"Kak Zara mau cerita apa?" Layla menatap kearah Zara yang fokus pada langit-langit kamar, ia cukup penasaran apa yang ingin dikatakan sepupunya
"La, menurut kamu rasa suka dan cinta itu sama nggak?" Lirih Zara membuat Layla mengerjap pelan
"Mungkin" jawab Layla seadanya, ia pun bingung sebenarnya
"Mungkin apa? Mungkin sama atau mungkin tidak"
"Mungkin sama, aku hanya berpikir apa cinta bisa tumbuh kalau tidak ada rasa suka?" Terdengar Zara menarik nafasnya mendengar jawaban itu
"Kalau perempuan yang ngomong rasa suka ke laki-laki menurut kamu gimana?" Layla mengerjap lagi mendengar jawaban itu
"Dulu Khadijah yang lebih dulu datang untuk Rasul, meminta sahabatnya Nafisah binti Munyah untuk menyampaikan maksudnya. Menurut ku tidak ada yang salah dengan perempuan yang lebih dulu mengungkapkan rasa, tapi kembali lagi pada kita apakah berani untuk mengungkapkannya" balas Layla dengan pandangan yang lurus kearah langit-langit kamarnya
"Kak Zara suka siapa?" Pertanyaan itu akhirnya lolos dari bibir Layla, ia penasaran dengan laki-laki yang membuat Zara jadi mengenal rasa itu. Padahal sebelumnya Zara mengatakan untuk fokus mendapat gelar dokternya dulu
"Qais"
Deg
Jantung Layla seakan terpompa cepat mendengar satu nama itu, Qais?. Jika diingat lagi apa hal yang dimiliki laki-laki itu sampai membuat Zara dan Yasmin jatuh hati padanya. Yasmin seorang perempuan sholehah yang tumbuh besar dilingkungan pesantren, sedangkan Zara tumbuh dengan cita-citanya ingin menjadi profesi yang sama dengan kedua orang tuanya. Layla tidak atau mungkin belum melihat apa yang membuat kedua sepupunya sampai jatuh hati pada laki-laki seperti Qais yang menurutnya tak lebih dari playboy yang suka merayu perempuan, seperti apa yang dilakukan laki-laki itu pada pertemuan pertama mereka
"Qais yang tadi?" Layla bertanya untuk memastikan memang laki-laki itu yang dimaksud
"Iya, dikampus hanya dia yang namanya Qais, ketua basket dan terkenal karena tingkah lakunya"
"Yang suka menggoda perempuan?" Tanya Layla, ia teringat perilaku Qais dihari mereka bertemu
"Darimana kamu mendapat berita hoaks itu? Qais dikenal anti perempuan"
"Hah? Yang bener kak?" Layla tak percaya sama sekali dengan hal itu, anti perempuan? Lalu kenapa laki-laki itu sudah menggodanya di pertemuan pertama mereka?
"Dia punya moto terkenal 'Cukup satu perempuan, tanpa pacaran, sampai maut yang memisahkan'. Moto itu yang buat para mahasiswi berdoa biar bisa bersanding dengan dia"
"Hahahaha" Layla terbahak seakan mendengar dongeng yang lucu
"Kenapa ketawa?" Heran Zara, padahal ia merasa tak ada yang lucu dengan ucapannya
"Kak Zara bilang dia nakal, kenakalannya dalam bentuk apa kalau bukan sama perempuan?"
"Nakalnya cuma karena sering lebih milih basket daripada ikut mata kuliah, tapi ada juga yang bilang dia sering balap motor"
"Nah, itu" seru Layla
"Kalau dia sering balap motor artinya dia pasti deket sama perempuan, teman Ila juga bilang gitu, kadang kala yang mereka jadiin taruhan itu perempuan" Layla merendahkan suaranya pada kalimat terakhir. Ia cukup miris sebenarnya mengatakan ini
"Lain lagi itu, yang pasti Qais itu jadi idaman karena moto dia yang ngehargai perempuan" bantah Zara, ia seakan kesal Qais dijelekkan seperti itu
"Menurut Kak Zara, apa mungkin dikampus nggak ada perempuan yang deketin dia atau ngungkapin perasaan terang-terangan?"
"Pastinya ada" seru Zara
"Terus reaksi dia gimana? Diterima?"
"Nggak, dia bilang 'jangan bikin diri sendiri sakit hati buat suka aku' "
"Apa itu yang dinamakan menghargai perempuan?" Dengus Layla, ia tak habis pikir arah pikiran dua sepupunya yang tertarik pada laki-laki itu
"Nggak mungkin juga dia nerima semuanya Ila, ngehargai itu bukan berarti keterima jadi pacar" kesal Zara, ia berniat curhat pada Layla tapi sepupunya malah menjelek-jelekkan Qais
"Bagaimana kalau ternyata laki-laki itu sudah mencintai perempuan lain?" Pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir Layla, ia takut kalau kebencian timbul diantara sepupunya karena Qais. Yang paling ia takuti saat sikap laki-laki itu berbanding terbalik dengan cerita Yasmin atau Zara dengan yang ditunjukkan Qais langsung dihadapannya
"Yang pastinya perempuan itu mungkin bakalan punya banyak musuh dikampus" jawab Zara seadanya
"Termasuk Kak Zara?" Tanya Layla
"Mungkin"
"Apa Kak Zara bakalan benci banget sama perempuan itu?" Tanya Layla, ia takut hal yang tak ia inginkan terjadi
"Kenapa harus dibenci? Tapi mungkin aku akan cukup kecewa. Yang pastinya perempuan itu beruntung"
"Manusia kadang aneh ya? Padahal sudah tau akan kecewa kenapa pada akhirnya masih berharap?"
"Seenggaknya masih ada harapan"
"Harapan nggak lebih dari rasa kecewa yang direncanakan" gumam Layla
Ia termenung memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya. Ini benar-benar rumit, kedua sepupunya menyukai Qais, sedangkan laki-laki yang dianggap anti perempuan itu malah terang-terangan mendekati dirinya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
Sri Wulandari
Qais adalah versi Naufal waktu jd badboy d kampusnya dulu
2025-02-07
0
Ai Siti Rahmayati
ternyata Qais jadi rebutan
2024-04-26
2
strawberry milk
kan😢😢
2023-02-15
0