatakan bahwa untuk tetap menjaga kalung tersebut jangan sampai lepas dari lehermu, dan bisa kamu coba potong atau gunting tali pengikatnya!, itu tidak akan putus oleh apapun walaupun kamu menggunakan pisau yang sangat tajam!, ayah sudah membuktikan karena sudah pernah mencobanya"
"Baiklah ayah karena ini barang warisan dari kakek, maka saya akan memakainya dan menjaganya agar tetap bersamaku!"
"Bagus..., untuk permintaanmu tentang sepeda motor listrik itu ayah akan kabulkan, dan kamu bisa mengambil uang tabungan keluarga yang sudah puluhan tahun ini aku dan ibumu simpan, dan perlu kamu ketahui tabungan itu sudah sejak kamu berusia 1 tahun tabungan itu sudah berganti nama pemilik, dari namaku menjadi namamu, hal ini memang sengaja ayah dan ibumu siapkan hanya untukmu, ayah dan ibu berharap kamu akan dengan bijak menggunakan uang tabungan itu!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
ASong@
next👉🆙️👈
2023-05-04
2
DeManda
mantap👍👍
2023-03-06
2