Lily makan sambil berjalan mendatangi teman-teman Mellisa sambil memperkenalkan diri, karena merasa lebih tua dari mereka maka bukan sebuah hal yang menyulitkan untuk Lily bisa berbaur dengan anak-anak muda sebaya adiknya itu.
Dengan pengalaman pergaulannya di kota besar Lily bisa membawa dirinya sehingga dapat diterima dengan baik oleh ketiga bidadari juga oleh empat sekawan, bahkan empat sekawan memandang Lily sebagai seorang yang ramah dan dapat menyesuaikan diri dengan siapapun tanpa memandang status dan latar belakang mereka. Kekaguman empat sekawan terhadap Lilyana Conway menambah dan membuka mata wawasan pergaulan mereka naik setingkat lebih tinggi, dan dalam hati mereka masing-masing pelajaran ini akan menjadi panutan mereka saat sudah memasuki universitas nanti.
Pesta kebun masih terus berlangsung, ayah Mellisa menawarkan anggur merah yang kadar alkoholnya sangat rendah kepada empat sekawan dan hanya Ray yang tidak meminumnya dengan alasan sedang dalam masa latihan beladiri yang ditekuninya mengikuti jejak ayahnya Tomy. Untuk para gadis dengan kebiasaan hidup mereka yang mewah untuk minum anggur sudah menjadi hal biasa setiap makan malam sejak usia mereka 16 tahun, dan bahkan mereka sudah beberapa kali mendatangi sebuah club malam untuk bersenang-senang.
Akhirnya pesta kebun berakhir pada jam 12 tengah malam ditandai dengan membaranya bekas api unggun, para anak gadis mulai naik kelantai 2 demikian juga dengan Jim, Ronald dan Kenny yang kepala mereka mulai berputar akibat pengaruh anggur merah pemberian ayah Mellisa. Hal itu terjadi karena mereka tidak biasa mengkonsumsi minuman tersebut, walaupun kadar alkoholnya yang sangat rendah tapi sudah membuat ketiganya setengah mabuk dan akhirnya mereka masuk dan berbaring didalam kamar. Lain halnya dengan Ray yang terlihat ikut membantu para pelayan Vila untuk membersihkan bekas pesta, hal ini tak luput dari perhatian sepasang mata dari arah lantai 2 Villa.
Setelah ikut memberesi bekas pesta, Ray segera masuk kedalam kamarnya dan mendapati teman sekamarnya Kenny sudah tertidur dengan nyenyak, Ray bergegas mengganti pakaiannya dengan mengenakan kaos dan celana olahraga. Dia keluar kamar dan menuju halaman belakang Villa dan terus mengarah kearah pinggiran danau dimana terdapat sebuah dermaga kecil, dia mencari tempat yang nyaman untuk mulai bermeditasi mengumpulkan Hawa Murni. Hal seperti ini sudah rutin dia lakukan pada setiap malam selesai beraktifitas atau saat pagi hari setelah bangun tidur, pengetahuan latihan beladiri dan bermeditasi sudah diajarkan ayahnya sejak dia berusia 6 tahun dan saat ini Ray sudah memasuki ranah kekuatan menengah dan berada ditingkat Hawa Murni Bintang-1.
Hal yang sama juga diikuti oleh ketiga teman dekatnya walaupun saat ini Jim, Ronald dan Kenny masih berada di ranah kekuatan awal dan berada ditingkat sabuk Coklat, setelah 1 jam bermeditasi Ray melanjutkan dengan melatih beberapa jurus yang dikuasainya dengan sempurna. Setelah 2 jam berlalu dia kembali ke Villa dan beristirahat untuk menyongsong hari esok. Dengan hanya tidur selama kurang lebih 4 jam, Ray kembali bangun diikuti ketiga temannya. Mereka melakukan pemanasan dengan berlari mengitari jalan disekitar Villa dan berakhir didermaga kecil pinggiran danau, mereka berempat melakukan latihan seperti yang dilakukan Ray semalam selama 2 jam. Rutinitas seperti ini sudah dilakukan keempat sekawan sejak mereka sekolah bersama, awalnya mereka diajak Ray hanya untuk menemaninya berlatih tapi tidak diduga oleh Ray bahwa ketiga temanya itu akhirnya serius untuk mengikuti dan menekuni semua latihan.
Ray juga memberikan tambahan wawasan kepada ketiga temannya itu bahwa di alam bebas seperti kawasan danau dimana mereka berada saat ini adalah tempat yang sangat baik untuk bermeditasi mengumpulkan hawa murni, dan hal seperti itu harus dilakukan saat kekuatan mereka akan memasuki ranah kekuatan ditingkat Hawa Murni. Ray juga mengatakan bahwa untuk mengumpulkan Hawa Murni sampai naik ketingkat lebih tinggi membutuhkan waktu yang lama bahkan bisa 1 sampai 2 tahun untuk naik 1 tingkatan bintang, hal itu diketahuinya dari sang ayah yang melewati 5 tingkatan bintang selama 8 tahun.
Hari kedua liburan di Villa keluarga Conway, mereka menikmati keindahan danau Fenesvile dengan mengitari danau dengan menggunakan perahu besar dan ada juga yang berenang dilokasi yang sudah diperuntukkan untuk tempat pemandian. Kesempatan ini digunakan oleh empat sekawan untuk memanfaatkan saat itu selain untuk bersenang-senang juga melatih daya tahan tubuh mereka dengan menyelam selama mungkin dikedalaman danau juga melatih otot-otot mereka dengan berenang, karena dihari biasa mereka hanya berlatih seperti ini didalam bak mandi asrama sekolah mereka atau mendatangi kolam renang dengan membayar sewa.
Keceriaan dari 4 kecantikan dan empat sekawan ditambah seorang bidadari membuat suasana menjadi ramai dan terlihat akrab, walaupun tidak ada ketertarikan yang lebih diantara mereka. Hal ini sangat disadari oleh empat sekawan yang merasa berada di bawah level kehidupan 5 bidadari didepan mereka, tapi dengan lapang dada mereka berusaha untuk bersikap wajar dan tetap menunjukkan jati diri mereka sebagai seorang laki-laki.
Disela-sela istirahat Ray yang kebetulan berada ditempat tersendiri, hanya menggunakan celana renang dan dengan tubuh bagian atas tanpa pakaian dia duduk sambil berjemur.
"Hai..., namamu Ray bukan?, ini aku bawakan minuman untukmu!" kata sebuah suara syahdu dari arah samping.
"Ehh..., kamu!, kenapa harus repot-repot membawakanku minuman ini, sebenarnya aku bisa mengambilnya sendiri, tapi terimakasih atas perhatiannya!" kata Ray dengan sopan kepada Lilyana yang tiba-tiba datang dan duduk dikursi jemur yang berada disampingnya.
"Kamu akan melanjutkan kemana setelah lulus nanti Ray?, kalau adikku Mellisa akan mengikutiku ke ibu kota dan masuk ke universitas ditempatku kuliah!"
"Ohh..., masalah itu ya!, saya dan ketiga teman saya itu sudah sepakat untuk melanjutkan di Universitas Fenesvile!, saya dan Kenny akan masuk fakultas ekonomi, kalau Jim berencana masuk fakultas hukum dan Ronald sendiri sudah memutuskan akan masuk fakultas teknik mesin!" kata Ray menjelaskan.
"Wah..., semuanya pilihan yang bagus, aku dengar dari Mellisa dan teman-temannya kalian berempat itu adalah murid-murid yang berprestasi!, apa tidak sebaiknya mencari beasiswa yang bisa mengantar kalian kuliah di universitas terkenal seperti tempatku kuliah?"
"Hmm..., kamu benar, kami sudah mendapatkannya dan yayasan yang memberikan beasiswa sudah menentukan Universitas Fenesvile adalah tempat bagi kami untuk melanjutkan, dan sebagai penerima beasiswa tidak baik untuk kami menolak dan memilih universitas sesuai kemauan kami sendiri!"
"Ya kamu benar, hmm..., padahal kalau kamu ikut kami ke ibukota aku berharap bisa ikut belajar latihan beladiri bersamamu!, sudah lama aku tertarik untuk belajar ilmu beladiri tapi belum menemukan dojo yang tepat"
"Hah..., kamu tertarik untuk belajar ilmu beladiri?, apa penyebabnya? apakah hanya sekedar untuk mengenal ilmu itu atau ada yang lainnya?"
"Ya..., aku ingin belajar khususnya untuk melindungi diriku sendiri dari orang-orang jahat, karena kamu tahu sendiri kehidupan saat ini terlebih yang berada di kota-kota besar!"
"Sebenarnya ayahku adalah seorang guru beladiri dan yang melatihku selama ini, dan saat ini ayah dan ibuku sedang berada di ibukota dan bekerja disana, tapi dia tidak membuka dojo seperti yang dilakukannya di kota Fenesvile ini karena tingkat kesibukannya yang lebih padat"
"Ohh..., disana ayahmu bekerja dimana?"
"Hmm..., dia bekerja sebagai karyawan Happylive Mart dibagian gudang persediaan"
"Ya itu adalah sebuah perusahaan pasar swalayan yang besar dan di ibukota ada 3 buah Happylive Mart, tepatnya dimana ayahmu bekerja?"
"Maaf, aku belum mengetahuinya dengan pasti, tapi suatu saat akan memberi kabar kepadamu, bagaimana?"
"Baiklah, ini ponselku salinlah nomorku, kamu bisa menghubungiku kapan saja!" kata Lily sambil menyerahkan telepon pintarnya kepada Ray untuk saling bertukar nomor.
"Ok, terimakasih, aku akan segera menghubungimu setelah menanyakan dengan pasti situasinya kepada ayahku!"
"Aku sangat menghargai untuk usahamu itu, terimakasih Ray!, semoga kita bisa lebih akrab lagi dimasa depan"
"Hmm..., sama-sama terimakasih juga sudah memberikan nomor ponselmu!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
ASong@
👍👉🆙️👈
2023-05-04
2
DeManda
lanjutkan 👍
2023-03-04
2