Lilyana turun lebih dahulu dan membuka pintu dan masuk kedalam gedung berlantai 2 itu, sementara itu Ray menunggu didepan gedung tersebut dan berdiri disamping bangunan yang menyerupai sebuah Toko sambil memegang seikat tangkai bunga mawar yang mereka bawa dari kebun bunga milik ibunya. Sebuah box reklame berukuran 1 x 2 meter terpasang diatas bangunan itu dengan disain grafis huruf indah bertuliskan R & L Flower Shop, masih dengan gayanya yang lugu tiba-tiba dia mendengar panggilan Lily dari arah pintu masuk.
"Hei..., pria tampan...!, apakah kamu akan terus berdiri disitu?, ayo masuklah dulu!" kata Lily mengajak Ray untuk masuk kedalam kediamannya.
"Apakah kamu tinggal digedung yang besar ini Ly...?, ini terlihat sangat besar dan apakah kamu hanya sendiri disini!"
"Tidak juga..., beberapa kali dalam seminggu ayah dan ibuku bergantian datang untuk menemaniku, dan sebentar lagi kami akan berdua dengan Mellisa disini! selain itu jika tidak ada teman? saya mengajak karyawati tokoku untuk menginap menemaniku"
"Ya aku pikir, akan sangat menakutkan jika seorang anak gadis tinggal sendiri digedung sebesar ini!"
"Hmm..., aku berharap suatu hari nanti kamulah yang akan menemaniku tinggal disini, hehehe..., maaf aku bercanda, mmm..., tapi aku berharap juga sebenarnya!" kata Lilyana sambil menundukkan wajahnya yang mulai merah merona.
"Apa yang bicarakan Ly, Hmm..., itu dilantai 2 isinya apa?" kata Ray yang sengaja mengalihkan pembicaraan mereka.
"Itu kamarku, disana ada 4 buah kamar tidur dan beberapa fasilitas lainnya, sementara itu dilantai-1 ini ada 2 buah kamar tidur yang salah satunya adalah kamar ayah dan ibuku, ini ruangan tamu, ruangan makan dan dapur dibagian belakang sana!" kata Lily menjelaskan.
"Sebentar aku ambilkan minum dulu untuk kita berdua, sambil menunggu karyawati tokoku datang, kamu mau minum apa Ray!"
"Apa saja, asal jangan yang mengandung alkohol!"
"Hmm..., kamu tidak menyukai alkohol? bagaimana kalau kopi?"
"Boleh juga, kalau alkohol memang belum dan tidak akan pernah aku sentuh, menurut buku kesehatan yang kubaca itu akan sangat mengurangi daya tahan tubuh kita, apalagi aku dan kamu seang menekuni ilmu beladiri dan bermeditasi, yang kita butuhkan adalah udara yang segar, makanan yang sehat serta minuman yang berenergi!"
"Baiklah akan kubuatkan kopi untukmu, tunggulah sebentar aku tidak akan lama!"
Ray ditinggal sendiri diruangan tamu, dan kemudian pikirannya mulai berjalan untuk mengingat kembali semua yang dia rasakan saat kedatangan Lily dirumahnya beberapa jam yang lalu. Dia seakan terhipnotis dan selalu menyetujui dan mengikuti apa yang dikatakan Lily sehingga sampai dirumah ini tanpa penolakan dari dalam hatinya,
"Hmm..., apakah aku suka dengannya? tapi memang saat melihat wajahnya yang cantik, tubuhnya yang begitu menggoda!, ahh..., ada apa dengan diriku ini!, tapi memang benar apa yang dikatakan ibu, Lily terlihat baik dan ramah sama seperti sikap ibu!" kata Ray dalam hati sambil mulai menilai sosok seorang Lilyana Conway.
"Ahh..., tapi dia lebih tua 3 tahun dariku, apakah nantinya dia akan mengganggap aku sebagai adiknya!, tapi dilihat dari sikapnya jika berada didepanku sepertinya tidak, bahkan ada kalanya dia terlihat malu jika pandangannya bertemu denganku! hmm..., ada apa ini!" masih dengan renungannya yang berputar sekitar sosok gadis yang mulai dekat dengannya itu walau baru bertemu untuk yang kedua kalinya.
"Ada apa Ray...?" panggilan Lily menyadarkannya dari lamunan.
"Ehh..., tidak ada apa-apa, hanya berpikir tentang kamu yang sangat berani bisa tinggal seorang diri dirumah ini!"
"Ahh..., kan tadi aku sudah bilang aku sering ditemani oleh kedua orangtuaku yang bergantian datang atau dengan karyawati tokoku!, ayo diminum kopinya nanti keburu dingin!"
"Hmm..., apakah dia memikirkanku?, sepertinya tadi dia terkejut saat aku panggil namanya!, itu artinya dia sedang melamun, mudah-mudahan dia memikirkanku...!, eemm..., senangnya kalau hal itu benar!" kata Lilyana dalam hati sambil berharap.
Mereka berdua menghabiskan minuman mereka sambil menunggu kedatangan karyawati toko bunga milik Lilyana, dan kemudian beberapa saat bel rumah berbunyi dan dengan segera Lilyana bergegas keluar untuk menemui karyawatinya itu.
"Ayo ikut aku, akan aku tunjukkan toko milikku, dan ada apa saja didalam sana!"
"Baiklah, ayo...!"
Ray mengikuti Lilyana kedepan rumah besar itu dimana toko bunga itu berada, terlihat sang karyawati telah membuka toko dan sedang menata isi yang berada didalam toko termasuk 1 ikat besar bunga mawar yang baru saja Ray dan Lilyana bawa dari kebun bunga milik Bella.
didalam toko terdapat ruangan depan yang isinya puluhan pot bunga tempat tangkai-tangkai bunga diletakkan dengan berbagai jenis bunga yang akan dijual, kemudian ada seperti kantor dibagian berikutnya karena disana Ray melihat ada beberapa buah mesin pembayaran dan sebuah meja kerja. Disisi lain bangunan itu ada juga terdapat mini pantry yang ditandai dengan adanya peralatan memasak dan peralatan makan, sebuah TV Flat menghiasi bagian atas sebuah rak bunga dan beberapa kamera cctv terpasang disetiap sudut ruangan.
"Bagaimana pendapatmu dengan tokoku ini?" kata Lily sambil mengajak Ray berkeliling tokonya.
"Hmm..., semuanya tertata dengan rapih, sungguh aku mengagumi keuletanmu!, kamu wanita yang hebat Ly...!"
"Apakah kamu sedang memujiku Ray?, terimakasih untuk itu, aku sangat menghargainya!, kata Lily yang terlihat sangat senang dengan perkataan Ray barusan.
"Ly...!, apa arti dari nama tokomu ini, apakah R & L adalah sebuah inisial keluargamu atau sebuah kata penyemangat dalam menjalankan usahamu ini!"
"Apakah kamu ingin tahu?, selama ini baru kamu yang menanyakannya, sedangkan kedua orangtuaku tidak pernah menghiraukan akan hal itu!"
"Ya..., tentu saja aku ingin mengetahuinya, ay jelaskan padaku!" kata Ray yang penasaran dengan nama toko milik Lily.
"Baiklah, tapi jangan terkejut dan menertawaiku ya...!, saat mendirikan toko ini aku beri nama Fresh Flower Shop, namun sejak 2 bulan yang lalu setelah menyelesaikan pengurusan surat ijin usaha nama toko aku ganti dengan nama yang sekarang terdapat pada papan reklame itu! R & L itu artinya...!, hmm..., aku malu Ray dan maafkan aku sebelumnya karena telah berani dan lancang membuat nama itu!"
"Ya..., apa artinya, aku tidak apa-apa! percayalah!"
"Mendekatlah, aku bisikkan...!, Ray & Lilyana Flower Shop, emm..., kamu tidak marah bukan?, kalau kamu keberatan aku akan menggantinya!" kata Lily sambil menundukkan wajahnya karena malu mendapat tatapan serius dari Ray.
"Hmm..., mengapa harus ada namaku disana Ly?"
"Mari kita masuk kedalam rumah, aku akan menjelaskannya kepadamu!" kata Lily kemudian menarik tangan Ray dan membawa masuk kedalam kediamannya, sementara itu sang karyawati melihat sebuah pemandangan yang aneh karena baru sekarang melihat sikap bossnya itu yang berbeda 180 derajat dari biasanya.
Lilyana mengajak Ray duduk disofa ruangan tamu kemudian menjelaskan latar belakang nama toko bunganya itu.
"Sebenarnya pemberian nama tempat usahaku itu adalah sebagai curahan perasaan hatiku terhadapmu Ray, saat pertama bertemu denganmu di Villa aku sudah tertarik denganmu dan perasaan itu terbawa terus sampai aku kembali kesini, dan entah kenapa diwaktu aku sendiri hanya kamu yang aku pikirkan, mungkin aku terlihat sebagai wanita murahan, tapi yang ada didalam sini itulah yang sebenarnya aku rasakan!" kata Lily sambil menunjuk dadanya dan tidak terlihat adanya kebohongan dari wajahnya yang sudah merah merona.
"Hmm..., mendekatlah kesini, dengarkan aku Ly...!, sebelumnya aku tidak ada perasaan apa-apa terhadapmu, tai mengingat pembicaraan dengan ibuku waktu aku baru tiba disini juga saat melihat kedatanganmu tadi pagi kerumahku!, barulah aku menyadari ada perasaan aneh dalam hatiku, kenyataannya selama ini aku memang tidak pernah dekat dengan seorang wanita kecuali dengan ibuku, dan ini adalah yang pertama kali bagiku memegang tangan seorang gadis!" kata Ray sambil meremas tangan Lily.
"Aku juga tidak akan berbohong padamu, menarik tangan seorang pria seperti tadi pagi dikebun bunga ibumu adalah hal yang pertama aku lakukan, dan hal itu nekat aku lakukan karena kamu Ray!"
"Lily maukah kamu menjadi pasanganku?" bisik Ray ditelinga Lily sambil menarik kepala Lily dan membawanya kearah dadanya yang bidang.
Seketika Lily mendongak keatas dan menatap wajah Ray dengan wajah yang tidak percaya kemudian memegang kedua pipi Ray dan berkata...
"Apakah ini bukan mimpi?, Ray kamu barusan menembakku?, cuuphh..., aku mau menjadi pendampingmu Ray...!, aku sangat mencintaimu...!, terimakasih Ray!" kata Lily dengan perasaan bahagia karena perasaan cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
"Hmm..., mulai saat ini kita adalah pasangan kekasih, aku hanya minta kepadamu agar kita saling terbuka, tidak ada rahasia diantara kita, semua kesedihan dan kesusahanmu adalah kesedihan dan kesusahanku juga, mari kita jalani dan jaga hubungan kita ini!, bagaimana?"
"Mmm..., apapun yang kamu inginkan sayang!, aku bahagia bisa berdampingan denganmu Ray, mimpi dan harapanku sekarang manjadi kenyataan, eennmm..., bagaimana kalau nanti malam kita rayakan hari jadian kita ini?, hanya kita berdua..., setuju ya sayang? please...!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
DeManda
gadis thor mantap👍👍
2023-03-06
3