Bab 8 : Selamanya

Bilal dan Layla baru saja keluar dari rumah sakit, Bilal mengenakan seragam batik nya yang berwarna sedikit abu, dan Layla masih dengan baju praktiknya yang berwarna biru tua dengan sedikit campuran warna putih. Mereka langsung kesini tanpa pulang kerumah terlebih dahulu saat Darren Naufal kecelakan. Naufal bilang luka ringan saat kepalanya diperban dengan beberapa luka jahit disana, padahal sikembar yang melihat itu sudah merinding. Mereka tak tau saja dulu seberapa seringnya ayah mereka terluka

Saudara kembar itu reflek memberhentikan langkah mereka kala para perawat mendorong brankar rumah sakit dengan tergesa, diatasnya terbaring gadis dengan rambut hitam sebahu dan tangan kiri yang menjuntai mengeluarkan darah hingga mengenai lantai rumah sakit

"Apa dia berusaha bunuh diri?" Gumam Layla, ia tak bisa menilai orang itu buruk jika memang benar itu terjadi, karena lelahnya seseorang hanya ia yang merasakan sendiri. Hanya saja, caranya memilih tak bisa dibenarkan

Sementara Bilal terdiam, ia melihat sekilas wajah gadis itu tadi, mencoba mengingatnya diantara ribuan memori dalam otaknya hingga akhirnya berhasil mengingat gadis itu. Dia gadis preman yang ia kejar beberapa hari lalu

"Dia kenapa?" Gumamannya pelan, tapi berhasil tertangkap oleh indra pendengaran Layla yang berada disebelahnya

"Kak Ilal kenal?"

"Mungkin, beberapa hari lalu kakak bertemu pencuri dan wajahnya persis seperti dia"

"Pencuri?" Layla mengulangi perkataan kakaknya, apa ia tak salah dengar gadis secantik itu menjadi pencuri?

"Kakak juga nggak begitu yakin, tapi wajahnya mirip"

"Udahlah ayo kita pulang, nggak usah dipikirin" walau masih agak bingung dan penasaran, Layla tetap mengikuti langkah kakaknya yang sudah berjalan terlebih dahulu ke area parkir

Bilal tak mungkin lupa gadis itu, gadis yang mendoakan sendiri orang tuanya masuk neraka. Hari ini ternyata takdir kembali menggariskan mereka berdua untuk bertemu, dalam keadaan yang jauh berbeda dari sebelumnya

"Apa itu memang benar dia? Kenapa dia melakukan hal itu?" Pertanyaan itu bersarang dalam kepala Bilal kala melihat goresan di tangan kirinya, biasanya kebanyakan remaja yang melakukan itu adalah mereka yang mengalami depresi atau rasa lelah yang sudah tak sanggup mereka tahan

"Beban hidup apa yang dia alami?"

"KAK ILAL!" Suara teriakan Layla membuyarkan lamunannya, remaja laki-laki itu menoleh kebelakang, rupanya rumah mereka sudah lewat. Terlalu asyik melamun sampai ia tak sadar akan hal itu

"Ngelamunin apasih? Gadis tadi ya? Atau jangan-jangan Kak Ilal udah punya pacar?" Tuduh Layla karena melihat kelakuan aneh kakaknya

"Mana ada, kakak lagi mikirin rumus integral" alibi Bilal mengaitkan rumus dalam matematika

"Bohong itu dosa loh"

"Terlalu kepo itu juga dosa" balas Bilal

"Kayak Kak Ilal nggak gitu aja" tak mau berdebat lebih penjang lagi Bilal memilih mengedikkan bahunya acuh dan masuk kedalam rumah setelah melepas sepatu

.

Sore harinya saat matahari terlihat perlahan menuju barat, Bilal dan Layla disibukkan dengan kegiatan bersih-bersih karena Naufal mendadak menghubungi kalau ada tamu yang datang. Tak lupa mereka meminta bantuan Yusuf dan Zara tanpa harus mengajak Vio atau Anisa, kebetulan juga dua anak itu sedang tak ada dirumah

"Siapa sih tamunya sampai harus bersih-bersih kayak gini? Padahal biasanya kan udah nggak perlu dibersihin lagi" gerutu Layla saat membersihkan sofa dengan penyedot debu

"Kerjain aja nggak usah kebanyakan ngeluh" timpal Bilal, ia bahkan terpaksa mencuci piring karena tangan Layla yang sedikit tergores dan sakit terkena sabun cucian

"Kita harusnya nggak dateng kesini kalau cuma bersih-bersih Ra" Keluh Yusuf saat menyapu lantai putih yang hanya terlihat sedikit berdebu

"Kerjainnya jangan banyak ngeluh, kalau kayak gini terus gimana bisa selesai?" Omel Zara pada sepupunya yang mengeluh sejak tadi

Berbeda dengan anak-anaknya yang dirumah, Naufal masih dirumah sakit untuk melakukan negosiasi dengan dokter agar diperbolehkan pulang. Hanya luka kecil seperti ini tak seharusnya dibawa kerumah sakit menurutnya

"Bapak harus pulih dulu" ucap perawat laki-laki itu kekeh

"Tapi saya sudah nggak papa, ini hanya luka kecil saja dan kenapa sampai harus menghabiskan dua kantung infus?" Ia sedikit keberatan saat diinfus hanya karena dinyatakan sedikit syok. Menurutnya minum air saja sedikit sudah cukup

"Saya akan memanggil dokter untuk menanyakan ini" jawab perawat tersebut keluar dari pintu

"Katakan biar istri saya saja yang merawat saya dirumah" mendadak ia terdiam setelah mengatakan itu, ia lupa kalau kini ia hanya sendiri tanpa kekasih hati yang menemani. Ingatannya berputar kala dulu dimana ia terluka dan Aqila yang akan mengobati, dimana mereka dipertemukan saat Aqila seringkali menangis, seolah Naufal memang ditakdirkan menjadi pelangi yang datang setelah hujan itu

Naufal bangkit dari duduknya, ia melihat kantung infus yang mulai kosong dan mencabut sendiri benda itu dari tangannya. Administrasinya sudah diurus oleh si penanrak yang ternyata merasa bersalah dan bertanggung jawab walau Naufal sudah mengatakan tidak apa-apa, orang itu tetap kekeh dengan pendiriannya. Ia meminta maaf berkali-kali karena baru belajar mengendarai mobil dan salah menginjak rem

Perawat yang baru kembali membawa dokter yang tak lain Darren tercengang kala Naufal sudah tidak ada disana

"Tadi pasien masih disana pak"

"Biarkan saja, dia pasti sudah baik-baik saja" perawat tercengang mendengar jawaban Darren yang terkesan biasa saja. Sebenarnya ini bukan tugasnya, ia dokter bedah yang menangani operasi. Tapi kebetulan sekali ia ingin menjenguk Naufal sebelum pulang kerumah dan berpapasan dengan perawat yang ia lihat menjaga Naufal dari tadi. Perawat itu dengan senang hati mengantar walau Darren tidak meminta

Naufal mengendarai motornya yang masih terparkir dihalaman rumah sakit, hanya sedikit pecah pada lampu depan, ia akan menggantinya nanti. Setelah keluar dengan berusaha mengendap, ia menuju mushola rumah sakit dan melaksanakan sholat ashar disana

Mengendarai motor dengan kecepatan sedang, Naufal menikmati tiupan angin sore dan mentari yang tak lagi sepanas siang tadi. Ia berjalan menuju area jalan pepohonan yang cukup sepi kemudian akhirnya memarkirkan motor di tempat yang banyak dikunjungi orang pada hari tertentu

"Assalamu'alaikum istriku" lututnya jatuh bersimpuh didepan tanah yang sedikit menggunung, bunga-bunga kering masih nampak bertaburan disana

"Aku datang kembali, padahal aku baru datang beberapa hari yang lalu"

"Kau pasti sedang tertawa disana melihatku seperti ini Qil, tapi hanya didepanmu aku akan menunjukkan sifat seperti ini, biarkan anak-anak hanya mengetahui ayah mereka bahagia. Aku memang bahagia saat melihat mereka tapi hatiku tak pernah bohong kalau aku akan lebih bahagia kalau kau masih ada disini"

"Kau juga pasti sudah bosan mendengarku mengatakan ini, tapi aku mencintaimu untuk selamanya Qil"

Terpopuler

Comments

Sri Wulandari

Sri Wulandari

Bikin nangis sj thour.... jd k ingat kisah cinta mereka berdua g k bayang sprti ap rasa sedih & rindu yg terpendam Naufal sm aqila walaupun dia terlihat kuat & tegar d dpn anak-anaknya jg klrgnya 😭😭😭😭😭

2025-02-07

0

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊

Sampai kesini jg aQ nangis adeiii😭

2024-09-01

2

rina wati

rina wati

di dunia nyata jg ada, contohnya pak habibie

2024-04-08

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Cinta tak seindah itu
2 Bab 2 : Dia suka ya?
3 Bab 3 : Gadis Preman
4 Bab 4 : Qais
5 Bab 5 : Terjebak Rasa
6 Bab 6 : Sepupu?
7 Bab 7 : Isabela
8 Bab 8 : Selamanya
9 Bab 9 : Kenzo dan Qais
10 Bab 10 : Curhatan Zara
11 Bab 11 : Tak ingin menyakiti
12 Bab 12 : Masih ada?
13 Bab 13 : Kisah Layla Majnun
14 Bab 14 : Hanya Satu
15 Bab 15 : Tau
16 Bab 16 : The Devils
17 Bab 17 : Cukup satu selamanya
18 Bab 18 : Tak semudah itu
19 Bab 19 : Terlahir Untuk Bermimpi
20 Bab 20 : 18 Tahun
21 Bab 21 : Selalu Terbuka
22 Bab 22 : Dendam
23 Bab 23 : Benci Dia
24 Bab 24 : Misterius
25 Bab 25 : Rencana
26 Bab 26 : Paman?
27 Bab 27 : Dendam Terbalas
28 Bab 28 : Salah Paham
29 Bab 29 : Qais dan Layla
30 Bab 30 : Kesempatan itu ada
31 Bab 31 : Yang Terbaik
32 Bab 32 : Tak Pantas
33 Bab 33 : Maaf?
34 Bab 34 : Hanya Satu
35 Bab 35 : Dibalik The Devil
36 Bab 36 : Maksudnya?
37 Bab 37 : Maaf dari Yasmin
38 Bab 38 : Siapa?
39 Bab 39 : Kunjungan Yusuf
40 Bab 40 : Rayu Tuhannya
41 Bab 41 : Rahasia
42 Bab 42 : Dibuly?
43 Bab 43 : Jalur Hukum
44 Bab 44 : Penangkapan
45 Bab 45 : CCTV?
46 Bab 46 : Ujian atau Karma
47 Bab 47 : Aku Kembalikan Putrimu
48 Bab 48 : Mungkin bukan sekarang
49 Bab 49 : Taj Mahal
50 Bab 50 : Bela dan Bilal
51 Bab 51 : Bantu Aku
52 Bab 52 : Aku pulang
53 Bab 53 : Zara dan Rio?
54 Bab 54 : Berujung Salah Paham
55 Bab 55 : Kembali
56 Bab 56 : Yang pasti, hanya satu
57 Matahari Senja
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Bab 1 : Cinta tak seindah itu
2
Bab 2 : Dia suka ya?
3
Bab 3 : Gadis Preman
4
Bab 4 : Qais
5
Bab 5 : Terjebak Rasa
6
Bab 6 : Sepupu?
7
Bab 7 : Isabela
8
Bab 8 : Selamanya
9
Bab 9 : Kenzo dan Qais
10
Bab 10 : Curhatan Zara
11
Bab 11 : Tak ingin menyakiti
12
Bab 12 : Masih ada?
13
Bab 13 : Kisah Layla Majnun
14
Bab 14 : Hanya Satu
15
Bab 15 : Tau
16
Bab 16 : The Devils
17
Bab 17 : Cukup satu selamanya
18
Bab 18 : Tak semudah itu
19
Bab 19 : Terlahir Untuk Bermimpi
20
Bab 20 : 18 Tahun
21
Bab 21 : Selalu Terbuka
22
Bab 22 : Dendam
23
Bab 23 : Benci Dia
24
Bab 24 : Misterius
25
Bab 25 : Rencana
26
Bab 26 : Paman?
27
Bab 27 : Dendam Terbalas
28
Bab 28 : Salah Paham
29
Bab 29 : Qais dan Layla
30
Bab 30 : Kesempatan itu ada
31
Bab 31 : Yang Terbaik
32
Bab 32 : Tak Pantas
33
Bab 33 : Maaf?
34
Bab 34 : Hanya Satu
35
Bab 35 : Dibalik The Devil
36
Bab 36 : Maksudnya?
37
Bab 37 : Maaf dari Yasmin
38
Bab 38 : Siapa?
39
Bab 39 : Kunjungan Yusuf
40
Bab 40 : Rayu Tuhannya
41
Bab 41 : Rahasia
42
Bab 42 : Dibuly?
43
Bab 43 : Jalur Hukum
44
Bab 44 : Penangkapan
45
Bab 45 : CCTV?
46
Bab 46 : Ujian atau Karma
47
Bab 47 : Aku Kembalikan Putrimu
48
Bab 48 : Mungkin bukan sekarang
49
Bab 49 : Taj Mahal
50
Bab 50 : Bela dan Bilal
51
Bab 51 : Bantu Aku
52
Bab 52 : Aku pulang
53
Bab 53 : Zara dan Rio?
54
Bab 54 : Berujung Salah Paham
55
Bab 55 : Kembali
56
Bab 56 : Yang pasti, hanya satu
57
Matahari Senja

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!