Bab 7 : Isabela

"Hai"

Demi apapun hari yang paling menjengkelkan bagi Layla sekarang adalah hari ini. Laki-laki yang tak pernah ingin ia temui lagi sekarang sedang duduk diatas motornya dengan pakaian serba hitam dan melambaikan tangan saat ia baru saja keluar dari gerbang sekolah

"Siapa ya?" Pura-pura tidak kenal adalah jalan terbaik yang bisa ditempuh sekarang

"Kalau gitu ayo perkenalan nama aku Qais" laki-laki itu menjulurkan tangannya

"Maaf, tapi aku nggak mau" balasnya sedikit acuh, Layla hendak kembali menjalankan kendaraan roda duanya kearah jalan, tak enak rasanya dilihat oleh para siswa yang lain

"Tapi aku mau"

"Terus hubungannya sama aku apa?" balasnya kesal

"Ila, dia siapa?" Nessi yang baru keluar gerbang bertanya kala melihat sahabatnya seperti berbincang dengan laki-laki, hal yang jarang sekali ia lakukan

Layla hanya mengedikkan bahunya dan menggelengkan kepala, ia benar-benar tak habis pikir dengan kelakuan Qais

"Jadi nama kamu Ila ya?" Seolah memang baru kenal, Qais mengucapkan kalimat itu

"Kakak ada hubungan apa sama Ila?" Tanya Nessi karena rasa penasarannya yang tinggi

"Saya calon suaminya" jawaban yang membuat siapa saja mendengarnya melotot tak percaya

"Jangan ngomong sembarangan! Kita bahkan nggak saling kenal satu sama lain" balas Layla dengan suara tinggi

"Aku udah tau nama kamu dan kamu udah tau nama aku, apa itu belum namanya kenalan?" Mentari terik yang cukup panas, persiapan UKK yang membuat kepala berasap dan sekarang kelakuan Qais yang membuat kepala Layla rasanya hampir pecah

"Ila ini beneran?" Nessi bahkan percaya secepat itu

"Kenapa kamu malah percaya dia Nes?, Kamu teman aku atau bukan? Dia cuma orang gila yang nggak jelas" tak ingin memperpanjang urusan lagi, ia sudah kembali menyalakan motornya yang sempat ia matikan tadi karena takut kehabisan bensin

"Aku percaya kok"

"Minta nomor temanmu dong" Qais malah menatap kearah Nessi yang masih diam disana

"Nes, cepetan pulang!" Layla memberi peringatan kepada Nessi, kalau sampai sahabatnya itu memberitau, awas saja nanti

"Iya" Qais menatap kepergian mereka dengan menggelengkan kepalanya, entah apa yang ada didalam otak anak itu

"Nanti malam kita juga ketemu" balasnya pelan dengan sedikit seringaian yang terbit diujung bibirnya

Sementara Ammar yang melihat kejadian tadi dari jarak cukup jauh menaikkan sebelah alisnya, ia bingung siapa gerangan laki-laki yang berbincang dengan Layla saat itu

.

Menjelang kelulusan memang banyak ujian yang terjadi, entah ujian sekolah atau ujian kehidupan. Gadis yang sedang membaca buku atau lebih tepatnya berusaha membaca buku agar bisa menjawab semua soal ujian yang diadakan sebentar lagi, harus menutup telinga berkali-kali saat mendengar suara bentakan, tamparan dan teriakan dari luar

BRAKKK

PRANGGG

Gadis itu membuka pintu dengan kasar dan melempar sebuah botol kaca berwarna hijau didepan kedua orang tuanya yang bertengkar hebat. Bukan satu kali ini saja, tapi hampir setiap hari. Kedua orang itu mendadak diam melihat wajah putri mereka yang menatap kosong

"MATI AJA KALIAN! TUH UDAH AKU KASIH KACA BUAT GORES NADI MASING-MASING, AKU JUGA IKUT BIAR KITA BERTIGA BISA MASUK NERAKA SAMA-SAMA SEKALIAN PESTA SAMA SETAN DISANA!" Teriaknya dengan nada tinggi dan mata memerah, ia mengatur nafasnya yang naik turun dengan cepat

"ISABELA! APA MAKSUD KAMU BICARA GITU SAMA ORANG TUA?" Teriakannya dibalas oleh sang ayah

"Orang tua? Heh! Ternyata kalian masih sadar umur" kekehnya dengan suara sedikit serak

"MAKSUD KAMU?" Sang ibu sepertinya merasa tersinggung dengan ucapannya

"KALAU KALIAN NGERASA NGGAK COCOK SATU SAMA LAIN, CERAI AJA! KENAPA MASIH MERTAHANIN KAPAL YANG UDAH HANCUR INI?!"

"AYAH KENCAN SAMA WANITA LAIN, IBU KENCAN SAMA LAKI-LAKI LAIN, KALAU UDAH NGGAK SALING CINTA, NGGAK SALING SUKA, KENAPA MASIH BERTAHAN DAN PULANG KE KAPAL PECAH INI?"

"KALIAN MANUSIA PALING EGOIS DAN LEBIH BURUK DARIPADA BIN*TANG, BINATANG SAJA MASIH PEDULI PADA ANAKNYA, LALU KALIAN ANGGAP AKU SEBAGAI APA?"

"KALIAN PERNAH NGGAK MIKIR SETELAH KELUAR BERHARI-HARI TANPA PULANG MIKIRIN APA AKU UDAH MAKAN ATAU BELUM?, BAGAIMANA KEADAANKU? APA YANG AKU LAKUKAN? PERNAH NGGAK SIH? SEKALINYA PULANG KALIAN LANGSUNG BERANTEM TERUS, SAMPAI PERKATAAN TETANGGA UDAH AKU ANGGAP KAYAK BIASA AJA"

"KALIAN NGGAK MALU SAMA DIRI SENDIRI?"

Kedua orang tua Bela terdiam, ego mereka terlalu tinggi untuk tidak mengakui kesalahan, malah lebih memilih menyalahkan satu sama lain dan berakhir balas dendam dengan melakukan hal yang sama, sebuah perselingkuhan. Mereka tak memikirkan tentang bagaimana dulu begitu bahagianya mereka menyambut kelahiran sosok perempuan mungil berwajah cantik dikehidupan pertama pernikahan mereka

"CERAI AJA UDAH! NGGAK PERLU PIKIRIN BELA LAGI, MAU BELA MATI ATAU HIDUP DENGAN CARA APAPUN TERSERAH KALIAN, URUS DIRI SENDIRI AJA" Remaja yang masih berusia tujuh belas tahun itu mengeluarkan apa yang dari dulu dipendamnya, biasanya ia hanya akan diam saja. Ia tak tau kapan tepatnya keluarga kecil ini bisa hancur, tapi berawal dari ia memasuki kelas 6 SD dan ibunya marah-marah sambil menunjuk kearah handphone ayahnya. Setelah kejadian itu, dua orang yang dulu sempat mencintai hancur karena ego yang tinggi, tidak mau mengakui dan balas dendam dengan cara yang sama. Awal-awal Bela akan menangis setiap malam, saat ia sendiri atau menutup telinga saat tak ingin mendengar kata kotor keluar dari mulut orang tuanya ditambah perkataan tetangganya semakin merusak mimpi indah yang sempat terpatri dalam tujuannya. Ia bagai orang kehilangan arah dan tujuan, nilai disekolah bukan lagi prioritasnya karena tak ada lagi yang mengatakan kami bangga saat dirinya masuk kedalam jejeran tiga besar. Kelakuan kedua orangtuanya semakin menjadi saat seakan mereka lupa punya anak yang kadang menanti didepan pintu berharap sang ibu pulang untuk memasak atau ayah yang setidaknya memberi uang jajan untuk mengganjal perutnya yang lapar. Akhirnya gadis itu melakukan cara yang salah untuk bertahan, ia menjadi pencuri kecil yang sering berkeliaran di pasar

"KENAPA DIAM? MALU? DASAR MANUSIA EGOIS" perempuan itu mengambil belahan kaca botol yang berserakan menjadi beberapa bagian dilantai, ia serahkan masing-masing pada orang tuanya dan unthk dirinya

"Ayo bunuh diri bersama jika kalian memang merasa lelah dengan hidup ini" Bela tak ragu menancapkan kaca itu pada nadi tangannya dan menarik hingga melebar, darah segar mengalir deras diiringi rasa sakit, tapi tentu tak akan pernah sebanding dengan rasa sakit pada mentalnya selama ini

"BELA" dua orang yang dianggap egois oleh anaknya sendiri itu mendekat kepada putri mereka yang terduduk lemah karena kehabisan darah

"Semoga neraka kita beda" gumamnya sebelum akhirnya menutup mata

Terpopuler

Comments

Sri Puryani

Sri Puryani

ya Allah bela😭

2024-10-26

1

melia

melia

y allaaahhhh..memang ortu yg egois akhirnya berdampak k ank..

2023-02-13

1

adara

adara

kasian Isabela dia menderita karena keegoisan orang tuanya hingga membuat dia melakukan hal yg tidak baik sebagai pencuri untuk memenuhi kebutuhannya 🥺🥺

2023-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 : Cinta tak seindah itu
2 Bab 2 : Dia suka ya?
3 Bab 3 : Gadis Preman
4 Bab 4 : Qais
5 Bab 5 : Terjebak Rasa
6 Bab 6 : Sepupu?
7 Bab 7 : Isabela
8 Bab 8 : Selamanya
9 Bab 9 : Kenzo dan Qais
10 Bab 10 : Curhatan Zara
11 Bab 11 : Tak ingin menyakiti
12 Bab 12 : Masih ada?
13 Bab 13 : Kisah Layla Majnun
14 Bab 14 : Hanya Satu
15 Bab 15 : Tau
16 Bab 16 : The Devils
17 Bab 17 : Cukup satu selamanya
18 Bab 18 : Tak semudah itu
19 Bab 19 : Terlahir Untuk Bermimpi
20 Bab 20 : 18 Tahun
21 Bab 21 : Selalu Terbuka
22 Bab 22 : Dendam
23 Bab 23 : Benci Dia
24 Bab 24 : Misterius
25 Bab 25 : Rencana
26 Bab 26 : Paman?
27 Bab 27 : Dendam Terbalas
28 Bab 28 : Salah Paham
29 Bab 29 : Qais dan Layla
30 Bab 30 : Kesempatan itu ada
31 Bab 31 : Yang Terbaik
32 Bab 32 : Tak Pantas
33 Bab 33 : Maaf?
34 Bab 34 : Hanya Satu
35 Bab 35 : Dibalik The Devil
36 Bab 36 : Maksudnya?
37 Bab 37 : Maaf dari Yasmin
38 Bab 38 : Siapa?
39 Bab 39 : Kunjungan Yusuf
40 Bab 40 : Rayu Tuhannya
41 Bab 41 : Rahasia
42 Bab 42 : Dibuly?
43 Bab 43 : Jalur Hukum
44 Bab 44 : Penangkapan
45 Bab 45 : CCTV?
46 Bab 46 : Ujian atau Karma
47 Bab 47 : Aku Kembalikan Putrimu
48 Bab 48 : Mungkin bukan sekarang
49 Bab 49 : Taj Mahal
50 Bab 50 : Bela dan Bilal
51 Bab 51 : Bantu Aku
52 Bab 52 : Aku pulang
53 Bab 53 : Zara dan Rio?
54 Bab 54 : Berujung Salah Paham
55 Bab 55 : Kembali
56 Bab 56 : Yang pasti, hanya satu
57 Matahari Senja
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Bab 1 : Cinta tak seindah itu
2
Bab 2 : Dia suka ya?
3
Bab 3 : Gadis Preman
4
Bab 4 : Qais
5
Bab 5 : Terjebak Rasa
6
Bab 6 : Sepupu?
7
Bab 7 : Isabela
8
Bab 8 : Selamanya
9
Bab 9 : Kenzo dan Qais
10
Bab 10 : Curhatan Zara
11
Bab 11 : Tak ingin menyakiti
12
Bab 12 : Masih ada?
13
Bab 13 : Kisah Layla Majnun
14
Bab 14 : Hanya Satu
15
Bab 15 : Tau
16
Bab 16 : The Devils
17
Bab 17 : Cukup satu selamanya
18
Bab 18 : Tak semudah itu
19
Bab 19 : Terlahir Untuk Bermimpi
20
Bab 20 : 18 Tahun
21
Bab 21 : Selalu Terbuka
22
Bab 22 : Dendam
23
Bab 23 : Benci Dia
24
Bab 24 : Misterius
25
Bab 25 : Rencana
26
Bab 26 : Paman?
27
Bab 27 : Dendam Terbalas
28
Bab 28 : Salah Paham
29
Bab 29 : Qais dan Layla
30
Bab 30 : Kesempatan itu ada
31
Bab 31 : Yang Terbaik
32
Bab 32 : Tak Pantas
33
Bab 33 : Maaf?
34
Bab 34 : Hanya Satu
35
Bab 35 : Dibalik The Devil
36
Bab 36 : Maksudnya?
37
Bab 37 : Maaf dari Yasmin
38
Bab 38 : Siapa?
39
Bab 39 : Kunjungan Yusuf
40
Bab 40 : Rayu Tuhannya
41
Bab 41 : Rahasia
42
Bab 42 : Dibuly?
43
Bab 43 : Jalur Hukum
44
Bab 44 : Penangkapan
45
Bab 45 : CCTV?
46
Bab 46 : Ujian atau Karma
47
Bab 47 : Aku Kembalikan Putrimu
48
Bab 48 : Mungkin bukan sekarang
49
Bab 49 : Taj Mahal
50
Bab 50 : Bela dan Bilal
51
Bab 51 : Bantu Aku
52
Bab 52 : Aku pulang
53
Bab 53 : Zara dan Rio?
54
Bab 54 : Berujung Salah Paham
55
Bab 55 : Kembali
56
Bab 56 : Yang pasti, hanya satu
57
Matahari Senja

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!