Dengan mengendarai sebuah mobil pick up sewaan, empat sekawan menuju danau Fenesvile tepatnya kesebuah Villa milik keluarga Conway. Pemilik Villa telah lebih dulu tiba disana karena akan mempersiapkan segala kebutuhan dalam Villa, terlebih ada 7 orang teman Mellisa yang ikut serta dalam acara liburan kali ini.
Kedatangan Ray, Jim, Ronald dan Kenny disambut Mellisa serta kedua orangtuanya dengan senang hati, mereka sudah saling kenal karena sudah beberapa kali empat sekawan datang belajar bersama Mellisa dikediaman keluarga Conway. Empat sekawan menempati 2 buah kamar dilantai 1 yang telah disediakan oleh orang tua Mellisa, sementara itu 2 buah kamar yang berada dilantai 2 diperuntukkan untuk Mellisa dan ketiga teman putrinya.
Menjelang sore empat sekawan terlihat sedang membantu ayah Mellisa mengumpulkan kayu bakar yang akan mereka gunakan saat acara pesta kebun dan untuk membuat api unggun dihalaman Villa, disaat kesibukan mereka menyusun tumpukan kayu bakar terlihat sebuah mobil Ferrari merah dengan dengan perlahan memasuki halaman Villa. Dari dalam mobil tersebut keluar 3 sosok gadis cantik dengan pakaian kasual plus celana jeans ketat,
"Selamat sore om, tante...!, maaf kami terlambat!" kata seorang gadis .
"Selamat datang Katy!, jangan sungkan, ayo masuklah dulu dan temui Mellisa, dia sedang berada dilantai 2" sambut ibu Mellisa.
"Baik tante, terima kasih!" jawab Katy sambil melihat kearah 4 sekawan yang sedang mengatur tumpukan kayu bakar.
"Hei kalian...!, siapa saja, 2 orang ambilkan koper kami di bagasi mobil, cepat!" kata Katy memerintah selayaknya seorang nyonya rumah kepada pembantunya.
Empat sekawan yang masih terperangah melihat kehadiran 3 kecantikan tersebut, tersentak dengan panggilan Katy yang menyuruh 2 orang diantara mereka untuk mengambil barang bawaan mereka. Kecantikan didepan mata walau tidak bisa menyaingi kecantikan no.1 Mellisa, tapi didepan mereka saat ini juga adalah para kecantikan tingkat atas yang mendominasi disekolah mereka.
"Waah..., benar-benar para bidadari yang turun dari sorga!" kata Ronald pelan.
"Beruntungnya aku yang akan berpesta kebun dengan salah satu diantara mereka, ahh..., siapa saja tidak masalah" kata Jim dengan menatap kearah para gadis tanpa berkedip.
"Hati-hati jangan sampai mata kalian lepas, ayo Kenny kita bantu para gadis untuk membawa koper-koper mereka!" kata Ray sambil berjalan menuju parkiran mobil.
3 Ratu kecantikan Jane, Katy dan Lindsay segera menuju lantai 2 Villa disusul oleh Ray dan Kenny yang membawakan koper-koper milik para gadis, sementara itu Jim dan Ronald melanjutkan pekerjaan mereke mengatur tumpukan kayu bakar. Kehebohan mulai terjadi dilantai 2, suara canda dan tawa 4 ratu kecantikan dilantai 2 mulai menghidupkan suasana Villa yang sebelumnya hanya berada dalam keheningan.
Ray dan Kenny kembali bergabung dengan Jim dan Ronald untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, setelah selesai mereka kembali kedalam Villa untuk membersihkan diri dan bersiap untuk pesta kebun yang beberapa saat lagi akan dimulai.
"Teman-teman siapa yang menjadi target kalian dari keempat kecantikan itu?, kalau aku sudah menetapkan akan mendekati Mellisa!" kata Jim Besley saat sedang bersiap-siap didalam kamar mereka.
"Kalau aku siapa saja diantara mereka!, sudah syukur ada diantara mereka yang mau duduk dekat denganku!" kata Kenny yang tidak banyak berharap demikian juga dengan Ronald dan Ray.
"Bukan begitu teman-teman, saat ini adalah kesempatan kita untuk menarik perhatian mereka, bagaimana kalau kita tentukan dengan undian?" usul Jim.
"Terserah kalian saja, aku tidak berharap banyak karena sudah senang dapat ikut berlibur di Villa ini dan diajak dalam pesta!" kata Ray.
Akhirnya Jim membuat tulisan dalam secarik kertas yang didalamnya tertulis nama-nama dari 4 kecantikan, kemudian masing-masing mengambil kertas itu dan Kenny mendapatkan nama Lindsay, Jim dengan nama Jane, Ronald dengan nama Katy dan Ray mendapatkan kertas yang bertuliskan nama Mellisa. Walaupun sebelumnya Jim telah menetapkan pilihannya, tapi setelah melakukan undian dan sesuai kesepakatan mereka setuju dengan nama-nama yang mereka peroleh dan berharap bisa dekat saat pesta kebun nanti.
Jam 7 malam acara pesta kebun dimulai, sebuah meja panjang dengan berbagai menu diatasnya sudah berada disana, pemanggang barbeque juga sudah tersedia dan dibagian tengah sudah terdapat tumpukan kayu yang sudah mulai menyala. Satu-persatu dari 4 kecantikan turun dari lantai 2 dan menuju lokasi pesta, sementara itu empat sekawan telah lebih dulu tiba dengan mulai memanggang daging dan menyalakan api unggun.
Dengan mengenakan pakaian semi formal terbaik mereka Ray, Jim, Ronald dan Kenny membantu kedua orang tua Mellisa dalam pesta kebun tersebut. Hal ini membuat kedua orang tua Mellisa kagum dan simpatik kepada 4 anak muda tersebut, selain sebagai murid-murid berprestasi disekolah mereka juga mudah bergaul dengan siapa saja dan terlebih keempatnya selalu menunjukkan sifat yang rendah diri.
Keceriaan pesta kebun begitu terasa dengan kehadiran teman-teman Mellisa, tapi hal tersebut berbeda dengan situasi yang dialami oleh Jim, Ronald dan Kenny yang berusaha untuk dapat duduk dekat dengan target masing-masing namun tidak mendapat tanggapan dari Lindsay, Jane dan Katy. Semua makanan yang ditawarkan oleh mereka ditolak dengan berbagai alasan, lain halnya dengan Ray yang tetap dengan kesibukannya memanggang daging kemudian meletakkannya diatas meja hidangan.
Dengan inisiatifnya Mellisa mendatangi Ray yang sedang berada didepan pemanggang barbeque,
"Kelihatannya kamu berbakat menjadi seorang chef Ray!" kata Mellisa yan mendekat kearah Ray.
"Ehh..., Mel!, kamu disini?, bagaimana dengan daging panggangnya? apa ada yang kurang?" kata Ray berbasa basi.
"Ohh tidak!, semuanya sempurna, bahkan seperti hasil buatan seorang chef disebuah restoran bintang 5!"
"Ahh.., aku rasa tidak seperti itu, aku hanya mengikuti arahan dari ayahmu juga bantuan dari paman pelayan di Villamu ini, tapi syukurlah jika kalian semua menikmatinya"
Mendapat perhatian dari kecantikan no.1 tidak ditanggapi dengan serius oleh seorang Ray, hal itu hanya menjadi sebuah kewajaran olehnya karena telah membantu membuatkan makanan. Ray saat ini memang belum ada pikiran untuk menjalin hubungan dengan lawan jenisnya, yang ada dalam pikirannya hanya sebuah usaha untuk segera menyelesaikan pendidikannya sampai tingkat universitas. Padahal diluaran sana banyak remaja seusianya yang sudah 17 tahun telah mendapatkan hak mereka untuk dapat bergaul dengan lawan jenisnya dan hidup secara mandiri, kondisi kehidupan dan perjalanan hidup keluarga Ray yang membuat kepribadiannya jauh berbeda dengan para remaja lainnya.
1 jam pesta kebun telah berlangsung dan api unggun telah menyala dengan terang membuat suasana menghangat, tanpa mereka sadari ada sebuah mobil porsche warna putih sedang memasuki halaman Villa.
"Selamat malam semuanya!"
"Lily...!, akhirnya kamu bisa ikut bergabung juga putriku!" teriak ibu Mellisa menyambut putri pertamanya.
"Maafkan aku ibu, ayah!, suasana perjalanan sangat ramai saat akhir pekan seperti ini, jadi saya tidak bisa melajukan kendaraanku dengan maksimal, padahal aku sudah tiba di airport Fenesvile sejak sore tadi, dan langsung kerumah kemudian mengambil mobil untuk menuju kesini!"
"Kami sudah senang kamu bisa ada diantara kita, ayo bergabunglah!, lihat itu adikmu dan teman-temannya sedang bersenang-senang" kata ayah Mellisa sambil merangkul pinggang sang putri.
"Hmm..., siapa para anak muda itu ayah?"
"Ohh..., mereka juga adalah teman sekolah adikmu!, mereka anak baik dan sudah beberapa kali datang kerumah untuk belajar bersama adikmu"
"Hmm..., baiklah aku isi perut dulu, sepajang perjalanan kesini aku belum sempat makan dan saat ini terasa sangat lapar!"
Kedatangan Lilyana Conway disambut sang adik dan teman-temannya dengan gembira, terlebih dengan empat sekawan yang melihat kehadiran 1 lagi sosok bidadari yang ternyata adalah kakak Mellisa. Usia Lilyana suah 20 tahun dan berada disemester akhir masa perkuliahannya dia juga adalah salah satu murid berprestasi di fakultasnya, Lily adalah nama panggilannya mengambil jurusan Ekonomi Bisnis yang merupakan cita-citanya untuk menjadi seorang pengusaha.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
ASong@
next 👉🆙️👈
2023-05-04
2
DeManda
godain Ray 😉
2023-03-04
2